
“Rahasia apaan? Orang Nenek aja beli buncisnya lewat aku. Kalian jangan terlalu percaya ucapan Nenekku. Sudah banyak orang yang berubah menjadi awet muda gara-gara makan buncis. Nggak hanya kelompok arisan Nenekku saja,” jelas Catur.
“Buncis? Jadi Nenek jadi awet muda karena buncis?” tanya Ayu.
“Ya. Aku memakan buncis. Meski itu bukan rahasia umum kalau makan buncis milik Petani Hebat bisa membuat seseorang lebih awet muda. Tetapi, aku dan kelompok arisanku kan tahu di mana rumah si petaniitu. Jadi, aku bisa kapan aja datang ke rumahnya dengan rombongan arisanku untuk mendapatkan sayuran ajaib itu,” jelas Lasmi.
“Ohsi Petani Hebat yang rame diomongin itu. Ternyata dia jual produk yang bisa bikin awet muda rupanya. Kalau gitu, aku akan beli banyak buat nenekku di rumah. Dengan begitu, aku pasti diijinin buat pergi-pergi nantinya.”
“Nenek Lasmi, boleh nggak kasih tahu gimana belinya? Aku juga mau beliin buat Nenekku,” pinta Mila.
“Itu sangat mudah. Aku akan memesankan itu untukmu. Tetapi, Kamu harus membeli lipstik milik mereka jika ingin membeli buncisnya. Aku dengar mereka menjual paket sepuluh buncis dan satu lipstik,” jelas Lasmi.
Lasmi mendengar ini dari teman arisannya, jika ingin membeli buncis lebih, ia harus membeli lipstik buatan Petani Hebat. Tetapi setelah melihat hasil dari lipstik itu, Lasmi tidak menyesal membelinya.
“Lipstik? Sependek pengetahuanku Petani Hebat hanya menjual sayuran dan produk olahan pertanian saja. Lalu, kenapa sekarang dia menjual lipstik juga?” tanya Ayu heran.
Meski ia belum pernah membeli produk milik Petani Hebat, tetapi dari informasi yang ia dengar, Petani Hebat tidak memproduksi kosmetik. Tentu saja Ayu merasa aneh dengan semua ini.
“Lipstik ini memiliki efek yang cukup bagus. Apakah kalian tidak penasaran kenapa aku bisa menarik perhatian banyak orang seperti sekarang?” tanya Lasmi.
Kelima orang yang satu meja dengan Lasmi tentu saja penasaran dengan hal ini. Mereka ingin tahu apa yang menyebabkan ini terjadi. Sekarang, meski Lasmi sudah berada bersama dengan mereka, masih banyak yang memandang ke arah Lasmi.
Mereka yang di lantai dansa pun juga begitu. Biasanya banyak yang akan mengarahkan badan mereka ke arah DJ. Namun, kali ini mereka justru menghadap ke arah Lasmi duduk. Perhatian orang-orang di sekitar belum juga usai.
__ADS_1
Kelima orang itu lalu menghubungkan ucapan Lasmi barusan dengan kejadian sekarang. Apakah semua ini karena lipstik itu? Seolah tahu apa yang ada di benak kelima orangini, Lasmi menganggukkan kepalanya.
“Ya, ini memang ada hubungannya dengan lipstik yang aku pakai. Katanya lipstik ini bisa menambah karisma seseorang. Kalian lihat sendiri bukan bagaimana efeknya padaku?”
“Wow ….” Hanya itu yang bisa Mila ucapkan menanggapi ucapan Lasmi. Ia tidak menyangka tebakannya benar. Hanya sebuah lipstik bisa membuat semua orang tidak bisa berpaling.
“Kalau Kamu nggak percaya dengan efeknya, Kamu bisa mencobanya sendiri. Kebetulan aku membawa lipstik milikku.”
Lasmi langsung mengeluarkan lipstik miliknya. Ia lalu menyerahkannya kepada Mila yang ada di sampingnya.
Tanpa berpikir dua kali, Mila langsung memakai lipstik tersebut. Catur, Jamal, Hari dan Ayu langsung melihat ke arah Mila. Mereka merasakan perbedaan dalam diri Mila. Tidak hanya orang yang semeja dengan Mila saja yang merasakan perbedaannya, orang yang berada di samping meja mereka pun tiba-tiba mengarahkan pandangan mereka ke arah Mila.
“Wow ternyata ini benar seperti itu. Kamu nampak lebih menawan daripada sebelumnya. Aku tidak menyangka lipstik itu memang memiliki efek seperti itu. Kalau begitu, Nenek Lasmi, tolong bantu aku membeli lipstik dengan lima warna berbeda. Aku mau memiliki lipstik yang seperti itu,” ucap Ayu dengan sangat antusias.
