
"Kami serius ingin bekerja sama denganmu dalam jangka panjang. Oleh karena itu, berikan kami harga yang wajar." Ucap Mansyur kepada Seno.
Saat ini mereka sudah ada di rumah Seno, lebih tepatnya di gazebo yang ada di kebun laki-laki itu. Tentu saja yang saat ini dilihat oleh Eko dan Mansyur hanyalah sayuran biasa. Mereka tidak melihat adanya tiga portal ke dimensi lain.
"Apa yang menjadi alasan untuk kami menurunkan harga produk kami Jenderal? Anda sekalian sudah tahu bahwa produk milik suamiku ini tidak ada duanya. Anda juga sudah kami berikan harga sewajar mungkin," jawab Miranda.
"Kami memiliki rencana menjual brokoli itu ke publik. Apakah Jenderal tahu berapa harga yang kami patok untuk setiap brokolinya?"
Eko dan Mansyur menggelengkan kepala mereka secara bersamaan. Ada kekhawatiran dua Jenderal itu ketika mendengar bahwa Miranda akan menjual brokoli yang bisa membuat orang memiliki tubuh kebal, kepada publik.
Kemungkinan besar, kejahatan akan terjadi jika sampai publik mengetahui manfaat dari brokoli itu. Orang pasti berbondong-bondong membelinya. Tidak hanya itu, jumlah kejahatan pasti akan meningkat karena brokoli itu.
"Seseorang harus membeli produk kami dengan nilai pembelian seratus juta untuk bisa ikut dalam lelangnya. Itu hanya ikut lelangnya saja belum membelinya. Lalu, mereka harus membayar lima puluh juta sebagai biaya tambahan."
Seno dan Miranda sepakat bahwa setiap pembeli brokoli, wajib membeli ramuan penjaga rahasia, barulah mereka bisa membeli brokoli milik mereka. Ini untuk menghindari bocornya manfaat brokoli kepada publik.
"Setiap orang yang membeli brokoli itu, hanya bisa membeli dalam jumlah terbatas, dan hanya untuk dirinya sendiri. Mereka hanya bisa mengkonsumsinya di depan kami."
"Lalu, untuk harga pembuka setiap porsi brokoli, adalah satu juta rupiah. Jika dibandingkan dengan semua itu, bukankah kami sudah memberikan penawaran terbaik untuk kalian?"
"Kami tidak meminta kalian memberi lima puluh juta untuk setiap orang yang akan mengkonsumsi brokoli ini. Kami juga tidak peduli siapa yang akan mengkonsumsinya. Jadi, katakan apa alasan kalian yang bisa membuat kami berubah pikiran?" tanya Miranda fi akhir penjelasannya.
Kedua jenderal itu terdiam. Mereka tidak bisa menemukan kalimat yang tepat untuk menyanggah ucapan Miranda tersebut.
Jika dipikir lebih jauh, apa yang Miranda katakan ada benarnya. Pihak militer sudah menerima penawaran yang sangat bagus dari Miranda. Mereka tidak harus mengikuti syarat berat tersebut.
__ADS_1
Di saat seperti ini, Eko dan Mansyur saling pandang. Keduanya seakan tengah berkomunikasi melalui tatapan mata. Lalu, Eko dan Mansyur menganggukkan kepala mereka, secara bersamaan.
Tidak ada pilihan lain bagi Eko dan Mansyur. Sekarang, mereka akan menggunakan cara itu untuk membuat Seno dan Miranda mau menurunkan harga dari brokoli itu. Lalu, kedua jenderal itu berharap Seno akan memberikan cukup banyak jatah untuk pihak militer.
"Kami memiliki alasan yang tepat untuk meminta potongan harga. Tetapi, sebelum kami mengatakan apa itu, kami harap kalian bisa menjaga rahasia ini. Jangan sampai publik tahu mengenai hal ini," ucap Eko.
Seno tahu kemana arah pembicaraan para jenderal ini. Kemungkinan besar mereka akan menceritakan mengenai portal kepadanya. Tetapi sebelum mereka menceritakan hal itu, da yang perlu Seno lakukan.
"Tentu. Kami bisa menjaga rahasia itu. Apa pun yang akan kalian katakan, kecuali aku dan kedua istriku, tidak akan ada orang lain yang tahu. Tetapi sebelum itu, minumlah dulu susu yang sudah aku sajikan ini Jenderal."
