Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 199


__ADS_3

Lelang kali ini berjalan dengan cukup lancar. Satu persatu produk milik Seno terjual dengan harga yang cukup tinggi. Di tengah-tengah lelang berlangsung, tiba-tiba saja Tiarsus mendekat ke arahnya. Apa yang Tiarsus ucapkan membuat Seno mengerutkan keningnya.


“Bos, ada kelompok mencurigakan yang mengikuti lelang kali ini,” lapor Tiarsus kepada Seno.


“Kelompok mencurigakan?”


“Ya. Aku sudah mengawasi gerak gerik mereka semenjak acara dumulai. Mereka terlihat berkomunikasi satu sama lain.”


“Apa saja yang mereka beli?” tanya Seno.


“Cukup beragam Bos. Mereka tidak membeli satu barang yang sama tetapi berbeda setiap orangnya. Aku mencuri dengar bahwa mereka harus mendapatkan cukup banyak produk kita agar tidak dimarahi oleh atasan mereka.”


Seno baru ingat bahwa buruh taninya memiliki pendengaran yang cukup tajam. Terutama Tiarsus, yang dulunya adalah pemburu di kaum Elf. Dia memiliki pendengaran yang cukup tajam. Sudah jelas pembicaraan orang-orang ini tidak akan lepas dari pendengaran Tiarsus.


Apalagi, sebelum datang ke Amerika, semua buruh tani Seno sudah mempelajari beragam bahasa dengan bantuan kacang merah. Akan mudah bagi mereka untuk mengetahui isi pembicaraan orang lain meski menggunakan bahasa yang berbeda.


“Apa Kamu tahu siapa nama atasan mereka?” tanya Seno.


Ada kemungkinan salah satu dari orang-orang yang Tiarsus curigai tanpa sengaja mengatakan nama atasan mereka bukan. Seno harap ada di antara mereka yang melakukanhal itu.


“Mereka sering menyebut nama Mr. Black. Itu yang aku dengar Bos.”


“Mr. Black?”


Seno terdiam sejenak mencoba mengingat siapa Mrs. Black ini. Seno merasa dirinya pernah mendengar nama Mr. Black belakangan ini.


“Roman Black. Bukankah itu nama yang tertera di kartu identitas orang yang membuntutiku dan keluargaku ketika sampai di Amerika?”


“Aku rasa itu orang yang sama Bos. Apakah sekarang Bos mau aku mengurus mereka?” tanya Tiarsus.


Seno menggeleng pelan.

__ADS_1


“Tidak untuk sekarang. Setelah acara lelang selesai,” jawab Seno.


Tentu saja Seno ingin meringkus mereka secepat mungkin. Tetapi, ia tidak bisa melakukannya ketika acara lelang ini berlangsung bukan? Itu akan membuat lelang inis terlihat buruk. Jika lelang sudah selesai dan orang-orang itu sudah melakukan pembayaran mereka, barulah Seno akan meminta Tiarsus dan yang lainnya membereskan mereka.


Bukankah itu lebih baik? Seno tetap mendapatkan uang mereka, dan setelahnya meringkus mereka. Mungkin Seno juga bisa mengambil kembali sayuran yang sudah mereka beli.


“Kamu bisa meringkus mereka dan berikan mereka kepada Jasmine. Sore ini aku akan mengecek hasil kerja Jasmine selama beberapa hari terakhir. Jadi, kerjakan semuanya serapi mungkin.”


Dimensi para Gylinox sudah menjadi dimensi untuk menyiksa. Untuk datang ke Amerika, Seno sengaja menggunakan dimensi para Gylinox untuk berteleportasi. Seno sudah merasa membutuhkan tempat penyiksaan itu. Ternyata ia sudah membuat pilihan yang bagus.



“Aku tidak percaya Mr. Black menghilang begitu saja. Dia meminta kita mengikuti lelang ini tetapi dia sendiri tidak hadir. Bagaimana dengan uang-uang kita yang sudah kita pakai untuk membelis semua barang aneh ini? Apakah tidak ada yang menggantinya nanti?” gerutu salah seorang peserta lelang kepada temannya.


“Kau benar. Aku mengikuti lelang aneh ini karena Mr. Black berjanji akan mengganti uang yang kita keluarkan untuk membeli barang-barang ini tiga kali lipat. Jika bukan karena itu, tentu saja aku tidak sudi membuang-buang waktuku untuk mengikuti lelang aneh ini.”


“Apakah kita dibohongi oleh Mr. Black? Dia hanya sedang mengerjai kita tidak akan membayar semua barang ini.”


