
Di tempat ia melempar buah tadi, sekarang terdapat sebuah cahaya putih. Semakin lama cahaya itu semakin membesar. Barulah ketika cahaya itu mencapai angka dua setengah meter, cahaya itu berhenti tumbuh.
Tidak lama kemudian, Seno melihat keberadaan laki-laki berotot yang memiliki penampilan persis sama seperti tampilan buah tadi. Tidak ada yang terlewatkan sama sekali.
Laki-laki berotot tersebut lalu berjongkok dengan satu kaki di depan Seno. Sebelah tangannya juga ia taruh di dada kirinya dan membungkuk dalam ke arah Seno.
Melihat hal itu, Seno buru-buru mundur dan menghindar. Dirinya tidak mau menerima penghormatan dari seseorang seberti itu. Itu sangat berlebihan menurut Seno.
“Thorbiorn Arisson memberi hormat kepada Master. Sebagai bawahanmu, aku siap melakukan tugas apa pun yang akan Master berikan. Bahkan jika itu harus mengorbankan nyawaku sekali pun.” Jawab laki-laki berotot tersebut.
“Sistem apa-apaan ini?” Teriak Seno kepada Sistem.
Laki-laki itu tidak menyangka bahwa tanamannya bisa berubah menjadi manusia seperti ini. Tidak hanya itu, dia memiliki nama sendiri, tidak seperti kelincinya yang hanya memiliki kesadaran tanpa memiliki nama.
[Itu adalah petani yang diberikan oleh Sistem untuk membantu Host dalam mengelola kebun]
[Tidak hanya itu, petani ini memiliki kemampuan hebat yang bisa membantu Host dalam menjalankan misi nantinya]
“Benarkah itu sistem? Apakah mereka juga bisa membantuku dalam menanam dan memanen sayuran, juga memerah sapi?” Tanya Seno penuh harap.
Jika Thor siapa itu namanya bisa membantunya dalam melakukan hal itu, Seno pasti akan sangat terbantu. Jika dirinya memiliki keperluan yang mengharuskannya pergi ke luar kota dan mennginap, maka dirinya tidak akan khawatir dengan keadaan kebun miliknya.
Kebunnya akan senantiasa ada yang mengurusi. Menanam, menanen, dan memerah sapi, semua itu ada yang mengerjakan. Jadi, poin tanam dan poin ternak milik Seno akan tetap mengalir. Bukankah itu hal yang bagus?
[Tentu Host]
[Petani yang menjadi bawahanmu ini bisa melakukan semua itu]
“Lalu kenapa selama ini Jasmine, Leo, Libra dan yang lainnya tidak bisa melakukannya?” Tanya Seno heran.
Bukankah mereka sama-sama bahwannya, jadi kenapa perlakuannya sedikit berbeda dari yang lainnya? Kenapa orang ini bisa sedangkan kelincinya tidak bisa?
[Itu karena mereka bukanlah petani]
[Thorbiorn Arisson adalah seorang tawanan dalam perang galaksi]
[Dia sudah puluhan tahun memiliki pengalaman bertani dan berternak]
[Jadi, dia bisa membantu Host dalam bertani, sedangkan kelinci-kelinci itu tidak]
[Mereka hanya asistenmu dalam bertani Host]
Tawanan dalam perang galaksi? Apakah laki-laki ini adalah tawanan perang dari galaksi tempat sistem berada. Jika tidak, bagaimana mungkin dia bisa sistem kirimkan ke sini?
__ADS_1
Seno merasa sedikit skeptis sekarang. Tetapi dirinya tidak mau memikirkan itu lebih jauh lagi. Sistem masih bisa mengetahui apa yang sedang dirinya pikirkan. Jadi Seno perlu berhati-hati jika memikirkan sesuatu yang berhubungan dengan sistem dan asal usulnya.
“Ah jadi sekperti itu.” Gumam Seno.
Laki-laki itu baru ingat bawah buruh tani yang diberikan oleh sistem masih berjongkok ke arahnya. Karena terlalu asyik mengobrol dengan sistem membuatnya melupakan dia.
“Kamu tidak perlu berjongkok lagi. Bangunlah!” Pinta Seno.
Mendengar perintah Seno Thorbiorn Arisson langsung bangkit dari posisinya berjongkok. Meski sudah berdiri seperti itu, Thorbiorn Arisson tetap menundukkan kepalanya. Ia seakan takut untuk melihat langsung ke arah Seno.
Melihat hal itu, Seno sedikit mengerutkan keningnya. Apakah dia sangat takut melihatnya? Seno tidak semenyeramkan itu. Tetapi buruh tani ini bersikap seolah dirinya adalah orang yang menyeramkan.
Hal ini membuat Seno teringat akan sejarah budak pada masa penjajahan dulu. Apakah selama ini Thor siapa itu namanya, di perlakukan seperti budak pada masa penjajahan dulu? Atau mungkin lebih parah dari itu?
