
Seno melihat ke arah layar monitor yang terpasang di rumah pohon miliknya. Di sana ada dua belas layar yang ditata sedemikian rupa sehingga berjajar membentuk monitor besar. Di setiap layar monitor tersebut, muncul informasi berbeda mengenai dimensi yang ada di Pulau Jawa.
Seno ingin mencari dimensi terlemah dari dua belas dimensi yang ada di sini. Meski kekuatannya bertambah, tetapi Seno tidak mau sombong dengan menantang dimensi dengan kekuatan yang lebih besar.
“Sistem, adakah di antara dua belas dimensi ini yang memiliki kekuatan setara dengan dimensi yang aku hadapi selama ini? Jika perlu, carikan aku dimensi yang lebih lemah lagi dari dimensi dimensi sebelumnya,” pinta Seno.
[Jika Host mau mendapatkan informasi itu, maka Host perlu membayar 1.000.000 poin tanam]
“Membayar satu juta poin tanam hanya untuk informasi ini?”
[Ya, Host]
[Tidak yang gratis di dunia ini]
[Apalagi sesuatu yang Host minta ini demi memperlancar Host dalam menjalankan misi]
[Jika Host membeli informasi itu dengan 1.000.000 poin tanam, maka Host akan mendapatkan informasi yang akurat]
“Tidak mau. Aku tidak mau membayar sebanyak itu,” tolak Seno.
Sebenarnya, satu juta poin untuk informasi sepenting ini tidak memberatkan Seno. Dalam sekali panen, Seno sekarang juta menghasilkan puluhan juta poin tanam. Jadi, mengeluarkan sepuluh juta poin tanam untuk informasi sepuluh dimensi adalah pertukaran yang cukup setara. Hanya saja, Seno mencoba mendapatkan informasi gratis dari Sistem. Ia berharap apa yang ia lakukan ini bisa membuat Sistem memberinya informasi gratis.
[Host, ini demi keselamatanmu sendiri]
[Jika Host membeli informasi ini, maka Host bisa meningkatkan tingkat keberhasilan melaksanakan misi]
[Tidak hanya itu, Host juga bisa selamat dan tidak salah dalam memilih dimensi yang akan Host targetkan]
“Sudah aku katakan aku tidak mau. Kamu harus memberiku informasi cuma-cuma untukku pada hari ini Sistem. Bagaimanapun juga, Kamu sudah memberiku masalah hari ini. Jadi, aku berharap Kamu memberikan informasi gratisan selama hari ini, sebagai permintaan maafmu.”
“Jika Kamu tidak melakukannya, maka aku akan kecewa padamu, Sistem,” ucap Seno yang sekarang menampakkan wajah sedihnya.
[Ah ….]
[Baiklah, Host.]
[Sebagai permintaan maaf Sistem karena telah mengerjai Host hari ini, maka Sistem akan memberikan informasi gratis kepada Host]
“Benarkah? Benarkah Kamu akan memberiku informasi gratis hari ini?” tanya Seno seolah ingin memastikan kembali keputusan Sistem.
__ADS_1
[Benar, Host]
[Sistem akan memberikan Host informasi gratis hari ini]
“Bagus. Kamu sudah mengatakannya sendiri, Sistem. Jadi, jangan menarik kembali kata-katamu itu nanti. Sekarang, berikan aku dua puluh informasi mengenai dimensi di Pulau Jawa yang memiliki kekuatan setara atau bahkan lebih rendah daripada dimensi sebelumnya,” pinta Seno.
[Eh … dua puluh informasi?]
[Mana bisa aku memberikan dua puluh informasi gratis padamu Host]
[Host jangan memanfaatkan kebaikan seperti itu]
[Dalam peribahasa di negara Host, jangan meminta jantung setelah diberikan hati]
[Mana bisa Host meminta informasi gratis sebanyak itu]
[Sistem hanya akan memberikan satu informasi saja kepada Host]
Mendengar penolakan dari Sistem, Seno tidak langsung marah. Ia hanya menggelengkan kepala sembari memperlihatkan ekspresi kecewanya.
“Aku tidak menyangka Kamu akan menarik kata-katamu secepat itu, Sistem. Padahal, Kamu sendiri yang mengatakan akan memberiku informasi gratis. Namun, sekarang Kamu malah tidak mau memberiku informasi tersebut,” ucap Seno diakhiri dengan hembusan napas panjang.
[Aku tidak melakukannya]
[Aku hanya akan memberikan satu informasi padamu]
[Dua puluh informasi terlalu banyak bagiku Host]
“Tetapi, Kamu sendiri sudah menyetujui memberiku informasi gratis hari ini. Ingat hari ini. Bukan satu buah informasi gratis. Jadi, selama hari ini belum berakhir, maka kamu harus memberikan berapa pun informasi yang aku inginkan bukan?”
Host … K-Kamu … K-kamu menjebakku?]
Sistem berbicara dengan sedikit terbata-bata setelah memahami letak kesalahannya. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan menjadi Sistem yang dikalahkan oleh Host-nya dalam permainan kata-kata. Jika Sistem lain mengetahui hal ini, sudah pasti akan banyak yang mengejaknya.
