Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 242 Bangun


__ADS_3

[Itu tidak akan bisa Host]


[Untuk membuat sel tubuh manusia tetap memperbarui diri dan hanya sedikit yang mati, seseorang setidaknya perlu memakan puluhan ribu sayur milikmu]


[Dengan cara Host yang sangat membatasi jumlah sayuran yang dijual, Sistem memperkirakan Host butuh dua puluh hingga tiga puluh tahun untuk orang lain selain keluarga Host, memiliki tubuh yang abadi]


“Ah … seperti itu rupanya.”


Seno menanggukkan kepalanya pelan. Seperti perkataan Sistem sangat tidak mungkin seseorang menjadi manusia abadi selain keluarganya. Memang beberapa orang membeli produknya dalam jumlah cukup banyak. Namun, mereka menggunakannya untuk orang banyak, bukan untuk satu orang saja.


“Lalu Sistem, Ratu Leleisa mengatakan bahwa aku hanya perlu membantunya mengurus dimensi yang ada di sektor tempat tinggalku. Memangnya, sektor tempat tinggalku di mana?” tanya Sneo penasaran.


[Itu adalah seputaran Asia Tenggara Host]


[Jadi Host perlu menyelesaikan menaklukkan seluruh dimensi yang ada di Asia Tenggara]


“Asia Tenggara? Pantas saja aku disarankan untuk memakai cara pintas. Dengan cara biasa yang selama ini aku lakukan, aku setidaknya membutuhkan waktu beberapa tahun.”


[Lebih tepatnya lima belas tahun Host]


“Lima belas? Kenapa selama itu?”


Seno rasa dirinya tidak membutuhkan waktu selama itu untuk menaklukkan dimensi-dimensi yang ada. Jika diperlukan, setiap hari ia bisa menjalankan misi penaklukkan dimensi. Seno rasa paling lama delapan tahun ia akan menyelesaikan semua itu. Lalu, Sistem justru mengatakan bahwa ia membutuhkan waktu lima belas tahun untuk melakukan semua itu?


[Ini karena dimensi yang nantinya akan Host hadapi, beberapa memiliki kekuatan dua kali lipat daripada kekuatan dimensi yang sebelum-sebelumnya Host hadapi]


[Beberapa bahkan memerlukan tiga puluh orang buruh tani untuk bisa menaklukkannya]


[Jadi, Host memerlukan waktu yang lebih lama jika ingin menaklukkan dimensi tersebut satu persatu]


“Tiga puluh orang sekaligus? Apa Kamu yakin Sistem?”


[Sangat yakin Host]


[Bukankah Sistem pernah mengingatkan Host mengenai bahaya menaklukkan dimensi lebih dulu tanpa mengetahui kekuatan dimensi itu?]


Seno ingat hal ini. Ketika dirinya meminta informasi mengenai keberadaan dimensi dari pihak militer, Sistem sudah memperingatkannya. Ia tidak menyangka bahwa banyak dimensi yang tersebar itu yang cukup berbahaya. Seno hanya memiliki kurang dari dua puluh buruh tani.


“Sepertinya aku perlu benar-benar mendengarkan saran darimu setelah ini. Lalu Sistem, jika di Asia Tenggara aku yang bertanggung jawab mengendalikan dimensi-dimensi yang ada, lalu bagaimana dengan tempat lain? Apakah itu pemilik sistem lainnya?”


[Ya, itu benar Host]


“Lalu, bagaimana dengan pemilik Sistem lainnya? Apakah mereka akan menyerang pemilik Sistem yang memiliki dimensi?”


Meski sekarang Seno terbilang kuat, tetapi dirinya tidak sekuat itu. Ia tidak tahu hati manusia seperti apa. Jika mereka sudah mengenal kekuatan, pasti akan ada keserakahan yang muncul dalam diri mereka.

__ADS_1


Seno takut nanti akan ada seseorang yang menyerangnya karena ia adalah pemilik dimensi. Jika itu terjadi, maka Seno akan setiap hari selalu menjaga kewaspadaannya dan bersiap jika ada serangan sewaktu-waktu.


Tentu saja Seno tidak mau memiliki kehidupan yang seperti itu. Ia lebih suka dengan kehidupan santai tanpa banyak gangguan. Menghabiskan waktu bersantai bersama dengan keluarganya lebih menyenangkan daripada harus terus menerus bertarung.


