Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 161 Penelitian Dina


__ADS_3

“Aku berhasil!” teriak Dina dengan keras.


Tanpa berteriak pun dua orang lainnya yang ada di sana bisa mendengar apa yang Dina ucapkan. Tetapi, perempuan itu memilih berteriak untuk mengungkapkan kesenangannya. Nampaknya apa yang sedang ia teliti sudah membuahkan hasil sekarang.


“Akhirnya aku berhasil.” teriak Dina sekali lagi lagi.


Dina lalu mengalihkan pandangannya dari cawan petri di depannya. Sekarang ia baru sadar bahwa ada dua penonton yang melihat apa yang ia lakukan.


Untung saja saat melakukan perayaan keberhasilannya tadi, Dina tidak melakukan sesuatu yang memalukan. Jika ia melakukannya, maka Dina tidak akan lagi memiliki muka untuk ditunjukkan kepada Seno dan Miranda.


“Rupanya kalian di sini?” tanya Dina.


“Ya udah dari tadi aku di sini. Lalu Ayah datang setengah jam yang lalu.” Jawab Miranda.


“Memangnya, penelitian apa yang berhasil Kamu lakukan Din. Kenapa Kamu sesenang itu?” tanya Seno.


Medengar ucapan Seno, Dina lalu mendekat ke arah mereka dengan membawa kertas yang penuh dengan coret-coretannya.


“Jadi aku sudah melakukan penelitian terhadap semua sayuran dan produk yang pertanian kita hasilkan. Aku mencoba mengekstrak beberapa sayuran dan mencoba mencari tahu manfaat yang terkandung di dalam sayuran tersebut.”


“Tetapi, apa yang aku lakukan itu mengalami kegagalan. Itulah alasannya kenapa aku belum juga memiliki perkembangan hasil penelitian.” jawab Dina sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Sub sistem miliknya sudah memberikannya banyak pengetahuan baru untuk melakukan penelitian. Dina yakin, apa yang ia miliki ini sama saja dengan pengalaman seorang peneliti selama puluhan tahun.

__ADS_1


Dina merasa malu karena tidak segera mendapatkan hasil meskipun dirinya mendapatkan ilmu sebanyak itu. Jika saja orang lain dalam posisinya, maka mereka akan menghasilkan sesuatu dari penelitian mereka.


“Lalu aku mencoba mengubah pendekatakan penelitianku.” lanjut Dina.


“Aku sekarang tidak hanya fokus mengekstrak sayuran-sayuran yang ada. Aku mulai memasukkan ekstrak sayuran itu ke dalam sel-sel makhluk hidup.”


“Sebelumnya aku membandingkan sel tubuh milik Jasmine dengan sel tubuh yang dimiliki oleh kelinci lain yang tidak pernah mengkonsumsi produk kita. Meski mereka adalah kelinci dari jenis yang sama dan umur mereka tidak terlalu berbeda jauh, tetapi sel tubuh mereka sangat berbeda jauh.”


“Beberapa sel tubuh milik kelinci A nama yang aku berikan untuk kelinci yang tidak mengkonsumsi produk kita, mengalami kerusakan. Itu layaknya makhluk hidup normal pada umumnya. Sel mereka mati dan digantikan dengan sel tubuh baru.”


“Beberapa sel yang mati tidak akan lagi bisa diperbarui. Inilah yang membuat fungsi tubuh seseorang semakin lama semakin menurun jika usia mereka bertambah. Dan sampai saatnya nanti, sel di tubuh mereka tidak lagi memperbarui diri sehingga mereka mati.”


Dina menarik nafas panjang dan meminum air putih yang sudah ia siapkan. Menjelaskan cukup panjang tanpa henti membuatnya haus.


“Ini bukan wajah kita menjadi awet muda seperti halnya yang terjadi setelah mengkonsumsi buncis, tetapi keseluruhan tubuh kita menjadi awet muda. Beberapa sel tubuh yang mati pun terlihat akan terlahir kembali.”


“Itu semua terjadi pada Jasmine. Ini berarti Jasmine akan memiliki umur panjang. Lalu, aku mencoba melakukan penelitian terhadap sel manusia. Cukup susah mencari seseorang yang belum pernah mengkonsumsi produk milik kita di sekitar sini. Tetapi aku berhasil mendapatkannya.”


