Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 187 Lelang (2)


__ADS_3

“Aku nggak nyangka dapetin tiket lelang dari Petani Hebat lebih susah daripada memenangkan lelang itu sendiri. Jika saja aku tidak mengaktifkan pemberitahuan akun media sosial Petani Hebat, maka aku tidak akan mendapatkan tiket ini.”


“Kamu benar Anton. Untung juga hari ini kita nggak ada jadwal ujian. Jadi, kita bisa ke Ibu Kota untuk menghadiri acara lelang kali ini,” jawab Fahmi.


“Apa kalian sudah mengetahui aturan dari lelang kali ini?”


“Kami tidak tahu Mbak Sonia. Ini ‘kan lelang hari pertama yang dilaksanakan oleh Petani Hebat, jadi kami tidak tahu aturannya seperti apa," jawab Miko.


"Kemungkinan besar akan ada pembatasan pembelian seperti lelang daring yang sudah terjadi. Jadi, kalian pilihlah produk yang benar-benar kalian butuhkan."


"Kami tahu Mbak Sonia. Yang ikut lelang ini adalah kalangan orang kaya. Sekarang saja tiketnya ada yang dijual ulang hingga lima juta rupiah. Aku yakin mereka adalah orang-orang yang selama ini ingin mendapatkan produk sayuran ajaib, tetapi kalah cepat dari yang lain."


"Ah ... rupanya sudah semahal itu harga tiket lelang ini? Aku jadi ragu apakah uang yang ada di rekeningku cukup membeli semua barang yang aku inginkan."


Pembicaraan serupa juga dilakukan di beberapa meja lain yang ada di sana. Kali ini, para tamu duduk mengelingi meja bundar. Ada dua luluh meja di ruangan ini. Itu berarti satu meja diisi oleh lima orang.


Setiap meja memiliki nomor sendiri, dan setiap orang di meja itu memegang nomor masing-masing. Jadi, ketika lelang berlangsung, akan sangat mudah untuk mengetahui siapa yang tengah menawar barang yang tengah di lelang.


Tepat lada pukul sembilan pagi, acara lelang itu dimulai. Kali ini yang menjadi pembawa acara adalah Azkareia. Seno sengaja memilih dia. Azkareia adalah seorang rubah, akan sangat mudah bagi Azkareia untuk membuat yang lain mengikuti arahannya untuk menaikkan harga.


Sekarang ini Seno membutuhkan uang yang cukup banyak. Ia butuh membeli banyak ramuan penjaga rahasia. Seno ingin memiliki banyak anak buah manusia yang bisa membantunya untuk melakukan lelang di berbagai begara nantinya.


Tidak mungkin bukan Seno atau kedua istrinya selalu mengurusi lelang itu. Ada hal lain yang harus mereka lakukan. Apalagi Seno, ia berencana menaklukkan berbagai dimensi dalam waktu dekat. Waktu Seno terbatas.


Jadi, untuk mendapatkan uang banyak agar rencananya segera terlaksana, Seno ingin mengeruk uang yang cukup banyak dari peserta lelang sekarang ini.


"Selamat datang hadirin sekalian di lelang perdana dari Petani Hebat. Aku yakin kalian semua sudah tidak sabar ingin acara ini segera dimulai."


"Sebelumnya ijinkan aku, Azka, untuk menjelaskan aturan dari lelang kita hari ini. Setiap orang hanya boleh membeli sepuluh paket barang saja dari lelang kali ini."

__ADS_1


"Untuk barang yang akan dilelang hari ini ada wortel, buncis, kacang merah, kacang tanah, nanas, jambu mete, pisang dan anggur fermentasi. Akan ada seratus buah untuk setiap barang yang aku sebutkan tadi."


"Lalu masih ada paket dua barang sekaligus, pepaya dan kenyang, lalu cokelat dan keju. Semua itu juga ada seratus buah juga."


"Jadi kalian semua yang hadir di lelang kali ini tetap akan membawa pulang sepuluh barang. Aku sarankan kalian pikirkan baik-baik apa saja yang akan beli kali ini."


"Lalu, kami juga memiliki produk spesial yang hanya bisa dibeli dalam lelang secara langsung sepertj sekarang. Produk ini tidak akan masuk hitungan produk yang dibatasi. Asalkan kalian memnuhi syarat, kalian bisa membelinya."


"Produk itu adalah lima buah madu dan lima buah brokoli. Untuk barang ini, kalian harus menyiapkan uang lima puluh juta di luar harga barang."


