Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 234 Su Chen, Su Cai (2)


__ADS_3

Dalam perjalanan Seno baru tahu bahwa kedua anak ini memiliki marga Su. Si anak laki-laki bernama Su Chen sedangkan adiknya bernama Su Cai. Seperti yang mereka katakan, dimensi milik mereka berada di bawah jembatan. Lebih tepatnya di bawah jembatan layang.


Pintu masuk dimensi mereka berada di antar cela tiang yang menyokong jembatan. Cela itu tidak cukup lebar. Mungkin lebarnya hanya tujuh puluh sentimeter. Namun, jarak sesempit itu masih bisa mereka lalui dengan mudah. Kecuali Rarae yang bertubuh gemuk tentunya.


Namun tanpa aba-aba, Rarae tiba-tiba saja merubah bentuknya menjadi bentuk Muradae. Tidak hanya itu, Rarae juga memperkecil ukuran tubuhnya sehingga dia bisa melewati cela itu dengan mudah.


Apa yang Rarae lakukan ini, berhasil membuat Su Chen dan Su Cai melebarkan mata mereka, kaget melihat apa yang terjadi. Mereka sudah menebak bahwa Seno dan yang lain bukan orang biasa. Tetapi tidak seperti ini juga.


“Ayo masuklah. Aku ingin melihat dimensi milik kalian,” ucap Seno sembari sedikit mendorong pundak Su Chen dan Su Cai agar segera masuk ke dalam dimensi milik mereka.


Yang pertama kali Seno lihat ketika memasuki dimensi itu adalah bangunan-bangunan dari kayu yang dibuat ala kadarnya. Terlihat jelas bahwa kayu yang dipakai adalah kayu limbah. Lalu, Seno melihat adanya danau kecil yang ada di tengah dimensi.


Di sekitaran danau, terdapat cukup banyak kelinci yang berlarian ke sana kemari. Rumput hijau dan segar terlihat memperindah pemandangan di sekitar danau. Meski dimensi ini tidak terlalu luas, tetapi dimensi ini lebih luas daripada dimensi yang dimiliki oleh Profesor Giorgio.


Tidak lama kemudian, dari gubuk yang ada di sana, beberapa anak kecil bermunculan. Mereka terlihat masih muda. Usianya tidak jauh berbeda dari Su Chen mau pun Su Cai.


“Kakak Chen, Kakak Chen,” teriak anak-anak itu dengan penuh semangat.


Anak-anak itu lalu berinteraksi dengan Su Chen. Mereka tampak senang dengan kedatangan Su Chen. Sepertinya, banyak yang diceritakan oleh anak-anak itu kepada Su Chen.


“Jasmine, apa yang mereka semua katakan?” tanya Seno.


Tidak memahami bahasa memang menjadi sesuatu yang sangat menyulitkan. Seno harus mengandalkan Jasmine dalam berkomunikasi seperti ini. Seno berjanji, setelah dirinya lebih longgar, ia akan mempelajari bahasa baru. Dengan bantuan kacang merah miliknya, Seno yakin dirinya bisa mempelajari bahasa dengan lebih mudah.


“Mereka hanya menanyakan mengenai penjualan sate yang dilakukan oleh Su Chen dan Su Cai. Anak-anak itu juga mengatakan bahwa seharian ini mereka menjadi anak yang baik dengan tidak meninggalkan dimensi ini.”


“Lalu, salah seorang anak yang lain bahwa mereka sudah menyiapkan daging ….” Jasmine menggantungkan ucapannya. Ia lalu menatap anak-anak itu dengan pandangan tajam. Tidak ada lagi Jasmine yang menatap seseorang dengan pandangan lemah lembut, imut seperti biasanya.


Dalam bahasa China, Jasmine memarahi anak-anak itu. Jasmine mencoba memakai bahasa terkasar yang bisa ia temukan untuk memarahi mereka.

__ADS_1


“Dari semua hewan yang ada, kalian semua tega sekali kalian meperlakukan kelinci seburuk itu. Apa kalian tidak tahu betapa imutnya seekor kelinci. Kalian benar-benar jahat tidak memiliki rasa kasihan sedikit pun dengan para kelinci.”


“Bagaimana bisa kalian … kalian menjadikan kelinci sebagai … sate,” ucap Jasmine diselimuti kesedihan.


Dulu Jasmine sering mendengar Seno mengancam akan menjadikan mereka sate jika mereka tidak menurut. Namun, Jasmine tahu bahwa Seno hanya menggertaknya saja. Seno tidak akan benar-benar membunuh Jasmine atau kelinci yang lain, dan menjadikan mereka sate.


Tetapi sekarang, Jasmine melihat sendiri bagaimana seseorang membunuh kelinci dan menjadikan mereka sate tidak hanya sekali, tetapi setiap hari. Anak-anak ini setiap harinya membunuh kelinci dan menjadikan mereka sate untuk dijual.


Sebagai seekor kelinci yang meproklamirkan dirinya sebagai ratu dari para kelici, Jasmine tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Ia harus menyelamatkan para kelinci ini dari pembantaian.


“Hey, Jasmine. Apa yang sedang terjadi, kenapa Kamu menjadi sangat marah?”tanya Seno.


“Bos, Jasmine marah karena anak-anak itu membunuh kelinci dan menjadikan mereka sate. Sate yang mereka jual tadi adalah sate kelinci,” jelas salah satu hewan yang ikut dengan Seno kemari.


