Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
Bab 51 Jasmine


__ADS_3

Seno baru melanjutkan mengali lubang esok harinya. Hari ini adalah hari terakhir misi ini. Jadi dari pagi sekali Seno sudah mengebutnya. Apalagi nanti sore Seno perlu menemui Effendi yang akan mengambil wortel serta kentang darinya.


[Ding]


[Selamat Host telah menjalankan misi membuat sumur untuk mencari sumber air]


[Selamat Host mendapatkan +2 kekuatan]


Pemberituan Seno dapatkan ketika dirinya selesai menggali sumurnya hingga mendapatkan sumber air yang cukup bersih. Sumber air itu Seno dapatkan setelah menggali sedalam empat meter.


Cukup melelahkan bagi Seno. Meski dirinya bisa memakai penyimpanan sistem untuk sementara menyimpan tanah yang telah ia gali tetap saja itu melelahkan untuk Seno.


“Akhirnya selesai juga.” Gumam Seno.


Sekarang Seno tinggal menunggu sumurnya itu terisi air. Barulah nanti dia bisa menggunakannya untuk kebutuhan pertanian dan peternakannya.


Saat ini Seno tengah beristirahat dengan bersadar di pagar peternakannya, matanya ia pejamkan. Meski di peternakannya ada cahaya matahari sepanjang hari, tetapi terik matahari di sini tidak terlalu menyengat.


Jadi meski Seno “berjemur” seperti ini, ia tidak akanmerasakan kulitnya terbakar. Belakangan ini Seno senang beristirahat dengan “berjemur” seperti sekarang di kebunnya yang ada di dimensi lainnya. Hal itu karena udara di sini cukup segar. Itu sangat nyaman untuk dijadikan tempat bersantai.


Tiba-tiba saja Seno merasakan ada yang menghalangi cahaya matahari sehingga tidak mengenai tubuhnya. Hal itu membuatnya membuka matanya dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Seno membuka matanya lebar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, di depannya kini ada seorang anak perempuan. Dari perawakannya, Seno memperkirakan anak itu berusia sekitar sepuluh tahun.


Kedatangan anak perempuan itu membuat Seno mengerutkan keningnya. Ia merasa sedikit heran kenapa anak perempuan itu bisa ada di depannya. Dirinya masih ada di kebunnya yang di dimensi lain.


Jadi, tidak mungkin ada orang lain yang bisa di sini. Dirinya tidak memberikan ijin kepada orang lain untuk masuk ke sini.


Anak perempuan itu memakai sebuah dress selutut berwarna putih. Tidak hanya itu, rambutnya yang memiliki panjang sepunggung itu juga memiliki warna putih.


Lalu, Seno tiba-tiba memfokuskan pandangannya pada sesuatu yang ada di kepala anak perempuan itu. Di kepalanya, terdapat benda seperti bando yang juga berwarna putih dengan sedikit aksen merah muda. Dari bentuknya, itu terlihat seperti telinga kelinci. Tunggu kelinci?


“Bos.” Sapa anak perempuan itu.

__ADS_1


“Kamu kelinciku?” Tanya Seno memastikan.


“Ya, aku kelinci yang selama ini bekerja padamu. Aku si nomor tiga.” Ucap anak perempuan itu sembari memukul pelan dadanya.


“Kamu sudah bisa berubah dan memiliki tubuh manusia?”


Tiga mengangguk dengan keras. “Ya. Aku bisa merubah diriku menjadi manusia sekarang. Bagaimana Bos, aku hebat bukan?” Tanya Tiga dengan penuh semangat. Ia terlihat sangat bangga sekarang bisa merubah dirinya menjadi manusia seperti ini.


Mendengar pernyataan anak perempuan di depannya, Seno tertawa dengan keras. Ia sangat bahagia sekarang. Ini berarti, akan ada seseorang yang bisa membantunya memerah susu sapi.


Meski mungkin mereka tidak bisa memerah, tetapi mereka bisa membantu Seno untuk memandikan sapi. Itu akan memperingan pekerjaan Seno. Nantinya, Seno bisa memperkerjakan mereka untuk membantunya membungkus beberapa sayuran yang akan ia kirim ke pelanggan.


