Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 104 Misi Yang Cepat Selesai


__ADS_3

Setelah mendengar Tiarsus sanggup melindunginya, langsung saja Seno meminta sistem mengeluarkan lebah-lebah itu dari penyimpanan sistem.


Kedatangan lebah-lebah itu ke peternakan milik Seno sama seperti kedatangan para sapi. Di dekat kotak lebah itu terdapat cahaya putih yang semakin lama semakin besar. Tidak lama kemudian, Seno bisa melihat ribuan lebah muncul dari cahaya tersebut.


Seno membelalakan matanya karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Jika dibuat perbandingan, ukuran lebah-lebah itu sama dengan ibu jari kaki orang dewasa. Pantas saja kotak lebah yang diberikan oleh sistem memiliki volume dua meter kubik. Lebahnya saja sebesar itu.


Rasa horor langsung menerpa Seno ketika ia melihat kawanan lebah itu kini mulai menuju ke arahnya. Apalagi dengan pemberitahuan yang Sistem berikan padanya. Itu membuat Seno ingin cepat-cepat pergi dari sini.


[Ding]


[Misi telah dibuat]


[Host tenangkan kawanan lebah yang tengah marah]


[Waktu : 7 hari]


[Hadiah : +2 kekuatan]


[Hukuman : Kehilangan 3 kawanan lebah]


[Host lakukan semua misi dengan sungguh-sungguh agar bisa segera menjadi petani terhebat di dunia ini]


Seno ingin sekali pergi dari tempatnya sekarang. Namun para lebah itu memiliki kemampuan terbang yang cukup cepat. Dalam beberapa detik mereka sudah sampai di dekat Seno. Dengan refleks, Seno berjongkok sembari memegangi kepalanya.


Ia pernah mendengar bahwa dengan melakukan hal itu, lebah tidak akan menyengat kita. Seno sendiri tidak tahu kebenaran dari ungkapan itu. Yang jelas ia tidak memiliki harapan untuk menghindari kawanan lebah tersebut.


Tetapi sengatan yang Seno tunggu-tunggu tidak juga muncul. Rasa sesuatu menyentuh kulitnya pun tidak ada. Hal itu membuat Seno memberanikan diri untuk melihat keadaan di sekitarnya. Ia ingin tahu apa yang menyebabkan lebah-lebah itu tidak jadi menyerangnya.

__ADS_1


Hal pertama yang Seno lihat ketika ia membuka matanya adalah cahaya berwana biru muda yang berbentuk setengah lingkaran. Cahaya tersebut seperti sebuah kubah yang melindungi Seno dan juga Tiarsus dari serangan kawanan lebah.


Melihat hal itu, Seno langsung mengarahkan pandangannya kepada Tiarsus. Ia menebak kubah cahaya itu berasal dari Tiarsus. Tebakannya ternyata benar. Tabir cahaya berbentuk kubah itu, berasal dari tangan Tiarsus. Seno bisa melihat tangan kanan buruh taninya itu mengeluarkan cahaya yang sama seperti tabir yang mengeliling mereka.


“Wow.” Teriak Seno takjub. “Aku tidak menyangka Kamu bisa membuat tabir pelindung seperti ini.”


Mata laki-laki itu berbinar, ia masih tidak bisa menutupi rasa takjub dalam dirinya. Seharusnya Seno tidak sekaget ini. Baik Thorbiorn atau pun Tiarsus merupakan orang yang berasal dari planet lain di dunia yang jauh.


Keduanya memiliki nasib yang sama, menjadi tawanan perang karena ras mereka kalah dalam pertarungan. Sejak mendapatkan Thorbiorn, seharusnya Seno sudah menduga bahwa mereka memiliki kemampuan lain.


Sistem saja mampu memberinya sayuran dengan efek ajaib. Jadi sangat mungkin bagi Thorbiorn atau Tiarsus mengetahui kemampuan lain yang diluar akal manusia Planet Bumi. Seperti tabir pelindung yang mengelilinginya sekarang.


“Ini bukanlah apa-apa Bos. Bukankah aku sudah bilang bahwa aku akan melindungimu Bos. Jadi, Bos tidak perlu takut dalam menghadapi lebah-lebah yang kehilangan kendali ini. Mereka cukup mudah dijinakkan.” Jawab Tiarsus dengan santainya.


Laki-laki itu lalu menganggkat tangan kirinya. Dari sana, sebuah cahaya berwarna hijau muncul. Cahaya itu melewati tabir pelindung yang sebelumnya Tiarsus buat. Lalu, cahaya itu menyelimuti kawanan lebah yang masih berdengung di sekeliling mereka.