“Ah seperti itu rupanya.”


Pantas saja Jasmine berubah seperti itu. Pasti dia sangat marah sekarang karena teman-teman sesama kelincinya dijadikan makanan seperti itu.


“Jika Kamu ingin mereka tidak lagi membunuh kelinci, maka Kamu harus memberikan mereka pekerjaan baru agar mereka bisa bertahan hidup.”


Dari sini Seno bisa menebak bahwa Su Chen dan Su Cai menggunakandimensi ini sebagai tempat tinggal. Pakaian yang mereka kenakan bukanlah pakaian yang bagus. Ini menandakan perekonomian mereka tidak terlalu bagus.


Kemungkinan, pakaian hangat yang dipakai oleh Su Chen dan Su Cai adalah satu-satunya pakaian hangat yang dimiliki oleh anak-anak ini. Oleh karena itu, yang lain tetap berada di dalam demensi ini sementara yang Su Chen dan Su Cai pergi untuk mencari uang.


“Apakah kalian hidup sendiri di sini dan tanpa adanya orang dewasa?” tanya Seno.


“Ehm … ya.” jawab Su Chen sedikit gugup. Mungkin karena dia takut, setelah mendengar Jasmine yang begitu marah kepada mereka.


“Kami semua tidak memiliki tempat tinggal. Selama ini, kami tinggal di jalanan. Setelah aku dan adikku menemukan tempat ini, aku mengajak mereka tinggal di sini. Jadi, aku mohon jangan rebut tempat ini dari kami. Jika Kakak mengambil tempat ini, maka kami akan kemballi tinggal di jalanan. Kami bisa mati kedinginan jika itu terjadi,” mohon Su Chen.

__ADS_1


“Bagaimana dengan pemerintah kalian? Bukannya ada panti asuhan atau pun rumah penampungan yang bisa menjadi tempat tinggal kalian?” tanya Seno heran.


Sependek pengetahuan Seno, di China ada cukup banyak tempat untuk anak-anak ini tinggal. Tidak seharusnya anak semuda mereka tinggal di jalanan seperti ini.


“Kami tidak menyukai tempat itu. Di sana ada beberapa anak yang suka menindas. Jadi, aku memutuskan untuk kabur dari sana bersama dengan Xiao Cai. Lalu, yang lain ikut aku datang kemari. Aku mohon Kakak, jangan ambil rumah kami ini. Aku tidak mau kembali ke rumah itu lagi.”


“Jika bukan aku, maka akan ada orang lain yang akan mengambil alih tempat ini. Apakah Kau tahu, dimensi milikmu ini portal masuknya tidak dapat disembunyikan. Lama kelamaan orang akan curiga mengenai Kamu dan adik-adikmu yang sering kemari tetapi menghilang begitu saja.”


“Lalu, kalian bilang sendiri bahwa kelompok Singa Putih yang tadi memalak kalian, memiliki kekuasaan yang besar di daerah sini bukan. Tanpa adanya gangguan dariku pun aku yakin cepat atau lambat mereka akan mengetahui tempat ini. Apakah kalian tahu, untuk merebut kepemilikan tempat ini, mereka tinggal membunuh pemilik dimensi ini.”


“Apakah Kau ingin membunuh Kami semua?”


Seno menggelengkan kepalanya.


“Tidak. Aku sebenarnya tidak benar-benar berniat merebut dimensi ini. Aku hanya ingin tahu seperti apa pemilik dimensi ini dan dimanfaatkan untuk apa. Melihat kalian, aku percaya kalian tidak akan menggunakan dimensi ini untuk kejahtan.”


“Tetapi, kalian juga tidak akan memiliki kekuatan untuk melindungi dimensi ini. Jadi, aku akan memberikan kalian pilihan, kalian akan tetap tinggal di sini, dimensi ini tidak akan aku ambil, namun kalian menghadapi cukup banyak resiko. Atau, kalian menyerahkannya padaku. Hidup kalian akan aku jamin. Pakaian, biaya sekolah, dan kebutuhan kalian lainnya akan aku penuhi.”


“Jadi, apa yang akan kalian pilih?” tanya Seno.


Baik Su Chen dan yang lainnya terdiam. Mereka tidak langsung menjawab ucapan Seno. Setelah itu, Su Chen menarik saudara-saudaranya menjauhi Seno. Mereka berdikusi sebentar. Setelah lebih dari sepuluh menit berdiskusi, akhrinya Su Chen kembali ke Seno.


“Apakah Kakak yakin setelah kami menyerahkan tempat ini maka kehidupan kami akan terjamin?” tanya Su Chen.


“Tentu. Kau pasti tadi sudah melihat anak buahku yang berubah bukan? Aku akan memberikan pilihan pada kalian. Kalian bisa tinggal bersamaku atau tetap tinggal di China. Aku bisa membelikan kalian rumah beserta pelayannya. Aku juga akan mengirim beberapa anak buahku untuk melindungi kalian. Jadi bagaimana?”


“Baiklah. Kami bersedia menyerahkan tempat ini,” ucap Su Chen.


[Ding]

__ADS_1


[Selamat Host mendapat satu dimensi baru]


[selamat Host telah mendapatkan +120 kekuatan +100 stamina]


__ADS_2