Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 200


__ADS_3

“Jadi, Anda menginginkan brokoli itu rupanya. Hem …, bagiku tidak masalah Anda membeli brokoli itu tidak melalui lelang seperti pada umumnya. Hanya saja, setiap orang yang akan mengkonsumsi brokoli dariku, harus membayar uang lima puluh juta.”


“Lalu, mereka yang ingin mengkonsumsi brokoli, haruslah di bawah pengawasanku atau anak buahku. Aku tidak akan membiarkan orang lain mengkonsumsinya tanpa adanya pengawasan dariku,” jelas Seno.


“Lima puluh juta untuk setiap orang ya. Itu tidak masalah untukku. Aku akan memberitahukan hal ini kepada keluargaku yang lain. Aku yakin, manfaat dari brokoli ini tidak main-main. Mengingat, Kamu membuat persyaratan seketat itu.”


“Apa pun manfaat dari brokoli itu, Anda akan mengetahuinya setelah mengkonsumsi sendiri, Tuan Dimas.”


“Ah satu lagi, Tuan Dimas. Bisakah aku meminta bantuanmu?”


“Bantuanku? Bantuan apa yang ingin Kamu minta dariku?” tanya Dimas.


Dimas berharap apa yang Seno minta ini sesuatu yang cukup besar. Dengan begitu, Seno akan sangat berhutang budi padanya. Dimas yakin, hutang budi dari orang seperti Seno ini cukup berharga di kemudian hari.


“Aku membutuhkan beberapa peretas yang berpengalaman. Aku yakin Tuan Dimas yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia bisnis tahu siapa saja peretas handal yang bisa aku rekrut. Bisakah Anda membantuku mencari peretas-peretas itu?” tanya Seno.


“Hanya peretas?”


“Ya.”


“Aku kira Kamu meminta apa. Jika hanya peretas, itu cukup mudah. Sepupuku Andi memiliki cukup banyak murid. Aku akan meminta beberapa murid Andi untuk menemuimu. Apakah Kamu tidak masalah dengan hal itu?”


Seno sedikit mengerutkan keningnya mendengar perkataan Dimas. Jika orang yang diberikan oleh Dimas adalah murid dari sepupunya, bisa dikatakan orang-orang itu ada di pihak Keluarga Prayudi. Akan sulit untuk menentukan loyalitas mereka. Tetapi, Seno sedang sangat membutuhkan tim peretas sekarang.


“Baiklah tidak masalah. Asalkan mereka berpengalaman, tidak masalah untukku,” jawab Seno.


Masalah loyalitas akan Seno pikirkan belakangan. Yang penting, ia akan memberikan ramuan penjaga rahasia kepada mereka. Dengan begitu, mereka tidak akan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Keluarga Prayudi.


Lalu, selama para peretas itu bersamanya, Seno juga akan merekrut orang-orang baru untuk menjadi timnya. Setelah mereka sudah memiliki pengalaman cukup, Seno akan mengembalikan orang-orang dari Keluarga Prayudi.

__ADS_1


“Aku akan memberitahu sepupuku mengenai hal ini.”



Setelah pertemuannya dengan Dimas, Seno dan keluarganya kembali menuju ke portal mereka berada. Kali ini, demi menghindari pengintaian orang yang tidak diinginkan, Seno meminta anak buahnya untuk melakukan sesuatu.


Rupanya, Tiarsus memilih menggunakan barier miliknya untuk menyamarkan keberadaan mereka. Selama mereka berada di dalam barier, orang yang ada di luar tidak akan bisa melihat apa yang mereka lakukan.


“Kenapa Kamu tidak mengatakan hal ini sebelumnya?” protes Seno.


Jika saja Tiarsus mengatakan kemampuannya ini dari dulu, maka akan banyak masalah yang bisa mereka hindari. Misalnya, menyusup ke portal yang akan mereka taklukkan tanpa diketahui oleh pihak militer.


“Maaf, Bos. Selama ini Bos hanya mempertanyakan kemampuan bertani kami. Bos tidak pernah menanyakan kemampuan lain yang kami miliki. Ini juga salahku tidak memberitahukan kemampuan sepenting ini padamu. Aku pantas mendapatkan hukuman, Bos,” ucap Tiarsus sembari menundukkan kepalanya.


Seno mengibaskan sebelah tangannya.


“Sudahlah. Kamu tidak perlu lagi mempermasalahkan hal ini. Sekarang, kita perlu bergegas kembali ke portal dimensi milik kita.”


Sesampainya di dimensi para Gylinox, Seno langsung menuju ke gua penyiksaan. Kali ini Seno ingin melihat kondisi orang-orang yang merupakan peserta lelang. Dari tampangnya, mereka bukan seorang profesional. Jadi, Seno yakin cukup mudah untuk membuat mereka berbicara.


