Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 135 Rp 450.000,-


__ADS_3

Seno tidak langsung mejawab perkataan Johan barusan. Ia memilih memandang


balik Johan. Tidak lama kemudian, Seno baru menjawab ucapan John sebelumnya.


“Mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi memang ajaran


yang selalu kita terima sejak kecil. Tetapi, jika mendahulukan kepentingan umum,


kepentingan khalayak banyak, dengan membuat kita berkorban nyawa, maaf Pakde


tetapi aku nggak bisa melakukannya.” Jawab Seno.


Johan mengerutkan keningnya mendengar jawaban Seno. “Apa maksudmu itu?


Bagaimana mungkin memberi tahu hal seperti itu membuatmu berkorban nyawa. Itu


tidak mungkin terjadi.


“Heh.” Seno mendengus mendengar ucapan Johan. “Jangan munafik, atau


pun berpura-pura tidak tahu Pakde. Aku yakin Pakde paham dengan apa yang aku


maksud.” ucap Seno.


“Jika aku memberi tahu pihak militer mengenai keberadaan sayuran itu, jelas


pihak militer menginginkan suplai besar mengenai sayuran itu. Tidak hanya itu, ada


kemungkinan kalian akan mengurungku dan memintaku terus memberikan sayuran itu.”


“Kalian mungkin juga akan menyekapku dan memintaku untuk memberikan


benih sayuran itu. Pasti semua itu akan terjadi. Nyawaku pun juga bisa terancam.


Apakah tebakanku benar Pakde?” tanya Seno.


“Bicara apa Kamu ini? Negara ini adalah negara hukum, buka negara yang


semua orang bisa bertindak semaunya. Semuanya ada prosedurnya. Kami tidak bisa melakukan


sesuatu seenak kami seperti yang Kamu tuduhkan.” Bantah Johan.


Meski Johan sendiri tahu apa yang ditebak Seno itu bisa saja terjadi,


tetapi ia tidak mau mengakuinya. Jika Johan mengakuinya, sama saja dengan Johan


mengatakan bahwa pihak militer melakukan sesuatu seenak mereka.


“Hahaha.” Seno tertawa pelan setelah mendengar jawaban Johan.


“Aku tidak percaya itu Pakde. Jika memang pihak militer tidak


melakukan itu, kenapa kalian menggeledah rumahku, tidak lama setelah kalian membeli


wortel dariku?” tanya Seno.


Johan cukup kaget mendengar Seno barusan. Ia tidak mengira bahwa pekerjaan


tim yang menggeledah rumah Seno bisa diketahui. Meski mereka bukan tim yang


paling elit dari seluruh tentara, tetapi tim mereka adalah salah satu tim terbaik


yang ada di kesatuan tempat Johan berada.


Jadi, bagaimana Seno tahu mengenai penggeledahan itu? Kenapa dia menyimpulkan


bahwa itu dilakukan oleh pihak militer?


“Meski mereka menggeledah rumahku dengan cukup rapih, tidak


menimbulkan jejak, tetapi mereka gegabah dalam menggeledah gudang yang ada di


kebun milikku. Gudang yang mereka geledah tidakmereka bereskan.”


“Lalu, seseorang telah melihat mereka, memasuki kebunku. Mungkin


mereka akan dikira maling biasa jika saja mereka tidak memakai nama-nama yang


berupa kode yang sering dipakai oleh pihak militer. Apa dengan semua itu Pakde Johan


akan menyangkal?”


Penjelasan Seno ini seolah menjawab semua kebingungan Johan. Selain


itu, penjelasan ini membuat Johan tidak lagi bisa mengelak bahwa pihak militer telah

__ADS_1


menggeledah rumah Seno.


“Jika wortel yang bisa meningkatkan fungsi mata saja membuat pihak militer


bersikap seperti ini, maka sayuran yang bisa membuat seseorang menjadi kebal,


bisa membuat pihak militer bertindak lebih jauh lagi bukan?”


“Apakah Kamu mengatakan semua ini karena Kamu tidak akan menjual


sayuran itu ke pihak militer?” tanya Johan dengan nada serius.


“Mungkin saja kami menjualnya ke pihak militer. Mungkin juga tidak


sama sekali. Semua itu tergantung apakah pihak militer benar-benar berniat


membelinya atau tidak. Jika mereka tidak berniat membeli, untuk apa Kami


menjualnya?”


Miranda yang sedari tadi diam kini mulai ikut berbicara. Hal ini sudah


menyangkut bidangnya, yaitu pemasaran dari sayuran milik suaminya.


Johan tahu apa yang dimaksud oleh Miranda itu. Yang Miranda tanyakan


adalah keseriusan pihak militer membeli sayuran itu. Jika pihak militer menawar


dengan harga yang terlalu rendah, maka Miranda akan menganggap itu sebagai


ketidak seriusan dari pihak militer untuk membeli sayuran tersebut.


Tetapi Johan tidak bisa membuat keputusan sendiri. Apalagi sayuran ini


lebih besar manfaatkan bagi pihak militer daripada produk yang selama ini Seno jual


kepada pihak militer. Johan bisa menebak bahwa harganya cukup mahal.


“Memangnya berapa harga yang Kamu tawarkan untuk sayuran itu?” tanya Johan.


