
Jam sudah menunjukkan pukul dua siang ketika Lutfi dan Rifki, pegawai The Auction, sampai di rumah pemilik akun Petani Hebat. Tetapi keringat dingin tiba-tiba saja mengalir di punggung keduanya ketika melihat beberapa orang tentara berada di sekitar rumah pemilik akun Petani Hebat.
"Lut, kita nggak salah rumah kan? Ini bener rumah dari pemilik akun Petani Hebat itu kan?" Tanya Rifki ingin memastikan.
"Dari alamatnya memang benar ini rumahnya. Kamu tadi juga mendengar sendiri bukan, warga bilang ini memang rumah dari Seno Eko Mulyadi. Jadi, kita tidak salah tempat." Jawab Lutfi.
"Tapi kenapa di sini ada tentara yang berjaga? Beberapa bahkan bersenjatakan lengkap. Apa Kamu nggak ngerasa hal ini aneh? Atau jangan-jangan selama ini pemilik akun Petani Hebat itu berada di bawah naungan pihak militer?"
"Sekarang dia memiliki laman web sendiri. Pasti dia sudah menduga bahwa kita akan datang. Jadi, dia meminta pihak militer datang kemari untuk mengintimidasi kita. Mungkin seperti itu." Jelas Rifki.
Mendengar ucapan rekannya, Lutfi menggelengkan keplaanya, tanda tidak sependapat dengan Rifki.
"Itu tidak mungkin Rif. Jika dia memang di bawah naungan pihak militer, sudah lasti semua sayuran ajaib itu akan dikonsumsi oleh pihak militer saja dan tidak akan ada yang dijual bebas untuk masyarakat umum."
"Aku rasa pihak militer juga mengadakan kerja sama dengan orang yang bernama Seno ini. Produk-produk miliknya memiliki efek yang luar biasa. Tidak mengherankan jika pihak militer sampai bekerja sama dengan dia." Jelas Lutfi.
"Ah Kamu benar. Mungkin memang seperti yang Kamu katakan. Mereka hanya sedang membicarakan kerja sama. Hal ini sudah membuatku was-was duluan." Ucap Rifki sembari mengelus dadanya.
"Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan langsung ke sana?" Tanya Rifki.
Lutfi menggeleng pelan. "Tidak. Kita tunggu saja di mobil. Aku rasa pembicaraan mereka tidak akan lama. Jika kita mendekat itu malah akan merepotkan. Pasti pihak militer akan mencurigai kita. Jadi lebih baik kita memundurkan mobil kita ke jarak aman." Jelas Lutfi.
"Baiklah."
...
__ADS_1
Seperti yang dilihat oleh Lutfi dan Rifki, di rumah Seno saat ini sudah ada beberapa tentara. Mereka curiga dengan Tim Garuda yang tidak bisa dihubungi, bahkan sanoai sore hari pun mereka masih tetap tidak bisa dihubungi.
Hal itu membuat Gio dan Ardi, yang tahu bahwa Roy ikut dalam misi yang Tim Garuda jalankan, berinisiatif datang ke rumah Seno. Mereka ingin menanykan keberadaan rekan mereka.
Meski kadang mereka berbeda pendapat, tetapi Roy tetaplah anggota militer. Tidak mungkin mereka diam saja ketika ada anggotanya yang menghilang begitu saja.
"Jadi, alasan apa yang membuat para Jendral yang terhormat ini datang kemari?" Tanya Seno kepada keduanya.
"Di mana tentara yang kemarin malam datang kemari? Kamu sembunyikan di mana mereka? Hidup atau mati, serahkan mereka kembali kepada Kami." Ucap Ardi tanpa basa basi.
"Para tentara yang semalam datang kemari?" Tanya Seno yang berpura-pura bingung.
"Aku tidak mengerti maksud dari Anda, Jendral. Apakah semalam ada tentara yang datang kemari? Tetapi, aku sama sekali tidak menemukan keberadaan mereka." Jawab Seno tanpa rasa bersalah.
Saat ini, tentara yang dimaksud oleh Ardi tengah ditahan di salah satu gua yang ada di dimensi yang ditinggali oleh para Gylinox. Mereka sudah Seno beri makan kentang rebus dan juga ia beri beberapa selikut untuk tidur.