[Ding]


[Selamat Host telah menjalankan misi menenangkan kawanan lebah yang marah]


[Selamat Host mendapatkan +2 kekuatan]


“Hah.” Seno menghembuskan nafas panjang. “Ini adalah misi pertama yang aku selesaikan dengan cepat. Tidak sampai lima menit aku sudah menyelesaikannya.”


Seno lalu bangkit dari posisi jongkoknya dan menepuk tangan Tiarsus pelan. Sebenarnya Seno ingin menepuk pundak laki-laki itu. Hanya saja pundak Tiarsus terlalu tinggi untuknya.


“Kerja bagus Tiar. Terima kasih sudah membantuku menjinakkan mereka.” Puji Seno.

__ADS_1


“Sama-sama Bos. Ini sudah menjadi tugasku untuk membantumu.” Jawab Tiarsus dengan serius.


“Sihir apa saja yang Kamu bisa Tiar. Apakah kamu hanya memiliki sihir yang bisa membuat sebuah tabir pelindung seperti tadi dan juga menjinakkan lebah? Apakah Kamu mempunyai sihir lain yang bisa menyerang orang lain hingga mereka terluka?” Tanya Seno dengan penuh antusias.


Jika Tiarsus memiliki kemampuan sihir seperti ini, maka kemungkinannya untuk menaklukkan dimensi di mana anggur miliknya berasal, bisa mudah dilakukan. Ia juga berharap Thorbiorn memiliki kemampuan tidak jauh berbeda dengan Tiarsus.


“Tentu saja ada Bos. Memangnya kenapa?” Tanya Tiarsus.


Seno pun kembali menjelaskan tujuannya setelah ini. Ia mengatakan pada Tiarsus bahwa dirinya akan menaklukkan dimensi lain dan menjadikan dimensi itu sebagai kebun miliknya.


“Untuk mengetahui ciri-ciri makhluk itu lebih jelas, Kamu bisa menanyakan semuanya kepada Thor. Sekarang katakan padaku, apa karakteristik atau bahan dari busur yang Kamu inginkan sehingga bisa Kau gunakan dengan tenaga penuh.”


Jika sebelumnya Seno pasti tidak akan berpikir hingga ke sini. Tetapi sekarang berbeda. Ia sudah melihat Tiarsus yang bisa melakukan sihir. Pasti untuk bisa menyalurkan kekuatan sebesar itu, memerlukan bahan yang khusus pula.


“Apakah di duniamu ini ada logam mithril Bos? Jika ada, pakailah logam itu untuk membuat busurku. Mithril sangat bagus untuk mengalirkan sihirku ketika bertarung.”


“Mithril ya?” Gumam Seno pelan.


Ia tidak yakin logam seperti itu ada di dunia ini. Logam itu awalnya hanya dikenalkan dalam buku fantasi. Ada kemungkinan logam seperti itu tidak bisa ditemukan di Bumi. Tetapi, ada kemungkinan lain bahwa logam itu ada.


“Aku akan mencoba mencarinya. Sekarang Kamu urusi semua lebah ini. Jangan lupa juga untuk menemui Thor dan membicarakan semuanya. Aku akan menyiapkan senjata kalian. Jika semua siap, kita akan melakukan penyerangan itu.” Jawab Seno.


Setelah memberikan beberapa instruksi lain kepada Tiarsus, Seno kemudian keluar dari kebunnya yang ada di dimensi lain. Ia lalu bergegas kembali ke dalam rumahnya. Seno ingin mencari keberadaan kartu nama dari pelanggannya yang memiliki hubungan dengan perusahaan senjata yang cukup terkenal di negeri ini.


Setelah lima belas menit mencari, akhirnya Seno menemukan kartu nama itu. Dimas Prayudi. Itu adalah nama yang tertera di sana. Langsung saja Seno menghubungi Dimas Prayudi. Ia berharap panggilan teleponnya ini bisa tersambung dengan Dimas Prayudi.


Sampai deringan di ponselnya berakhir, panggilan Seno tidak juga terhubung dengan Dimas Prayudi. Tetapi Seno tidak menyerah. Ia mencoba menghubunginya lagi. Ada kemungkinan Dimas Prayudi tidak memegang ponselnya sendiri. Ada juga kemungkinan Dimas tidak menyimpan nomor Seno sehingga ia mengabaikan panggilan milik Seno.

__ADS_1


Pada percobaan panggilan ketiganya, akhirnya sambungan telepon Seno terhubung dengan nomor milik Dimas Prayudi. Seno bernafas lega setelah mengetahui hal ini.


__ADS_2