Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 77 Orang-Orang yang Menjamin Seno


__ADS_3

“Cantumkan juga nama kami dalam penjamin Seno.” Ucap Cindy.


“Eh kalian?” Tanya Miranda sembari sedikit mengerutkan keningnya.


Miranda memandangi perempuan-perempuan di depannya ini. Mereka usianya tidak terlalu jauh dari Seno. Hal itu membuat Miranda tiba-tiba menjadi was-was.


Mereka terlihat lebih dewasa, jika mereka tiba-tiba mendekati Seno, itu berarti saingannya akan semakin bertambah. Dengan mereka yang lebih dewasa, ada kemungkinan Seno akan tertarik kepada mereka. Inilah yang membuat Miranda was-was.


“Oh Miranda Cucunya Bu Ika ya?” Tanya salah satu orang di ruangan itu.


Miranda mengangguk pelan. Miranda agak heran kenapa perempuan itu memanggil Neneknya dengan paggilan ibu. Biasanya orang seumuran perempuan ini memanggil Neneknya dengan panggilan Tante minimal, atau Nenek.


“Iya. Lalu Anda?” Tanya Miranda sekali lagi.


“Masak Kamu udah lupa dengan aku? Aku Nenek Alana, tetangga Kamu.”


Ketika berucap demikian, Alana menampilkan senyum lebar. Miranda tidak mengenalinya secara langsung. Ini berarti dirinya sudah terlihat sangat berbeda. Semua itu berkat buncis yang ia beli dari lelang milik Seno.


Ini berarti puluhan juta yang ia keluarkan untuk membeli buncis tidaklah sia-sia. Bahkan menurut Alana, buncis-buncis Seno jauh lebih manjur daripada skin care yang ia beli dengan harga yang sama.


“Nenek Alana?” Tanya Miranda tidak percaya. Ia bahkan sampai menganga lebar karena cukup terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar.


Di depannya ini bukan lagi Alana yang memiliki wajah keriput seperti yang terakhir kali ia lihat. Ia seperti perempuan muda usia tiga puluh tahunan. Ini sangat luar biasa menurut Miranda.

__ADS_1


“Kamu tidak perlu bersikap seperti itu Mira. Mereka ini mengkonsumsi buncis milik Seno. Jadi mereka memiliki wajah semudah ini.” Ucap Dina menjawab kebingungan Miranda.


Miranda langsung bernafas lega mendengar hal itu. Ini berarti perempuan-perempuan ini, ah tidak nenek-nenek ini bukanlah saingan cintanya. Ia tidak perlu mengkhawatirkan hal itu sekarang.


“Wah Miranda, Kamu sepertinya sepulang dari sini akan kena omel oleh nenekmu. Apakah Kamu tidak tahu jika nenekmu itu dari kemarin ingin mendapatkan buncis itu, tetapi selalu kalah cepat dalam lelang, sedangkan Kamu, yang kenal Seno, sama sekali nggak memanfaatkan hal itu untuk membeli langsung dari Seno untuk nenekmu.” Ucap Cindy sembari menggelengkan kepalanya pelan.


Beruntung dirinya menjadi model promosi untuk Seno. Sekarang dia masih memiliki persediaan buncis cuup banyak sekarang. Jika tidak, pasti akan sulit baginya mendapatkan buncis itu jika harus berlomba dalam lelang seperti yang lainnya.


Mendengar ucapan Cindy, keringat dingin langsung mengalir di punggung Miranda. Dirinya tidak tahu bahwa neneknya ingin mendapatkan buncis milik Seno. Ia memang mendengar gerutuan neneknya itu, tetapi Miranda tidak menyangka bahwa itu mengenai Ika yang gagal mendapatkan buncis dalam lelang.


Tidak hanya Miranda saja yang merasakan keringat dingin mengalir dipunggungnya, Seno pun juga begitu. Ini karena ia memberikan buncis dalam jumlah sedikit kepada Miranda. Kesibukannya membuatnya tidak memiliki waktu luang banyak.


Hal itu membuat Seno lupa untuk memberikan buncis lagi kepada Dina dan Miranda. Jika Dina, mungkin dia akan meminta beberapa buncis kepada Tantenya, namun bagaimana dengan Miranda?


….


Pada akhirnya, setelah satu setengah jam dikantor polisi, Seno bisa menghirup udara bebas. Meski begitu, dirinya masih perlu wajib lapor setiap harinya. Banyak yang menjadi penjaminnya sehingga Seno dimudahkan untuk segera keluar dari kantor polisi.


