Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 75 Ditangkap Polisi


__ADS_3

Di depan rumah Seno sekarang ada Kevin, perwakilan Wira Supermarket. Tidak ada hanya Kevin, tetapi Effendi juga hadir mewakili pihak militer. Kedua orang itu tengah mengambil pesanan masing-masing.


Dari sekian lama dirinya menjual sayuran kepada keduanya, ini adalah pertama kalinya mereka datang di saat bersamaan. Keduanya saling mengamati satu sama lainnya, terutama Effendi, ia mengawasi semua sayuran yang sekarang diangkut menuju truk milik Wira Supermarket.


“Itu adalah sayuran biasa, bukan sayur khusus seperti yang selama ini aku lelang.” Ucap Seno setelah melihat Effendi yang tidak berhenti mengamati kotak-kotak sayur milik Wira Supermarket.


“Oh begitu.” Jawab Effendi singkat. Laki-laki itu lalu memandang lekat ke arah Seno.


“Aku dengar Kamu memiliki produk baru. Buncis yang membuat kulit lebih cerah, pepaya yang bisa membuat orang tidak sembelit, keju yang membuat orang memiliki tubuh lentur, dan juga susu yang bisa mengobati patah tulang.”


“Ternyata hasil pertanian dengan efek ajaib milikmu semakin beragam sekarang.” Ucap Effendi dengan memandang Seno penuh arti.


“Sebenarnya masih ada brokoli yang bisa membuat seseorang menjadi kebal senjata tajam dan juga bisa kebal peluru.” Gumam Seno dalam hati.


Selama ini Seno hanya mengkonsumsi brokoli itu untuk dirinya sendiri dan kedua adiknya. Ia hanya ingin memperkuat orang-orang didekatnya terlebih dahulu. Tidak hanya itu, Seno juga memberikan Brokoli itu kepada, hasilnya mereka juga memiliki tubuh kebal.


Dengan orang-orang di sekitarnya yang menjadi kebal, maka keamanan mereka akan semakin terjamin. Jika nantinya tidak akan ada sesuatu yang mengancam nyawa keluarganya, Seno akan mempertimbangkan kembali keputusannya untuk menjual brokoli itu ke pihak militer atau tidak.


Jika pun iya, Seno pasti akan membatasinya, sangat menatasinya. Dengan begitu, pihak militer akan berpikir bahwa sayuran seperti itu sangatlah langka.


Lalu, dari ucapan Effendi tadi Seno tahu kemana laki-laki itu ingin membawa pembicaraan ini. Pasti dia juga ingin pihak militer memiliki suplai sayuran-sayuran tersebut. Mereka pasti ingin membeli dalam jumlah banyak dan harga murah seperti ketika mereka membeli wortel dan kentang.


Pasti pihak militer tidak mau berkompetisi mendapatkan sayuran-sayuran itu dengan mengikuti lelang. Harga jika membeli di Seno akan jauh lebih murah daripada jika membeli dari lelang.


Sayangnya Seno tidak memiliki rencana menjual produk miliknya ke pihak militer dengan cara yang sama seperti menjual kentang dan wortel. Jika mereka memang menginginkan produk baru, maka mereka harus mengikuti lelang seperti yang lain.


Lagi pula, dari sekian produk barunya yangtidak dijual ke pihak militer, tidak ada satu pun yang memberikan manfaat besar untuk militer, yang mungkin hanya susu dan brokoli.

__ADS_1


Seno masih ingin memperkaya dirinya. Jadi ia tidak bisa menjual sayuran yang lainnya kepada pihak militer begitu saja. Wortel dan kentang itu sudah cukup.


Jika dianalisa, sebenarnya Seno rugi besar karena menjual wortel-wortel itu ke pihak militer. Tapi karena dia ingin sedikit berkontribusi kepada negeri ini, maka Seno menjualnya ke pihak militer.


“Jika pihak militer mau membeli semua itu, kalian bisa mengikuti lelang yang aku buat. Aku setiap harinya melelang buncis dan keju. Jadi cukup mudah bukan bagi pihak militer membelinya. Untuk pepaya, aku rasa itu tidak terlalu banyak berguna untuk kalian.”


“Lalu, aku sudah mengatakan kepada Pakde Johan bahwa susu yangaku produksi terbatas bukan? Jadi aku tidak bisa menjualnya kepada pihak militer. Jika pun bisa, itu hanya satu atau dua liter saja, tidak lebih.” Jelas Seno.


“Itu sangat mahal. Jika kami membelinya melalui lelangmu, itu akan sangat mahal. Meskipun negara mendanai kami, tetapi dana untuk keperluan ini terbatas. Jadi, kami berharap Kamu bisa menjualnya dengan harga murah kepada kami.”


