Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 192


__ADS_3

"Bagaimana hasil penyelidikan kalian?" tanya Roman kepada anak buahnya.


Saat ini Roman sudah berada di salah satu hotel yang ada di kota H. Ini adalah hotel terdekat dari rumah pemilik akun Petani Hebat itu. Roman tidak hanya membawa anak buahnya dari Italia, tetapi ia juga mempekerjakan beberapa orang lokal untuk membantu dalam menyelesaikan tugas.


"Kami sudah menyelidiki semuanya, Mr. Black. Data dari pemilik akun Petani Hebat, termasuk juga siapa saja yang dekat dengan dia, siapa saja keluarganya dan juga orang-orang yang mungkin saja akan menggangu misi kita," lapor salah satu anak buah Roman.


Roman lalu membaca salinan hasli penyelidikan yang dilakukan oleh anak buahnya. Hasil itu cukup rinci. Di sana Roman bisa mengetahui bahwa pemilik akun Petani Hebat bernama, Seno. Ia berhenti kuliah sejak kedua orang tuanya meninggal.


Tidak hanya itu, dalam salinan itu, Roman bisa mengetahui teman yang dekat dengan Seno sejak ia SD hingga sekarang. Siapa saja yang masih berhubungan baik, siapa saja yang pernah menjadi musuh Seno, semua tetulis dengan rinci.


Tidak hanya Seno, Roman bahkan mendapatkan informasi rinci mengenai orang-orang terdekat Seno. Kedua adik dan kedua istrinya. Semua ada.


"Hem .... Salah satu istri Seno adalah keponakan dari seorang Kolonel. Ini akan sedikit merepotkan jika kita bergerak, dan paman dari Miranda berusaha membantu dengan melibatkan anggota militer."


"Lalu apa yang perlu kita lakukan setelah ini, M. Black?"


"Kita harus bergerak menculik mereka semua. Maksudku, kita akan menculik Seno dan seluruh keluarganya, adik dan istrinya juga termasuk. Aku yakin jika kita melakukan semuanya dengan cepat, kita bisa segera mendapatkan informasi yang ingin kita dapatkan."


"Setelah kita mendapatkan semua itu, kita akan langsung kabur dari sini dan kembali ke Italia. Hans, Kau bertanggung jawab untuk mempimpin satu tim menculik dua adik Seno. Marc, Kau siapkan keperluan kita untuk melarikan diri. Siapkan kapal milik kita."


"Tentu, Mr. Black," jawab Hans dan Marc secara bersamaan.


Bagi mereka tugas yang diberikan oleh Roman cukup mudah. Menculik dua orang perempuan dan menyiapkan kapal, itu tugas yang tidak sulit.


"Lalu Kau, Alex, bawa setengah dari orang-orang kita menuju ke rumah Seno. Kau harus sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. Jangan meremehkan dia. Jika Kau bertemu dengan seorang anak perempuan berpakaian serba merah, maka batalkan misi."


"Bawa semua orang yang ada bersamamu ke dermaga. Aku dan yang lain akan menunggu timmu di sana. Aku yakin Hans akan berhasil menculik dua adik Seno. Jadi, meski kita tidak bisa mendapatkan Seno, kita akan mendapatkan kedua adiknya."

__ADS_1


"Aku tahu, Mr. Black. Aku akan melaksanakan tugas ini dengan sangat baik. Kau tidak perlu khawatir," jawab Alex.


Menurut Alex, Roman sedikit berlebihan dengan mengatakan bahwa ia harus membatalkan misi jika bertemu dengan anak perempuan berbaju merah. Memang Alex sudah melihat video yang beredar itu. Tetapi ia masih percaya bahwa semua itu hanya setingan saja.


Alex juga tidak tahu kenapa mereka harus menculik seorang petani yang berasal dari negara berlembang ini. Menurut Alex, tidak ada yang spesial dari petani ini. Namun, ia tetap harus menjalankan tugas yang sudah Roman berikan.


"Nantinya, kita akan membawa kedua adik Seno ke Italia. Lalu, jika Seno ingin adiknya kembali, ia harus menuruti kemauan kita."


"Sekarang, kalian kerjakan tugas kalian masing-masing. Aku ingin malam ini juga kita sudah mendapatkan hasil dari misi ini."


...


Hans dan empat orang lainnya sudah berada di depan rumah yang di tinggali Anita dan Renata. Mereka sudah melakukan pemetaan daerah sekitar rumah ini ketika melakukan penyelidikan.


Sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk menyusup ke rumah Anita dan Renata, lalu menculik mereka. Sudah tidak ada lagi aktifitas di sekitar sini.