Yang menjadi penjaminnya bukanlah orang biasa. Daniel, dari pihak Wira supermarket datang sendiri untuk menjamin Seno. Di pihak militer ada Johan yang menjaminnya.


Tanpa mereka pun, masih ada Tante-tante yang menjamin Seno. Kebanyakan dari mereka memanglah ibu rumah tangga. Tetapi suami mereka adalah orang berkuasa.


Keluarga Miranda misalnya, mereka memasuki jajaran sepuluh keluarga terkaya di negara ini. Lalu, suami dari Cindy dia juga masuk dua puluh besar orang terkaya. Suami dari Alana tetangga Miranda, dia adalah seorang petinggi dikepolisian.

__ADS_1


Dengan daftar orang tersebut yang menjadi penjamin Seno, tentu saja polisi mempermudahkan proses Seno keluar dari tahanan, dan berganti statusnya menjadi tahanan kota.


Biasanya hal seperti ini membutuhkan waktu beberapa hari, paling cepat pun sehari. Tetapi Seno hanya butuh setengah jam menunggu terselesaikannya administrasinya.


Tentu bantuan orang-orang ini tidak Seno terima begitu saja. Tanpa diminta pun Seno memberikan sesuatu sebagai bentuk terima kasihnya kepada dirinya.


Kepada para ibu-ibu yang ada di sana, ia memberikan lima puluh porsi buncis, lima belas buah wortel, dan seratus bungkus keju lumer. Untuk Johan, Seno mengatakan akan memberikan seratus buah wortel secara gratis. Sedangkan untuk Danial, Seno memberikan hal yang sama seperti yang diterima oleh para ibu-ibu.


Meski sekarang Seno terbebas dari tahanan, tetapi dirinya tidak serta merta bisa senang. Hal ini karena akun miliknya di The Auction di bekukan untuk alasan penyidikan. Ini berarti dirinya tidak bisa melelang sayuran di sana. Bagi Seno itu adalah kerugian yang amat besar.


Setiap harinya, dari melelang buncis, Seno mendapatkan uang dua ratus sepuluh juta lebih. Itu belum termasuk produk lain yang akan ia lelang. Setidaknya, setiap satu hari Seno tidak melelang produk pertaniannya, ia mengalami kerugian hampir tiga ratus juta.


Siapa pun dia yang sudah melaporkan Seno ke polisi, Seno akan membalasnya. Jika memang nanti memungkinkan, dirinya akan meminta ganti rugi sejumlah kerugian yang ia derita kepada siapa pun itu yang melakukan hal ini padanya.


Tetapi, masih ada satu hal kecil yang membuatnya senang. Meski dirinya sudah memberikan buncis gratis kepada ibu-ibu yang menjaminnya, mereka masih ingin membeli buncis dari Seno dalam jumlah yang cukup banyak.


Seno memberikan harga satu juta untuk tiga porsi buncis kepada ibu-ibu ini. Ini lebih murah lima ratus ribu daripada di lelang. Bagi Seno itu tidak terlalu masalah. Toh semua itu adalah keuntungan murninya.


Berkat ibu-ibu ini lah misi Seno untuk mendapatkan satu milyar pendapatan dari berjualan buncis bisa terselesaikan hari ini juga. Dengan begini, meski akun lelangnya di The Auction di bekukan, masih ada mereka yang akan membeli produk miliknya.


Untuk Dina dan Miranda, Seno membisikkan kepada mereka bahwa dirinya akan memberikan masing-masing kepada kepada mereka dua ratus porsi buncis untuk nantinya mereka konsumsi dan mereka bagikan kepada keluarga inti mereka.


Seno yakin sogokannya ini akan memberinya nilai bagus di keluarga keduanya. Jika nanti dirinya benar-benar akan berpoligami, ia harap kedua keluarga itu bisa merestui hubungan mereka. Dengan buncis ini, Seno pasti bisa memenangkan hati anggota keluarga perempuan di keluarga Dina dan Miranda.

__ADS_1


Untuk sekarang memang dirinya belum memiliki sesuatu yang bisa memenangkan hati anggota keluarga laki-lakidi keluarga mereka. Namun, Seno percaya dengan memenangkan hati para perempuan, akan mudah untuk dirinya mendekati keluarga yang lainnya.


__ADS_2