Seno hanya tersenyum simpul mendengar jawaban Effendi. Ini seperti dugaannya bukan? Mereka hanya ingin mendapatkan sayur dengan harga murah.


“Aku juga butuh mendapatkan uang. Aku hanya mendapatkan sedikit uang saja dari penjulan ini. Uang yang lain adalah milik petani yang menanamnya.” Ucap Seno membuat alasan.


“Aku masih memiliki dua adik yang masih bersekolah. Aku sendiri pun harus cuti kuliah agar mereka bisa melanjutkan pendidikan. Jadi, aku tidak mungkin terus menerus memberikan sayuran dengan harga murah seperti itu.” Imbuh Seno.


“Apa benar ini rumah Bapak Seno Eko Mulyadi?” Tanya salah seorang polisi tersebut.


“Ya saya sendiri. Ada apa ya?” Tanya Seno penasaran.


Setelah Seno ingat-ingat, dirinya sama sekali tidak memiliki urusan dengan pihak kepolisian, ia juga tidak membuat kesalahan apa pun selama beberapa hari terakhir. Jadi, apa yang membuat polisi mendatanginya seperti sekarang ini?


“Apakah Anda adalah pemilik akun Petani Hebat dalam laman The Auction?” Tanya polisi tersebut sekali lagi.


Setelah polisi mengatakan hal itu, sedikit banyak Seno mengetahui apa yang terjadi. Kemungkinan besar ini ada hubungannya dengan pepaya yang ia lelang. Pasti ada yang sudah mengkonsumsinya atau memberikannya kepada orang lain yang tidak memiliki sembelit.


Seno sendiri tidak tahu bagaiamana efeknya, kemungkinan besar efeknya cukup parah sehingga ada yang melaporkannya kepada polisi. Ada sedikit rasa syukur dalam diri Seno. Itu karena dirinya tidak perlu menderita karena mencoba pepaya itu.

__ADS_1


“Benar memangnya kenapa ya Pak?”


“Anda kami tahan. Ada yang melaporkan bahwa Anda sudah menjual sesuatu yang berbahaya dan membuat orang lain celaka. Maka dari itu, Anda perlu kami tahan.” Jawab polisi tersebut.


Ketika polisi tersebut akan mendekat ke arah Seno untuk membawanya ke kantor polisi, Effendi merentangkan sebelah tangannya untuk menghentikan apa yang polisi lakukan.


“Tunggu dulu, perlihatkan surat penahannya padaku.” Ucap Effendi.


“Oh tentu.” Ucap polisi tersebut sembari menyerahkan sebuah berkas kepada Effendi


Setelah membaca dengan seksama, Effendi baru percaya dengan ucapan dari polisi itu. Ini memang surat penahanan yang resmi. Polisi berhak membawa Seno sekarang. Ia tidak bisa lagi menghalang-halanginya.


Effendi perlu melaporkan hal ini kepada atasannya. Dengan begitu, mereka bisa mengambil sebuah tindakan agar Seno tidak ditahan terlalu lama. Jika bisa, Seno hanya menjadi tahanan kota yanghanya perlu wajib lapor.


Mereka masih butuh Seno untuk mensuplai sayuran-sayuran ajaib itu, terutama wortel. Jika Seno ditahan lama, maka akan sulit mencari pensuplai lain selain Seno.


Sampai sekarang pun penyelidikan mengenai siapa petani asli yang menanam sayuran itu belum ditemukan. Jadi mereka masih membutuhkan Seno.


“Bagaimana? Apa masih ada lagi yang perlu kalian tanyakan?” Tanya polisi tersebut.


Effendi menggeleng pelan. Ia lalu menyerahkan surat penahanan itu kepada Seno. Tanpa melihat pun Seno sudah tahu ini adalah surat penahan asli.


Ketika polisi hendak memborgolnya, Seno menolak. Ia berjalan sendiri menuju ke kantor polisi. Bagaimanapun juga, Seno bukan seorang kriminal. Ia tidak mau harus diborgol layaknya seorang penjahat.


Seno tidak takut dirinya akan kesulitan menghadapi masalah ini. Ada Kevin dan Effendi yang melihat dirinya dibawa polisi. Pasti mereka akan mencari tahu mengenai masalah yang ia hadapi. Seno berharap salah satu di antara mereka membantunya, terutama Effendi.


Jadi, Seno tidak mengabarkan kepada siapa pun bahwa dirinya dibawa oleh polisi. Ia juga tidak memiliki niatan mencari pengacara dalam untuk membantunya dalam hal ini.

__ADS_1


__ADS_2