
Seno cukup kaget ketika dirinya membuka laman lelang miliknya. Ini karena banyak komentar mengejutkan yang ia dapatkan. Jika itu komentar membahas wortel atau kentang miliknya, Seno merasa itu adalah hal yang wajar dan tidak mengejutkan.
Tetapi, beberapa orang di sana meninggalkan komentar dan meminta Seno segera melelang buncisnya. Mereka seolah tidak sabaran karena Seno belum juga melelang buncis tersebut.
Ini aneh menurut Seno. Tidak ada yang mengkonsumsi buncis tersebut selain dirinya. Ah tidak sekarang ada orang lain yang mengkonsumsinya. Apakah ini ada hubungannya dengan buncis yang ia berikan kepada Cindy?
Lansung saja Seno membaca secara mendetail semua komentar yang ada di sana agar tahu asal muasal informasi ini.
[Marmut : @Petani Hebat, atau siapa pun itu yang mengelolah akun ini, kapan kalian akan melelang buncis itu? Nenekku sudah mendesakku untuk membelikannya buncis dari lelang ini.]
[Pecinta Kucing : @Marmut, ternyata Nenekmu juga memaksamu membelikannya buncis? Aku juga seperti itu. Sekarang Nenekku juga memaksaku membelikannya buncis di sini. Padahal aku sedang sibuk mengurusi yang lainnya.]
[Pecinta Kucing : Memangnya apa hebatnya buncis di sini? Kenapa tidak pergi ke pasar atau membelinya di supermarket? Aku yakin di sana juga ada buncis. Kenapa harus repot-repot membeli buncis dari lelang? Ini saja belum ada barang yang dilelang.]
[Merah Delima : @Pecinta Kucing, Eh kamu nggak tahu ya, buncis-buncis itu bisa mempercantik seseorang. Yang tua menjadi semakin muda. Tentu saja para nenek itu tidak mau ketinggalan membelinya. Jika harganya terjangkau, aku akan membeli beberapa untukku sendiri.]
[Pecinta Kucing : @Merah Delima, Sungguh? Nenekku tidak membahas hal ini sama sekali. Ia hanya memintaku menawar buncis itu dan mendapatkan sebanyak mungkin buncis. Jadi aku tidak tahu jika buncis itu memiliki efek seperti itu.]
[Marmut : @Pecinta Kucing, Nenekku juga mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan @Marmut. Jadi, Kamu juga perlu membeli beberapa untukmu sendiri. Aku sudah melihat sendiri perubahan pada Nenek Cindy. Jadi aku mempercayainya.]
[Marmut : @Petani Hebat, kapan Kamu akan memasang buncis itu untuk di lelang? Jangan menunggu terlalu lama lagi. Aku ingin segera mendapatkan beberapa buncis dan merasakan kasiatnya.]
[Sultan Batubara : Apakah yang kalian katakan itu benar? Sebuah sayuran yang membuat orang jauh lebih muda?]
[Marmut : @Sultan Batubara, itu benar.]
[Sultan Batubara : Kalau begitu, aku akan membeli beberap untuk Kakek dan Nenekku. Jelas mereka akan suka dengan hal ini.]
__ADS_1
[Sultan Baru : @Sultan Batubara, kali ini aku akan membeli lebih banyak darimu. Aku tidak akan kalah.]
[Sultan Batubara : @Sultan Baru, habiskan dulu semua kentangmu baru Kamu bisa bersaing denganku. Hahaha.]
Selanjutnya, Seno hanya membaca sekilas komentar yang ada di sana. Itu karena isinya tidak terlalu berbeda. Kebanyakan dari mereka mempertanyakan keaslian ucapan pemilik akun Marmut, Merah Delima, dan Pecinta Kucing.
Setelah banyak komentar di sana, Seno menyimpulkan bahwa antusias pelanggannya terhadap buncis miliknya cukup tinggi. Bahkan sebelum dirinya memasang buncis untuk di lelang sekali pun, banyak yang sudah menunggu untuk membelinya.
Jika begini, tanpa Seno memberikan foto Cindy yang memperlihatkan perubahan setelah mengkonsumsi buncis sekali pun, buncis miliknya akan tetap ada yang mau membeli.
Inilah kekuatan rekomendasi dari mulut ke mulut. Dengan didukung sebuah fakta bahwa buncis miliknya memang efektif, rekomendasi dari mulut ke mulut ini memiliki kekuatan promosi yang sangat luar biasa.
Langsung saja Seno memasang buncis yang sudah dinanti-nantikan itu ke dalam laman lelang miliknya. Laki-laki itu melelang buncis-buncis ini dalam paket lima porsi. Lalu, ia memasangnya dengan jumlah seratus paket untuk awalan.
Untuk harganya sendiri, Seno memasangnya di harga tujuh ratus ribu, dengan kenaikan di setiap tawarannya adalah lima puluh ribu. Jadi, meskipun itu hanya akan terjual di harga awal, Seno akan mendapatkan tujuh puluh juta dalam sekali lelang.