“Ah Kau benar. Sekarang kita pergi saja ke tempat Mr. Black. Aku ingin segera menyelesaikan urusanku ini.”


Baru saja mereka berjalan beberapa langkah, tetapi tiba-tiba saja mereka kehilangan kesadaran.s Keduanya tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan mereka.


Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi kepada dua orang itu saja. Beberapa orang lainnya juga mengalami hal yang serupa. Mereka tiba-tiba saja kehilangan kesadaran. Anehnya, dari kamera pengawas yang ada di lorong hotel, orang-orang itu menghilang tanpa jejak ketika melewati sebuah lorong.


Kamera sudah tidak lagi menangkap keberadaan mereka. Mereka seolah tidak ada di sana. Hal ini tidak terlalu dicurigai oleh mereka yang mengawasi rekaman kamera pengawas. Mereka belum sadar bahwa cukup banyak orang yang menghilang sore itu.



“Bos, aku sudah membereskan semuanya. Sekarang, aku tinggal membawa mereka ke tempat Jasmine,” lapor Tiarsus kepada Seno.


“Laksanakan saja sesuai rencana. Ah ya …, pisahkan orang-orang ini dengan yang lain. Aku tidak mau mereka langsung melihat orang-orang yang sudah kita siksa sebelumnya. Mungkin kita akan mendapatkan jawaban lain dari mereka nantinya,” jawab Seno.

__ADS_1


“Baiklah , Bos. Aku akan mengikuti perintahmu itu.”



“Selamat atas keberhasilan lelangmu itu, Seno,” ucap Dimas yang saat ini tengah mengangkat gelas minumannya ke arah Seno.


“Terima kasih, Tuan Dimas. Aku tidak akan sesukses ini dalam menjalankan lelang jika Keluarga Prayudi tidak meminjamkan hotel mereka untuk aku pakai.”


“Hahaha …, Kamu terlalu memuji keluargaku Seno. Lagi pula, kita hanya melakukan transaksi. Kau membayar keluargaku untuk memakai ruangan di hotel kami. Jadi, semua keberhasilan ini adalah jerih payahmu sendiri.”


“Sekarang, kita makan dulu. Setelah ini baru kita akan membicarakan urusan bisnis. Ayo semua makan selagi makanannya masih panas,” ucap Dimas mempersilahkan.


Setelah Dimas mempersilahkan, ruangan itu kembali hening. Yang terdengar hanya dentingan garpu dan pisau yang tengah mengiris daging stek.


“Jadi, pembicaraan bisnis apa yang ingin Tuan Dimas lakukan dengan kami?” tanya Seno setelah mereka menyelesaikan makan malam.


“Aku ingin membeli banyak brokoli dari kalian. Itu untuk keluargaku. Apakah aku boleh melakukannya?” tanya Dimas.


Brokoli? Apakah Dimas sudah mengetahui manfaat brokoli? Tetapi dari mana Dimas mengetahui hal itu. Yang tahu mengenai manfaat brokoli adalah pihak militer dan beberapa orang yang membeli ketika lelang di ibukota.


Seno sudah menyingkirkan pihak militer dari kemungkinan bahwa mereka yang memberitahukan hal ini kepada Keluarga Prayudi. Sudah jelas pihak militer ingin semua brokoli itu untuk mereka sendiri.


Lalu, orang-orang yang membeli brokoli dalam lelang. Mereka sudah meminum ramuan penjaga rahasia. Tidak ada dari mereka yang bisa membocorkan mengenai brokoli itu. Apalagi, Seno meminta mereka mengkonsumsi brokoli itu di depan matanya langsung.


“Seseorang menyarankanku untuk membeli brokoli itu darimu, Seno. Aku tidak tahu apa manfaatnya. Yang jelas, dia berulang kali mengingatkanku untuk membeli brokoli itu.”


“Dia juga tidak mau mengatakan padaku apa manfaat brokoli tersebut. Yang dia katakan, aku akan menegtahui semuanya jika aku membeli brokoli itu darimu. Maka dari itu, aku berniat membeli beberapa brokoli itu dan mengetahui sendiri apa manfaatnya. Kamu tidak keberatan bukan dengan hal itu?” Tanya Dimas.


Ah rupanya seperti itu. Hal seperti itu sangat mungkin terjadi. Meski mereka tidak bisa mengungkapkan rahasia mengenai brokoli, mereka yang sudah mengkonsumsinya masih bisa memberikan saran kepada orang lain untuk membelinya.


Seno yakin, orang-orang yang memberi saran kepada Dimas untuk membeli brokoli darinya, berniat membuat Dimas merasa hutang budi kepada mereka setelah mengetahui manfaatnya.

__ADS_1


__ADS_2