Seno menunjuk ke arah dua mug susu yang sudah ia sajikan. Itu adalah susu dari sapi miliknya yang sudah ia berikan ramuan penjaga rahasia. Setelah Eko dan Mansyur mengatakan rahasia mereka, maka Seno akan mengatakan rahasia miliknya.
"Tenang saja, itu tidak aku tambahi racun, obat tidur, atau semacamnya. Itu hanya susu yang akan memperkuat tulang Jenderal sekalian."
Eko dan Mansyur kembali saling pandang. Ada keraguan di mata dua jenderal tersebut. Mereka tidak seratus persen percaya ucapan Seno. Tetapi, mereka juga tidak bisa menolak permintaan Seno ini.
Eko mengambil nafas panjang. Ia lalu meminum susu yang Seno berikan itu dengan sekali tenggak. Sementara itu, Mansyur tidak langsung mengikuti jejak Eko. Ia ingin melihat reaksi tubuh Eko.
Mansyur baru meminum susu di depannya setelah melihat Eko baik-baik saja. Sudah tidak menit Eko meminum susu itu, tetapi tidak ada tanda-tanda keracunan atau semacamnya.
"Sekarang Kamu bisa mendengar cerita kami bukan?" tanya Mansyur yang terdengar sedikit kesal.
"Tentu, silahkan Anda berdua bercerita," ucap Seno sembari menyeringai dalam hati.
Dua jenderal itu kemudian menceritakan mengenai keberadaan portal dimensi. Kapan portal-portal itu mulai muncul dan bagaimana tanda kemunculannya.
__ADS_1
Seno dan Miranda mendengar dengan seksama apa yang mereka jelaskan. Meski mereka sudah mengetahui mengenai keberadaan portal-portal itu, tetapi mereka tidak banyak memiliki informasi mengenai hal itu.
"Makhluk dunia bawah itu sudah banyak memakan korban. Sampai sekarang ini, setidaknya ada lebih dari dua puluh ribu warga sipil yang menjadi korban. Belum lagi jumlah prajurit yang gugur dalam menjaga portal. Setidaknya per bulannya ada lebih dari lima puluh prajurit yang gugur."
"Sayuran milik kalian itu adalah jawaban bagi kami untuk memperkuat para prajurit. Dengan begitu, kami bisa menurunkan tingkat kematian dari prajurit yang ada. Wortel kalian saja sudah membantu cukup banyak. Apalagi dengan brokoli itu, jelas itu akan menurukan jumlah kematian prajurit."
"Jadi kami mewakili ratusan prajurit negeri ini, juga rakyat sipil yang kami jaga, kami mohon gar kalian menjual produk-produk itu dengan harga murah," pinta Mansyur.
Eko dan Mansyur melihat ekspresi Seno saat ini. Mereka berharap menemukan ekspresi kaget di wajah Seno. Namun, mereka sama sekali tidak menemukan ekspresi itu. Seno tetap terlihat tenang, seakan apa yang Eko dan Mansyur ceritakan, bukanlah hal baru untuknya.
"Jadi itu alasan Anda meminta meminta kami untuk menurunkan harga dari produk yang kami jual? Ya memang masuk akal sih. Baiklah beberapa produk akan kami beri diskon beberapa tetap akan pada harga semula yang kami tawarkan," jawab Seno.
"Kami hanya akan memberikan penurunan harga untuk brokoli saja sisanya tidak. Untuk brokoli, yang sebelumnya empat ratus lima puluh ribu, sekarang menjadi empat ratus dua puluh lima ribu. Lalu, pihak militer hanya bisa membeli seratus ribu porsi tiap bulannya. Semua bayar dimuka," jelas Miranda.
"Kalian berniat mempermainkan kami ya? Setelah kami berikan penjelasan seperti itu, kalian masih tidak memberikan harga murah kepada kami?"
Mansyur pada akhirnya mengungkapkan kekesalan yang ia alami. Dua orang di depannya ini benar-benar mempermainkan pihak militer. Mereka meminta dua jenderal datang ke rumah mereka, untuk mendiskusikan kerja sama jangka panjang.
Namun, apa yang mereka harapkan tidak terjadi. Mereka memang mendapatkan potongan harga, tetapi itu hanya dua puluh lima ribu. Lalu, itu hanya untuk brokoli.
Padahal masih banyak produk yang ingin mereka beli. Jika seperti ini, harapan pihak militer untuk memperkuat seluruh prajurit, tidak akan terlaksana.
****
aku punya rekomendasi cerita untuk kalian, Love Is Rain karya Mama Reni, aku harap ada salah satu di antara kalian yang suka
__ADS_1