Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 207 Pulang


__ADS_3

“Seberapa keras Kamu memohon, tidak akan merubah apa pun. Tanpa perintah dari Bos Seno, kami tidak akan melakukan apa yang Kamu minta itu. Jadi pergilah,” usir manusia kelinci itu untuk yang kesekian kalinya.


Eko menarik napas panjang. Sepertinya seribu orang itu harus gugur malam ini. Jika begini, Eko hanya bisa menabahkan hatinya untuk mendengar kabar buruk malam ini.


“Baiklah aku akan pergi dari sini,” ucap Eko yang sudah bangkit dari posisi berlututnya.


Namun, ketika Eko sudah berjalan beberapa langkah, sebuah suara terdengar dari arah belakangnya. Suara ini seperti angin segar untuk Eko.


“Jenderal Eko? Ada apa Jenderal Eko datang ke tempatku malam-malam begini?” tanya suara tersebut.


Eko langsung membalikkan badannya. Di sana ia melihat keberadaan Seno. Ia memakai baju santai, sebuah kemeja pendek yang tidak dikancing yang memperlihatkan kaosnya. Ia memakai celana pendek sekarang.


“Seno? Kamu sudah kembali?”


“Ya, aku sudah kembali. Ada apa Anda kemari Jenderal? Jika Anda memiliki urusan denganku, bukannya bisa dilakukan di pagi hari?” tanya Seno sekali lagi.


Meski Seno menanyakan hal ini, ia bisa menebak bahwa kedatangan Eko ke rumahnya di malam hari seperti ini karena ada sesuatu yang mendesak. Seno hanya ingin tahu apa itu.


“Aku membutuhkan bantuanmu?”


“Bantuan? Apakah ada portal dimensi lain yang muncul? Apakah ada makhluk dari dalam portal yang mengamuk dan pihak militer tidak bisa mengatasinya?” tanya Seno.


“Bukan. Semua portal yang dijaga oleh pihak militer dalam kondisi baik-baik saja. Kami masih bisa mengatasinya. Masalah kali ini berbeda dari masalah sebelum-sebelumnya.”


Eko lalu menjelaskan semua yang terjadi pada Seno. Tidak ada satu pun yang ia tutupi dari Seno. Selama menceritakan hal ini, Eko juga memperhatikan ekspresi dari Seno. Dari ekspresi tersebut nantinya ia akan tahu apakah Seno ada hubungannya dengan semua ini.


“Hem … seperti itu rupanya,” ucap Seno setelah mendengar penjelasan dari Eko.

__ADS_1


“Ada seseorang yang memiliki kekuatan besar dan menjadi ancaman. Orang itu termasuk komplotan penjahat internasional yang biasa menjual obat-obatan terlarang. Sepertinya aku tahu mereka. Apakah mereka adalah anak buah dari orang yang bernama Profesor Giorgio?”


“Eh dari mana Kau tahu mengenai hal itu?” tanya Eko kaget.


Eko sama sekali tidak memberitahu siapa penjahat itu tetapi Seno sudah lebih dulu mengetahuinya. Apakah Seno memang bekerja sama dengan Profesor Giorgio? Kenapa dia bisa menebak dengan tepat mengenai identitas orang-orang itu.


“Beberapa hari terakhir orang-orang Profesor Giorgio sudah mengusik keamanan keluargaku. Bahkan, ketika aku berada di Amerika pun mereka masih tidak melepasku. Jadi, aku bisa menebak siapa mereka dari deskripsi kecil yang Anda berikan Jenderal.”


“Untuk masalah ini, tentu saja aku akan membantu kalian. Bagaimana pun juga, aku ikut andil dalam masalah ini. Aku tebak, tujuan orang-orang itu datang kemari adalah aku. Jadi, aku harus membereskan mereka sebelum ada orang lain yang menjadi korban,” ucap Seno.


Awalnya Seno akan mengunjungi pulau di mana Profesor Giorgio tinggal setelah liburannya selesai. Namun, sekarang anak buah dari Profesor Giorgio kembali mendatangi rumahnya. Tentu saja Seno tidak akan tinggal diam. Apalagi orang-orang sampai berbuat kejam dengan membantai semua anggota tim detasemen khusus.


Seno menemukan sedikit keanehan dari laporan Eko, orang yang datang ini, memiliki kekuatan yang begitu besar. Ia kebal akan peluru, tidak ada darah sedikit pun yang keluar meski orang itu diberondong tembakan.


Lalu, kekuatan besar yang dimiliki oleh orang itu membuat orang itu bertambah aneh. Siapa dia? Kenapa dia memiliki kekuatan sebesar itu? Apakah itu robot milik Profesor Giorgio? Tetapi jika robot, Seno tidak yakin ia akan sepenuhnya kebal akan peluru.


