
Pesta pernikahan Seno, Dina, dan Miranda di gelar dengan cukup meriah. Lebih dari tiga ribu tamu di undangan dalam acara ini. Kebanyakan adalah tamu yang berasal dari keluarga Dina dan Miranda. Seno sendiri hanya mengundang beberapa paman, bibi, sepupu serta beberapa temannya.
Apalagi teman masa sekolah Seno sama dengan Dina, jadi ia tidak perlu mengundang terlalu banyak orang. Beberapa orang tamu undangan nampaknya tengah membicarakan ketiga mempelai, terutama mereka para laki-laki yang umurnya tidak terlalu jauh dari Seno.
“Beruntung sekali mempelai laki-lakinya. Langsung menikahi dua orang sekaligus.” Ucap salah satu tamu undangan.
“Kamu benar. Yang membuatku heran, orang tua dari kedua perempuan itu nampaknya tidak mempermasalahkan putri mereka menikahi orang yang sama di hari yang sama pula. Tidak banyak orang yang bisa mendapatkan kesempatan seperti itu.” Jawab yang lain.
Selain laki-laki, beberapa perempuan juga nampak iri dengan kedua mempelai perempuan. Mereka baru mengetahui bahwa pengantin laki-lakinya adalah seseorang yang memiliki sayuran ajaib yang menjadi pembicaraan akhir-akhir ini.
Mereka menganggap keduanya beruntung bisa mendapatkan pasokan sayur-sayuran tersebut dengan mudahnya. Tidak seperti mereka yang perlu berjuang dengan mengikuti lelang.
“Lengkap sekali kehidupan Dina setelah menikah. Dia bisa setiap hari memakan buncis yang membuatnya semakin hari semakin cantik. Tidak hanya itu, jika dia ingin menurunkan berat badan ia dengan mudah mendapatkan kacang mete itu.” Ucap salah seorang tamu.
“Ya, Kamu benar Rani. Aku mengenal siapa yang menjadi pembawa acara dalam siaran langsung itu. Terakhir kali aku bertemu dengannya, badannya masih sebesar gentong. Sekarang dia memiliki badan yang proporsional.” Imbuh Seruni.
“Benarkah?” Tanya Rani sembari melebarkan matanya.
“Ya. Kalau tidak salah, Ray sudah datang tadi.” Jawab Seruni sembari menyapukan pandangannya ke seluruh sudut aula hotel tersebut, mencari keberadaan Ray. “Nah itu dia.” Ucapnya sembari menujuk ke arah seorang laki-laki yang tengah menikmati makanannya.
“Apa itu benar orang yang bernama Ray yang menjadi pembawa acara siaran langsung itu?” Tanya Rani ragu.
Rani sulit mempercayai ucapan Seruni. Pasalnya, laki-laki yang ditunjuk oleh Seruni terlihat sangat gagah. Badannya tinggi besar, namun tidak sampai obesitas. Dia memakai sebuah kemeja batik. Rambutnya di tata rapi.
Meski pipinya sedikit chubby, namun itu tidak menutupi ketampanan laki-laki itu. Senyumnya pun tidak kalah menawannya. Sangat sulit menghubungkan laki-laki itu dengan pemabawa acara siaran langsung yang memiliki badan bulat seperti gentong. Mereka terlihat sangat jauh berbeda.
__ADS_1
“Dia memang Ray. Aku tadi sudah berbicara dengannya. Jika Kamu tidak percaya, aku akan mengajakmu ke sana.” Ajak Seruni.
Kedua perempuan itu pun mendatangi Raynyang masih menikmati makanannya. Laki-laki itu makan dengan lahapnya seolah tidak takut ia akan mengalami kenaikan berat badan.
“Hai Ray.”
“Oh Hai Runi. Ada apa Kamu mencariku lagi?” Tanya Ray.
“Ah tidak ini aku hanya membawa seseorang yang ingin berkenalan denganmu. Ia ingin tahu apakah Kamu ini benar-benar Ray yang menjadi pembawa acara siaran langsung itu atau bukan.” Jawab Seruni.
Mendengar ucapan Seruni, Ray langsung mengambil ponsel miliknya. Ia langsung membuka sebuah video dan menyerahkan ponsenya kepada Seruni. Ini adalah video pendek yang Ray siapkan yang nantinya akan ditaruh di deskripsi produk.
