Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 121 Ekspedisi Penaklukkan (3)


__ADS_3

Meski sekarang mereka akan bernegosiasi, Seno tidak langsung mengatakan maksud dan tujuannya. Ia ingin memahami dulu apa yang dibutuhkan oleh para makhluk di dimensi ini. Dengan begitu, ia bisa mudah dalam menjalankan negosiasi ini.


Jika dirinya tidak paham keadaan lawannya, maka Seno sendiri yang nantinya merugi. Ia masih ingin mendapatkan keuntung sebanyak mungkin.


“Coba tanyakan kepada mereka kenapa mereka menyerang manusia di Bumi.” Pinta Seno kepada Tiarsus.


Seno ingin menanyakan ini agar makhluk ini berpikir bahwa dirinya datang untuk membalaskan dendam mengenai apa yang mereka lakukan pada manusia Bumi. Meski dirinya juga manusia, tetapi sebenarnya Seno bukan satu kelompok dengan para tentara itu.


Ia tidak memiliki rasa simpati setinggi itu sehingga berpikir untuk membalaskan dendam para tentara yang sudah gugur dalam perang. Seno hanyalah warga sipil, seorang petani yang berusaha mencari lahan baru untuk dijadikan kebun.


Tiarsus lalu membuat sebuah suara geraman pelan. Ia terdengar berkomunikasi dengan para makhluk ini. Beruntung Tiarsus bisa menjadi translatornya. Jika tidak ada Tiarsus, maka pilihan Seno hanya menaklukkan dimensi ini dengan cara kekerasan, pembantaian besar-besaran.


“Bos mereka mengatakan bahwa mereka sebenarnya datang ke Bumi karena ingin mencari makanan.” Ucap Tiarsus setelah beberapa saat berkomunikasi.


“Makanan? Memangnya di dimensi ini tidak ada?” Tanya Seno.


Dimensi ini cukup luas menurut Seno. Jarak dari portal menuju ke lembah, di mana sarang kawanan ini berada saja berjarak lima kilometer. Jika dimesi ini berbentu lingkaran dan lembah ini merupakan titik tengah dari dimensi, maka dimensi ini memiliki luas tujuh puluh delapan koma lima kilometer persegi.


Itu setara dengan tujuh ribu delapan ratus lima puluh hektar. Tidak mungkin di lahan seluas itu kawanan ini tidak menemukan makanan. Pasti ada sesuatu yang bisa mereka makan. Jika mereka merupakan pemakan segala, pasti ada hewan lain yang bisa mereka buru.


“Apakah di sini hanya ada mereka? Maksudku mahkhluk hidup di dimensi ini, apakah hanya mereka saja? Apa tidak ada makhluk lain yang bisa mereka buru?” Tanya Seno.


“Bos mereka bilang makhluk lain di dimensi ini sudah habis mereka buru. Sekarang tinggal mereka satu-satunya mahkhluk yang hidup di sini. Lalu, mereka tidak bisa jika tidak makan daging.” Ucap Tiarsus.


“Lalu, mereka yang dikirim ke Bumi adalah mereka yang lemah dan tidak bisa memberikan kontribusi banyak untuk kawanan. Pemimpin kawanan ini mengirim mereka bukan dengan tujuan mencari makanan sebenarnya, tetapi mengurangi jumlah mulut yang diberi makan.”


Jadi itu adalah misi bunuh diri untuk mengurangi jumlah kawanan rupanya. Itu terdengar sangat kejam memang. Tetapi, di kawanan seperti ini mereka harus memikirkan kepentingan semuanya. Jika mereka tetap memepertahankan yang lain, maka satu kawanan akan menjadi kelaparan dan terancam punah.

__ADS_1


Sementara itu, Thorbiorn mulai mengerti alasan kawanan ini mengejarnya ketika ia datang kemari. Meskipun sedikit, dia tetap saja telah mencuri makanan mereka. Itulah sebabnya mereka mengejarnya tanpa henti meski dirinya sudah berlari cukup jauh.


“Jadi seperti itu rupanya. Lalu, jika aku memberi mereka makanan, apakah mereka mau tunduk padaku?” Tanya Seno.


“Bos asalkan Kamu bisa memberi mereka makanan, maka mereka mau tunduk padamu.” Jawab Tiarsus.


Mendengar hal itu, Seno tidak langsung memberikan respon. Ia memilih menanykan sesuatu dulu kepada sistem. Memberi makan mahkluk ini tidak semudah itu. Meski dirinya memiliki kebun yang meperpendek umur tanam sebuah tanaman, tetapi ini bukan satu dua makhluk yang ia beri makan.


Seno perlu memberi makan satu kawanan yang jumlahnya ratusan. Tubuh mereka yang besar pun menandakan porsi makan mereka yang luar biasa besarnya. Memang Seno memiliki kentang yang bisa membuat seseorang kenyang seharian dengan memakan seper sepuluhnya.


