
Seno tertegun ketika melihat koordinat dari portal dimensi terakhir yang Sistem berikan kepadanya. Pasalnya, pada titik koordinat itu, tidak ada daratan, melainkan lautan. Apakah dimensi ini berada di laut? Jika demikian, di mana letak dimensi itu? Di dasar laut, atau di atas air laut?
“Sistem, apakah koordinat yang Kamu berikan ini benar? Kenapa koordinat dari dimensi inis justru mengarah ke salah satu titik di Laut China Selatan?” tanya Seno ingin memastikan.
[Itu memang koordinatnya Host]
[Dimensi itu memang terletak di laut]
“Begitu rupanya. Untung saja semua anak buahku sudah mengkonsumsi rumput danau air tawar. Dengan begini, mereka akan bisa bernapas di dalam air jika nanti dibutuhkan,” gumam Seno.
“Lalu Sistem, apakah aku harus benar-benar pergi juga kali ini? Tidak bisakah aku melakukannya seperti sebelum-sebelumnya? Aku menunggu di luar lalu anak buahku akan berangkat sendiri menaklukkannya? Nantinya ketika mereka mendapatkan intis dimensi, aku baru masuk untuk mengambil alihnya. Tidak bisakah aku melakukan itu?” tanya Seno.
[Tidak bisa, Hosts]
[Host harus ikut dalam penaklukkan dimensi kali ini]
[Host tidak bisa menyuruh anak buah Host menaklukkan sementara Host hanya menunggu]
“Seperti itu rupanya.”
Seno lalu membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Dina dan Miranda yang menunggu di pinggir. Mereka akan melepas kepergian Seno. Setelah mendengar penjelasan Seno bahwa kali ini dia akan pergi kembali dengan waktu yang tidak bisa ditentukan, tentu saja Dina dan Miranda memiliki rasa khawatir.
Kepergian Seno yang sekarang berbeda dengan kepergian yang sebelumnya. Jika sebelumnya Seno hanya tidur. Meski itu sebulan lamanya, tetapi Dina dan Miranda masih bisa melihat tubuh Seno. Sedangkan sekarang, mereka tidak akan bisa melihat Seno dalam jangka waktu lama.
“Aku akan pergi. Kalian berdua jaga diri kalian dan juga anak-anak. Aku juga menitipkan kebun milikku untuk kalian kelola,” ucap Seno.
“Ayah tenang saja, selama Ayah pergi, aku dan Mbak Dina akan mengembangkan bisnis keluarga kita dengan baik. Aku akan mulai menguasai pasar sayuran di Indonesia dulu. Setelah itu, Asia Tenggara, Asia dan lalu dunia. Aku sudah memiliki rencana matang untuk menjalankan hal ini,” jelas Miranda.
“Mira benar, Ayah. Kami semua akan baik-baik saja di sini. Kami akan saling menjaga satu sama lain. Jadi, Ayah harus benar-benar menjaga diri selama menjalankan misi. Kami berdua menantimu. Ayah harus kembali dengan selamat.”
__ADS_1
“Aku tahu. Keselamatan adalah hal utama yang harus aku perhatikan. Jadi, kalian tidak perlu mengkhawatirkan hal ini,” jelas Seno.
Seno lalu memeluk kedua istrinya cukup lama. Ia lalu menciumi wajah mereka secara bergantian. Kening, mata, hidung, bibir, pipi, semua Seno ciumi tanpa tersisa. Setelah itu, Seno memandang wajah istrinya lekat-lekat.
“Aku pamit,” ucap Seno.
Setelah berucap demikian, Seno langsung menyeberangi salah satu portal yang ada di depannya, portal nomor delapan. Beberapa anak buah Seno sudah lebih dahulu menyeberangi portal dimensi. Yang lain pun menyusul menyeberangi portal dimensi.
Setelah menyeberang, tubuh Seno pun tercebur ke dalam air. Sebelum tubuhnya benar-benar menyentuh air, Seno sudah mengontrol air di sekitarnya. Hal itu membuat air menjauh sekitar tiga puluh sentimeter dari tubuh Seno. Dengan begini, pakaian yang ia kenakan tidak akan basah.
Anak buah Seno yang lain pun juga berkumpul di sekitarnya. Mereka menunggu perintah dari Seno untuk tindakan selanjutnya.
“Sekarang kita cari portal dimensi itu. Aku yakin portal itu ada di sekitar sini,” ucap Seno.
“Bos, aku sudah mencoba menyelam ke bawah. Sepertinya portal dimensi itu ada di dasar laut,” lapor Thorbiorn yang sebelumnya sudah lebih dulu menyeberang. Rupanya Thorbiorn sudah mencari keberadaan portal dimensi, meski Senos belum memberinya perintah.
“Kalau begitu, kita langsung ke sana melihat keberadaan portal tersebut,” perintah Seno.
Kedatangan Seno dan rombongannya di laut ini rupanya membuat beberapa ikan yang ada di sana pergi menjauh. Seno bisa melihat beberapa ikan berukuran besar di sekitar sini. Entah apa saja jenis ikan itu, Seno tidak tahu.
Kecepatan Seno ketika menyelam tebilang cukup cepat. Ini karena Seno menyelam sembari mengendalikan air di sekitarnya untuk membantunya menuju dasar laut dengan cepat. Lalu, kekuatan milik Seno setelah memiliki dua puluh buah dimensi baru, juga bertambah lebih banyak.
