Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 167 Pertemuan (1)


__ADS_3

Tidak hanya makhluk dunia bawah yang berbulu saja yang sekarang datang kemari. Beberapa anak kecil yang penampilannya cukup berbeda dari anak manusia pada umumnya juga ikut datang kemari.


Para tentara itu tidak bisa menganggap anak-anak itu sebagai anak biasa. Apalagi mereka ini berada di tempat yang penuh keajaiban dan sihir. Sudah pasti anak-anak, yang bisa dengan santainya berdiri bersama makhluk menyeramkan, bukanlah anak biasa.]


Salah satu tentara yang sebelumnya sudah aktif mengikuti berita di sosial media, membuka mulutnya agak lebar serta menunjuk ke arah gadis berambut merah dengan beberapa aksen hitam, yang sekarang ini berpenampilan seperti anak punk.


Gadis itu memakai jaket kulit berwarna merah, celana berwarna merah, kaos dan sepatu boot berwarna hitam. Beberapa rantai juga menghiasi pakaian anak itu. Ia benar-benar terlihat seperti anak punk sekarang.


“Dia si gadis api yang bisa menyemburkan api itu.” ucap salah seorang tentara.


Meskipun suaranya tidak terlalu keras, tetapi suasana di gua itu yang sunyi membuat mereka yang ada di sana bisa mendengar dengan jelas apa yang tentara itu ucapkan. Mereka langsung memandangi gadis berpenampilan eksentrik itu.


“Wow, Jasmine. Aku tidak menyangka di antara mereka ada yang megenaliku. Aku bisa menjadi orang yang cukup terkenal di dunia manusia.” ucap gadis itu kepada seorang gadis berambut putih di sampingnya.


“Sudah aku bilang menjadi terkenal di dunia manusia itu cukup mudah Momoy. Kamu hanya perlu menunjukkan sedikit bakatmu dan mereka akan mengagumimu, mendewakanmu.” jawab Jasmine.


“Tetapi, kita tidak sedang ingin membahas itu bukan? Kita harus mengambil pimpinan manusia ini dan membawanya ke Bos.”


Jasmine kemudian menyapukan pandangannya ke arah tentara yang sekarang terlihat menundukkan kepalanya. Jasmine lalu menjatuhkan padangannya ke arah Roy yang kini juga balas memandangnya.


“Lag, bawa dia sekarang. Bos ingin berbicara dengan manusia itu.” pinta Jasmine kepada Lag.


“Tentu Jasmine, aku akan membawanya kepada Bos.” Jawab Lag.


Lag lalu mendekat ke arah Roy, berniat mengangkat laki-laki itu dan menaruh di pundaknya. Tentu saja Roy tidak semudah itu membiarkan Lag meringkusnya.

__ADS_1


Lag tidak seperti Azkareia yang dengan mudah membelit Roy dengan menggunakan ekornya, sehingga Roy cukup mudah dilumpuhkan. Kali ini Roy memberontak. Ia mencoba memukuli Lag sekuat tenaga.


Tetapi, apa yang dilakukan oleh Roy adalah sebuah kesia-siaan. Lag tidak merasakan sakit apa pun. Yang Lag rasakan saat ini adalah rasa geli. Ya geli. Apa yang Roy lakukan padanya hanya seperti gelitikan.


Dengan cekatan Lag menangkap kedua tangan Roy yang memukulnya. Ia lalu memanggul lag di pundaknya. Cukup mudah bagi Lag melakukan hal itu.


“Lepaskan aku, lepaskan!” teriak Roy sembari meronta di pundak Lag.


Rombongan mereka lalu meninggalkan gua tempat tentara itu di sekap. Sepanjang perjalanan di dalam gua, mereka hanya mendengar teriakan Roy yang meminta untuk dilepaskan.


Jika saja Seno tidak melarang mereka menyakiti para tentara ini, maka anak buah Seno yang sedari tadi terusik dengan teriakan Roy, pasti sudah membuat laki-laki itu membungkam mulutnya untuk selama-lamanya.


Tidak lama kemudian, mereka sudah keluar dari dalam gua. Rombongan itu langsung berlari menyusuri hutan yang cukup lebat. Gerakan berlari mereka cukup cepat, hal itu membuat Roy yang berada dalam posisi setengah terlentang di pundak Lag merasa perutnya seperti sedang diaduk-aduk sekarang.


