
Esok harinya, Seno mengecek keadaan benih misterius yang sebelumnya ia tanam. Jika mengacu pada masa tanaman sayuran di kebunnya yang semuanya memiliki masa tanam tiga hari, sekarang adalah waktunya memanen tanaman itu.
Tetapi, ketika Seno mengeceknya, tanaman itu masih setinggi lima puluh sentimeter. Seno tidak tahu tanaman apa itu.
“Sistem kenapa ini belum juga terlihat bentuknya?” Tanya Seno.
[Itu karena tanaman ini memiliki masa tanam yang jauh lebih lama daripada sayuran Host]
[Jadi Host butuh beberapa hari lagi untuk bisa mengetahui apa tanaman itu sebearnya]
“Pantas saja.” Gumam Seno.
Laki-laki itu lalu kembali ke rumahnya. Hari ini Effendi akan mengambil pesanan pihak militer. Tiga ribu lima ratus wortel dan juga tujuh ribu kentang. Dari situ saja Seno mendapatkan uang empat ratus lima puluh lima juta.
Terdengar banyak, tetapi uang itu juga akan segera berkurang dari rekeningnya. Banyak kebutuhan yang harus ia penuhi. Uang untuk pembangunan gudangnya saja belum sepenuhnya terbayarkan. Belum lagi untuk pembelian rumah yang sekarang ditempati oleh adik-adiknya.
Tadi pagi Anita mengabarinya bahwa pemilik rumah bilang tidak masalah jika mereka ingin membeli rumah itu. Dia menawarkan rumahnya dengan harga empat ratus juta rupiah.
Semua kebutuhan itu membuat uang-uang Seno hanya bertahan beberapa minggu di rekening miliknya sebelum berpindah ke orang lain. Meski begitu, kehidupan keluarganya sekarang jauh lebih baik daripada yang dulu.
….
Empat hari berlalu begitu saja. Selama empat hari ini kesibukan Seno tidak terlalu jauh dari kebun miliknya. Ia hanya berolah raga, memerah sapi, dan memanen sayuran.
Tidak ada hal yang menghebohkan selama empat hari ini. Hanya ada dua kelincinya yang sekarang memiliki tubuh manusia. Mereka mengambil nama Leo dan Libra.
Sementara itu, Jasmine sekarang sudah memiliki tubuh manusia yang sempurna dan waktunya dalam berubah wujud juga semakin lama. Manusia kelinci itu bahkan berani keluar dari kebun dengan wujud manusianya ketika tidak ada seorang pun di sekitar rumah Seno.
Hal ini membuat Seno yakin keputusannya membuat gudang itu adalah hal yang tepat. Sayangnya gudangnya itu masih dalam proses pembangunan dan belum selesai. Jadi, ia perlu sedikit bersabar dan membiarkan halaman samping rumahnya dipakai untuk mengemas sayuran yang akan dikirim ke Wira Supermarket.
Lalu lelang yang ia lakukan pun berjalan dengan baik. Harga yang ditawarkan untuk wortel-wortelnya, Seno pantau tidak mengalami penuruan. Yang sedikit mengalami penurunan adalah kentang miliknya.
Mungkin karena sudah banyak yang tahu kasiat sebenarnya dari kentang. Jadi, tidak banyak yang menawarkan kentang tersebut dengan harga tinggi. Meski begitu, Seno masih mendapatkan uang seratus delapan juta lebih.
Sekarang ini The Auction menurunkan biaya administrasi mereka untuk akun lelang Seno menjadi lima persen dari sebelumnya sepuluh persen. Itu karena ramainya platform ketika Seno mengadakan lelang. Jadi, sekarang uang yang Seno dapatkan dari lelang cukup besar dari sebelumnya.
“Panel Sistem”
[Host : Seno Eko Mulyadi (23)]
[Kekuatan : 7,1 (+2) (Manusia Dewasa : 10)]
[Stamina : 5 (+4) (Manusia Dewasa : 10)]
__ADS_1
[Luas lahan : 800 m2 (+700 m2)]
[Level kebun : 3 (5000/5000)]
[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 25.000.000]
[Poin tanam : 29.882.100]
[Penyimpanan Sistem : 15 slot (13/15)]
[Slot hewan ternak : 5]
[Pembelian slot selanjutnya : 10.000 poin ternak]
[Jumlah ternak : 4 ekor sapi]
[Poin ternak : 740.315]
[Misi : - ]
[Toko sistem : - Bukan Pupuk Biasa : 100 poin tanam
Wortel dengan penuh Vitamin A : 50 poin tanam
Brokoli penuh vitamin dan mineral : 200 poin tanam
Rumput super grade D : 100 poin ternak]
“Akhirnya aku memiliki poin tanam yang cukup untuk menaikan level kebunku.” Gumam Seno setelah dirinya selesai memanen sayurannya.
