Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 85 Ekspedisi Thorbiorn (2)


__ADS_3

“Apa itu tadi?” Tanya beberapa tentara yang ada di sana.


Tidak ada yang membuka suara untuk menjawab pertanyaan itu. Itu karena mereka sendiri juga bingung dan tidak mengetahui jawabannya.


Lalu mereka mengarahkan pandangan mereka ke arah pemimpin mereka masing-masing. Mereka menunggu perintah apa yang akan diberikan untuk mereka.


“Semuanya bersiap. Arahkan senjata kalian ke arah portal. Jika nanti ada pergerakan lain dari sana, maka kita akan melakukan serangan.” Ucap salah seorang Brigadir Jendral yang bertugas memberikan perintah di sana.


Setelah memberikan perintah, Brigadir Jendral tersebut kemudian pergi ke tenda komando. Ia perlu memberitahukan kejadian ini kepada markas pusat.


Kejadian ini belum pernah mereka alami sejak mereka berjaga di sini. Jadi, untuk tindakan lebih lanjut, mereka perlu perintah dari pusat.


*****


Yang pertama kali Thorbiorn lihat ketika memasuki dimensi tersebut adalah hutan rindang yang jika di Bumi sama seperti hutan hujan. Terdapat pohon yang menjulang hingga ratusan meter, di shaf kedua terdapat pepohonan yang tingginya beberapa puluh meter dan terakhir banyak semak belukar di bagian paling bawah.


Thorbiorn tidak langsung melangkah mencari keberadaan anggur yang diinginkan oleh Tuannya. Ia melihat terlebih dahulu sekelilingnya. Ia ingin tahu makhluk apa saja yang ada di dimensi ini. Dengan begitu, dirinya bisa memperkirakan tingkat bahaya dari dimensi ini.


Thorbiorn lalu menundukkan badannya. Ia melihat ada beberapa jejak kaki di sini. Ukurannya hampir sama dengan laki-laki dewasa di Bumi. Dari keadaan sekitarnya, Thorbiorn bisa memperkirakan bahwa pemilik jejak kaki ini, dua hari yang lalu berada di sini.


Ada sekitar tiga jejak kaki berbeda dari dua hari yang lalu, sisanya adalah jejak kaki lama yang mungkin sudah beberapa minggu di sini. Dari jejak kaki yang ada, Thorbiorn bisa menyimpulkan mahkluk ini berjalan dengan dua kaki.


Tidak hanya itu, mahkluk ini juga memiliki bulu yang cukup lebat. Thorbiorn bisa melihat beberapa bulu berjatuhan di sekitar jejak kaki.


Thorbiorn tidak tahu kemampuan dari mahkluk itu. Apakah mereka memiliki penciuman yang tajam, pendengaran yang tajam, atau bahkan keduanya. Yang jelas, sebisa mungkin Thorbiorn harus menghindari mahkluk ini agar dirinya bisa menyelesaikan tugas ini dengan cepat.

__ADS_1


Setelah mendapatkan informasi yang cukup, Thorbiorn lalu melangkahkan kakinya mengikuti jejak kaki yang ada. Ini karena Thorbiorn berspekulasi bahwa mahkluk ini pemakan segala. Ada kemungkinan mahkluk ini juga memakan annggur yang dicarinya.


Jadi dengan mengikuti jejak kaki ini, Thorbiorn berharap bisa menemukan letak anggur tersebut. Thorbiorn pun berlari cepat, tetapi kecepatannya tidak bisa sama seperti di Bumi. Ini karena gravitasi dimensi ini tiga kalilebih kuat daripada di Bumi. Meski begitu itu bukan menjadi halangan untuk Thorbiorn.


Tidak lama kemudian, Thorbiorn mendengar suara yang cukup aneh. Itu seperti sebuah suara yang dihasilkan dari pangkal tenggorokan. Hal itu membuat Thorbiorn memperlambat laju berlarinya. Ia lalu meningkatkan kewaspadaannya.


Dibaik semak-semak, Thorbiorn bisa melihat adanya lembah. Di bawah sana ada beberapa mahkluk penghuni dimensi ini. Ada ratusan, mulai dari yang masih bayi hingga yang tua. Kemungkinan besar ini adalah sarang dari mahkluk tersebut.


Di sekujur tubuh mereka, terdapat bulu yang cukup panjang. Warna dari bulunya pun beragam. Kebanyakan berwarna putih dan sedikit yang memiliki bulu berwarna keemasan.


Para makluk tersebut tengah memakan buah-buahan. Pandangan Thorbiorn lalu tertuju pada salah satu buah yang mereka konsumsi, buah annggur. Seno tidak memberikan spesifikasi seperti apa anggur yang dia inginkan. Jadi, kemungkinan besar itu adalah anggur yang perlu ia berikan untuk Seno.


Tetapi ini sangat sulit untuk Thorbiorn mengambil anggur tersebut. Ini adalah sarang dari makluk itu. Jelas sekali penjagaannya cukup ketat. Jika dirinya memaksa mengambilnya, kemungkinan besar dia akan dikerumuni oleh makluk tersebut.


