
[Anggur fermentasi XY01BS9]
[Diproduksi dengan penuh ketelatenan oleh petani muda]
[Katanya bisa memperlancar peredaran darah]
[EXP +10]
[Poin Produksi +300]
Seno memandangi deskripsi dari anggur miliknya. “Memperlancar peredaran darah? Ya meski ini tidak terlalu menghebohkan dibandingkan dengan produk-produkku yang lainnya, ini tidak terlalu buruk.” Gumam Seno.
Satu drum besar anggur bisa menghasilkan enam ribu dua ratus lima puluh botol anggur dalam kemasan delapan ratus milliliter. Seno rasa satu drum ini saja bisa lebih dari cukup untuk menjamu tamu-tamu pada pernikahannya nanti.
Bahkan, Seno masih bisa menghadiahkan anggur-anggur ini sebagai souvenir resepsi pernikahannya. Itu bukan ide yang buruk menurut Seno. Sepertinya dia akan mengirimkan beberapa botol anggur ini ke keluarga Dina dan Miranda.
Seno perlu menanyakan pendapat mereka mengenai anggur produksinya untuk dijadikan souvenir pernikahannya. Sebelum ini, souvenir pernikahnnya hanyalah satu porsi buncis dan dua nuah wortel saja. Seno ingin menambahnya lagi.
Laki-laki itu lalu menuangkan anggur tersebut kedalam gelas. Seno pernah satu kali meminum anggur fermentasi ketika dirinya bersama dengan Ferdi. Aroma dari anggur itu sangat khas. Tetapi, aroma dari anggur miliknya ini sangat berbeda dengan anggur yang dulu pernah ia cicipi.
Anggur ini memiliki aroma yang kuat. Mencium aromanya saja Seno sudah merasa tenang. Anggur ini seolah tengah mengundangnya untuk mencicipinya.
“Aku rasa, dari sini saja seseorang sudah bisa tahu bahwa anggur ini memiliki kualitas tinggi. Dari aroma saja sudah tercium kualitasnya.”
Seno lalu menggoyang-goyangkan anggur yang ada di gelas miliknya sebelum kemudian menyesapnya secara perlahan. Ketika anggur tersebut masuk ke dalam kerongkongannya, Seno merasakan rasa hangat yang menyebar ke seluruh tubuhnya.
Itu memberikan rasa nyaman untuk Seno. Rasa hangat yang menyebar itu seolah menghilangkan rasa pegal yang selama ini ia rasakan. Ini berbeda dengan cokelat yang ia produksi sebelumnya.
Cokelat super cokelat yang ia produksi hanya memulihkan tenaga miliknya. Ia yang sebelumnya tidak bertenaga kembali bertenaga. Tetapi anggur ini membuat otot-otot tubuhnya lebih rileks. Darah mengalir dengan lancar di sekujur tubuhnya.
Seno merasa dirinya sudah menjalani pijat yang merelaksasikan otot-otot tubuhnya hanya dengan meminum anggur tersebut.
__ADS_1
“Ini sangat nyaman.” Gumam Seno.
Ia langsung menyuruh Tiarsus untuk mengirim anggur tersebut ke rumah Dina dan Miranda. Buruh taninya yang satu ini sekarang sudah bisa berkendara dengan baik. Ia sekarang sudah resmi menggantikan Seno dalam mengirimkan pesanan pelanggan ke kurir, Jadi, untuk urusan yang satu ini Tiarsus bisa
melakukannya.
Saat ini yang akan Seno lakukan adalah memproduksi cokelat. Dirinya perlu menjual cukup banyak cokelat untuk memenuhi target yang sistem berikan padanya. Oleh karena itu Seno perlu memproduksi sebanyak mungkin cokelat agar dirinya bisa menjualnya setelah ini.
Seno tinggal menunggu mesin produksi cokelatnya melakukan pengemasan ketika ia melihat kedatangan Jasmine ke sektor pengolahan hasil kebun dan ternak. Hal itu membuat Seno mengerutkan keningnya cukup dalam.
Sebelum ini Seno telah mewanti-wanti dan melarang para kelincinya untuk tidak menginjakkan kaki mereka di sektor pengolahan hasil kebun dan ternak. Hal ini karena sifat para kelincinya yang masih seperti anak kecil.
Mereka sering penasaran terhadap sesuatu. Seno tidak mau para kelincinya datang kemari lalu mereka akan mengotak atik mesin yang ada di sini ketika dirinya tidak ada.
“Ada apa Kamu kemari Jasmine?” Tanya Seno.
“Bos, ponselmu beberapa kali bordering. Kamu bilang jika ponselmu beberapa kali bordering aku harus memberitahumu mengenai hal ini.”
Seno sengaja meninggalkan ponselnya di kebun luar, karena kebunnya yang ada di dimensi lain tidak dapat menangkap sinyal dari luar. Jadi Seno menugaskan Jasmine untuk mengawasi ponsel miliknya. Jika ada telepon masuk, Seno meminta kelincinya itu untuk memberitahunya.