“Sebentar, aku akan menanyakan lokasi terkini dari mereka.”


Sementara Eko menghubungi rekannya, Seno juga tidak tinggal diam. Ia memerintahkan beberapa kelinci yang ada di sana untuk memanggil para buruh taninya. Meski membawa semua buruh taninya terdengar terlalu berlebihan, tetapi Seno berencana menyelesaikan semua ini dengan cepat.


Dalam waktu sepuluh menit semua sudah sudah siap. Kali ini Seno memakai dimensi milik para Molyap untuk berteleportasi. Mau tidak mau Seno harus melakukan hal ini agar sampai di lokasi dengan cepat.


Tidak lupa Seno memakai baju dinas mereka, jubah hitam. Dengan begini, mereka masih tetap menyembunyikan identitas mereka. Sebagian pihak militer sudah tahu identitas sosok berjubah hitam, tetapi belum semuanya tahu. Apalagi sekarang Seno dan anak buahnya akan muncul di tempat umum, bukan di tengah hutan seperti biasanya. Seno tentu perlu menyembunyikan identitas mereka.


….


“Berapa lama lagi kita akan sampai? Kau masih saja menyetir seperti siput,” protes Anthony.

__ADS_1


Anthony merasa Marc mengemudikan mobil ini semakin lambat. Ia sudah tidak sabar menuntaskan tugas yang diberikan oleh Lucas, tetapi sampai sekarang mereka belum juga sampai.


“Maafkan aku, Mr. Anthony. Aku sudah menyetir secepat yang aku bisa. Tetapi, dengan ban mobil yang kempes, kita tidak bisa melaju dengan cepat. Apalagi kita tidak memiliki ban cadangan,” jelas Marc.


Rentetan tembakan yang terjadi beberapa waktu lalu ternyata mengenai salah satu ban dari mobil mereka. Sayangnya tidak ada ban cadangan yang bisa mereka manfaatkan. Oleh karena itu, sekarang mereka hanya bisa menjalankan mobil mereka dengan kecepatan pelan.


Jika saja ada mobil lain yang lewat, pasti mereka bisa merampas mobil mereka untuk menggantikan mobil ini. Sayangnya tidak ada satu pun mobil yang lewat.


“Itu semua karena Kau tidak mengecek semuanya dengan baik. Seharusnya Kau mengecek apakah mobil ini layak dipakai atau tidak. Aku pasti akan melaporkan dirimu kepada Master Lucas. Mungkin aku akan meminta agar Kau menjadi pasangan bertarungku nanti,” ucap Anthony.


Tidak lama setelah berucap demikian, Antony langsung mengarahkan pandangannya ke arah kanan jalan. Meski di sana hanyalah persawahan yang gelap, Anthony merasakan sesuatu dari arah sana.


“Hentikan mobilnya!” perintah Anthony.


Meski sedikit bingung dengan perintah Anthony yang tiba-tiba ini, Marc tetap menghentikan mobilnya. Setelah mobil berhenti, Anthony langsung keluar dari dalam mobil. Pandangannya tidak beralih sedikit pun dari satu titik yang ada di persawahan.


Marc sendiri merasa heran dengan perubahan sikap yang ditunjukkan Anthony. Apalagi sekarang Anthony menampakkan wajah yang sangat serius. Ekspresi yang tidak pernah Marc lihat dari pengawal pribadi Profesor Giorgio.


Biasanya, Anthony selalu terlihat seperti sedang bermain-main. Terkadang Anthony hanya tertawa ketika menanggapi sesuatu yang serius, atau hanya menampakkan seringai khas miliknya.


Sebenarnya, apa yang Anthony lihat sehingga dia menunjukkan ekspresi seserius ini? Apakah ada musuh yang memiliki kekuatan sebesar Anthony?


Setelah satu menit penuh memikirkan perubahan sikap Anthony, Marc melihat perubahan terjadi di tempat Anthony memusatkan perhatiannya. Di sana, sebuah cahaya putih yang cukup menyilaukan muncul. Kondisi jalan tol yang remang-remang ini, sekarang terlihat seperti siang hari. Bahkan mungkin lebih.


Marc harus menutup matanya untuk menghalau cahaya tersebut. Bahkan, setelah Marc mengarahkan tangannya menutupi matanya, ia masih merasakan rasa silau itu. Cahaya itu seolah sudah menembus tangan miliknya.


“Hem … aku tidak menyangka akan menemukan kejutan seperti ini di sini. Jika aku memakannya, aku yakin aku bisa bertambah kuat setelah ini.’

__ADS_1


__ADS_2