Seno tidak tahu hal itu. Yang jelas, dia akan memperlakukan buruh taninya ini selayaknya manusia. Dia akan menempatkan dirinya sebagai bos dan pekerja, bukan tuan dan budaknya.
Bagaimanapun juga, negerinya dulu pernah mengalami nasib yang sama, penjajahan. Jadi ia tidak mau melakukan hal yang buruk seperti itu.
“Jika aku bicara pandang aku.” Pinta Seno.
Mendengar hal itu, Thorbiorn mengangkat kepalanya dan memandang ke arah Seno. Tetapi itu hanya sebentar. Setelahnya, Thorbiorn kembali menundukkan kepalanya. Ia tidak mau memandang Seno terlalu lama.
Melihat hal itu, Seno langsung memberikan wejangan kepada buruh tani di depannya. Ia tidak mau ke depannya buruh tani ini akan bersikap seperti ini terus menerus. Seno perlu merubahnya.
“Thorbiorn Arisson, Master.”
“Baiklah mulai sekarang Kamu akan aku panggil Thor.” Itu cukup singat dan mudah diingat oleh Seno.
“Baiklah Master.”
“Mulai sekarang jangan lagi memanggilku Master. Panggil aku Bos saja.”
“Baiklah Bos Master.”
“Hilangkan kata Master dalam panggilanmu itu. Aku tidak mau Kamu memangilku dengan panggilan itu. Kamu harus memanggilku Bos, dan hanya Bos tanpa embel-embel apa pun.”
“Baiklah Bos.” Jawab Thorbiorn yang kini menuruti permintaan Seno.
“Bagus.” Ucap Seno sembari mengangguk pelan.
“Lalu, mulai sekarang Kamu tidak boleh menunduk seperti itu. Jika aku berbicara, pandanglah ke arah mataku. Jika kamu tidak melakukannya, itu berarti Kamu sudah bertindak kurang ajar dan tidak sopan. Apa kamu tahu itu?”
Mendengar ucapan Seno, Thorbiorn langsung mendongakkan kepalanya. Meski begitu, pandangannya tidak langsung mengarah ke arah Seno. Ia tetap memandang ke bawah dengan sesekali meirik ke arah Seno.
__ADS_1
Meski ini tidak seperti yang ia harapkan, tetapi itu sudah cukup baik menurut Seno. Dirinya tidak bisa memaksakan Thorbiorn bisa langsung berubah seperti keingannya.
Semua butuh proses. Menurut Seno, apa yang Thorbiorn lakukan sekarang sudah cukup bagus. Laki-laki itu tidak lagi terus menunduk seperti sebelumnya.
“Baguslah jika Kamu mau berhenti menunduk seperti itu. Pertahankan saja hal itu.”
“Baiklah Bos.” Jawab Thorbiorn.
Setelah selesai membereskan masalah dengan buruh taninya, Seno memusatkan perhatiannya kepada lahan baru yang ia dapatkan dari sistem. Ia perlu membereskan lahan itu dan merubahnya menjadi lahan yang layak di tanami.
Dengan adanya Thorbiorn, juga ketika kelincinya yang sudah memiliki bentuk tubuh manusia, Seno yakin dirinya bisa cepat menyelesaikan misi itu.
Ketika Seno menginjakkan kakinya lahan barunya itu, terdengar sebuah peberitahuan dari Sistem. Tanpa melihat pun Seno sudah tahu pemberitahuan apa itu. Meski begitu, ia tetap mengeceknya.
[Ding]
[Sistem mendeteksi bahwa lahan yang host miliki tidak layak untuk dijadikan kebun]
[Host sebagai calon petani terhebat, olah kebun yang sudah tertaut dengan sistem agar layak ditanami]
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Host bersihkan lahan milikmu agar layak ditanami]
[Waktu : 3:00:00]
[Hadiah : +2 Stamina]
[Hukuman : -500.000 poin tanam]
[Host lakukan semua misi dengan sungguh-sungguh agar bisa segera menjadi petani terhebat di dunia ini]
“Ayo semuanya, bantu aku menyiapkan lahan ini agar bisa ditanami. Setelah ini aku akan memberikan sepuluh wortel sebegai hadiah kepada kalian.” Ucap Seno kepada yang lainnya.
Hadiah dari sistem tidak berkurang sama sekali. Jadi dirinya tetap mendapatkan stamina dari misi ini. Setelah misi ini selesai, ia akan memiliki stamina satu poin lebih tinggi daripada manusia pada umunya.
“Yeah hadiah wortel.” Ucap Jasmine dengan penuh semangat.
Manusia kelinci itu sekarang melompat-lompat dengan riangnya menuju ke lahan baru Seno. Ia mencabuti semua tanaman mati yang ada di sana dan membersihkannya.
Leo dan Libra tidak mau kalah dengan Jasmine. Keduanya juga dengan penuh semangat membantu mempersiapkan lahan.
__ADS_1