Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 61 Hukuman Dua Milyar Rupiah


__ADS_3

[Ding]


[Selamat Host telah menjalankan misi pembersihan kebun]


[Selamat Host mendapatkan +2 stamina]


“Akhirnya, selesai juga.” Gumam Seno.


Pekerjaannya selesai dengan cepat. Memang jika ada yang membantu semua terselesaikan dengan cepat. Biasanya Seno menghabiskan waktu hampir tiga jam untuk membereskan kebun yang terbengkalai.


Sekarang, dengan adanya ketiga kelinci dan satu buruh tani, Seno bisa menyelesaikannya dalam waktu satu jam dua puluh menit. Itu saja karena ketiga kelincinya tidak bisa mempertahankan tubuh manusia mereka terlalu lama.


Jika saja mereka bisa bertahan ditubuh manusia dalam waktu lama, maka ini akan lebih cepat lagi selesainya.


Tetapi harus Seno akui bahwa pekerjaan Thorbiorn cukuplah efisien. Mereka bisa menyelesaikan pembersihan kebun dengan cepat itu semua berkat kerja keras Thorbiorn.


Harus Seno akui, kinerja Thorbiorn seperti tiga orang dirinya. Thorbiorn sangat cepat dalam menyelesaikan tugas pertanian seperti ini. Jadi benar kata sistem bahwa Thorbiorn adalah seorang petani yang sudah memiliki banyak pengalaman d bidang ini dalam waktu yang lama.


“Sistem, sekarang buka kotak petani pemula milikku.” Pinta Seno.


[Ding]


[Selamat Host telah membuka kotak petani pemula]


[Selamat Host mendapatkan 10 kantong bukan pupuk biasa]


[Selamat Host mendapatkan 10 benih pepaya pelancar pencernaan]


[Selamat Host mendapatkan +500 poin tanam]


[Semua hadiah telah disimpan di penyimpanan sistem]


“Pepaya? Bukankah ini jenis pohon buah? Jadi sekarang aku mulai merambat ke arah buah-buahan, tidak lagi terbatas pada sayuran seperti sebelumnya.” Gumam Seno.


“Sistem, berapa masa tanam pepaya dalam kebun miliku ini?” Tanya Seno.


Belajar dari benih misterius yang sekarang sudah menghasilkan Thorbiorn, Seno tahu bahwa pepohonan memiliki masa tanam yang lebih lama lagi dari sayuran. Jadi, Seno ingin memastikan berapa lama masa tanam pepaya tersebut.


Dengan begitu, nantinya Seno tidak perlu berharap lama untuk bisa memanen pepaya ini. Ia akan tahu kapan dirinya harus memanennya.


[Dengan level kebun Host saat ini, semua sayuran memiliki masa tanam tiga hari dan pohon buah-buahan memiliki masa tanam lima hari]

__ADS_1


“Jadi seperti itu.” Gumam Seno.


Setelah mendapatkan kepastian dari sistem, Seno lalu mulai menanam sayurannya dengan dibantu oleh Thorbiorn. Tentu saja para kelincinya tetap membantunya dengan cara menyiapkan lubangnya.


Ketika Seno menanam buncis, sebauh pemberitahuan dari Sistem terdengar di telinganya. Ia pun menghentikan kegiatannya itu untuk mengetahui misi apa yang perlu ia dapatkan dari buncis yang ia tanam ini.


[Ding]


[Sistem mendeteksi bahwa Host belumlah memiki uang yang banyak]


[Host sebagai calon petani terhebat, tidak hanya kemampuan bertani saja yang harus hebat tetapi uang Host juga perlu banyak agar tidak lagi direndahkan oleh yang lainnya]


[Ding]


[Misi telah dibuat]


[Host dapatkan uang Rp 1.000.000.000,- dari berjualan buncis]


[Waktu : 14 hari]


[Hadiah : +2000 benih buncis]


[Host lakukan semua misi dengan sungguh-sungguh agar bisa segera menjadi petani terhebat di dunia ini]


“Apa-apaan ini hukuman dua milyar jika gagal melakukkan misi? Apa itu tidak terlalu kejam? Aku selama ini belum memiliki uang sebanyak itu. Bahkan untuk membangun gudang dengan nilai segitu saja aku perlu mencicil.”


“Sekarang aku harus mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu empat belas hari?” Protes Seno.


Memang dirinya bisa saja mendapatkan uang sebanyak itu jika memelang buncis miliknya. Hanya saja itu membutuhkan waktu sedikit lebih lama.


Perlu ada konsumennya yang membuktikan bahwa buncis itu memang memiliki kasiat yang hebat. Jika tidak, maka akan sulit baginya menjual buncis-buncis itu dalam waktu cepat.


Ini membuat Seno pusing memikirkannya. Bagaimana caranya agar ia membuat pelanggannya yakin bahwa buncis-buncisnya itu memang bagus untuk perwatan kulit mereka?


