Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 149 Lalana Semeira, Laluna Semeira, dan Ruisyo Momoro


__ADS_3

“Momoy, Kamu sudah memberikanku masalah yang cukup serius sekarang. Aku hanya memintamu memadamkanapi itu kenapa Kamu malah membuat masalah seperti ini.” Ucap Seno setelah mereka sampai di rumah.


Di depannya kini sudah ada Momoy yang duduk tanpa ada rasa bersalah sama sekali. Ia masih sibuk memakan daging panggang yang dibuat oleh Miranda.


“Bukankah Kamu yang menyuruhku memadamkannya Bos? Aku sudah memadamkannya seperti yang Kamu minta. Jadi, kenapa Kamu masih menyalahkanku?” tanya Momoy bingung.


“Tetapi kenapa Kamu malah masuk ke dalam api dan menyedot api itu dengan mulutmu? Tidak bisakah Kamu memadamkan api tersebut tanpa menyentuhnya?”


Momoy mengerucutkan bibirnya, ekspresi yang ia pelajari dari para kelinci. Momoy nampak kesal dengan ucapan Seno barusan.


“Kamu tidak mengatakan apa pun padaku Bos. Jadi kenapa Kamu malah menyalahkanku mengenai hal itu?” Tanya Momoy.


“Sudahlah jangan memepeributkan apa yang sudah terjadi. Sekarang yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana cara menyelesaikan masalah yang timbul akibat kejadian ini. Kita tidak bisa berdiam diri dan menunggu semua masalah itu datang bukan?”


Perkataan Dina barusan membuat Seno menarik nafas panjang. Seperti kata istrinya, tidak akan ada untungnya dirinya memarahi Momoy. Semua itu tidak akan mengubah masalah yang ada.


Jadi lebih baik Seno mulai memikirkan penyelesaian masalah yang ada. Sekarang ini rekaman yang menampakkan aksi Momoy sudah ditonton oleh jutaan orang. Ini hanya satu rekaman.


Belum lagi siaran langsung yang diunggah ulang. Itu sudah belasan juta kali ditonton. Yang lebih parah lagi, komentar-komentar pada rekaman ini mengaitkan Seno sebagai pemilik akun Petani Hebat.


Memang ini bisa menjadi promosi yang bagus untuk Seno. Tetapi, Seno tidak menyukai promosi dengan cara seperti ini. Wajahnya terlihat jelas pada rekaman tersebut. Ini juga keteledorannya yang tadi tidak melihat sekitarnya.


Jika sudah seperti maka wajahnya akan jauh lebih dikenal daripada sebelum-sebelumnya. Jika hanya dirinya Seno tidak terlalu masalah, tetapi sekarang wajah kedua istrinya pun ikut dikenal.


“Mulai sekarang, jika Bunda Dina dan Bunda Mira ingin keluar, kalian harus mengajak Tiar atau Azka sebagai bodyguard kalian. Aku tidak mau nanti terjadi apa-apa dengan kalian dan bayi kita nantinya.” Jawab Seno.


Meski Seno tidak menyukai ide bahwa kedua istrinya pergi dengan laki-laki lain, sekarang dirinya tidak memiliki pilihan lain. Seno berharap dari ketiga benih misterius yang ia tanam, ia akan mendapatkan buruh tani perempuan.


Dengan begitu ia akan lebih tenang melepaskan istrinya bersama pengawal yang ia percaya.

__ADS_1



Empat hari berlalu begitu saja. Selama empat hari ini, Seno lebih memilih fokus untuk mengurusi kebun miliknya. Tiga hari yang lalu kebun miliknya yang berada di dimensi yang ditinggali oleh para Gylinox selesai di


siapkan.


Lahan yang ada di sana langsung saja Seno tanami. Dengan lahan yang begitu luas, tentu saja membutuhkan waktu cukup lama untuk menanaminya.


Jika tidak hanya dirinya sendiri tanpa bantuan buruh taninya, sudah pasti akan sulit bagi Seno untuk memenuhi lahan pertaniannya itu dengan tanaman.


Hari ini Seno akan melakukan panen, lebih tepatnya memanen benih misterius yang sebelumnya ia dapatkan. Dua istrinya juga sudah ada bersama dengan Seno. Mereka juga penasaran dengan jenis kelamin dari buruh tani miliknya.


Sejak menanamnya hingga sekarang, Seno tidak melihat bentuk action figure pada tanaman yang tumbuh dari benih misterius miliknya. Jadi sekarang ini adalah pertama kalinya dirinya melihat rupa dari benih misterius tersebut.