Rencanya, Seno baru akan menemui mereka beberapa hari kemudian. Seno ingin mereka menerima hukuman berupa teknan mental karena berada di tempat asing yang dijaga bergantian oleh para Gylinox.
Ia tidak mau membunuh mereka, tidak untuk saat ini. Jikalau mereka memang pantas untuk dibunuh, itu terlalu mewah untuk mereka. Sekali tebasan pedang dari Thorbiorn mereka akan mati. Tetapi mereka tidak akan merasakan sakit apa pun.
Dengan menahan mereka seperti ini, mental mereka lama-lama akan turun. Akan ada ketakutan dalam diri mereka. Yang kuat akan menjadi semakin kuat setelah Seno bebaskan nanti, sementara itu yang lemah akan menjadi hancur.
Brak. Dengan cukup keras Ardi menggebrak meja yang ada di ruang tamu rumah Seno. Emosinya tersulut sekarang.
"Jangan bercanda. Jelas-jelas semalam mereka kemari. Sinyal dari alat komunikasi mereka terakhir ditemukan di dekat rumahmu. Apakah Kamu mau mrnyangkal lagi sekarang?"
__ADS_1
"Maaf Jendral, apakah Anda sekalian menuduh saya membunuh beberapa tentara yang datang kemari?"
"Ya, kami mencurigaimu membunuh atau menyekap mereka sekarang."
"Ini konyol sekali Jendral. Apa buktinya jika aku melakukan itu? Negara kita ini adalah negara hukum, jangan menuduh orang seperti itu tanpa bukti. Itu namanya pencemaran nama baik."
"Polisi saja baru bisa menetapkan seseorang menjadi tersangka jika sudah memiki dua alat bukti yang cukup. Sedangkan Anda para Jendral yang terhormat, menuduhku begitu saja tanpa memberikan bukti."
"Aku ingin melihat buktinya jika memang aku melakukan apa yang Anda sekalian tuduhkan."
Ardi dan Gio langsung memandang tajam Seno. Dia tidak memiliki rasa takut sedikit pun ketika berhadapan dengan mereka. Keduanya kira, kehadiran mereka bisa sedikit memberikan tekanan kepada Seno, nyatanya tidak.
"Kamu menginginkan bukti ya. Baik, kami akan mengumpulkan bukti-bukti itu. Setelah kami mengumpulkan semua bukti itu, kmau tidak akan bisa mengelak lagi." Jelas Ardi.
"Sekarang, kami akan mengatakan tujuan lain kami datang kemari. Jual brokoli milikmu itu dengan harga seratus ribu per buah. Berikan semua stok yang Kamu miliki sekarang." Ucap Gio yang sedari tadi diam.
"Hahaha." Seno tertawa pelan mendengar ucapan Gio tersebut.
"Maafkan ketidak sopananku ini Jendral. Tetapi apa yang Anda katakan lucu sekali. Memintaku menurunkan harga brokoli itumenjadi seratus ribu? Itu sangat konyol."
"Apakah Anda tidak tahu bagaimana proses untuk menumbuhkan brokoli itu? Itu sangat sulit. Penemu benihnya, melakukan penelitian bertahun-tahun untuk bisa menemukan benih brokoli yang memiliki efek seajaib itu. Belum lagi masa tanamnya yang cukup lama enam bulan."
Seno sendiri tidak tahu bagaimana Sistem mendapatkan benih-benih itu. Ada kemungkinan Sistem mendapatkannya dari galaxy lain yang memiliki peradaban lebih maju. Atau mungkin galaxy lain yang sihir adalah hal umum di sana.
Yang jelas, Seno akan membual sebanyak mungkin di depan kedua Jendral ini untuk menaikkan harga dari produknya. Toh keduanya tidak akan tahu dari mana asal benih-benih itu bukan?
__ADS_1
"Dengan proses yang seperti itu, seharusnya harga brokoli itu lebih dari satu juta, atau bahkan dua juta. Sekarang Kami memberikan keringanan harga empat ratus lima puluh ribu, lalu Anda memintanya dengan harga seratus tibu, itu konyol sekali."
"Jika Anda kemari hanya untuk menuduh saya melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan, dan meminta penurunan harga yang tidak masuk akal, maaf rumah Saya ini terlalu kecil untuk para Jendral yang agung. Anda sekalian bisa meninggalkan rumahku ini." Usir Seno dengan cukup sopan.