Seno lalu mencari keberadaan Thorbiorn untuk menggantikannya mengawasi jalanya mesin yang tengah memproduksi cokelat. Ketika Seno mengecek siapa yang menelfonnya, matanya berbinar. Itu adalah Dimas Prayudi yang menelfonnya.
Jika Dimas Prayudi sudah menelfonnya, ini berarti senjata yang ia pesan sudah selesai dibuat. Tidak lama lagi Seno bisa memberangkatkan Thorbior dan Tiarsus untuk pergi menjalankan misi.
Jika bisa, Seno berharap misi menaklukkan dimensi lain ini bisa selesai sebelum dirinya menikah. Dengan begitu, dimensi lain yang ia miliki itu bisa menjadi kado pernikahan yang indah untuk Seno.
…
Dengan ditemani Tiarsus, Seno mengendarai mobil box miliknya menuju ke tempat ia membuat janji dengan Dimas Prayudi. Sekarang ia perlu mengecek senjata itu. Tiarsus juga bisa mengecek langsung senjata itu nantinya.
Tempat pertemuan mereka berada di sebuah pergudangan yang tidak jauh dari tempat tinggal Seno. Seno hanya mmebutuhkan setengah jam untuk sampai di sini.
__ADS_1
Ketika Seno sampai di sana, Dimas Prayudi sudah siap di sana. Seorang laki-laki yang sumuran dengan Seno juga terlihat di samping Dimas. Langsung saja Seno turun dan mendatangi Dimas.
“Maaf Tuan Dimas aku sudah membuatmu menunggu.” Ucap Seno.
“Ah itu tidak masalah untukku. Aku sendiri saja baru saja datang. Jadi Kamu tidak perlu meminta maaf seperti itu.” Jawab Dimas. “Ah ya kenalkan ini keponakanku, David Prayudi.”
Seno lalu mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan keponakan dari Dimas itu. “Seno.”
“Dave.” Jawab Laki-laki yang mengenalkan dirinya sebagai Dave itu.
Aksen yang dipakai oleh laki-laki bernama Dave itu sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia bukan orang lokal. Tetapi dari wajah dan kesulurahannya, dia seperti orang lokal. Mungkin selama ini Dave lebih lama tinggal di luar negeri daripada di negri ini.
“Keponakanku ini sangat penasaran dengan senjata yang Kamu pesan. Ia ingin tahu siapa yang memesan senjata dengan kekuatan serangan sebesar itu. Apakah itu tidak masalah untukmu?” Tanya Dimas.
“Tentu tidak. Lagi pula senjata itu hanya akan aku jadikan pajangan di rumah, jadi tidak masalah jika keponakan Pak Dimas melihatnya juga.” Jawab Seno.
Ini adalah alasan yang Seno berikan. Ia akan menjadikan senjata yang dibelinya sebagai pajangan. Jika tidak, maka akan banyak yang mempertanyakan dirinya nantinya.
Busur yang Seno pesan untuk Tiarsus misalnya, untuk bisa menarik busur itu hingga penuh, seseorang memerlukan kekuatan lebih dari dua ratus kilogram. Manusia mana yang bisa menarik busur seperti itu.
Anak buah Dimas sekarang ini tengah memindahkan beberapa kardus berisi buncis yang Seno bawa. Sementara itu, Seno dan Tiarsus mengikuti pasangan Paman dan keponakan menuju ke dalam gudang. Di sana sudah ada dua kotak yang cukup besar terletak di tengah-tengah gudang.
Selain dua barang itu, Seno tidak menemukan barang lain di gudang ini. Kemungkinan Dimas menyewa gudang ini hanya untuk transaksi kali ini.
“Ini adalah desain yang dibuat oleh sepupuku Andi, ayah dari Dave. Dia langsung bersemangat membuat senjata ini untukmu setelah tahu bahwa ada yang memesan senjata dengan permintaan cukup aneh.” Jawab Dimas.
Seno lalu meminta Tiarsus mengecek senjata tersebut. Sejak mereka datang, Tiarsus sudah menjadi pusat perhatian orang banyak karena tinggi badannya. Lalu sekarang laki-laki itu dengan mudahnya mengangkat kotak yang memiliki berat puluhan kilogram dengan mudahnya.
Busur yang sekarang Tiarsus pegang memiliki berat empat puluh lima kilogram. Laki-laki itu dengan mudahnya mengangkat busur seberat itu hanya dengan satu tangan. Ekspresi yang ditampilkan tiarsus masih tetap datar. Ia tidak terlihat berpura-pura terlihat biasa saja.
Sebelumnya Seno sudah memperingatkan Tiarsus untuk tidak menarik busur tersebut agar semua orang tidak heran dengan apa yang dilakukannya. Tetapi ia lupa untuk mengingatkan Tiarsus berpura-pura mendapatkan busur yang berat nantinya.
__ADS_1