[Host tidak perlu khawatir]


[Hal seperti itu tidak akan pernah terjadi]


[Seseorang yang dipilih menjadi pengendali dimensi adalah mereka yang tidak memiliki keserakahan]


[Jikalau pun mereka memilih menyerang untuk merebut dimensi yang dimiliki oleh pemilik Sistem lain, maka dia sendiri yang akan merugi]


[Itu karena mereka nantinya akan kehilangan dimensi milik mereka dan dimensi itu akan beralih menjadi milik orang yang diserang]


[Yang Mulia Ratu Agung Leleisa sudah memikirkan langkah pencegahan seperti ini]


[Jadi Host tidak perlu mengkhawatirkan mengenai hal itu]


[Host juga jangan sampai memiliki pemikiran mendapatkan dimensi dari tangan pemilik Sistem]


[Namun, jika dimensi itu dalam penguasaan orang biasa, atau pemilik Sistem yang berpihak pada Ras Mogoley, Host bisa mengambil alihnya]


[Terutama dimensi yang dimiliki oleh Ras Mogoley]


Seno langsung bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari Sistem. Ini berarti ia tidak perlu takut akan diserang oleh pemilik Sistem lainnya. Ia bisa menaklukkan lebih banyak dimensi sekarang.


[Setelah ini dirimu akan masuk kembali ke tubuhmu]


Setelah mendengar ucapan Sistem, pandangan Seno mulai kabur. Sebelumnya meski dirinya berada di ruang yang gelap, ia masih merasa bisa melihat sesuatu tetapi sekarang tidak lagi. Namun, itu tidak berlangsung lama. Beberapa saat kemudian, Seno merasa bisa melihat lagi. Tidak hanya itu, ia sekarang sudah benar-benar kembali ke tubuhnya.


Tidak lama kemudian, Seno memuka matanya. Hal pertama yang ia lihat ketika dirinya bangun adalah tubuhnya telanjang. Selain itu, di samping ranjang tempatnya tidur, ada Dina dan Miranda yang tengah memeras sebuah kain yang mereka pergunakan untuk mengelap tubuh Senos.


“Ayah bangun?”


Yang pertama kali menyadari bahwa Seno sudah bangun adalah Miranda. Tanpa berpikir panjang, Miranda melemparkan kain di tangannya dan bergegas menuju ke samping Seno. Ia lalu membantu Seno untuk duduk.


“Kalian membersihkan tubuhku selama aku tidur?” tanya Seno dengan suara yang agak serak.


“Ya. Selama sebulan ini kami membersihkan tubuhmu setiap hari, Ayah. Jadi, meski pun Ayah tidak sadar sekali pun, tubuh Ayah masihlah bersih,” jawab Dina.


“Sebulan? Jadi aku tidak sadarkan diri selama sebulan?” tanya Seno dengan mata melebar.


Menurut Seno, dia hanya pergi selama beberapa saat saja. Tiga kejadian yang ia lihat tidak berlangsung cukup lama. Paling lama, ia hanya pergi selama beberapa jam saja. Namun, pada kenyataannya ia membutuhkan waktu sebulan untuk mendapatkan semua informasi itu.


[Host ini karena Host perlu ke masa lampau jadi Host perlu waktu yang lebih lama]

__ADS_1


[Lalu, ketika Host berkomunikasi dengan Yang Mulia Ratu Agung Leleisa, Host memakan waktu lebih lama lagi]


[Jadi, perkiraan Sistem yang mengatakan Host membutuhkan beberapa hari hingga beberapa minggu, meleset menjadi satu bulan]


Seno tidak akan memprotes Sistem mengenai hal ini. Ia sudah paham sejak tahu bahwa waktu di mana dia hidup dan waktu di mana pertemuan yang ia lihat berlangsung, berbeda cukup lama. Tetapi, Seno mengkhawatirkan mengenai apa yang terjadi di rumah selama dirinya tidak sadarkan diri.


“Semuanya baik-baik saja bukan ketika aku pergi?”


“Baik. Tidak ada masalah apa pun di rumah. Jadi Ayah tidak perlu khawatir,” jawab Miranda.