Teriakan dan lolongan kesakitan menyambut kedatangan Seno di gua tersebut. Dari kejauhan, Seno melihat Jasmine yang berlari ke arahnya.


“Bagaimana hasilnya?” tanya Seno.


“Bos, aku mendapat cukup banyak informasi dari mereka yang aku siksa. Mereka adalah beberapa pebisnis tingkat menengah yang berasal dari Eropa dan Amerika. Mereka datang kemari karena suruhan seseorang bernama Roman Black.”


“Lalu, para pebisnis ini akan dijanjikan ganti rugi dua hingga tiga kali lipat atas uang yang mereka keluarkan dalam lelang. Tidak hanya itu, mereka juga dijanjikan mendapatkan hak jual atas produk-produk yang dihasilkan oleh Profesor Giorgio,” jelas Jasmine.


Ketika mengatakan laporannya, Jasmine tidak berani menatap langsung ke arah Seno. Manusia kelinci yang satu ini masih ingat betapa menyeramkannya Seno ketika ia marah. Jadi, Jasmine sekarang lebih berhati-hati ketika bersikap di depan Seno. Apalagi jika mengatakan laporan seperti sekarang.

__ADS_1


“Profesor Giorgio? Siapa lagi dia? Apakah dia adalah dalang di balik semua ini?” tanya Seno.


Ini adalah nama baru yang Seno dengar dari orang-orang yang ia tahan. Kemungkinan besar orang ini adalah dalang dibalik masalah ini. Seno hanya tinggal mengkonfirmasinya saja.


“Dia adalah seorang peneliti yang dipanggil Si Gila Dari Italy. Aku mendengar semua orang mengatakan hal itu. Profesor ini meneliti apa pun yang menarik perhatiannya. Tetapi, seringnya dia meneliti obat-obatan terlarang. Dia membuat narkoba jenis baru yang efeknya lebih kuat daripada yang beredar di masyarakat.”


“Lalu, aku juga mendengar Profesor Giorgio ini, membuat beberapa virus-virus berbahaya yang cukup mematikan. Beberapa virus ciptaannya bahkan belum memiliki obat penangkalnya. Aku dengar, para pebisnis ini ingin membeli beberapa virus dari Profesor Giorgio untuk diberikan kepada musuh bisnis mereka.”


Seno mengangguk pelan mendengar ucapan Jasmine. Sekarang, Seno sembilan puluh persen yakin bahwa orang yang dipanggil sebagai Profesor Giorgio ini adalah dalang dari masalah ini.


“Hem … seperti itu rupanya. Lalu, apakah di antara mereka ada yang tahu di mana Profesor Giorgio ini berada?” tanya Seno.


“Maaf, Bos. Aku tidak mendapatkan jawaban itu dari mereka,” ucap Jasmine sembari menundukkan kepalanya.


Seno sedikit mengerutkan keningnya melihat hal itu. Sepertinya, Jasmine masih terpukul akan bentakannya tempo hari. Mungkin setelah masalah ini berakhir, ia akan berbicara lagi dengan Jasmine. Ia tidak mau Jasmine terus menerus merasa takut berada di dekatnya. Seno ingin dikenal sebagai bos yang ramah dan baik hati. Bukan bos jahat yang sering memarahai bawahannya.


Seno mengibaskan sebelah tangannya.


“Itu tidak masalah. Sekarang, kita akan menanyakan hal ini kepada orang-orang yang kita tangkap pertama kali. Setidaknya sekarang kita sudah mendapatkan titik temu mengenai masalah ini.”


Sekali lagi, yang menyambut kedatangan Seno ketika dirinya sampai di gua yang lain adalah lolongan dan teriakan kesakitan dari beberapa orang yang disiksa. Seno tidak mempedulikan yang lain, ia langsung menuju ke arah orang bernama Roman Black.


Menurut Seno, yang lain hanyalah bawahan yang tidak mengetahui banyak informasi mengenai atasan mereka. Sedangakan laki-laki bernama Roman Black ini, merupakan kaki tangan dari Profesor Giorgio.


“Roman Black. Itu namamu bukan?” tanya Seno ketika sudah sampai di depan Roman.


Roman hanya menatap Seno dengan tatapan tajam. Ia tidak ada niatan untuk membuka mulutnya sama sekali.


Seno yang dipandangi seperti itu oleh Roman, tidak merasa marah atau pun risih. Ia malah berbalik menatap tajam ke arah Roman.

__ADS_1


Keduanya cukup lama hanya saling beradu pandangan seperti itu. Sampai pada akhirnya, Seno memecah keheningan diantara mereka.


__ADS_2