Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 205 Rapat Gabungan


__ADS_3

Apa yang terjadi pada sopir truk tersebut membuat beberapa anggota tim detasemen khusus yang terlempar keluar dari truk, merasakan pemandangan horor. Salah satu dari mereka sadar apa yang tengah terjadi dan meminta yang lain menyerang.


“Semuanya, angkat senjata kalian. Kita bunuh orang ini sekarang juga,” ucapnya.


Meski beberapa merasakan tubuh mereka sakit setelah terlempar dari truk, mereka memaksakan diri untuk mengangkat senjata. Jika mereka tidak memberikan perlawanan, maka laki-laki bertubuh besar ini akan menghabisi mereka semua.


Tidak akan ada yang tahu akhir dari pertarungan ini. Tetapi, jika pun mereka mati, setidaknya mereka sudah berjuang untuk hidup daripada harus menunggu musuh mereka melakukan hal yang buruk pada tubuh mereka.


Desingan peluru dan suara tembakan yang saling bersahutan menjadi musik latar di jalan tol tersebut. Target mereka sama, Anthony. Tetapi, bukannya berlindung atau melakukan sesuatu, Anthony justru berdiri dengan merentangkan kedua tangannya. Ia seolah menyambut rentetan peluru yang mengarah kepadanya.


“Come on! Datanglah padaku. Tubuhku sudah cukup gatal dan sudah lama tidak merasakan ciuman dari peluru.” Sebuah seringai lebar terpampang jelas di bibir Anthony ketika mengatakan hal ini.


“Apa?” teriak salah satu anggota tim detasemen khusus. “Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa dia baik-baik saja setelah dihujani banyak peluru seperti itu?”


Mereka semua tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Anthony baik-baik saja. Beberapa orang bahkan berani bersumpah bahwa peluru mereka tadi sudah mengenai kepala dan bagian jantung dari Anthony. Tetapi, semua itu tidak memberikan pengaruh apa pun.


“Hahaha.”


Anthony tertawa dengan cukup keras ketika mendengar rasa putus asa dari nada bicara orang-orang di depannya. Meski Anthony tidak terlalu memahami bahasa mereka, tetapi Anthony bisa melihat itu semua dari raut wajah mereka.


“Hanya peluru tidak akan bisa membunuhku. Serangan dengan menggunakan tank pun tidak akan mempan. Bahkan nuklir saja hanya memberikan rasa gatal untukku. Serangan kalian ini tidak ada apa-apanya. Sekarang, giliranku untuk menghajar kalian. Hahaha.”


Anthony langsung meraih anggota detasemen khusus yang berada cukup dekat dengannya. Ia lalu mencengkeram leher orang itu dengan cukup kuat. Bunyi tulang remuk terdengar jelas dari tubuh anggota detasemen khusus itu.


Kakinya yang awalnya menendang-nendang Anthony, kini tidak bergerak sama sekali. Sudah jelas bahwa orang itu tidak lagi bernyawa. Matanya melotot tajam ke arah Anthony.


“Aku suka ekspresimu sebelum mati. Jika tidak ada darah yang enak, maka kepalamu yang akan aku awetkan untuk menjadi koleksiku,” ucap Anthony dengan cukup keras.

__ADS_1


Seperti yang ia lakukan pada sopir, Anthony kembali melepaskan kepala anggota detasemen khusus itu dari tubuhnya. Ketika melihat hal ini, yang lainnya sudah tahu bahwa nasib mereka tidak akan berakhir bagus jika berhadapan dengan orang ini.


“Semuanya, larilah dari sini. Selamatkan diri kalian.”


Ketika teriakan ini terdengar, mereka yang masih bisa berdiri, segera berdiri dan berlari pergi. Sementara itu, beberapa yang mengalami patah tulang karena terlempar dari truk, hanya bisa merangkak pergi meninggalkan tempat itu.


Jalan tol tersebut yang tadinya dipenuhi dengan suara tembakan, sekarang tergantikan oleh teriakan beberapa orang yang kesakitan. Bahkan, beberapa kali terdengar teriakan racauan seseorang sebelum suara itu menghilang, karena pemilik suara sudah tiada.


Salah seorang anggota detasemen khusus yang memiliki kondisi baik-baik saja, melarikan diri secepat kakinya bisa berlari. Meski ia harus meninggalkan rekannya yang lain untuk gugur di tangan musuh, harus ada salah seorang dari mereka selamat dari sini.


Setidaknya, harus ada satu orang yang melaporkan kejadian ini kepada petinggi kepolisian. Mungkin ini bukan lagi masalah pihak kepolisian. Mereka juga perlu melibatkan tentara negeri ini. Karena orang-orang itu, bisa jadi menjadi ancaman besar untuk keamanan negara ini.



