Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 84 Ekspedisi Thorbiorn (1)


__ADS_3

Dengan mobil box miliknya, Seno menyusuri jalan menuju ke lokasi di mana portal itu berada. Di sebelah Seno sudah ada Thorbiorn yang memakai jubah untuk menutupi tubuhnya. Laki-laki itu juga menundukkan kepalanya selama perjalanan.


Hal ini karena tubuh Thorbiorn yang sangat berbeda dari yang lainnya. Dengan tubuhnya yang penuh tato, kulitnya yang berwarna hijau kebiruan, dan rambutnya berwarna silver jelas Thorbiorn akan menjadi pusat perhatian orang.


Jadi ia meminta buruh taninya itu memakai jubah untuk menutupi tubuhnya. Selain itu, Seno memilih berangkat pada malam hari untuk menghindari berpapasan dengan yang lainnya.


Seno menghentikan mobilnya lima belas kilometer sebelum titik portal itu berada. Seno tidak mau mengambil resiko berhenti terlalu dekat dan diketahui oleh pihak militer.


“Aku hanya bisa menurunkanmu di sini. Apakah Kamu yakin dari sini bisa sampai di titik di mana portal tersebut berada?” Tanya Seno ingin memastikan.


“Tenang saja Bos, aku sudah menghafal semua rute yang Kamu berikan. Jika tidak ada halangan, aku akan kembali dalam setengah jam paling cepat dan paling lambat satu jam.” Ucap Thorbiorn dengan penuh percaya diri.


“Baiklah berhati-hatilah.” Ucap Seno.


Sebelum berangkat, Seno sudah menanyakan kepada Sistem berapa besar tingkat keberhasilan misinya jika Thorbiorn yang melaksanakan misi ini, dan jawaban dari sistem membuat Seno tersenyum lebar ketika mendengarnya.


Pasalnya, Sistem mengatakan bahwa tingkat keberhasilan misinya meningkat dari dua puluh persen menjadi delapan puluh persen. Ini berarti harapannya untuk tetap bisa memiliki sistem masih tinggi. Tentu saja Seno sangat senang.


*****


Setelah turun dari mobil, Thorbiorn berjalan beberapa puluh meter menjauh dari mobil Seno. Laki-laki itu kemudian berlari cepat menuju ke titik kordinat yang sudah Seno beritahu padanya. Di tangan Thorbiorn juga ada sebuah Ipad yang menampilkan titik itu, jadi ia tidak akan tersesat setelah ini.


Gerakan lari Thorbiorn cukup cepat, dalam beberapa detik Thorbiorn sudah mencapai jarak dua puluh meter. Dia dua kali lebih cepat daripada Usain Bolt, manusia tercepat di Bumi.


Tetapi, medan yang Thorbiorn lewati saat ini adalah hutan yang banyak batu dan akar pohonnya. Jadi dia tidak bisa menampilkan kecepatan tercepatnya di sini. Ia perlu menghindari beberapa pohon dan rintangan lain ketika berlari.

__ADS_1


Jika Thorbiorn berlari di tempat lapang dan datar, sudah pasti dia bisa beberapa kali lebih cepat daripada sekarang.


Gravitasi dari planet yang dulu Thorbiorn tinggali empat kali lebih besar dari pada gravtasi di Planet Jupiter. Gravitasi Jupiter adalah 24,79 m/s sedangkan grafitasi Bumi adalah 9,807 m/s. Itu berarti, gaya gravitasi dari planet asal Thorbiorn hampir tiga belas kali gravitasi Bumi.


Jadi, melakukan gerakan di Bumi sangatlah mudah bagi Thorbiorn. Itu seperti beberapa kilo beban di angkat dari tubuhnya begitu saja ketika bergerak di bumi.


Setelah dua menit berlari, Thorbiorn mulai melihat keberadaan tentara yang berjaga. Dirinya sedikit mengurangi kecepatannya dan menghindari tentara yang sedang berjaga. Pada jarak tiga kilometer dari titik koordinat jumlah tentara yang berjaga semakin banyak lagi.


Thorbiorn mulai pergerak cukup hati-hati. Bosnya mengatakan besar kemungkinan para tentara yang berjaga di sini mengkonsumsi wortel dari kebunnya. Itu berarti mata mereka lebih tajam dalam mengamati keadaan sekitar.


Hal ini jugalah yang membuat Seno memilih mengirim Thorbiorn pada malam hari. Meski mereka memiliki pandangan yang lebih tajam daripada biasanya, tetapi di malam hari yang minim penerangan, akan sulit bagi tentara tersebut menemukan Thorbiorn.


“Eh kalian mendengar itu?” Tanya seorang tentara yang saat ini tengah berjaga.


