Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 50 Dunia Bawah


__ADS_3

“Gempa semakin sering terjadi sekarang.” Ucap Eko yang sekarang ini tengah mengikuti sebuah panggilan konferensi.


Peserta dari konferensi ini sama seperti peserta konverensi yang dulu Eko undang. Mereka adalah Jendral-Jendral dari pihak milier yang ada di negeri ini. Ekspresi mereka lebih serius lagi jika dibandingkan dengan pertemuan mereka sebelumnya.


“Bagaimana keadaan dunia bawah sekarang?” Tanya Eko.


“Buruk. Retakan pada portal dunia bawah cukup buruk. Portal itu semakin membesar dari hari kehari. Tidak hanya itu, beberapa daerah mulai menunjukkan kemunculan portal menuju ke dunia bawah.” Ucap Roy. Dia adalah Jendral yang bertanggung jawab mengurusi dunia bawah.


“Apakah kita masih akan menyembunyikan keberadaan dunia bawah kepada yang lainnya? Maksudku, prajurit-prajurit di bawah kita berhak mengetahui hal itu. Cepat atau lambat mereka akan ditugaskan untuk menjaga perbatasan dengan dunia bawah.” Sahut Gio.


Dunia bawah yang mereka maksud adalah sebuah dunia baru yang dipisahkan oleh sebuah portal. Portal itu muncul sejak sepuluh tahun lalu. Portal-portal itu muncul di daerah yang cukup jauh dari perkotaan. Meski begitu, ada perkampungan adat yang berada di dekat portal itu.


Masyarakat adat itulah yang pertama kali melaporkan hal ini kepada pihak militer tentang kemunculan portal yang waktu itu terdapat di lantai sebuah gua kuno. Letaknya agak menjorok turun. Hal itu lah yang membuat pihak militer menyebut itu sebagai dunia bawah.


Awalnya itu hanya sebesar telur ayam. Namun, makin lama lubang tersebut membesar seiring dengan terjadinya gempa di daerah itu.


Setelah mendapat laporan dari masyarakat adat setempat, pihak militer langsung menerjukan sebuah pasukan untuk melihat keadaan di sana.


Memang lubang itu cukup mencurigakan. Namun, mereka membiarkannya karena belum mendeteksi bahaya dari lubang tersebut. Tetapi, tujuh tahun lalu Pihak militer mulai mengutus beberapa pasukan khusus untuk berjaga di saja.


Hal itu dikarenakan lubang tersebut sudah berubah dan memiliki diameter satu meter. Tidak hanya itu, ada makhluk asing yang keluar dari dalam sana.


Makhluk asing yang mucul itu bersikap cukup ganas. Mereka membunuh manusia yang muncul di depan mereka.

__ADS_1


Ada sekitar dua puluh makhluk asing yang keluar dari portal tersebut. Meski sudah ada pasukan khusus yang berjaga di sana, tetapi itu tidak banyak. Alhasil lima orang pasukan khusus yang berjaga dibantai oleh makhluk asing itu.


Kekuatan mereka cukup besar. Dari pertempuran singkat itu tidak ada makhluk asing yang tumbang, meski sudah terluka berat.


Kulit mereka cukup tebal sehingga peluru tidak langsung menembusnya. Bentuk mereka mirip dengan primata yang sekujur tubuhnya dipenuhi dengan bulu. Tetapi, makhluk tersebut memiliki taring yang cukup panjang.


Tidak hanya itu, mereka juga memiliki cakar yang tajam juga beracun. Memang racun itu tidak membuat orang mati. Tetapi racun itu membuat siapa pun yang terkena akan menjadi lumpuh dan tidak bisa bergerak.


Hal itu lah yang menyebabkan para tentara dari pasukan khusus yang berjaga di sana, gugur dengan cepat. Sebelum semuanya benar-benar gugur, salah seorang di antara mereka sudah melaporkan kejadian itu kepada markas pusat.


Setelah mengalahkan para pasukan khusus yang berjaga di dekat portal, makhluk itu lalu menuju ke pemukiman masyarakat adat yang ada di sana. Makhluk tersebut lalu membantai mereka yang ada di sana.


Tidak hanya membantai, tetapi makhluk-makluk asing itu juga memakan mayat penduduk yang ada di sana. Jika mereka hanya bergerak membunuh, mungkin kedua puluh makhluk tersebut akan menyebar dan akan sulit dicari.


Meski begitu ini cukup menjadi tragedi besar bagi militer dan bagi masyarakat adat yang tinggal di sana. Pembantaian itu menorehkan luka yang cukup dalam bagi mereka.