“Apakah Anda sudah selesai, Mr. Anthony?” tanya Marc ketika Anthony kembali dengan membawa sebuah kepala manusia.


“Lalu bagaimana dengan mereka yang kabur Mr. Anthony?”


“Mereka? Mereka hanya manusia lemah. Tidak ada yang bisa mereka lakukan kepadaku. Jadi, aku membiarkan beberapa pergi begitu saja. Aku ingin mereka memanggil temannya yang lain. Mungkin sepulang dari rumah petani itu, kita akan mendapatkan kejutan yang bagus. Orang-orang itu akan menyambut kita nantinya,” jawab Anthony santai.


“Ah … baiklah kalau begitu.”



Di salah satu ruangan, beberapa petingi di pihak kepolisian tengah melakukan pembicaraan yang cukup serius. Mereka melakukan pertemuan dadakan ini karena laporan dari tim detasemen khusus yang dikirim untuk menangkap penjahat internasional yang berada di negara mereka.


Tidak semua petinggi kepolisian berada di ruangan ini. Sebagian dari mereka mengikuti pembicaraan ini melalui panggilan video. Tidak hanya petinggi kepolisian saja, di panggilan video juga sudah tersambung beberapa pejabat militer.

__ADS_1


“Ada kasus apa hingga kalian mengundang kami dalam rapat para petinggi kepolisian? Aku yakin ini bukanlah hal yang biasa sehingga kalian memanggil kami seperti ini bukan?” tanya Mansyur tidak lama setelah acara dimulai.


“Ada kejadian gawat darurat yang membahayakan keamanan negara. Jadi kami mengundang kalian dalam pembicaraan ini. Jika hanya pihak kepolisian, aku tidak yakin bisa mengatasi kejadian ini. Jadi, kami butuh bantuan kalian. Aku harap pihak militer mau bekerja sama dalam hal ini,” ucap Agam, salah satu petinggi kepolisian.


“Kejadian yang membahayakan negara? Memangnya ada apa lagi? Apa ada portal dunia bawah yang muncul di tengah perkampuangan penduduk?” tanya Eko.


Menurut Eko, saat ini tidak ada hal yang membahayakan keamanan negeri mereka selain portal dunia bawah. Apalagi ini dilaporkan oleh pihak kepolisian. Kemungkinan ada polisi yang menemukan keberadaan portal lain yang berada di tengah-tengah perkampungan.


Meskipun Eko tidak bisa menjamin bisa mengalahkan semua makhluk yang berasal dari dunia bawah, tetapi Eko yakin pihak militer bisa menjaga keamanan daerah sekitar tempat munculnya portal, sehingga tidak akan banyak rakyat sipil yang menjadi korban.


“Tidak Jenderal Eko, ini bukan mengenai portal dunia bawah. Tetapi seseorang yang memiliki kekuatan besar yang jauh di luar nalar manusia. Ada kemungkinan dia memang makhluk dunia bawah. Tetapi, dia cukup ramah ketika bersikap di depan beberapa manusia lain,” jawab Agam.


Agam lalu menjelaskan kepada semua orang yang ada di sana mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Semua yang bermula dari tim detasemen khusus yang mengetahui keberadaan penjahat yang sudah menjadi buronan internasional berada di negara mereka.


Lalu, tim detasemen khusus melacak keberadaan mereka hingga akhirnya menemukan keberadaan buronan itu. Malam ini tim detasemen khusus mengirimkan tiga puluh anggotanya untuk menangkap buronan ini.


Mereka sudah menutup sementara jalan tol agar tidak ada rakyat sipil yang menjadi korban. Semua sudah terlihat indah. Tetapi ternyata musuh yang mereka hadapi sangat jauh dari kata normal.


“Anggota tim detasemen khusus yang selamat melapor padaku bahwa laki-laki ini memiliki tinggi lebih dari dua meter, tubuhnya besar, dan dia berbicara bahasa asing. Tidak hanya itu, ia juga tidak mempan ditembak. Bahkan ketika yang ditembak adalah bagian kepala dan matanya sekali pun, laki-laki ini masih baik-baik saja.”


“Lalu, kekuatannya sangat besar. Ia bisa membuat sebuah truk menjadi ringsek hanya dengan kekuatan fisiknya saja. Orang ini benar-benar bukan manusia biasa. Maka dari itu, kami dari pihak kepolisian mengharap kerja sama kalian dari pihak militer,” jelas Agam.


...


rekomendasi cerita, "Papa Merindukannya" by Anggraeni.arp


__ADS_1


__ADS_2