Setelah Azkareia mengumumkan mengenai produk spesial lelang ini, semua orang langsung berbisik satu sama lain. Mereka heran dengan apa syarat yang diberikan oleh Azkareia.


"Kita perlu membayar lima puluh juta, agar bisa membeli barang itu? Memangnya apa kasiat dari madu dan brokoli itu?" tanya salah satu peserta lelang.


"Untuk membeli tiket mengikuti lelang saja aku harus membayar emoat juta rupiah. Sekarang, untuk membeli madu dan brokoli aku masih perlu lagi membayar lima puluh juta?"


Diskusi seperti itu terdengar di berbagai meja. Mereka yang selama ini menjadi pelanggan Petani Hebat dibuat heran dengan pengumuman itu. Produk itu baru mereka dengar. Banyak yang percaya kasiat dua produk itu pasti lebih luar biasa dari yang lain.


Tetapi, tidak senua orang memiliki uang lima puluh juta. Itu adalah angka yang cukup besar. Meski pun mereka memiliki uang sebanyak itu pun, mereka enggan membeli madu dan brokoli itu.


Mereka lebih memilih membeli produk yang lain daripada menghabiskan uang mereka hanya pada satu produk saja. Meksi begitu, masih ada yang tertarik dengan produk itu dan berencana membelinya.


"Mohon tenang sedikit. Aku belum selesai mengumumkan aturan lelang kali ini."


Suara keras Azkareia membuat semua yang ada di sana terdiam. Mereka kembali memfokuskan pandangan ke arah Azkareia.


"Terima kasih sudah tenang kembali. Sekarang aku akan melanjutkan penjelasanku."


"Dalam lelang kali ini, setiap barang akan dilelang per sepuluh paket. Nantinya aku yang akan menyebutkan harga dari barang tersebut. Jadi setiap kloternya barang tersebut memiliki harga yang sama."

__ADS_1


"Lalu, jika kalian setuju dengan harga yang aku sebutkan, kalian tinggal mengangkat nomor kalian masing-masing. Dalam nomor itu ada dua warna, biru dan hijau. Biru artinya kalian hanya akan menawar satu barang saja dalam kloter tersebut, dan biru artinya kalian menawar kesepuluh barang dalam kloter tersebut."


"Sekarang, kita mulai saja lelangnya."


"Barang pertama yang akan kita lelang adalah sepuluh buah wortel. Harga pembuka dua ratus ribu."


Di barisan paling belakang, Seno melihat jalannya lelang kali ini. Ia melihat bagaimana Azkareia perlahan menaikkan harga barang. Satu persatu peserta lelang mengangmat nomor masing-masing.


Di ruangan itu yang terdengar hanyalah suara Azkareia saja. Ketika harga mulai naik, Azkareia akan memandang dengan intens peserta lelang yang masih bertahan menawar sebuah barang.


Saat itu terjadi, Azkareia dengan kekuatannya seolah merayu penawar tersebut untuk menaikkan harga lagi.


Wortel yang dibuka dengan harga dua ratus ribu per buahnya berhasil terjual di rata-rata harga empat ratus lima puluh ribu. Ini lebih banyak daripada yang mereka dapatkan ketika lelang secara daring.


Barang yang lain pun harganya bisa naik beberapa ratus ribu dari harga lelang daring. Seno tersenyum senang dengan hal itu. Keuntungannya semakin banyak sekarang.


"Selamat bagi kalian yang berhasil mendapatkan barang yang kalian inginkan. Sekarang, kita sampai di lelang barang spesial. Lima madu dan lima brokoli."


"Untuk madu akan kami buka di harga satu juta rupiah. Ada yang berminat di satu juta rupiah?"


Suasana ruangan itu yang sebelumnya hening, kini terasa jauh lebih hening lagi. Mereka cukup kaget mendengar harga pembuka dari madu itu. Satu juta? Biasanya harga pembuka tidak ada yang semahal itu.


Meski harga pembuka mahal, nyatanya masih ada yang mengangkat nomor mereka. Ada sekitar sepuluh orang yang berminat dengan madu ini.


"Satu juta seratus .... Satu juta dua ratus ...."


Azkareia terus menaikkan harga dari madu tersebut. Pada akhirnya, kelima madu itu berhasil Seno jual di harga rata-rata satu juta sembilan ratus.


Sedangkan kelima brokoli terjual di harga rata-rata dua juta rupiah. Sedkit lebih mahal dari madu.

__ADS_1


__ADS_2