Tidak lama kemudian, mereka sampai di sebuah tempat di dekat danau. Di sana terlihat beberapa Gylinox tengah memindahkan kayu. Mereka tengah membangun sebuah kabin dua lantai untuk Seno.


Meski pekerjaan yang mereka kerjakan sekarang cukup melelahkan, namun para Gylinox terlihat senang dalam melakukannya. Mereka sekarang sudah lebih kenyang daripada dulu, tidak lagi kekurangan makanan.


Apalagi Seno juga sedikit mengajarkan cocok tanam kepada para Gylinox. Membuat mereka sekarang memiliki kebun pisang mereka sendiri. Meskipun Seno sudah menyumbang pupuk dan benih pisang, umur tanam pisang-pisang itu tetap lama.



Lad menurunkan di depan Seno yang saat ini tengah duduk di sebuah kursi goyang hasil buatan Tiarsus. Seno memandang sekilas Roy sebelum kembali memandangi para Gylinox yang tengah bekerja.


Sekarang ini Seno berada di dimensi miliknya, ia adalah penguasa di sini. Seno tidak perlu lagi menunjukkan rasa hormatnya kepada Roy. Apalagi Roy adalah seseorang yang sudah menyerangnya duluan.

__ADS_1


Seno memang bukan orang yang mencari masalah. Tetapi masalah terus saja mendatanginya. Sudah saatnya Seno sedikit menunjukkan taringnya agar mereka yang berniat buruk padanya tahu bahwa dia bukanlah orang yang dengan mudah mereka tindas.


Sementara itu, Roy yang menginjakkan kakinya di tanah, merasakan tekanan yang cukup besar di tubuhnya. Tubuhnya tertarik ke bawah, ia tidak kuat lagi menopang tubuhnya.


Sebelumnya Seno memang membuat gravitasi di tempat ia menyekap para tentara sama dengan gravitasi yang ada di bumi. Sekarang, Seno memberi pengecualian untuk Roy. Laki-laki itu saat ini merasakan perbedaan gravitasi yang cukup kuat.


“Apa yang Kamu lakukan padaku? Kenapa Kamu membuatku menjadi seperti ini?” tanya Roy dengan mergertakkan giginya.


Sepanjang hidupnya, perlakuan yang saat ini ia terima adalah perlakuan yang sangat menghina. Ia yang biasa berdiri tegap, membusungkan dada, dan mengangkat dagu tinggi-tinggi, kini malah tersungkur di tanah tanpa memiliki tenaga untuk berdiri.


“Heh.” Seno mendengus pelan tanpa melihat ke arah Roy.


“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, oh Jenderal Roy yang terhormat. Anda dan tim kecil Anda ini memiliki niatan masuk ke rumahku malam-malam. Seharusnya aku yang bertanya kepada Anda, apa tujuan Anda melakukan hal itu?”


“Kamu pengkhianat umat manusia. Kamu tidak pantas hidup di dunia ini.” jawab Roy.


Seno sedikit mengerutkan keningnya mendengar penjelasan dari Roy tersebut. Apa yang Roy ucapkan sama sekali tidak menjawab pertanyaannya. Lalu, apa pula hubungan dirinya dengan sebutan Roy sebagai pengkhianat umat manusia.


“Selama ini yang mengirim semua portal dunia bawah di seluruh penjuru negeri itu Kamu bukan? Mengaku saja.” ucap Roy dengan suaranya yang mulai serak.


Dari ucapan Roy tersebut Seno baru tahu darimana datangnya pemikiran Roy ini. Dirinya yang sekarang memiliki dimensi-dimensi ini sudah pasti akan dicurigai sebagai dalang dari munculnya portal-portal tersebut.


Tetapi pada kenyataannya, Seno sama sekali tidak mengetahui siapa dalang sebenarnya yang membuat munculnya portal-portal itu. Seno sendiri menduga bahwa itu ada hubungannya dengan dirinya yang mendapatkan Sistem.


Namun, Seno baru bisa mengetahui semua itu jika dirinya sudah mencapai level sepuluh. Sekarang saja dirinya masih di level delapan. Sedikit lagi menuju ke jawaban yang ia nantikan.

__ADS_1


__ADS_2