“Aku juga mendengarnya. Apakah ada makhluk asing yang keluar dari portal dan tidak terdeksi?” Tanya yang lain.


Tidak hanya itu, mereka saling menempelkan punggung masing-masing. Dengan begini, mereka bisa siap dengan kedatangan musuh dari berbagai penjuru.


Tetapi setelah menunggu beberapa saat, mereka tidak lagi mendengar pergerakan lagi. Ini cukup aneh. Selama ini jika mahkluk asing itu keluar dari portal, mereka langsung menyerang manusia tanpa terkecuali.


Mereka tidak bisa menemukan keberadaan makhluk asing yang bergerak sembunyi-sembunyi. Jika di antara makhluk asing yang seperti itu, maka mereka pasti sudah kalah dari dulu, karena bisa saja sewaktu-waktu di sergap oleh makluk itu ketika berjaga.


“Ah mungkin itu hanya hewan liar saja. Kita kan berada di hutan di dekat gunung. Jadi wajar saja jika ada pergerakan di sekitar kita.” Ucap tentara yang lain ketika tidak ada serangan setelah beberapa saat menunggu.


“Sepertinya begitu.” Jawab yang lainnya.

__ADS_1


Suara yang mereka dengar tadi sebenarnya adalah suara langkah kaki Thorbiorn. Laki-laki sedikit lengah karena menganggap dirinya sudah menguasai medan. Hal itu membuatnya salah melangkah dan menginjak ranting yang ada. Untung saja para tentara itu tidak mengecek ke arah datangnya suara.


Setelah membuat kesalahan tersebut, Thorbiorn bergerak cepat dan penuh kehati-hatian menuju ke arah portal berada. Sekarang, Thorbiorn tiba di posisi yang cukup sulit dalam misinya ini. Menghindari puluhan pasang mata yang sedang mengawasi mulut gua di mana portal itu berada.


Meski keadaan di sekitar cukup gelap, tetapi tidak dengan mulut gua. Di sana terang benderang. Banyak lampu sorot yang dipasang di sana. Tidak hanya itu, banyak tentara yang memusatkan perhatiannya ke sana.


Hal inilah yang akan menyulitkan Thorbiorn untuk memasuki portal itu. Ia perlu masuk ke sana tanpa terlihat oleh para tentara ini.


Seno, Bosnya, sudah melarang Thorbiorn untuk menyerang para tentara yang berjaga. Jadi, Thorbiorn harus memikirkan cara untuk menyelinap ke sana tanpa perlu melukai siapa pun.


“Sepertinya aku akan menggunakan kekuatanku secara penuh untuk berlari ke arah sana.” Gumam Thorbiorn.


Laki-laki itu kemudian membuat ancang-ancang untuk menuju ke arah portal tersebut. Sebelum berlari, Thorbiorn juga memikirkan rute yang perlu ia ambil untuk bisa sampai di portal.


Hal ini karena rapatnya tentara yang berjaga sekarang. Cela kosong yang bisa Thorbiorn lewati tidak terlalu besar. Jadi, jika ia akan berlari cepat menuju ke portal tanpa melukai siapa pun, Thorbiorn perlu memikirkan rute terlebih dahulu.


Setelah mendapatkan rute yang aman, Thorbiorn langsung mengambil ancang-ancang dan berlari kencang. Karena cepatnya ia berlari, terdapat sebuah suara desisan sama halnya ketika sebuah peluru ditembakkan.


Hal ini karena kecepatan lari Thorbiorn saat ini sama dengan atau bahakan lebih cepat dari kecepatan sebuah peluru yang tengah ditembakkan. Saat ini kecepatan berlari Thorbiorn adalah delapan puluh lima meter per detik, empat kali lipat dari kecepatannya sebelumnya.


Mendengar suara itu, beberapa tentara yang sedang bersiaga cukup kaget. Mereka mengedarkan pandangan ke sekitar untuk mengetahui asal suara. Beberapa orang menganggap bahwa ada seseorang yang menembakkan senjata api mereka.


Tetapi mereka tidak menemukan apa pun. Tidak ada yang sedang menembakkan senjata. Justru yang mereka lihat adalah sebuah sosok bayangan hitam yang bergerak cepat dari arah hutan menuju ke arah portal.


Sosok bayangan hitam tersebut lalu melewati setiap tentara yang berjaga tanpa menabrak. Mereka yang dilewati oleh sosok itu merasakan terpaan angin di wajah mereka. Hal itu membuat beberapa orang kaget.

__ADS_1


Belum sempat mereka mendapatkan perintah untuk melakukan tindakan, sosok bayangan hitam tersebut sampai di portal. Kemudian seberkas cahaya muncul dari arah portal. Ini adalah tanda bahwa portal tersebut tengah di pakai.


__ADS_2