Memang tidak ada sesuatu yang perlu dilaporkan kepada Seno. Semuanya baik-baik saja. Kecuali kejadian di rumah sakit dua minggu lalu. Namun, mereka tidak perlu membicarakan hal ini kepada Seno. Urusan itu sudah mereka bereskan.


Miranda berhasil membuat ibu-ibu yang sebelumnya menghina anaknya masuk penjara. Ini karena tim peretas yang keluarganya miliki, berhasil menemukan rahasia besar dari ibu-ibu itu. Ternyata dia pernah terlibat pembunuhan berencana seorang mahasiswa yang sampai sekarang belum diketahui siapa pelakunya.


Dengan begini, ibu-ibu itu akan mendekam di penjara selama beberapa tahun ke depan. Setidaknya ibu-ibu itu sebagai dalang dari pembunuhan berencana, memiliki ancaman dua puluh tahun penjara atas kejahatan yang ia lakukan.


“Syukurlah jika semua baik-baik saja. Jika sekarang sudah sebulan, ini berarti aku sudah melewatkan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan? Bagaimana keadaan anak-anak kita?” tanya Seno.


“Mereka baik-baik saja. Ketiganya sehat. Jenis kelamin mereka pun sudah diketahui. Aku dan Mira berencana membuat syukuran sekaligus mengumumkan jenis kelamin anak kita.”


“Ah sayang sekali aku tidak hadir menemani kalian dalam pemeriksaan itu. Maafkan aku,” ucap Seno.


“Tidak masalah, Ayah. Ayah nggak perlu minta maaf juga.”


“Iya benar. Kan cuma sekali aja Ayah nggak hadir. Masih ada kesempatan yang lain bukan?”


“Baiklah. Jika ada pemeriksaan lagi, aku akan hadir mendampingi kalian. Ehm … apakah kalian kemarin menanyakan kepada Dokter Fitri mengenai apa yang ingin aku tanyakan?” tanya Seno sedikit gugup.


“Memangnya apa?” tanya Dina berpura-pura tidak tahu meski sebenarnya tahu.


“Itu, mengenai aman tidaknya kita berhubungan badan. Apakah kalian sudah menanyakannya?”


Bisa dibilang kesempatan Seno menikmati surga dunia tidaklah terlalu lama. Baru beberapa minggu menikah, kedua istrinya sudah hamil. Jadi, ia harus berpuasa karena tidak mau menyakiti calon anaknya. Sekarang, sudah empat bulan lebih ia berpuasa. Ia ingin kembali mencicipi surga dunia.


Memikirkan hal itu saja sudah membuat kaki ketiganya berdiri tegak meminta perhatian. Pergerakan dari kaki ketiga Seno rupanya tidak luput dari perhatian Dina dan Miranda. Hal itu membuat pipi keduanya bersemu merah.


Meski dalam sebulan ini baik Dina dan Miranda menjadi lebih terbiasa dengan tubuh Seno yang tanpa penghalang, tetapi melihat kaki ketiga itu bangun, tetap membuat Dina dan Miranda salah tingkah.


“Ah … itu … Dokter Fitri bilang kita bisa melakukannya. Tetapi, Ayah harus tetap berhati-hati. Dokter Fitri juga menyarankan beberapa posisi aman untuk kita.”


Mendengar ucapan Dina, mata Seno langsung berbinar. Setelah empat bulan berpuasa, akhirnya ia bisa menikmati kenikmatan dunia. Apalagi setelah dia tidur panjang seperti ini. Ia tidak sabaran untuk melakukanya.


Selain suaranya yang agak serak, tubuh milik Seno baik-baik saja. Ia tidak merasakan tubuhnya kaku sedikit pun.


“Begitu rupanya. Bagaimana kalau kita mencoba semua posisi-posisi itu? Mungkin ada posisi yang disarankan oleh Dokter Fitri yang kalian sukai?”

__ADS_1


Seringai lebar telihat jelas di wajah Seno. Dengan penuh kehati-hatian, Seno mulai mengecup bibir istrinya. Satu persatu pakaian yang mereka kenakan, Seno tanggalkan. Di ruangan yang awalnya cukup hening itu, kini sudah diisi suara erangan dan teriakan kenikmatan yang saling bersahutan.


__ADS_2