Video itu menunjukkan segala perubahan yang Ray alami. Video pendek itu adalah kompilasi dari semua video yang sudah Ray ambil. Di awal, Ray akan mengukur badannya dan juga beratnya. Ia juga mengatakan berapa banyak kacang mete yang ia konsumsi.
Ada lima video yang digabungkan dalam video pendek tersebut. Di akhir video, terlihat bahwa Ray memiliki berat badan tujuh puluh lima kilogram lebih. Badannya sudah terlihat lebih proporsional sekarang.
“Wah aku tidak menyangka perubahannya sederastis ini.” Ucap Rani.
“Sudah aku bilang dia ini orang yang sama.” Potong Seruni.
“Lalu, apakah Kamu tahu kapan kacang mete itu akan dipasarkan? Aku ingin membelinya. Aku ingin menurunkan berat badanku setelah ini.” Ucap Rani penuh harap.
Berat badan terkadang menjadi momok tersendiri bagi seorang perempuan. Siapa juga yang tidak mau memiliki tubuh ideal dan bisa makan sepuasnya. Tidak semua orang memiliki sistem metabolism yang cepat sehingga setelah makan banyak sekali pun, mereka tidak akan gemuk.
“Lebih kurang dua minggu lagi kacang mete itu akan dipasarkan. Tetapi Kamu tidak akan menemukannya di The Auction. Pemiliknya akan membuka sendiri website untuk menjual produk-produknya. Jadi kalian tunggu saja nanti.”
__ADS_1
“Itu lama sekali.” Keluh Rani.
“Jika kalian tidak mau menunggu, maka kalian perlu berdoa dengan sungguh-sunggu.” Jawab Ray.
Ucapan Ray tersebut membuat Rani dan Seruni bingung. Apa hubungannya dengan berdoa? Bukankah Ray mengatakan bahwa kacang mete itu baru akan dipasarkan dua minggu
m lagi. Jadi, kenapa dia meminta mereka berdoa.
Meski mereka berdoa sekali pun, tidak akan ada yang berubah. Kacang mete itu tetap akan dijual dua minggu mendatang.
“Apa maksudmu Ray?” Tanya Seruni.
“Seno bilang, nanti akan ada hadiah di resepsinya ini. Bukankah kalian tadi dimintai nomor telepon? Nah setelah acara selesai akan diadakan udian. Tamu yang hadir semua berkesempatan menang. Hadiahnya semua produk yang selama ini Seno jual.”
“Lalu jumlahnya tidak main-main. Ratusan paket sudah ia siapkan. Mulai dari wortel, buncis, kentang, semuanya ada. Bahkan produk yang belum ia pasarkan pun akan menjadi hadiah dalam undian nanti.” Jelas Ray.
“Sungguh?” Ray menjawab pertanyaan Seruni dengan sebuah anggukan. “Wah ini luar biasa. Aku berharap aku bisa mendapatkan buncis yang bisa membuat kulit lebih awet muda itu. Sangat sulit mendapatkan sayuran itu.”
“Apa kalian tahu, pemenang give away kemarin, menjual buncis yang mereka menangkan dua kalilipat dari harga yang Seno tetapkan. Satu porsinya mereka jual dengan harga satu juta. Itu saja tetap ada yang membelinya.”
“Setelah ini, jika kalian ingin mendapatkan buncis itu, kalian tidak perlu lagi berlomba-lomba seperti sebelumnya. Seno akan menetapkan aturan baru. Siapa pun yang sudah memenangkan lelang, hanya bisa megikuti lelang barang yang sama di minggu berikutnya.”
“Tidak hanya itu, setiap orang hanya boleh membeli maksimal dua buah barang yang sama dalam satu lelang. Jadi, tidak akan lagi ada kejadian orang yang sama memenangkan satu sayuran seperti sebelum-sebelumnya.” Jelas Ray.
Penjelasan dari Ray ini membuat Rani dan Seruni senang. Tidak hanya mereka berdua, tetapi beberapa tamu undangan yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan Ray juga merasa senang.
__ADS_1
Kebanyakan dari mereka juga pelanggan dari Seno. Mereka sangat ingin membeli beberapa produk milik Seno, sayangnya mereka tidak pernah kebagian. Mereka kalah dari orang yang menunggu dari awal. Apalagi orang-orang yang sudah berumur yang tidak paham teknologi, tidak ada kesempatan bagi mereka.