
Sekarang ini Seno mengecek kondisi kebun miliknya. Beberapa hari belakangan ini dirinya terlalu sibuk mengurusi yang lain sehingga tidak mengecek keadaan kebunnya. Ia sudah mepercayakan semuanya kepada kedua buruh tani miliknya.
“Sistem, berapa poin tanam milikku?” Tanya Seno kepada Sistem.
Sudah lama dirinya tidak mengecek jumlah poin miliknya. Sekarang ia ingin melihat berapa jumlah poin yang ia miliki. Ada kemungkinan sekarang Seno bisa menaikkan level dari kebun miliknya.
[Luas lahan : 800 m2 (+3700 m2)]
[Level kebun : 6 (100.000/100.000)]
[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 10.000.000.000]
[Poin tanam : 11.346.933.500]
“Ah ternyata aku sudah bisa menaikkan level kebun milikku. Terlalu fokus mengurusi pernikahan dan misi penaklukkan membuatku melupakan hal ini.” Gumam Seno.
Jika sekarang Seno menaikan level kebunnya, maka setelah ini dirinya bisa menanam nanas dalam jumlah banyak. Hal itu membuatnya senang. Nanas itu sangat membantu sekali bagi orang yang sudah menikah seperti dirinya.
Seno merasakan perbedaan berolahraga dengan kedua istrinya setelah mengkonsumsi nanas atau tidak mengkonsumsi nanas sama sekali. Setelah memiliki nanas yang tidak terbatas, kemungkinan besar Seno akan lebih sering mengajak kedua istrinya berolahraga.
“Sistem, naikkan level kebun milikku sekarang.” Ucap Seno sembari menggesek-gesekkan kedua tangannya.
[Ding]
[10.000.000.000 poin tanam telah diambil]
[Ding]
[Selamat Host level kebunmu naik menjadi level 7]
[Selamat Host mendapatkan satu kotak petani menengah]
[Selamat Host mendapatkan tambahan kotak penyimpanan +5]
[Selamat Host mendapatkan perluasan kebun +1000m2]
[Bercocok tanamlah untuk menjadi petani terhebat]
Seno lalu menjalankan rutinitas yang biasa ia lakukan ketika level kebunnya meningkat, menyiapkan lahan baru miliknya.
__ADS_1
Dina dan Miranda yang kebetulan berada di kebun milik Seno, ikut membantu menyiapkan semuanya. Dalam waktu singkat, mereka bisa menyelesaikan persiapan lahan miliknya. Semua jika dilakukan bahu membahu memangakan berjalan dengan cepat.
[Ding]
[Selamat Host telah menjalankan misi pembersihan kebun]
[Selamat Host mendapatkan +2 stamina]
Tidak lama setelah pemberitahuan tersebut, Seno kembali menerima pemberitahuan lain dari sistem. Misi yang biasa ia terima setelah membersihkan lahannya.
[Misi telah dibuat]
[Host tanamlah 5.000 benih nanas dan 5.000 benih jambu mete]
[Waktu : 7 hari]
[Hadiah : +10.000 benih nanas + 10.000 benih jambu mete]
[Hukuman : -1.000.000 poin tanam]
[Host lakukan semua misi dengan sungguh-sungguh agar bisa segera menjadi petani terhebat di dunia ini]
Misi yang tidak terlalu sulit menurut Seno. Langsung saja Seno mulai menanam benih nanas dan jambu mete tersebut. Dina dan Miranda penasaran dengan benih yang sekarang Seno tanam.
Seno tidak langsung menjawabnya. Ia lalu memandang kedua istrinya dengan sebuah seringai lebar. Setelah mengatakan apa yang sedang ia tanam, pasti wajah kedua istrinya akan bersemu merah.
“Ini adalah benih nanas.” Jawab Seno.
Seperti dugaan Seno, wajah Dina dan Miranda langsung bersemu merah. Dina bahkan memukul pelan pundak Seno. Hal itu membuat Seno tertawa pelan.
“Buat apa Kamu menanam nanas sebanyak itu? Apa Kamu mau maen tiap malem.” Ucap Dina pelan, setengah berbisik.
“Tentu saja tidak. Aku menggunakan ini untuk dijual kembali. Memangnya aku bisa menghabiskan nanas sebanyak ini sendirian?” Jawab Seno.
Miranda langsung bergidik ngeri mendengar Seno akan menjual nanas-nanas ini. Bukan apa-apa, ia hanya kasihan dengan para wanita di luar sana. Mereka harus mengimbangi suami mereka yang memiliki stamina tinggi. Itu adalah hal yang berat.