Tetapi, itu adalah untuk manusia. Bisa saja efek kentang itu tidak berfungsi untuk mereka. Atau mereka perlu beberapa kentang untuk merasa kenyang dalam sehari. Seno tidak mau kerja kerasnya hanya ia pakai untuk memberi makan kawanan ini yang belum tentu akan memberikan sesuatu untuk Seno.


“Sistem, jika aku menaklukkan dimensi ini, apakah aku bisa menggunakan semuanya untuk lahan pertanian?” Tanya Seno.


Jika Seno bisa menggunakan seluruh dimensi ini untuk lahan pertaniannya, maka akan mudah untuk memberi makan mereka. Seno hanya tinggal menanam puluhan ribu tanaman di sini yang bisa ia fokuskan untuk makanan mereka, lalu sisanya ia pergunakan untuk produksi yang lainnya.


“Hanya seper lima rupanya.” Gumam Seno pelan.


Tetapi itu tidak masalah. Jika hipotesisnya mengenai luas dimensi ini benar, maka luas lahan yang bisa ia jadikan sebagai pertaniannya adalah enam belas hektar. Itu masih jumlah yang besar untuk Seno.


Dengan lahan seluas itu, maka cukup mudah bagis Seno memperoleh poin tanam, itu berarti kenaikan levelnya pun semakin cepat lagi.


“Baiklah mulai sekarang aku akan menjamin makanan dari kawanan kalian.” Ucap Seno pada akhirnya.


Setelah Tiarsus mengartikan ucapan Seno, pemimpin kawanan tersebut melakukan sesuatu yang cukup aneh menurut Seno. Dia melakukan gerakan tangan seperti tengah melakukan ritual.


Tidak lama kemudian, Seno melihat sesuatu berbentuk bola berwarna biru keluar dari dalam dada pemimpin kawanan. Bola tersebut kemudian mengambang di udara dan perlahan bergerak ke arah Seno berada. Bola tersebut berhenti tiga puluh sentimeter di depan Seno.

__ADS_1


“Apa ini?” Tanya Seno bingung.


[Itu adalah inti dimensi ini Host]


[Dengan Host meneteskan darah milik Host pada inti dimesni ini, maka kepemilikannya akan berubah menjadi milik Host]


[Inti dimensi ini tidak bisa dibawa ke luar dari dimesi jika belum tertaut dengan Host]


Penjelasan sistem tersebut menjawab pertanyaan Seno mengenai fungsi dirinya ikut dalam ekspedisi ini. Sejauh ini, Seno sama sekali tidak memberikan kontribusi apa pun selain melakukan negosiasi. Semua pertarungan yang ada, dilakukan oleh Thorbiorn dan Tiarsus.


“Bagaimana bisa aku meneteskan darah di inti dimensi ini?” Tanya Seno bingung.


Dirinya sudah kebal sekarang. Jadi, akan sulit bagi Seno melukai dirinya sendiri untuk bisa meneteskan darah. Sekarang saja sabetan pisau sudah tidak lagi meninggalkan bekas di tubuhnya.


“Bos biar aku membantumu.” Ucap Tiarsus tiba-tiba.


Sebuah cahaya berwarna kebiruan muncul di tangan Tiarsus. Cahaya tersebut kemudian memadat dan membentuk sebuah jarum. Tiarsus lalu mengarahkan jarum tersebut ke telunjuk Seno. Seno kira dirinya akan baik-baik saja dan tidak akan terluka.


Tetapi ternyata tebakannya salah. Cahaya berbentuk jarum tersebut berhasil melukainya. Sekarang, ujung telunjuk Seno mulai mengeluarkan darah. Dari sini Seno paham, bahwa kekebalan yang ia dapatkan dari mengkonsumsi brokoli hanyalahs kekebalan fisik saja.


Seno akan kebal jika seseorang melakukan serangan fisik padanya. Tetapi, dia tetap akan terluka jika ada serangan sihir seperti yang Tiarsus berikan.


Meski di Bumi tidak ada seseorang yang bisa melakukan sihir, tetapi ini membunyikan alarm bahaya untuk Seno. Ia yakin kedepannya sistem akan memberikan misi penaklukkan seperti sekarang. Ada kemungkinan musuh yang ia hadapi memiliki kekuatan sihir.


Bukankah itu sama dengan bunuh diri jika Seno menghadapi mahkluk yang menggunakan sihir? Tetapi itu adalah sesuatu yang perlu Seno khawatirkan di masa mendatang. Sekarang ini yang perlu ia lakukan adalah menyelesaikan pemindahan kepemilikan dari dimensi ini.


Selagi telunjuknya masih berdarah, Seno lalu meneteskan darahnya pada inti dimensi yang ada di depannya.

__ADS_1


__ADS_2