Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 98 Rencana Lain Seno


__ADS_3

Sementara Thorbiorn sibuk menjelaskan segala sesuatu mengenai kebunnya dan standar Seno dalam melakukan sesuatu kepada Tiarsus, Seno memfokuskan pandangannya ke status milik buruh taninya itu.


Laki-laki itu ingin tahu apa keunggulan yang dimiliki oleh Tiarsus. Dengan begitu, Seno bisa menentukan tugas apa yang akan Tiarsus jalani nantinya.


Dengan adanya dua buruh tani seperti sekarang, Seno perlu memperhatikan pembagian tugas dari mereka. Ia perlu mengetahui keunggulan mereka untuk memaksimalkan hasil berkebunnya.


Thorbiorn sudah ahli di bidang peternakan. Jika buruh taninya semakin banyak, Seno akan memberinya tugas hanya untuk mengurusi sapi-sapinya dan sesekali membantu Seno dalam memanen sayurnya jika dia tidak sibuk.


[Nama : Tiarsus Ularalei]


[Umur : 305 Tahun]


[Kemampuan : - Berkebun (Level 7)



Peternak Lebah (Level 5)


Ahli bunga (Level 7)]



Itu adalah status milik Tiarsus yang Seno dapatkan. Buruh taninya yang satu ini sangat cocok untuk menjadi penanggung jawab kebun miliknya. Lihat saja dia memiliki level tujuh dari sepuluh pada kemampuan berkebun.


Tidak hanya itu, Tiarsus juga memiliki keahlian dalam perbungan dan beternak lebah. Mungkin ini ada keterkaitan satu sama lain. Sayangnya, dirinya tidak memiliki lebah atau bunga untuk saat ini. Berarti, Seno hanya bisa menempatkan Tiarsus untuk mengurusi kebunnya.


Thorbiorn akan ia fokuskan untuk mengurusi sapi-sapinya. Lalu dirinya sendiri, akan mengurusi bagian produksi dari hasil kebun dan ternaknya. Bicara soal produksi, itu mengingatkan Seno akan misi yang sistem berikan padanya. Membuat minuman fermentasi dari anggur.

__ADS_1


Hal itu membuat Seno meninggalkan kebun miliknya yang ada di dimensi lain. Setelah mendapatakan sinyal, Seno langsung melakukan pencarian di Youtube mengenai resep membuat minuman fermentasi dari anggur merah.


Banyak resep yang ia temukan di sana. Langsung saja ia menyalin resep yang ada di sana. Ia kemudian bergegas menuju ke kota untuk membeli bahan-bahan yang ia butuhkan untuk membuat minuman fermentasi.


Rencananya Seno hanya ingin membuat minuman fermentasi dari dua kilogram anggur. Untuk proses mencoba, ia tidak perlu mebuat dalam jumlah banyak. Dengan begitu sisa anggur yang lainnya, bisa ia pakai untuk bahan baku ketika membuat minuman fermentasi versi resep sistem.


Setelah semua bahan ia dapatkan, Seno langsung membulai prosesnya. Pertama ia mencuci anggur miliknya dengan air bersih. Kemudian ia hancurkan anggur-angur itu dengan kedua tangannya. Setelahnya, Seno menambahkan bahan pelengkap seperti gula, ragi, dan gandum.


Lalu, Seno menyimpan semua itu di wadah kedap udara. Selanjutnya yang perlu Seno lakukan hanyalah mengaduk campuran anggur itu setiap hari lalu menutupnya kembali. Ia perlu melakukan hal ini selama lima belas hari lamanya. Barulah nanti minuman fermentasinya bisa Seno nikmati.


Untuk proses selanjutnya, Seno bisa menyerahkan semua itu kepada buruh taninya. Dengan begitu, ia bisa mengerjakan yang lain. Meski tidak akan ada resepsi dalam pernikahannya dengan Dina dan Miranda, tetapi masih banyak hal yang perlu Seno persiapkan untuk pernikahannya ini.


Rencananya, setelah dirinya menikah, ia akan mengadakan pesta kecil dengan hanya makan bersama dengan keluarga besar saja. Hal itu membuat Seno perlu menyiapkan undangan untuk keluarganya. Keluarga dari pihak mendiang ayah dan ibunya perlu ia undang.


Belum lagi ia perlu menyiapkan tempat juga untuk makan bersama ini. Jadi, selama beberapa hari ke depan Seno akan cukup sibuk. Sampai sekarang pun, Seno belum memberitahu kedua adiknya bahwa dirinya akan menikah. Sekarang, ia berencana menemui mereka untuk memberitahukan hal ini.


Rumah tempat tinggal kedua adiknya berubah cukup banyak dari terakhir kali Seno ke sini. Itu karena penambahan perabot dan pengantian cat dinding membuat rumah ini lebih nyaman ditinggali. Rumah ini sudah Seno beli dan sertifikatnya atas nama Anita adiknya.