Setelah terdiam beberapa saat, Seno sebuah ide akhirnya tercetus di benaknya. Tetapi, ide itu tidak akan bisa terwujud jika dirinya belum memiliki buncis itu.


Jadi, laki-laki itu bergegas menanam buncis-buncis miliknya. Ia ingin sekali mempercepat waktu dan memanen buncis ini lebih awal. Sayangnya itu tidak bisa. Seno perlu bersabar menunggu tiga hari lagi agar rencananya itu bisa terwujud.


*****


Esok harinya, rumah Seno sudah kedatangan dua tamu perempuan cantik. Siapa lagi kalau bukan Dina dan Miranda. Sepertinya keduanya baru sekarang ini memiliki jadwal kosong yang sama. Dengan begitu, mereka bisa datang ke tempat Seno.

__ADS_1


“Hai Seno.” “Hallo Mas Seno.” Sapa Dinda dan Miranda secara bersamaan.


“Hai kalian sudah datang rupanya. Sudah sarapan?” Tanya Seno.


Keduanya datang cukup pagi sekarang. Jam setengah tujuh sudah sampai di rumahnya. Jika saja tidak ada Thorbiorn yang membantunya dalam mengurus kebunnya, pasti sekarang dirinya masih sibuk berkutat dengan pekerjaan bertaninya.


“Tentu saja belum Mas. Bukankah kami bilang akan menumpang sarapan di sini?”


“Aku tahu. Aku hanya ingin memastikan saja.” Jawab Seno.


Sebelumnya keduanya memang berencana sarapan bersama di rumah Seno. Mereka sudah mengirim pesan kepada laki-laki itu untuk tidak masak terlebih dahulu dan menunggu mereka datang untuk masak bersama.


“Ini minumlah, untuk mengisi perut kalian yang masih kosong itu. Aku rasa segelas susu hangat di pagi yang dingin ini bisa sedikit menghangatkan kalian.”


Seno menyerahkan dua gelas susu hangat kepada Dina dan Miranda. Ini adalah susu dari sapi-sapinya. Sejak memiliki sapi, Seno membiasakan diri meminum susu di pagi dan malam hari. Ketika mengunjungi adiknya beberapa waktu lalu pun, Seno memberikan beberapa liter susu untuk mereka.


“Wah makasih Sen. Perhatian banget deh Kamu.” Ucap Dina.


Perempuan itu lalu menyeruput susu hangat tersebut. Langsung saja Dina smerasakan rasa hangat di tubuhnya ketika meminum susu itu. Susu ini terasa sangat enak sekali. Berbeda dengan susu yang selama ini Dina minum.


Perempuan itu pun memandang ke arah Seno dan menanyakan mengenai hal ini.


“Sen, apa nama merek dari susu ini? Entah kenapa rasanya agak beda dengan yang lainnya. Lebih enak aja. Aku jadi pengen beli nantinya buat aku minum kalo di kosan.”


“Merek Petani Hebat.” Jawab Seno dengan menunjukkan sebuah senyum lebarnya.


“Petani Hebat? Aku sama sekali tidak pernah mendengarnya.”


“Tentu saja Kamu nggak pernah mendengarnya. Itu karena susu dengan merek ini nggak dijual di pasaran. Jika Kamu mau, Kamu bisa membawa beberapa liter susu ketika pulang nanti.” Jawab Seno.


“Kenapa susu seenak ini tidak dijual di pasaran? Padahal aku yakin banyak pembeli yang mau membelinya. Aku saja akan membelinya meskipun harganya lebih mahal daripada merek yang lain.” Ucap Dina menyayangkan.


Di sebelah Dina, Miranda terlihat merapatkan bibirnya, mencoba menahan agar dia tidak menertawakan apa yang sedang terjadi di depannya ini. Menurut Miranda cukup lucu bagi Dina tidak mengetahui bahwa Petani Hebat adalah akun yang Seno miliki dalam platform The Auction.


Pada awalnya Miranda juga tidak mengetahui hal itu. Namun, setelah Pamannya, Johan, menanyakan mengenai hal itu, Miranda jadi mengetahui bahwa Seno juga memasarkan sayurannya melalui lelang di The Auction.


Miranda cukup kagum dengan pencapaian Seno dalam platform itu. Satu wortel dihargai delapan ratus ribu lebih. Sedangkan dirinya, dulu bisa membeli wortel itu dengan harga tujuh puluh ribu rupiah. Bahkan dirinya membeli seribu lebih wortel itu.


Pastinya, jika orang-orang yang berebut wortel di The Auction tahu hal ini, mereka pasti akan merasa sangat iri dengan Miranda.


Pasalnya mereka perlu menaikkan harga dengan gila-gilaan. Sedangkan Miranda, ia tinggal meminta dan Seno akan menjual wortel itu kepadanya. Dengan harga murah pula.

__ADS_1


__ADS_2