Thorbiorn lalu merubah rencananya. Ia ingin mencari keberadaan pohon anggur itu dan memetik beberapa buah anggur dari sana. Menurut Thorbiorn itu sangat mungkin ia lakukan daripada mengambil anggur dari sarang mahkluk ini.


Tidak jauh dari sarang makluk itu, terdapat area lapang yang cukup luas. Kemungkinan pohon anggur itu ada di sana. Langsung saja Thorbiorn mencari jalan menuju ke sana.


Dalam perjalanannya kali ini, Thorbiorn berlari dengan penuh kewaspadaan ia tidak bisa lengah. Dirinya berada di dekat sarang mahkluk penghuni dimensi ini. Jadi, kemungkinan dirinya bertemu dengan mahkluk itu cukup besar.


Lima menit kemudian, Thorbiorn sampai di area lapang tersebut. Selama dirinya berada di dimensi ini, ini adalah satu-satunya area lapang, datar dan agak jauh dari pepohonan tinggi yang Thorbiorn temui. Jika tidak salah hitung, luas dari area lapang ini sekitar lima ribu meter persegi.


Thorbiorn bernafas lega setelah melihat keberadaan anggur diantara tanaman yang ada di sana. Dengan begini ia bisa segera kembali ke Seno dan menyerahkan anggur tersebut.


Thorbiorn sudah memperhitungkan bahwa sekarang sudah satu jam lebih berlalu sejak dirinya meninggalkan Seno. Padahal sebelumnya Thorbiorn berjanji akan kembali setelah satu jam paling lama. Ternyata misi ini tidak semudah yang ia bayangkan.

__ADS_1


Langsung saja Thorbiorn berjalan ke sana dan mengambil beberapa buah anggur dan memasukkannya kedalam kantung. Ia tidak peduli jika nanti buah ini rusak dalam perjalanan. Asalakan bijinya masih ada semua akan baik-baik saja.


Setelah cukup banyak buah anggur yang ia ambil, Thorbiorn bersiap kembali menuju ke arah portal. Tetapi ia juga masih bersikap hati-hati ketika kembali.


Sayangnya, meski sudah bersikap hati-hati, keberadaan Thorbiorn masih diketahui oleh mahkluk penghuni dimensi ini. Itu semua karena aroma anggur yang Thorbiorn bawa.


“Grrr, grrr.” Terdengar geraman makluk tersebut. Tidak lama kemudian, makluk tersebut berteriak dengan beberapa intonasi. Thorbiorn tahu bahwa itu makluk itu tengah memberikan kode untuk kepada kawanannya.


Hal ini membuat Thorbiorn mempercepat langkahnya. Ia sudah tidak perlu berlari pelan-pelan lagi. Keberadaannya sudah diketahui oleh makluk tersebut. Jadi, percuma saja dirinya berlari pelan dan penuh kehati-hatian. Yang ada dirinya yang nantinya akan di kerumuni mahkluk itu dan dikeroyok.


Awalnya hanya ada tiga makluk berbulu putih yang mengejarnya. Tetapi lama kelamaan jumlahnya bertambah, hingga sekarang terdapat dua puluh makluk penghuni dimensi ini yang mengejar Thorbiorn.


Ketika Thorbiron melirik ke belakang, ia melihat yang berada di paling depan dari mahkluk tersebut adalah mereka yang memiliki bulu kecoklatan. Ini berarti, mahkluk dengan bulu berwarna putih adalah mahkluk terlemah di sini.


Meski begitu, mahkluk-mahkluk tersebut tidak ada yang bisa mendekat ke arah Thorbiorn. Kecepatan mahkluk tersebut adalah lima belas meter per detik, sedangkan Thorbiorn, seratus dua puluh mter per detik.


Tidak lama kemudian, makluk-mahkluk tersebut tidak lagi terlihat di belakang Thorbiorn. Meski begitu Thorbiorn tidak bisa bersantai. Dirinya masih bisa mendengar dengan jelas geraman dan teriakan dari mahkluk tersebut. Bahkan jumlahnya semakin banyak sekarang.


Lima belas menit kemudian, Thorbiorn langsung saja sampai diportal. Untung dirinya hafal jalan kemari sehingga dirinya tidak tersesat. Langsung saja Thorbiorn memasuki portal tersebut.


Setelah sampai di bagian lain portal, Thorbiorn disambut dengan rentetan peluru dari para tentara. Ia langsung bergerak menghindar. Untung saja para tentara ini masih membuat cela diantara mereka. Jadi Thorbiorn bisa melewati mereka dengan aman.


Beberapa peluru dari para tentara itu memang sudah mengenai dirinya. Tetapi berkat brokoli dari kebun Seno yang selama iniia konsumsi, tidak ada satu peluru pun yang menembus kulit Thorbiorn. Meski begitu, ia masih merasakan rasa sakit ketika peluru-peluru tersebut mengenai kulitnya.


Ketika Thorbiorn berada dikerumunan tentara, tidak ada lagi tembakan yang mengarah padanya. Mungkin itu mereka lakukan karena tidak mau salah menembak dan mengenai teman mereka.

__ADS_1


__ADS_2