“Aku juga ingin membeli cukup banyak lipstik. Bantu kami membelinya,” imbuh Hari.
“Kalian tenang saja. Aku akan membantu kalian membelinya. Kalian katakan saja pada Catur berapa lipstik yang kalian inginkan. Aku nanti akan memesankan lipstik seperti itu untuk kalian. Mengenai lipbalm, aku sendiri juga tidak tahu apalah mereka memproduksinya. Namun, aku akan menanyakan mengenai hal ini kepada produsennya,” jelas Lasmi.
Lasmi jelas senang dengan hal ini. Jika anak-anak ini memesan banyak lipstik tetapi tidak membeli buncis, maka dia akan membeli buncis-buncis itu yang dijual sepaket dengan lipstik. Dengan begitu, ia bisa lebih awet muda lagi. Meski wajah dengan usia dua puluh tahunan adalah batasan yang bisa ia capai, tetapi Lasmi masih ingin mempertahankan wajah seperti ini. Jadi, ia akan mengkonsumsi buncis dalam jumlah banyak jika itu memungkinkan.
“Ehm … maaf bukannya kami berniat mencuri dengar obrolan kalian. Namun, aku sudah mendengar semuanya. Jadi, bisakah aku juga titip membeli lipstik itu? Sekalian juga dengan buncis yang ajaib itu.”
Salah seorang yang duduk di meja di samping mereka mengatakan hal itu. Awalnya hanya satu orang, tetapi lama kelamaan ada beberapa orang yang datang ke meja mereka dengan niatan yang sama. Mereka yang awalnya tidak tahu apa-apa, juga pnasaran dengan apa yang terjadi. Akibatnya, mereka pun bertanya kepada yang lain dan pada akhirnya mendatangi meja Catur untuk memesan.
__ADS_1
Meski sudah tahu bahwa harga lipstik itu mahal, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang mundur. Mereka bisa membeli minuman keras seharga ratusan ribu hingga jutaan dalam sekali minum. Jadi, tidak masalah jika membeli lipstik yang hanya dihargai lima ratus ribu itu.
Ketika meja mereka dikerumuni oleh banyak orang, Lasmi memanfaatkan hal ini untuk pergi dari meja itu. Ia langsung turun ke lantai dansa. Lasmi tidak melupakan perkataannya yang akan mencari anak muda untuk diajak bersenang-senang.
Selagi Catur, cucunya, sibuk meladeni orang-orang yang ingin membeli lipstik, Lasmi tidak akan mensia-siakan kesempatan ini. Mumpung tidak ada yang melarangnya.Ketika turun di lantai dansa, beberapa laki-laki langsung mendekatinya. Ini akan menyenangkan untuk Lasmi.
…..
Pagi-pagi Seno yang tengah berolah raga, dikejutkan dengan kedatangan rombongan ibu-ibu yang datang ke rumahnya. Kali ini mobil yang mereka bawa lebih banyak daripada sebelumnya. Jika sebelumnya satu mobil diisi empat hingga lima orang, kali ini setiap mobil hanya diisi dengan satu hingga dua orang saja.
“Ada apa lagi ini ibu-ibu datang kemari? Padahal laman web milikku tidak mengalami masalah apa pun. Mereka bisa membeli semuanya lewat lelang. Tetapi, kenapa mereka malah datang kemari?” gumam Seno heran.
“Ah rupanya mereka datang sepagi ini,” ucap Miranda yang ada di samping Seno.
“Memangnya ada apa Bund?” tanya Seno penasaran.
Sebelumnya ia pernah mengatakan bahwa ibu-ibu tidak boleh datang kemari lagi jika tidak dalam keadaan mendesak seperti sebelumnya. Tetapi, mereka kembali datang kemari.
“Ini aku yang meminta, Ayah,” jawab Dina.
“Aku meminta Tanteku untuk mengajak beberapa orang membeli lipstik buatanmu. Aku katakan jika mereka membeli lipstik itu, maka mereka bisa membeli sepuluh buncis. Aku juga yang mengijinkan mereka datang kemari. Maafkan aku melakukan hal ini tanpa memberitahumu terlebih dahulu Ayah.”
Seno lalu mengibaskan sebelah tangannya. “Ah itu tidak masalah. Asalkan lipstik-lipstik itu bisa terjual cepat. Setelah ini, kita tidak akan lagi melakukan promo seperti itu. Ya mungkin di kemudian hari jika ada produk baru. Tetapi tidak untuk lipstik.”
__ADS_1
“Tentu. Aku akan mengingat perkataanmu Ayah.”