“Tidak aka nada lagi cemburu-cemburuan ya. Apa pun jenis kelamin dari buruh tani itu, tidak ada lagi ada yang boleh cemburu berlebihan.” Ucap Seno kepada kedua istrinya.


Ini adalah janji yang mereka buat. Sejak munculnya Azakreia, dan hormon kedua istrinya yang labil karena kehamilan mereka, Seno perlu mengatakan hal ini.


“Tentu. Kita tidak akan cemburu apa pun jenis kelamin dari ketiga buruh tani itu. Asalkan tidak menyentuh mereka secara berlebihan, kita masih bisa memandang mereka bukan?”


“Tentu Bunda Dina. Itu seperti yang sudah kita janjikan.” Jawab Seno.


Ketiganya kemudian menuju ke arah kebun milik Seno. Lebih tepatnya mereka menuju ke lokasi di mana Seno menanam benih misterius miliknya.


Ketiga melihat action figure yang nampak pada buah dari benih misterius itu, Seno tersenyum lebar. Sementara itu kedua istrinya cemberut. Ini karena ketiga action figure tersebut menunjukkan bahwa mereka adalah perempuan.


Mereka memastikan ini karena adanya gundukan di dada ketiga action figure tersebut. Sebelumnya meski action figure Azkareia terlihat cantik, tetapi tetapi bagian dadanya sangat rata, hal itu Dina dan Miranda lewatkan karena mereka hanya fokus pada wajah Azkareia.


Sekarang mereka mengecek dengan sungguh-sungguh action figure tersebut. Mereka tidak mau salah sangka lagi seperti sebelumnya.

__ADS_1


“Ayah nggak boleh dekat-dekat dengan mereka setelah ini. Kami melarangnya.” Ucap Dina tegas.


“Tentu saja. Aku tidak akan berada dekat dengan mereka. Aku akan mengirim dua dari mereka untuk menjadi pengawal kedua adikku. Lalu yang satunya akan menjadi pengawal pribadi Bunda Mira selama dia kuliah.”


“Apakah kalian setuju dengan hal ini?” Tanya Seno kepada kedua istrinya.


Tentu saja Seno tidak melupakan kedua adiknya. Saat ini kelemahan Seno bukanlah istrinya. Mereka tinggal bersamanya dan selalu ditemani oleh Azkareia atau Tiarsus selama beberapa hari terakhir ini. Mereka bersama dengan orang yang bisa menjaga keaman mereka.


Tetapi tidak dengan kedua adiknya. Mereka yang tinggal di luar kota jelas membuat Seno cukup sulit untuk melindungi mereka. Meski mereka sudah memiliki tubuh kebal, masih ada kekhawatiran Seno terhadap kedua adiknya.


Jika dirinya tidak mengirimkan dua orang buruh taninya untuk menjadi pelindung kedua adiknya, maka Seno akan merasa was-was dan khawatir tiap harinya.


“Kami setuju.” Ucap Dina dan Miranda secara bersamaan.


Dengan dua orang wanita ini dikirim ke luar kota, sudah jelas itu akan memperingan tugas Dina dan Miranda untuk mengawasi suami mereka. Mereka hanya perlu mengawasi satu orang saja, bukan tiga orang sekaligus.


Jika seperti ini jelas mereka mendukungnya. Apalagi ini menyangkut keamanan kedua adik Seno, jelas Dina dan Miranda perlu menyetujuinya.


“Bagus. Kalau begitu aku akan memanen mereka sekarang juga.”


Satu persatu action figure tersebut Seno petik dari pohon mereka. Ia lalu melemparkannya ke tanah setelah memetiknya.


Tidak lama kemudian, tiga cahaya putih pun muncul di kebun milik Seno. Setelah ketiga cahaya itu menghilang, di kebun Seno sudah ada tiga orang perempuan yang sangat cantik. Dua di antara mereka memiliki wajah yang mirip, seperti saudara kembar.


Ketiganya tidak terlihat memiliki ciri yang aneh. Mereka terlihat seperti manusia biasa. Hanya saja warna mata dan rambut mereka tidak umum. Si kembar memiliki rambut berwarna warni, perpaduan antara warna merah, hijau dan biru. Bola mata mereka pun berwarna biru terang.


Sementara yang satunya, ia memiliki rambut lurus sepunggung berwarna oranye. Warna bola mata kiri dan kanan miliknya pun berbeda. Yang kanan memiliki warna biru, sementara yang kiri memiliki warna cokelat.


“Lalana Semeira memberi hormat kepada Master.” “Laluna Semeira memberi hormat kepada Master.” Ucap si kembar secara bersamaan.

__ADS_1


“Ruisyo Momoro memberi hormat kepada Master.”


__ADS_2