Sayangnya, meskipun mereka menang, sepertiga mayat penduduk yang ada di sana tidak bisa terselamatkan. Sejak saat itu, tempat itu menjadi tempat dengan penjagaan paling ketat di negeri ini selain markas militer dan tempat-tempat khusus yang menyimpan rahasia negara.


Portal itu sudah dijaga ketat oleh pihak militer tanpa ada libur. Pasukan yang berjaga di sana pun merupakan pasukan khusus yang memiliki kemampuan menembak cukup jitu. Ini karena selama mereka melawan makhluk itu, mereka bisa mengetahui kelemahannya.


Mata mereka adalah organ yang paling rentan. Jika sebuah tempakan mengenai mata mereka, maka makhluk tersebut akan langsung mati.


Sayangnya, meski mereka tahu kelemahan makluk tersebut, itu tidak mudah untuk bisa membunuh mereka. Makhluk tersebut mengandalkan pendengarannya untuk melihat area sekitar mereka. Mereka jarang sekali membuka mata mereka.

__ADS_1


Jadi, kebanyakan yang dikirim untuk berjaga di sana adalah mereka yang memiliki kemampuan menambak yang cukup hebat. Itu sangat membantu untuk melumpuhkan musuh dalam waktu cepat.


Maka dari itu, ketika Eko mengatakan manfaat ajaib yang dimiliki wortel tersebut, Jendral-Jendral yang lain merasa tidak percaya dan mempertanyakan pernyataan Eko tentang wortel ajaib. Sulit bagi mereka mempercayai ucapan Eko tersebut.


“Kita akan melihat nanti setelah kompetisi antara pasukan khusus yang selama ini menjaga dunia bawah, dengan pasukan milik Eko. Jika memang pasukan Eko bisa memangkan kompetsi yang akan kita lakukan tiga hari lagi itu, maka kita akan secara bertahab memberitahu hal ini kepada prajurit yang lainnya.” Jelas Roy.


Selama ini hanya segelintir orang yang mengetahui mengenai dunia bawah. Bahkan beberapa anak buah jendral yang ada di sini tidak tahu mengenai hal itu. Ini karena pihak militer tidak mau rahasia ini bocor ke publik.


Jika sampai rahasia ini bocor, maka itu akan membuat publik merasa cemas. Cukup sulit untuk menenangkan masyarakat yang dilanda kecemasan. Oleh karena itulah mereka menyembunyikan informasi ini serapat mungkin.


“Jika memang pasukan Eko bisa menang, kita juga bisa memikirkan kemungkinan membuat ekspedisi untuk pergi ke dunia bawah, dunia di balik portal itu. Selama ini kita hanya menjaga portal, tanpa mencoba memasuki portal tersebut.” Sambung Roy.


“Mungkin kita nanti akan memiliki kesempatan untuk mengetahui apa keinginan makhluk itu memasuki dunia kita.” Imbuhnya.


“Kamu benar Roy. Jika begitu, kita ikuti saja apa yang kamu katakan itu.” Ucap Gio.


“Lalu bagaimana dengan negara lain? Apakah kalian sudah mendapatkan informasi itu? Mengenai kemungkinan ada portal serupa di negara lain?” Tanya Ardi, salah satu Jendral di Angkatan Udara.


Gio menggelengkan kepalanya. “Belum. Kita belum mengetahui hal itu. Presiden Wijaya belum membuat keputusan apakah dia akan membicarakan hal ini dengan negara lain atau tidak. Kalian tahu sendiri bukan bahwa ini adalah pembahasan yang cukup sensitif.” Jelas Gio.


“Jika sampai di negara lain tidak ada portal seperti itu lalu kita mengumbarnya, itu bisa menjadi kesempatan bagi mereka menyerang kita. Jadi, kita perlu berhati-hati mengenai hal ini.” Imbuhnya Gio.


“Jika begitu, kita hanya bisa menunggu respon dari negara-negara besar. Jika memang portal serupa juga ada di negara lain, maka mereka pasti akan memulai pembicaraan mengenai hal itu. Untuk sekarang, aku rasa kita cukup memperkuat pasukan kita saja.” Sahut Roy.

__ADS_1


Selanjutnya mereka membicarakan pembahasan teknis mengenai kompetisi yang akan mereka lakukan tiga hari lagi. Tidak hanya itu, mereka juga membicarakan mengenai pembagian wortel dari Seno nantinya.


Meski beberapa Jendral masih ragu dengan pernyataan Eko, tetapi mereka tidak mau kalah dalam pembagian jatah wortel tersebut. Jika mereka tidak memperjuangkan itu sekarang, nantinya jika wortel tersebut terbukti ampuh, maka akan sulit bagi mereka meminta penambahan jatah.


__ADS_2