Dirinya adalah Sistem yang cukup muda. Seno adalah Host pertamanya. Jelas pengalaman yang dimiliki Sistem tidaklah cukup banyak. Suatu hari nanti, jika ia mendapatkan Host baru, maka ia tidak akan lagi dikalahkan dalam permainan kata-kata. Ia akan menambah banyak kosakata di bank datanya agar tidak lagi seperti ini.
“Tidak, aku sama sekali tidak menjebakmu. Aku hanya mengutarakan permintaanku. Lalu Kamu menyetujui permintaanku begitu saja. Jadi, aku sama sekali tidak menjebakmu. Kamu saja yang kurang jeli dalam memahami kata-kataku,” ucap Seno sembari menunjukkan seringai kemenangan.
Inilah tujuan Seno, mendapatkan banyak informasi gratis dengan melakukan permainan kata-kata. Ia tidak menyangka Sistem kurang jeli dalam memahami perkataannya. Seno tidak menjebak Sistem, ini semua murni kesalahan Sistem.
__ADS_1
Sekarang, dirinya bisa mendapatkan dua puluh informasi mengenai dimensi yang memiliki kekuatan setara atau lebih lemah dari dimensi sebelumnya, secara cuma-cuma. Dengan begini, Seno bisa mendapatkan delapan puluh anak buah setelah menaklukkan kedua puluh dimensi tersebut.
Dengan membawa delapan puluh anak buah itu, Seno jelas akan merasa lebih aman dalam menjalankan misi. Bukannya Seno penakut atau apa, tetapi memiliki kekuatan melebihi kekuatan musuh tidak ada salahnya.
Sistem mengatakan ia perlu memiliki empat puluh lima lebih anak buah agar bisa menang. Maka dari itu ia perbanyak lagi jumlahnya. Persentase kemenangannya sekarang pasti meningkat pesat.
“Jadi bagaimana, Sistem? Apakah Kamu akan memberikan informasi itu atau tidak?” tanya Seno.
[Sistem benar-benar kalah dalam hal ini Host]
[Mulai sekarang, Sistem akan lebih berhati-hati dalam memahami semua perkataan yang Host ucapkan]
Setelah Sistem berucap demikian, Seno merasakan informasi baru masuk ke dalam otaknya. Itu adalah informasi mengenai dua puluh dimensi yang ada di pulau Jawa. Informasi yang diberikan oleh Sistem, jauh lebih lengkap daripada informasi yang diberikan oleh pihak militer.
Di dalam informasi tersebut, tidak hanya memberikan koordinat dari portal dimensi tujuannya. Informasi itu juga memuat perbandingan antara kekuatan dimensi itu dengan dimensi yang selama ini Seno hadapi.
Dengan begini, Seno bisa memilih dimensi terlemah dari dimensi yang Sistem berikan. Seno nantinya bisa membagi anak buahnya menjadi dua tim untuk menaklukkan dua dimensi sekaligus.
Hal ini membuat waktu yang Seno butuhkan untuk menaklukkan semua dimensi, tidak mundur dari perkiraan awalnya, yaitu sepuluh hari. Seno juga akan mendapatkan dua kali lipat anak buah dari perkiraan sebelumnya.
“Baiklah, Tiar, Puput, Papat, Ruisyo dan Dodo, kalian berada dalam satu tim. Lalu Thor, Azka, Clover, Laluna dan Lalana, kalian berada di tim satunya. Yaya dan Yoyo akan tinggal untuk menjaga rumah. Dua tim ini akan menaklukkan dimensi di tempat yang berbeda.”
“Baik, Bos.”
“Tiar akan menjadi ketua tim pertama, dan Thor akan menjadi ketua tim kedua. Kalian semua harus mengikuti arahan dari ketua tim masing-masing,” ucap Seno.
Menurut Seno, Tiarsus dan Thorbiorn sangat cocok menjadi ketua tim. Keduanya sudah menjadi kaki tangan Seno dalam menaklukkan dimensi. Apalagi Thorbiorn, dia sudah sejak dari awal membantunya. Jadi, pengalaman mereka akan lebih banyak daripada yang lainnya.
“Baik, Bos. Kami mengerti,” ucap anak buah Seno secara serentak.
“Bagus. Aku akan memindahkan portalnya terlebih dahulu. Tiar, Kamu akan memakai portal nomor tiga, dan Thor akan memakai portal nomor lima. Siapa pun yang sudah menaklukkan dimensi itu, entah itu membunuh pemilik inti dimensi, atau membuat mereka tunduk, kalian harus kembali dan melapor padaku. Aku akan menunggu kalian di dekat portal.”
“Lalu, ingatlah untuk tidak membunuh semua makhluk yang ada di sana. Jika mereka berniat melawan hingga kematian, maka sisakan saja anak-anak dari makhluk penghuni dimensi. Sisanya bisa kalian habisi.”
“Baiklah, Bos.”
Seno masih ingats bahwa makhluk penghuni dimensi itu dulunya adalah penduduk planet lain di galaksi yang sudah dihancurkan oleh Ras Mugoley. Bisa jadi mereka adalah satu-satu yang tersisa. Jadi, Seno tidak bisa membunuh mereka semua begitu saja. Ia perlu menyisahkan beberapa untuk melerestarikan makhluk tersebut.
Untung saja pada kasus serigala yang tidak mau menyerah itu, Seno masih menyisahkan anak-anak mereka. Dengan ini, Seno tidak melakukan kejahatan memusnahkan makhluk tertentu.
__ADS_1