Cukup lama untuknya mencapai poin tanam yang cukup untuk bisa naik level. Setelah ini, dirinya bisa menaikkan level kebun miliknya.
“Sistem, naikkan level kebun milikku.” Pinta Seno.
[Ding]
[25.000.000 poin tanam telah diambil]
[Ding]
__ADS_1
[Selamat Host level kebunmu naik menjadi level 4]
[Selamat Host mendapatkan satu kotak petani pemula]
[Selamat Host mendapatkan tambahan kotak penyimpanan +5]
[Selamat Host mendapatkan perluasan kebun +1000m2]
[Bercocok tanamlah untuk menjadi petani terhebat]
“Tambahan slot kotak penyimpanan dan perluasan kebun? Wah dengan begini aku bisa menanam lebih banyak lagi tanaman. Apalagi aku akan menanam sebuah buncis. Jelas nantinya akan banyak ibu-ibu yang memesan buncis ini padaku.”
“Tambang emasku sekarang sudah bisa dipanen rupanya.” Ucap Seno sembari tersenyum dan menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.
Seno ingin memiliki mobil setelah ini. Mobil box untuk mengirim sayuran, dan mobil pribadi agar dirinya bisa bepergian ke mana pun dia mau tanpa perlu kepanasan.
Buncis yang akan ia tanam nantinya akan memberikannya pendapatan yang luar biasa. Seno yakin untuk yang satu ini, tidak masalah baginya melelang dalam jumlah besar. Efek dari buncis ini hanya meremajakan kulit.
Jadi, pihak militer pasti tidak akan menegurnya jika dirinya menjual dalam jumlah besar kepada rakyat sipil.
Meski ia senang sudah bisa menanam buncis sekarang, dirinya lebih tertarik dengan tanaman misterius yang ia tanam. Tanaman itu ternyata sebuah pohon kecil yang memiliki tinggi satu meter.
Pohon tersebut menghasilkan buah yang cukup unik menurut Seno. Buahnya memiliki bentuk seperti tubuh boneka. Lama kelamaan, pada buah tersebut terbentuk bagian tubuh manusia yang cukup detail.
Tangan, kaki, kepala wajah, bahkan sampai jari-jarinya pun terlihat dengan jelas pada permukaan buah. Sekarang ini, buah dari pohon itu seperti membentuk sebuah action figure.
Sosok dalam action figure tersebut adalah seorang laki-laki dengan tubuh kekar. Kulitnya berwarna hijau kebiruan. Rambutnya berwarna silver. Ia memakai baju tanpa lengan yang tidak dikancingkan. Terlihat jelas otot-otot berbentuk kotak pada perutnya.
Laki-laki dalam action figure itu juga memiliki cukup banyak tato dalam tubuhnya, terutama di bagian wajah, lengan dan kaki. Hal hal ini mengingatkan Seno pada sosok Maui, seorang demigod dalam mitologi polinesia, hanya saja laki-laki ini memiliki kulit berbeda.
“Sistem, apakah ini siap di panen?” Tanya Seno. Buahnya yang aneh itu membuat Seno tidak tahu kapan itu bisa dipanen.
[Host sudah bisa memanennya sekarang]
Mendengar jawaban sistem, Seno langsung memetik buah itu dari pohon tersebut. Setelah Seno memetiknya, pohon tersebut tiba-tiba menjadi layu dan berubah jadi debu.
Kejadian itu cukup mengejutkan bagi Seno. Pasalnya selama ini sayuran-sayuran yang ia tanam ketika panen masih meninggalkan sampah. Lalu, tanaman dari benih misterius ini tiba-tiba menghilang tidak berbekas.
Jika Seno tidak memegang buah yang ia panen dari pohon tadi, maka Seno pasti akan berpikir bahwa pohon tersebut hanyalah sebuah ilusi. Sebuah hayalannya. Namun nyatanya tidak.
Tiba-tiba saja tangan Seno yang tengah memegang buah yang selesai ia panen itu terasa semakin panas. Hal itu membuat Seno kaget dan melemparkan buah tersebut begitu saja. Setelahnya, Seno melihat keadaan tangannya.
Tangan itu baik-baik saja. Tidak melepuh seperti yang ia khawatirkan. Lalu, kenapa tadi dia merasa tangannya ini seperti terbakar?
__ADS_1
Seno lalu mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah buah yang tadi ia lemparkan. Betapa kagetnya Seno ketika melihat apa yang ada di sana.
“Ini tidak mungkin bukan?” Ucap Seno tidak percaya dengan apa yang ia lihat.