“Empat ratus ribu per porsinya. Itu adalah harga termurah yang bisa aku


berikan Pakde.” jawab Miranda.


akan senjata api?” Tanya Johan.


Ini cukup penting menurut Johan. Dengan tahu jumlah yang perlu mereka konsumsi


untuk mendapatkan tubuh kebal, pihak militer bisa tahu berapa besar biaya yang


perlu mereka keluarkan untuk membuat pasukan terkuat.


“Lebih kurang seribu porsi.” Jawab Seno.


Seribu porsi untuk mendapatkan tubuh kebal dari senjata api? Itu berarti,


seorang tentara membutuhkan biaya empat ratus lima puluh juta untuk bisa memiliki


tubuh kebal. Untuk satu battalion, mereka membutuhkan empat ratus lima puluh


milyar.


Itu adalah angka yang cukup besar. Johan yakin pihak militer tidak


akan mau menerima harga semahal itu. Bisa-bisa pihak militer akan menggunakan


cara ekstrim untuk mendapatkan harga murah. Wortel yang dinaikkan menjadi dua


ratus ribu saja mereka protes, apalagi ini empat ratus lima puluh ribu.


“Tidak bisakah kalian menurunkan lagi harganya? Jika wortel, itu masih


sangat bisa kami terima. Satu buah wortel kalian jual ke kami seharga dua ratus


ribu rupiah. Seseorang hanya bisa memakan sepuluh wortel untuk memaksimalkan fungsi


mata mereka.”


“Memperkuat penglihatan seseorang hanya memerlukan uang dua juta saja.


Tetapi ini empat ratus lima puluh juta?”


Mungkin orang pikir semudah itu bagi pihak militer mengeluarkan uang banyak.


Tetapi pada kenyataannya mereka perlu melewati banyak prosedur untuk bisa mendapatkan

__ADS_1


dana.


Beberapa waktu terakhir, pengeluaran pihak militer sudah cukup banyak.


Cukup sulit bagi mereka kembali meminta tambahan dana. Mentri Keuangan sudah


menggerutu dengan borosnya anggaran yang dikeluarkan oleh pihak militer.


Meski Mentri Keuangan termasuk salah satu Mentri sudah tahu mengenai


keberadaan portal dunia lain, tetap saja dia merasa pengeluaran pihak militer terlalu


besar.


“Tidak bisakah kalian menurunkannya lagi?” tanya Johan.


Miranda menggelengkan kepalanya. “Tidak bisa. Aku tidak akan


mengurangi harga itu. Malah, aku sangat senang jika Pakde menambahnya. Aku sangat


tidak masalah dengan hal itu.” putus Miranda.


“Hah.” Johan menghembuskan nafas panajang.


Niatnya ke sini memenuhi panggilan Miranda dan membujuk keponakannya untuk


menurunkan harga. Namun, bukan penurunan harga yang Johan dapatkan. Ia malah


mendapatkan produk baru yang harganya sangat mahal dan tidak bisa ditawar lagi.


“Aku akan mencoba menyampaikan hal ini kepada para Jendral. Semoga saja


mereka mau menerima harga yang kalian tawarkan. Aku juga tidak bisa menentukan jumlah


yang akan mereka ambil.”


“Tetapi, bisakah aku membeli seratus porsi untuk menjadi sampel?


Nantinya aku akan memberikan itu kepada para Jendral. Dengan adanya sampel,


pasti lebih mudah untuk menjelaskan semuanya bukan?”


“Tidak masalah.” jawab Seno. “Besok sore Pakde bisa datang kemariuntuk


mengambilnya. Aku akan mempersiapkan semuanya.”


Johan sedikit bernafas lega Seno memiliki stok untuk dijual kepadanya.


Dengan beberapa sampel ini, akan sangat mudah meyakinkan para Jendral.


“Pakde hanya butuh dua hingga tiga buah brokoli untuk mendapatkan


kulit yang tidak tergores oleh pisau ketika memasak. Jadi, jangan langsung


mencoba menusuk seseorang hanya karena dia sudah mengkonsumsi beberapa brokoli.”


“Semua butuh proses. Paling tidak seratus brokoli itu sudah bisa membuat


seseorang kebal akan senjata tajam. Tetapi mereka masih bisa merasakan sakit dan


akan ada bekas sayatan berwarna merah di bagian tubuh yang terkena senjata tajam.”


“Jadi, aku perlu mengingatkan Pakde untuk lebih berhati-hati dalam


melakukan ekasperimen ini.” jelas Seno.


Seno memberi penjelasan seperti ini karena tidakmau nantinya adanya korban


jiwa untuk membuktikan manfaat brokoli miliknya. Jika ia tidak menjelaskan


secara detail, bukannya menjual sayurannya, yang ada dirinya akan masuk


penjara.


“Ah ya satu hal lagi yang perlu Pakde Johan sampaikan kepada para Jendral.


Aku berani menjual brokoli ini ke mereka sekarang, itu berarti aku sudah


memiliki kemampuan untuk melindungi diriku dan keluargaku.”


“Jadi, aku harap pihak militer tidak melakukan sesuatu yang melebihi


batas. Kalian tidak sepenuhnya mengetahui apa yang aku miliki. Jika kalian


melewati batas, maka bersiaplah menerima pembalasan dariku.” Jelas Seno.

__ADS_1


__ADS_2