Dulu Seno tidak bisa melawan Momoy. Namun sekarang, Seno bisa mengalahkan Momoy dengan mudah. Kekuatannya juga hampir setara dengan kekuatan anak buahnya yang lain. Seno yakin setelah ia selesai menaklukkan dimensi terakhir, maka ia akan mengungguli yang lain dalam hal kekuatan.
Semakin ke bawah, Seno bisa merasakan tekanan yang cukup besar dari air di sekitarnya. Untung saja kekuatannya besar dan ia bisa mengendalikan air. Jadi, tekanan air laut di sekitarnya tidak akan melukai tubuhnya.
Seno pernah mendengar bahwa tubuh manusia hanya bisa bertahan di kedalaman beberapa puluh meter. Di kedalaman tertentu, tekanan air bisa membuat tubuh manusia seolah meladak dan tidak berbentuk.
Jika Seno memperkirakan, sekarang ini mereka sudah berada di kedalaman tiga ratus meter lebih. Cahaya sudah tidak lagi terlihat di sini. Semua terlihat gelap. Bahkan dengan pengelihatan miliknya yang sudah lebih tajam, jarak pandang Seno hanya dua meter saja.
__ADS_1
Untung saja ada tiga anak buah Seno yang memiliki kemampuan sama, yaitu bisa menghasilkan cahaya dari dalam tubuh. Dengan adanya mereka, Seno dan yang lain bisa menyelam menuju ke dasar laut dengan lebih mudah. Mereka juga tidak akan tersesat karena berenang berlainan arah dengan yang lain.
“Ini, Bos,” ucap Thorbiorn sedikit kurang jelas karena mereka berada di dalam air. Meski begitu, Seno bisa menangkap maksud dari perkataan Thorbiorn.
Seno pun mengangguk pelan. Ia lalu melihat ke arah dasar laut yang dimaksud oleh Thorbiorn. Di salah satu terumbu karang yang ada di dasar laut, Seno bisa melihat keberadaan portal. Jika saja tadi Thorbiorn tidak berinisiatif untuk mencari portal ini, maka Seno akan menghabiskan waktunya untuk mencarinya.
Senos lalu memberi aba-aba kepada yang lain untuk bersiap menyeberangi portal dimensi di depan mereka. Melihat hal itu, yang lainnya langsung masuk ke dalam mode bertarung masing-masing. Ada yang langsung berubah kembali ke wujud asli mereka, ada yang meningkatkan konsentrasi.
Tiarsus dan dua orang lainnya menjadi orang pertama yang menyeberangi dimensi tersebut. Ada alasan kenapa mereka menyeberang lebih dahulu. Hal ini karena mereka memiliki kemampuan membuat barier pelindung.
Jadi, jika mereka masuk dan mendapatkan serangan, mereka masih bisa melindungi diri dan menurunkan kemungkinan yang lain ikut terluka.
Awalnya Seno mengira dimensi yang akan ia kunjungi ini adalah dimensi yang memiliki hubungan dengan air. Mungkin seperti dimensi bawah air. Ini karena letak dimensi ini yang berada di bawah laut. Namun, apa yang Seno lihat benar-benar berbeda dari perkiraannya.
Bukan air yang menyambut Seno, melainkan hutan tropis dengan pepohonan yang cukup besar dan tinggi. Jika dibandingkan dengan pepohonan yang ada di dimensi para Gylinox, pohon di sini jauh lebih besar lagi.
Udara di sini juga terasa lebih lembab. Cahaya tidak dapat menembus dedaunan rindang yang ada di hutan ini. Jadi, berada di hutan ini tidak terlihat begitu terang.
“Apa yang kalian temukan?” tanya Seno.
Mungkin ada anak buahnya yang sudah menemukan sesuatu. Dengan indra penciumannya, Seno tidak menemukan bau yang aneh. Hanya bau laut dari anak buahnya, dan bau segarnya hutan. Ia tidak mendeteksi keberadaan makhluk lain di sini.
“Aku tidak menemukan apa pun, Bos. Tidak ada jejak lain selain jejak milik kita di sini. Jadi, kita tidak bisa memperkirakan makhluk seperti apa yang tinggal di sini,” lapor Thorbiorn.
“Seperti itu rupanya. Jika tidak ada jejak apa pun, maka akan sulit bagi kita untuk menemukan keberadaan makhluk penghuni dimensi ini. Jika seperti ini, minta tim pengintai untuk berangkat mengintai area sekitar kita. Mungkin jika mereka melihat daerah sekitar ini, akan ada petunjuk yang bisa mereka temukan,” perintah Seno.
Tim pengintai milik Seno adalah mereka yang memiliki indra penciuman, pengelihatan, dan pendengaran tajam. Selain itu, mereka juga perlu memiliki kemampuan berlari atau pun terbang yang cepat. Dengan demikian, jika mereka terlihat oleh musuh, mereka bisa berlari menghindar dengan cepat.
“Sementara tim pengintai melihat keadaan sekitar, yang lain harus bersiap. Kapan pun bisa terjadi pertarungan. Aku tidak mau kita lengah dan memberi kesempatan bagi musuh untuk melukai kita,” ucap Seno.
__ADS_1
“Tentu, Bos."