Seno juga menetapkan penawaran tertinggi senilai satu juta lima ratus untuk setiap paketnya. Itu karena Seno berencana melelang buncis ini setiap harinya. Jadi, ia perlu sedikit membatasi harganya agar semuanya bisa membelinya.
[Buncis untuk penyehat kulit]
[Buncis ini cocok bagi kalian yang ingin memiliki wajah bercahaya. Bagi kalian yang memiliki masalah kulit seperti jerawat dan lainnya, maka kalian harus membelinya]
Begitulah deskripsi singkat yang Seno tuliskan di sana. Langsung saja banyak orang yang menyerbu laman lelang Seno.
[Marmut : Eh murah sekali hanya satu juta lima ratus untuk lima porsi buncis. Aku kira lebih mahal lagi. Jika begini, maka aku akan membeli sepuluh porsi sekaligus.]
Setelah melihat komentar pemilik akun Marmut itu, Seno melihat sepuluh paket buncis sudah terjual dengan harga lima belas juta rupiah. Ini belum juga lima menit sejak Seno memasang buncis-buncis tersebut. Tetapi ia langsung membeli sebanyak itu.
__ADS_1
[Pecinta Kelinci : @Marmut, Kurang banyak. Aku akan membeli tiga puluh porsi sekaligus. Nenekku ingin membagikannya kepada keluarga yang lainnya. Ini adalah sayuran yang cukup efektif untuk merawat diri.]
[Sultan Baru : Oh kalian juga mmebeli banyak rupanya. Baiklah aku juga tidak akan ketinggalan. Keluargaku pasti akan suka jika aku memberi mereka ini. Aku akan membeli tiga puluh paket juga.]
[Merah Delima : Untunglah aku tanggap. Aku sudah membeli tiga puluh paket sisanya.]
Melihat semua itu, mulut Seno langnsung terbuka lebar. Ia tidak percaya dengan apa yang barusan ia lihat. Seratus paket yang ia pasang delapan menit lalu, sekarang sudah habis terjual semuanya. Seno masih tidak menyangka keantusiasan mereka sebesar ini untuk mendapatkan buncis-buncis itu.
Seratus lima puluh juta dalam waktu delapan menit? Ini adalah sebuah rekor baru yang menakjubkan. Jika begini, maka akan mudah baginya menyelesaikan misi dari sistem. Satu milyar bisa ia capai dalam beberapa hari saja.
[Sultan Batubara : Sial aku terlambat. Aku tidak menyangka kalian akan memborong semuanya.]
[Pemanah Hati : Eh buncisnya sudah habis? Padahal aku ingin membeli beberapa buncis untuk Ibu dan Kakakku sekarang semuanya habis? Kenapa cepat sekali habisnya.]
[Pecinta Kentang : @Pemanah Hati, aku juga baru datang setelah mendapatkan kabar. Sekarang semuanya sudah habis begitu saja.]
[Pecinta Kentang : @Petani Hebat, Bos apakah tidak ada buncis lainnya? Aku juga ingin mencoba membeli beberapa. Siapa tahu setelah memakan buncis milikmu, aku bisa semakin tampan. Dengan begitu, akan mudah bagiku mendapatkan pacar.]
[Pangeran Menawan : Aku juga ingin mencobanya.]
Melihat semua orang yang menginginkan buncis lagi, Seno lalu membuat sebuah pengumuman kecil di laman lelangnya. Selama ini dirinya tidak ikut berkomentar atau membuat pengumuman. Ia hanya membaca komentar dari pengunjung laman lelangnya.
[Petani Hebat : Bersabarlah. Besok aku akan membuat lelang buncis lagi. Aku akan melelang buncis ini seratus hingga seratus lima puluh paket yang berisikan lima porsi buncis setiap harinya. Jadi, jika kalian tidak mendapatkannya hari ini, jangan berkecil hati. Masih ada hari esok untuk mencoba.]
[Pangeran Menawan : @Petani Hebat, Jam berapa Kamu akan memulai lelangnya? Aku tidak mau terlambat datang dan kembali tidak mendapatkan apa pun seperti sekarang.]
[Pecinta Kentang : Benar itu Bos. Kamu perlu menentukan jam dimulainya lelang. Dengan begitu, kami tidak akan ketinggalan dalam membeli.]
__ADS_1
[Petani Hebat : Besok aku akan melakukannya tiga kali. Sesi pertama dimulai jam lima pagi, sesi kedua dimulai jam dua belas siang, dan sesi ketiga dimulai jam enam sore. Setiap sesinya akan ada lima puluh paket. Jadi, bagi kalian yang tidak mendapatkannya di satu sesi, kalian bisa mencoba di sesi yang lainnya.]
Pengumuman singkat Seno itu di sambut baik oleh yang lainnya. Banyak yang sudah tidak sabar menunggu hari esok tiba untuk bisa segera menawar buncis yang Seno lelang.