
Thorbiorn memandang ke arah para tentara yang saat ini hanya diam memandangnya. Tiga seperti pertemuan-pertemuan yang lain, kali ini tidak ada serangan yang dilakukan oleh para tentara ketika melihat Thorbiorn.
Tanpa mempedulikan tentara yang ada di sana, Thorbiorn memasuki portal tersebut. Hal pertama yang Thorbiorn lihat ketika memasuki portal ini adalah warna putih. Hamparan salju menutupi tempat ini.
Tidak hanya itu, udara di sini juga sangat dingin. Tetapi, bagi Thorbiorn suhu sedingin ini bukanlag apa-apa. Ia masih bisa bergerak bebas di sini.
Namun, beda ceritanya dengan Seno. Thorbiorn yakin bosnya itu tidak akan sanggup menghadapi suhu sedingin ini. Apalagi, Seno sudah terbiasa dengan suhu hangat negara tropis.
Untung saja tadi Thorbiorn menawarkan diri untuk mengintai keadaan di dalam. Dengan begini, Seno tidak akan mengalami hiportemia ketika masuk ke portal ini.
Dimensi ini dikelilingi oleh pohon pinus yang tinggi. Tidak hanya itu, Thorbiorn melihat adanya gunung tinggi yang tertutup salju.
Thorbiorn langsung mendekat ke arah gunung. Ia mencoba mencari keberadaan makhluk hidup penghuni dimensi ini. Semakin dekat dengan gunung tersebut, suhu udara semakin dingin. Belum lagi angin yang berhembus cukup kencang.
Tiga kilometer lagi Thorbiorn akan sampai di kaki gunung. Saat itu, ia mendengar lolongan yang yang menggema. Meski jauh suara itu terdengar keras karena terbawa angin.
"Sepertinya aku tahu apa makhluk yang hidup di dimensi ini. Kalau begitu, lebih baik aku kembali sekarang."
Dengan cepat Thorbiorn kembali ke dimensi di mana Seno menunggu. Kali ini yang Seno bawa ada dimensi para Molyap tinggal. Itu karena Momoy bersikukuh ingin ikut dalam misi kali ini. Ia ingin pergi dan melihat dimensi lainnya.
"Bagaimana keadaan di sana?" tanya Seno ketika melihat Thorbiorn datang.
"Aku rasa, makhluk penghuni dimensi itu mirip seperti serigala di duniamu Bos. Aku mendengar lolongan mereka tadi."
Thorbiorn sudah mempelajari hewan-hewan yang tinggal di Bumi. Dengan begitu, ketika ia melakukan pengintaian, akan mudah baginya menjelaskan ciri-ciri dari makhluk penghuni dimensi kepada Seno ia tinggal mencari hewan termirip yang ada di Bumi.
"Lalu, di sana suhunya sangat dingin. Jadi, jika Bos akan ke sana, maka lebih baik Bos memakai baju yang tebal,” jelas Thorbiorn.
__ADS_1
Ucapan Thorbiorn ini sama dengan saran yang diberikan oleh Sistem waktu itu. Untung saja Seno sudah menyiapkan baju tebal untuk dirinya sendiri.
“Suhunya dingin? Apa itu sangat dingin?” tanya Momoy. “Aku sama sekali tidak menyukai tempat dingin.”
“Jika Kamu tidak mau ikut, tidak masalah. Toh ada atau tidak adanya Kamu tidak akan ada bedanya.”
“Aku ikut Bos. Bukankah aku sudah bilang aku ingin ikut.”
“Ya sudah ayo kita segera berangkat.”
Kali ini yang ikut dalam misi adalah Thorbiorn, Tiarsus, Azkareia dan si kembar Laluna, Lalana. Sementara Ruisyo, Seno sengaja meninggalkan dia untuk menjaga keluarganya.
Seno, Momoy dan empat buruh taninya bergerak cepat menuju ke arah portal. Sebelumnya Seno sudah menghubungi Eko dan Mansyur, ia meminta mereka untuk menarik tentara yang ada di portal ini, tetapi itu tidak bisa dilakukan.
Yang bisa mereka lakukan hanyalah membiarkan Seno pergi ke portal tanpa diserang oleh para tentara. Seno sendiri tidak tahu apa yang dikatakan dua jenderal itu kepada rekan mereka di militer. Ia hanya mau menerima hasilnya saja.
“Ah sial … ini benar-benar dingin. Aku tidak kuat dengan rasa dingin seperti ini,” gumam Seno.