Mereka berempat lalu keluar dari mobil. Sementara satu orang dari mereka tetep tinggal untuk memantau ke adaan. Ketika keluar, di sekitar rumah target mereka cukup banyak terlihat kucing. Setidaknya ada belasan kucing yang berbeda di sini.


Hans dan timnya tidak menghiraukan kucing-kucing tersebut. Tempat tinggal target mereka adalah di perkampungan, cukup wajar jika ada kucing yang berkeliaran. Dalam pikiran Hans, kucing-kucing itu tengah menunggu kedatangan tikus yang biasa muncul dari dalam got.


Tetapi keanehan mulai muncul ketika Hans dan tiga orang lainnya mulai mendekat ke rumah target. Tidak hanya kucing saja yang muncul, ada beberapa burung yang biasa aktif di siang hari, kini bertengger di pagar rumah.


Menurut Hans itu sangat aneh. Apalagi Hans juga melihat seekor burung kecil berdiri di depan seekor kucing, tetapi kucing tersebut sama sekali tidak menyentuhnya. Bukankah kucing terkadang memakan burung kecil?


Ketika Hans berniat melompati pagar, tiba-tiba ia merasakan rasa dingin di kakinya. Ia tidak bisa bergerak seolah kakinya mayi rasa. Ketika melihat ke bawah, betapa kagetnya Hans melihat kakinya ini sudah terbungkus kristal es.


Belum sempat Hans berteriak, ia merasakan rasa dingin di area sekitar mulutnya. Ternyata, mulutnya juga mengalami hal serupa dengan kakinya. Tidak lama kemudian, giliran tangannya yang dibekukan. Tubuh Hans langsung ambruk, karena tidak bisa menahan beban di tangannya yang tiba-tiba berat.

__ADS_1


Mata Hans menatap ke arah sekelilingnya. Anak buahnya yang ikut dalam tugas kali ini, memiliki nasib yang tidak jauh berbeda dengannya. Mereka bertiga memiliki tubuh yang terbalut es. Bahkan, satu orang yang menunggu di mobil pun juga memiliki es di kedua tangan dan mulutnya.


Hans merasa aneh dengan semua ini. Ia tidak melihat keberadaan orang lain di sekitar sini. Selain ia dan anak buahnya, hanya melihat hewan-hewan itu. Tidak mungkin bukan kucing yang terlihat jinak itu tiba-tiba mengeluarkan es yang membuat Hans tidak bisa bergerak.


Tetapi, Hans membelalakan matanya ketika melihat kucing yang ada di dekatnya tiba-tiba berubah wujud. Tidak hanya kucing, burung yang ada di sana juga berubah wujud. Mereka semua berubah menjadi manusia.


“Akhirnya ada juga manusia bodoh yang mencoba mengganggu keluarga Bos. Aku yakin, jika kita menyerahkan orang-orang ini kepada Bos, kita akan mendapatkan hadiah,” ucap salah seorang kucing.


“Kamu benar. Aku dengar Bos memberikan para Gylinox puluhan sapi dan kambing. Kita juga bisa meminta hal yang sama untuk hadiah bukan? Aku sudah lama ingin makan daging-dagingan,” sahut kucing yang lain.


Tubuh Hans bergetar setelah mendengar kucing-kucing ini bisa bicara. Mereka ini monster. Ia tidak menyangka akan berhadapan dengan makhluk seperti ini.


Hans jadi teringat akan peringatan yang diberikan oleh Roman untuk Alex, bahwa mereka tidak boleh meremehkan target mereka. Tetapi, kenapa Roman hanya memperingatkan Alex? Kenapa Hans tidak juga diperingatkan?


“Sekarang kita harus melaporkan ini kepada Laluna dan Lalalna. Aku yakin mereka memiliki cara untuk membawa orang-orang ini ke tempat Bos Seno, tanpa ketahuan orang lain.”


“Aku sudah melapor kepada Laluna,” jawab suara yang lain.


Tidak lama kemudian, pagar rumah yang ditinggali Anita dan Renata terbuka. Di sana sudah ada seorang perempuan berambut warna warni.


“Kerja bagus. Kalian bisa langsung membekuk mereka tanpa menimbulkan keributan. Sekarang, kalian kembali lah ke pos masing-masing. Orang-orang ini akan aku bawa ke tempat Bos Seno,” ucap Laluna.


“Ah ya satu lagi, coba lakukan patroli di sekitar sini. Mungkin ada orang-orang mencurigakan yang mencoba mencari tahu mengenai dua adik Bos Seno. Kalian tidak perlu membekuk mereka, cukup awasi mereka dan cari tahu apa mau mereka.”


“Mungkin saja ada komplotan orang-orang ini yang masih berkeliaran. Aku mau kita menghilangkan segala ancaman yang mungkin bisa saja muncul.”


“Tentu Laluna.”

__ADS_1


__ADS_2