Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 162 Misi Yang Sangat, Sangat, dan Sangat Berat?


__ADS_3

“Sebenarnya aku akan menyarankanmu mempublikasikan penelitianmu ini. Tetapi, setelah mendengar penjelasan Miranda, aku jadi ragu. Aku takut hasil penelitianmu ini malah akan membuat orang-orang gila akan produk kita.”


“Tatanan yang ada di masyarakat juga akan berubah karena hal ini.” jelas Seno.


“Tetapi Ayah, Sistem memintaku membuat sebuah penelitian untuk mengtahui manfaat dari produk milik kita dan mempublikasikannya. Publikasi itu akan menarik pelanggan baru dan meningkatkan jumlah penjualan produk kita.”


“Jadi, jika kita tidak mempublikasikannya, bagaimana aku menyelesaikan misiku ini?” tanya Dina.


Ucapan Dina ada benarnya. Agar Dina bisa menyelesaikan misi dari sistem, hasil penelitian ini perlu dipublikasikan. Sekarang ini ketiganya berada pada pilihan yang sulit.


Hasil penelitian ini sudah menjadi pedang bermata dua. Itu bisa saja berakhit baik bisa saja berakhir buruk.


"Ehm... tidak bisakah kita mempublikasikan setengah dari isi penelitian itu? Maksudku, Mbak Dina bisa sedikit mengubahnya. Mungkin lebih menonjolkan bahwa sayuran kita ini bisa membuat orang awet muda."


"Tetapi yang Mbak Dina bahas hanya buncis, bukan sayuran yang lain secara keseluruhan. Tidak bisakah kita melakukan itu?" Usul Miranda.


Dina menggeleng pelan. "Tidak semudah itu Mir. Agar penelitianku ini bisa diterima, aku harus memberikan penjelasan rinci mengenai temuanku. Jika aku hanya akan berfokus pada buncis, aku harus melakukan penelitian ulang."


"Senyawa yang aku temukan harus aku perinci bentuk, karakteristik, dan manfaatnya dengan jelas. Jika senyawa itu belum memiliki nama, aku perlu memberinya. Belum lagi aku perlu melakukan perbandingan dengan penelitian yang sudah ada."


"Semua itu harus melewati penelitian yang panjang." Jelas Dina yang kemudian menghembuskan nafas panjang.


"Apakah misimu ini ada batas waktunya?" Tanya Seno.


"Tidak, aku memang tidak memiki batas waktu. Tetapi aku ingin menyelesaikan satu penelitian dan mempublikasikannya. Mira sudah beberapa kali berhasil membantumu Ayah, sedangkan aku? Aku tida menghasilkan apa pun."


"Aku juga ingin membantumu mengembangkan semua ini. Aku juga ingin menjadi lebih berguna." Jelas Dina.


Mendengar ucapan Dina itu, Seno buru-buru mendekat ke arah istrinya. Ia lalu meletakkan kedua tangannya di pundak Dina.


"Hey, jangan pernah memiliki pemikiran seperti itu. Siapa bilang Kamu itu nggak berguna? Nggak ada yang bilang begitu. Kamu itu sangat berguna."


"Tetapi aku memang belum membantumu Ayah. Aku belum melakukan apa pun."


Seno menghembuskan nafas panjang. Sepertinya hormon kehamilan istrinya berulah lagi. Emosi istrinya menjadi tidak stabil karena hal itu.


Dina menjadi berpikiran buruk karena hormon kehamilannya ini. Sebagai suami siaga, ini adalah waktunya bagi Seno menunjukkan perannya.

__ADS_1


"Din, Kamu nggak perlu membuat pembuktian apa pun. Cukup aku yang tahu bahwa Kamu sudah berusaha membantuku semampumu Itu sudah cukup."


"Jika memang misi yang Kamu miliki itu tidak memiliki batas waktu, maka jangan memaksakan diri. Penelitianmu ini sangat luar biasa, benar-benar luar biasa. Itu sangat membantuku mengetahui apa kandungan tersembunyi dari sayuranku."


"Tetapi Din, akan sangat berbahaya jika kita mempublikasikan penelitianmu ini. Cukup aku tahu bagaimana perjuanganmu, cukup aku dan Bunda Mira yang tahu apa isi penelitian itu."


"Di antara kita, nggak ada yang mandang Kamu sebagai orang nggak berguna. Kamu luar biasa dengan caramu sendiri." Jelas Seno menguatkan istrinya.


Setelah berucap demikian, Seno kemudian mengecul kening Dina. Ia lalu menarik Dina masuk dalam dekapannya.