“Eh Mas Seno. Kenapa nggak bilang kalo dateng ke sini?” Tanya Anita yang cukup kaget dengan kedatangan Seno.


“Bagaimana kabar kalian?” Tanya Seno yang sekarang duduk di antara kedua adiknya.


“Baik, kami baik-baik saja. Mas Seno sendiri kabarnya gimana? Gimana juga dengan hubungan Mas Seno dengan Mbak Dina dan Mbak Miranda?” Tanya Renata.


Karena Renata sudah membuka pembicaraan mengenai hal ini, itu akan mempermudah Seno untuk menjelaskan hubungannya dengan Dina dan Miranda. Seno tidak perlu berpikir untuk mencari pembicaraan yang membuatnya membicarakan hal itu.


“Tiga minggu lagi kami menikah. Aku datang kemari juga ingin memberitahukan hal itu kepada kalian.” Jawab Seno.

__ADS_1


“Menikah? Cepat amat? Sama yang siapa nih? Mbak Dina, Mbak Miranda atau keduanya?” Tanya Renata penasaran.


Sebelumnya dia menyarankan kepada Dina dan Miranda untuk menjadi pacar Seno secara bersamaan. Ia tidak tahu apakah mereka mengikuti sarannya atau tidak. Jika iya, itu berarti setelah ini dirinya akan memiliki dua kakak ipar sekaligus.


“Hush Kamu ini Ren, mana mungkin Mas Seno menikahi keduanya. Pasti salah satulah.” Potong Anita.


Menurut Anita itu sangat tidak mungkin terjadi. Jika itu pacaran, mungkin itu masih cukup wajar dan Anita masih bisa menerimanya. Tetapi untuk menikah? Jelas itu sangat kecil kemungkinannya.


“Aku memang akan menikahi keduanya Nit. Aku akan menikahi Dina dan Miranda secara bersamaan tiga minggu lagi.”


“Eh keduanya? Bagaimana mungkin? Memangnya keluarga mereka merestui Mas?” Tanya Anita.


Anita cukup kaget mendengar jawaban dari Kakaknya ini. Kakaknya ternyata akan menikahi keduanya sekaligus. Anita lalu melihat Seno mengangguk pelan kemudian menggelengkan kepalanya. Itu membuatnya bingung dengan maksud dari jawaban Kakaknya.


“Ya dan tidak. Keluarga Miranda sudah merestui tetapi tidak dengan keluarga Dina.” Jawab Seno.


“Tetapi Mas Seno tetap akan menikahi Mbak Dina meskipun mereka nggak merestui?” Renata melihat Kakak laki-lakinya itu menganggukkan kepala. “Apa Mbak Dina sudah tekdung duluan kok Mas Seno tiba-tiba pengen nikah cepet meski nggal ada restu keluarganya?”


Mendengar hal itu, Seno memukul pelan paha Renata yang duduk di sampingnya. “Ngaco aja Kamu. Mana mungkin dia hamil duluan orang kita kalo pacaran nggak cuma pegangan tangan doang. Mana bisa hamil dengan pegangan tangan? Paling banter juga cuma ciuman doang.”


Seno menghormati Dina dan Miranda sebagai perempuan. Ia ingin menjaga kehormatan mereka hingga mereka menikah nanti. Ia berharap dengan dia melakukan hal ini, maka kedua adiknya nantinya akan diperlakukan dengan perlakuan yang sama seperti dirinya memperlakukan Dina dan Miranda.


“Lalu, kenapa kalian kok buru-buru gitu nikahnya. Mana nggak nunggu restu dulu pula.”Jawab Anita.


“Yang namanya hal baik perlu disegerakan. Daripada menimbulkan fitnah lebih baik nikah cepet bukan? Lalu, meski keluarga Dina belum ngasih restu, aku nggak akan langsung aja nikahin Dina gitu aja. Sampai hari pernikahan kami, aku tetap akan berkunjung ke rumah keluarga Dina untuk meminta restu.”


“Aku harap dengan begini, mereka bisa memberiku restu. Sebuah batu saja lama-lama bisa berlubang karena tergerus ombak. Aku yakin kesabaranku bisa membuat mereka mau merestuiku.” Jelas Seno.

__ADS_1


Ini adalah rencana dari Seno yang tidak beritahukan kepada Dina atau pun Miranda. Ia masih ingin menikah dengan mendapatkan restu dari orang tua Dina. Pasti dalam hati Dina yang paling dalam, dia ingin orang tuanya hadir dalam pernikahanya dan memberikan restu.


Seno harap mereka mau memberikan restu sebelum pernikahan mereka dilangsungkan. Dengan begitu, Seno bisa memberikan resepsi untuk pernikahan mereka bertiga.


__ADS_2