“Subjek penelitian selanjutnya adalah Pak Mahmud, seorang penyapu jalanan. Dia berusia lima puluh tahun. Aku melihat beberapa sel-sel di tubuhnya sudah mulai mati seiring dengan bertambahnya umur.”


“Sebagai pembanding, aku mengambil sampel darah milik Kakekku, yang usianya jauh lebih tua dari Pak Mahmud, untuk melihat sel tubuhnya. Ternyata sel tubuh milik Kakekku terlihat lebih muda beberapa tahun dari Pak Mahmud.”


“Aku baru mengetahuinya dalam penelitianku tadi. Ini berarti, manusia akan memiliki umur hidup yang lebih panjang. Angka harapan hidup yang sebelumnya berada di rata-rata tujuh puluh tahun, bisa saja bertambah sepuluh hingga dua puluh tahun.”

__ADS_1


“Kedepannya, melihat seseorang merayakan ulang tahun mereka yang kesembilan puluh atau bahkan seratus, akan menjadi hal yang biasa dan umum di negeri ini.” jelas Dina.


Seno dan Miranda menerjab-terjabkan mata mereka berkali-kali. Keduanya masih sibuk mencerna penjelasan dari penelitian yang Dina buat. Mereka tidak percaya bahwa produk-produk pertanian milik Seno memiliki efek tersembunyi seperti itu.


Membuat seseorang memiliki umur hidup lebih panjang? Itu adalah hal yang sangat diinginkan oleh semua orang.


Banyak orang yang takut mati, mereka ingin hidup lebih lama lagi. Orang terkaya di dunia ini bisa membeli apa pun yang mereka inginkan. Tetapi mereka tidak bisa membeli waktu. Jika waktu mereka hidup di dunia ini habis, mereka tidak bisa membeli tambahan waktu agar bisa hidup lebih lama.


Penelitian Dina ini merupakan terobosan baru untuk produk-produk milik Seno. Jika mereka mempublikasikan penelitian Dina ini, sudah pasti jumlah orang yang ingin membeli produk milik Seno akan bertambah banyak.


Kentang yang sekarang Miranda jual dengan harga tujuh puluh hingga delapan puluh ribu per buahnya, bisa naik menjadi seratus ribu, atau bahkan lebih dari itu. Produk-produk milik Seno yang lain pun pasti akan mengalami kenaikan harga yang cukup pesat.


Semua orang pasti akan dengan senang hati mengeluarkan uang banyak demi mendapatkan umur panjang. Bahkan tidak menutup kemungkinan ini akan memberikan mereka keabadian. Jika sel tubuh mereka tidak pernah mati dan selalu ada sel tubuh baru, bukankah itu bisa terjadi?


“Wow. Aku tidak meyangka produk-produk milik kita ini bisa memberikan hal yang sangat menakjubkan. Membuat seseorang memiliki umur panjang? Itu sangat menakjubkan.” ucap Seno setelah berpikir cukup lama.


“Mungkin, jika semua orang nanti akan memiliki tubuh kebal serangan fisik, maka akan sangat sedikit kematian yang terjadi. Orang tidak akan lagi mati karena penyakit. Mereka juga tidak akan mati karena kecelakaan. Mungkin mereka hanya akan mati karena tenggelam.” Imbuh Miranda.


“Aku tidak bisa membayangkan kehidupan di Bumi di masa itu. Pasti semua orang akan sulit mendapatkan makanan, pekerjaan dan tempat tinggal. Akan banyak yang tinggal berdesak-desakan di dalam satu rumah. Semua itu sangat mungkin terjadi.” Jelas Miranda.


Ucapan Miranda tersebut membuat Seno tersadar akan bahaya tersembunyi dari hasil penelitian ini. Memang jika mereka mempublikasikan penelitian Dina ini, mereka akan mendapatkan banyak pesanan, penghasilan mereka juga akan bertambah.


Tetapi, dalam jangka panjang mereka akan menimbulkan keresahan dalam dunia ini. Apalagi jika seseorang sudah bosan hidup, tidak ada lagi yang bisa membuat mereka bertahan hidup, tetapi mereka tidak bisa mengakhiri hidup mereka.

__ADS_1


Akan sulit bagi mereka melakukannya. Itu bukanlah kebagiaan, tetapi penderitaan baru terhadap orang-orang tersebut.


__ADS_2