Dirinya saja harus berbagi beban dengan Dina agar bisa menghadapi Seno. Bagaimana dengan para wanita di luar sana? Bagaimana jika mereka tidak bisa mengimbangi suami mereka? Ada kemungkinan suami mereka akan mencari pelampiasan lain jika sering mengkonsumsi nanas ini.
Hal itu membuat Miranda berpikir untuk memberi batasan pembelian nanas ini. Ia tidak mau nantinya mereka dituduh sebagai perusak rumah tangga seseorang karena menjual nanas ini. Langsung saja Miranda mengutarakan kekhawatirannya tersebut kepada Seno.
__ADS_1
“Hem…. Apa yang Kamu khawatirkan itu ada benarnya. Kamu bisa mengatur semuanya sendiri. Nanti, Kamu juga bisa menentukan sendiri harga yang cocok untuk semua ini. Lalu, setelah ini tidak hanya nanas saja yang akan memiliki banyak stok. Jambu mete juga begitu.”
“Kamu tahu sendiri bukan sekarang ini banyak yang mengirim pesan ke akun Petani Hebat untuk menanyakan kapan kita akan menjual jambu mete tersebut. Jadi kita harus mempersiapkan semuanya.” Jelas Seno.
“Apakah Ray sudah selesai membuat website untuk kita?” Tanya Dina.
“Dengan memiliki website sendiri, kita bisa mengatur semuanya. Memberi batasan pembelian, batasan umur, dan pembatasan lainnya bisa kita lakukan. Kita jadi lebih leluasa dalam melalukan semuanya.” Imbuh Dina.
“Aku belum mengeceknya. Setelah ini aku akan mengecek semuanya. Sekarang, bantu aku membereskan semua ini. Lalu kita bisa pergi ke tempat Ray untuk menanyakan semuanya.” Jawab Seno.
Sebelum Seno kembali menanam sayuran miliknya, Tiarsus mendatanginya. Di tangannya sudah ada sebuah kendi kecil yang tertutup rapat. Hal itu tiba-tiba mengingatkan Seno akan lebah yang sebelum ini ia serahkan kepada Tiarsus untuk dirawat.
“Apakah itu madu dari lebah yang ada di sini?” Tanya Seno ketika Tiarsus sudah mendekat.
“Benar Bos. Ini adalah madu yang dihasilkan oleh lebah-lebah itu. Aku sudah memanen beberapa madu untukmu.” Lapor Tiarsus.
[Madu lebah Amiagon]
[Diambil dari lebah yang dirawat dengan penuh cinta]
[Katanya bisa menaikan kekebalan tubuh]
Kekebalan tubuh lagi? Bukankah Seno sudah memiliki brokoli yang memberikannya manfaat untuk memiliki tubuh kebal?
Kenapa sekarang Sistem memberikannya produk dengan manfaat yang sama? Apa yang membuat madu ini berbeda dengan brokoli yang sudah ia miliki? Apakah karena madu lebih mudah dikonsumsi tanpa memasaknya lebih dahulu?
Tiba-tiba saja Seno teringat sesuatu. Mengkonsumsi brokoli membuatnya kebal akan serangan fisik. Ia tidak akan lagi terluka jika ada serangan yang dikatagorikan sebagai serangan fisik.
Tetapi, Seno baru sadar bahwa ada serangan sihir yang masih bisa melukainya. Sebelumnya, Tiarsus sudah melukainya dengan sihir miliknya bukan? Jadi kemungkinan besar madu ini akan membuatnya memiliki tubuh yang kebal terhadap sihir.
[Tebakan Host cukup tepat]
[Madu yang diambil dari lebah Amiagon ini bisa membuat Host memiliki tubuh yang kebal terhadap serangan sihir]
[Di dunia asalnya, lebah Amiagon cukup sulit dicari]
[Keberadaannya hampir punah di alam liar]
Seno tidak menyangka dirinya akan mendapatkan hewan langka dari dunia lain. Apalagi ini bisa membuatnya memiliki tubuh yang kebal sihir. Dengan begini, Seno tidak akan khawatir lagi ketika menjalankan misi berat dari sistem.
__ADS_1
Ini sama dengan dirinya yang menambah perisai pelindung baru di tubuhnya. Meski ini butuh proses dan tidak instan, itu bukan menjadi masalah besar untuk Seno.
Ia hanya tinggal mengkonsumsi madu ini dalam jumlah tertentu untuk mencapai kekebalan yang ia inginkan. Lagi pula, dalam waktu dekat ini Seno tidak memiliki misi penaklukan lainnya. Jadi, ia masih punya waktu panjang untuk memperkuat diri.