Tangisan Dina langsung pecah ketika berada di pelukan Seno. Dina sadar bahwa Seno tidak pernah menuntut apa pun darinya.


Seno selalu mendukung apa pun yang mereka lakukan. Dina sendirilah yang memiliki pemikiran bahwa ia harus membuat sebuah pembuktian bahwa dirinya berguna.


"Sekarang Kamu bisa memulai semua lagi. Pelan-pelan jangan terlalu terburu-buru. Kita masih punya banyak waktu untuk melakukan penelitian lain."


Seno merasakan Dina mengangguk dalam pelukannya. Sepertinya Dina sudah mulai tenang sekarang.


Seno sadar, kemungkinan besar memiliki Sistem memberikan tekanan tersendiri untuk kedua istrinya. Apalagi dengan kehamilan mereka. Sudah saatnya mereka rileks dan sedikit menghilangkan penat yang mereka miliki.


"Sistem, apakah aku ada misi untuk mencari benih tanaman?" Tanya Seno kepada Sistem.


Jika begitu, Seno bisa mengajak keduanya berlibur selama beberapa saat. Mereka juga bisa meninggalkan masalah yang tengah mereka hadapi.


[Ternyata Host masih ingat perlu menjalankan misi]


[Sistem kira memandangi istrimu membuatmu lupa akan kewajibanmu menajalankan misi]


“Sudahlah Sistem, aku sedang tidak dalam mode ingin bercanda. Aku serius denganmu.” jawab Seno sedikit kesal.


[Baiklah Host aku tidak akan menggodamu lagi]


[Aku akan memberikan misi selanjutnya untukmu]


[Apakah Kamu ingin misi yang sangat, sangat, dan sangat berat, ataukah misi berat seperti biasanya?]


Seno yang masih memeluk Dina mengerutkan keningnya mendengar ucapan Sistem tersebut. Selama ini misi pengambilan benih dan penaklukkan dimensi Sistem klasifikasikan sebagai misi berat. Sekarang, Sistem meklasifikasikan misi lain dengan nama misi yang sangat, sangat, dan sangat berat.

__ADS_1


“Berikan aku misi berat saja. Aku rasa aku tidak sanggup jika harus menjalankan misi yang sangat, sangat, dan sangat berat yang Kamu katakan Sistem.”


[Menurut Sistem, dengan semua buruh tani yang Host punya, Host bisa menjalankan misi yang sangat, sangat, dan sangat berat itu]


[Hanya saja, Host perlu melibatkan pula para Gylinox dan Molyap dalam hal ini]


[Jika hanya mengandalkan kekuatan Host dan para buruh tani yang Host punya, itu sangat kurang]


“Jika aku mengikuti saranmu itu, apakah akan ada korban jiwa nantinya?” tanya Seno.


Ada kekhawatiran ketika Seno menanyakan hal ini. Meski hubungannya dengan semua yang ia dapatkan melalui sistem, baik para buruh tani maupun makhluk yang ia taklukkan hanya seperti atasan dan bawahan, Seno tidak mau terjadi sesuatu kepada mereka. Apalagi sampai nyawa melayang.


Jika memang ia perlu mengorbankan orang lain hanya untuk menyelesaikan misi yang sistem berikan, tentunya Seno tidak mau melakukannya. Meski hadiah yang akan ia terima lebih banyak sekali pun. Nyawa mereka begitu berharga.


[Sistem tidak bisa menjamin semua bisa selamat setelah menjalankan misi ini]


[Dari perhitungan Sistem, memang ada kemungkinan seseorang akan gugur ketika menjalankan misi ini]


“Kalau begitu, aku memilih mengambil misi berat saja Sistem. Aku rasa mengikuti saranmu bukan rencana yang baik. Aku tidak mau ada seorang yang aku kenal harus mengorbankan nyawa mereka hanya untuk membantuku mencapai keinginanku.” jelas Seno.


[Apakah Host yakin?]


“Seratus persen yakin.” jawab Seno tegas.


[Ding]


[Misi telah dibuat]


[Host carilah benih mint super sejuk pada dimensi RS71XU5]


[Waktu : 14 hari]


[Hadiah : +1 benih misterius]


[Hukuman : kehilangan sistem]


[Host lakukan semua misi dengan sungguh-sungguh agar bisa segera menjadi petani terhebat di dunia ini]

__ADS_1


[Host, Sistem menyarankan agar Host memakai baju hangat ketika menjalankan misi]


__ADS_2