“Biar aku membantumu Bos.”
Tiarsus lalu membuat barier di sekitarnya, tetapi anehnya rasa dingin itu masih Seno rasakan. Barier milik Tiarsus yang biasanya bisa melindungi, sekarang tidak bisa melakukan apa pun.
“Biarkan aku juga ikut membantu.”
Momoy tidak mau ketinggalan, ia merubah tubuhnya menjadi burung seukuran burung elang. Tidak hanya itu, Momoy juga membuat tubuhnya diselimuti api. Apa yang ia lakukan membuat suhu di dalam barier meningkat.
Seno pun terinspirasi dari hal itu. Ia lalu menggunakan nafas api yang ia simpan di rambutnya, untuk menghangatkan tubuh. Apa yang dia lakukan ternyata berhasil. Tubuhnya tidak lagi merasakan dingin yang menusuk tulang. Ia masih bisa mengatasi rasa dingin ini.
__ADS_1
“Aku baik-baik saja sekarang, terim kasih. Sekarang kita harus melanjutkan perjalanan.”
“Baiklah Bos.”
Andai saja tempat ini tidak memiliki suhu yang sangat rendah seperti ini, Seno akan menjadikan dimensi ini sebagai tempat bersantai bersama kedua istrinya. Sayangnya tempat ini memiliki suhu ekstrim. Jika ia ke sini, yang ada di pikirannya bukanlah menikmati pemandangan, tetapi bagaimana caranya mempertahankan panas tubuh mereka.
Lolongan keras Seno dengar ketika ia mulai dekat dengan gunung es. Tidak hanya itu, derap langkah kaki yang cukup banyak juga terdengar mendekat ke arah mereka.
Dalam waktu singkat, mereka sudah dikepung oleh makluk berbentuk seperti serigala. Tetapi, ukuran tubuh mereka lebih besar dari serigala pada umumnya. Rata-rata mereka memiliki ukuran sebesar sapi dengan tinggi seratus dua puluh lima hingga seratus lima puluh sentimeter dan panjang dua ratus hingga dua ratus lima puluh sentimeter.
Lalu, ada dua serigala cukup mencolok. Ukuran mereka melebihi ukuran serigala lainnya. Serigala berwarna perak memiliki tinggi dua meter dan panjang tiga meter. Sementara itu, serigala berwarna hitam memiliki tinggi dua setengah meter dan panjang empat meter.
Melihat kedatangan mereka, Momoy langsung keluar dari barier milik Tiarsus. Ia lalu merubah bentuknya menjadi burung besar. Seno mendengar ungkapan senang dari Momoy.
“Aku ingin sekali bertarung dengan mereka. Bos ijinkan aku bertarung.” Begitulah yang Momoy ucapkan.
Serigala berbulu hitam itu kini memandang mereka tajam. Ia tidak terlalu mempedulikan provokasi Momoy. Baginya, kekuatan Momoy tidak terlalu berbeda darinya, jelas ia bisa mengatasi Momoy.
Namun, orang-orang yang bersama Momoy tidak bisa ia hiraukan. Mereka jauh lebih kuat darinya. Apalagi jumlah mereka cukup banyak.
“Apa yang kalian lakukan di wilayahku?” tanya serigala hitam itu suara beratnya.
Thorbiorn melangkah satu langkah berhadapan langsung dengan serigala hitam tersebut.
“Kami ingin menaklukkan wilayahmu. Tunduklah kepada Bos kami dan serahkan wilayahmu ini. Jika Kamu menolak, maka kami akan menyerangmu. Jika Kamu menerimanya, maka Kamu akan mendapatkan keuntungan besar.”
“Kalian tidak akan melakukan penyerangan? Ah ini tidak seru. Dulu kalian langsung menyerang anak buahku ketika akan menaklukkan wilayahku. Sekarang kalian tidak melakukan apa pun?” protes Momoy.
__ADS_1
Ia mengira akan ada sedikit pertarungan. Oleh karena itu ia berniat ikut dalam misi ini. Bisa dibilang selama ini Momoy adalah seorang pengecut. Ia tidak mau bertarung jika tahu bahwa dia akan kalah. Tetapi, jika ia tahu akan menang, ia sangat bersemangat.
Sekarang ini ada Seno dan buruh taninya yang cukup kuat. Momoy pikir dirinya bisa bersikap sombong ketika bertarung nanti, karena ada mereka yang menjadi rekannya. Sayangnya harapan Momoy itu tidak bisa terwujud.