Dengan begitu Seno hanya tinggal memerah sapi atau memanen sayuran saja. Setelahnya ia akan memiliki waktu lain untuk dirinya sendiri.


“Tetapi Bos, aku hanya bisa mempertahankan bentuk manusiaku ini selama lima belas menit saja. Setelahnya, aku akan kembali menjadi kelinci. Selain itu, aku juga belum memiliki tubuh manusia yang sempurna. Aku masih menyimpan ekor dan telingaku seperti halnya tubuh kelinciku.” Jelas Tiga.


“Tidak masalah untukku. Tidak masalah. Meski Kamu hanya bisa memiliki tubuh manusia selama lima belas menit itu sudah cukup bagitu. Ini adalah kali pertamamu mendapatkan tubuh ini. Nantinya, kemampuanmu ini akan berkembang.” Jawab Seno.


“Aku yakin, seiring dengan banyaknya wortel yang Kamu makan, Kamu akan memiliki tubuh manusia yang sempurna dan Kamu bisa mempertahankan tubuh manusiamu itu dalam waktu lama. Sekarang, Kamu akan aku beri jatah dua puluh lima wortel untuk seharinya, dan kamu aku berikan hadiah seratus wortel untuk hadiah pencapaian yang Kamu buat.” Imbuh Seno.


Mendengar konfirmasi dari Seno, Tiga langsung melompat-lompat kegirangan. Ia sangat menyukai wortel itu. Lalu sekarang bosnya akan memberikan hadiah yang cukup banyak. Tiga sedikit banyak sudah mulai memahami penjumlahan. Seratus adalah angka yang cukup banyak baginya.


“Yeah. Bos terima kasih sudah memberikanku hadiah sebanyak itu.”


Seno membiarkan manusia kelinci itu melompat-lompat meluapkan kebahagiaanya. Lalu, ketika ia melihat manusia kelinci itu sudah puas melompat, Seno lalu kembali berbicara.


“Sekarang, Kamu perlu memikirkan nama panggilan yang pantas untukmu. Tidak mungkin bukan aku terus memanggilmu dengan pangilan Tiga. Sekarang, Kamu perlu memikirkan nama baru untuk dirimu.”


Seno terlalu malas untuk memberi nama kepada kelinci-kelincinya. Jadi, Seno membiarkan kelinci-kelincinya memilih sendiri nama mereka. Beberapa video pembelajaran yang Seno berikan pasti mempengaruhi selera nama mereka.


Mungkin saja sekarang mereka sudah memikirkan sebuah nama untuk menjadi nama panggilan mereka. Benar saja setelah mendengar ucapan Seno yang satu ini, anak menunjukkan sebuah senyuman lebar.


“Yeah aku bisa menentukan namaku sendiri. Aku bukan lagi dipanggil dengan nomor tiga. Mulai sekarang, aku ingin dipanggil sebagai Jasmine.” Ucap Jasmine senang.

__ADS_1


Sekali lagi, Jasmine melompat-lompat senang. Ia juga melafalkan dengan lantang namanya itu. Kesenangan Jasmine itu diiringi oleh tatapan iri dari kelinci-kelinci lainnya. Mereka iri karena selama ini kelinci yang mereka panggil dengan nama Tiga, sekarang memiliki nama yang lebih bagus lagi.


Kelinci yang lainnya juga ingin memiliki nama mereka sendiri. Dalam hati, kelinci-kelinci yang lainnya bertekad setelah ini mereka akan mencari tahu nama-nama bagus yang bisa mereka gunakan. Dengan begitu, ketika mereka memiliki tubuh manusia, kelinci-kelinci itu bisa memiliki nama yang keren.


Jasmine masih melompat dengan senang. Bahkan ketika tubuhnya kembali berubah menjadi kelinci, Jasmine tetap melompat-lompat dan melafalkan namanya.


“Namaku Jasmine, aku dipanggil Jasmine sekarang.”


Beberapa kelinci sekarang mulai mendekat ke arah Seno. Mereka memandang Seno dengan pandangan penuh harap.


“Bos, bisakah kami memiliki nama juga? Aku ingin seperti Tiga yang….”


Belum sempat Kelinci Lima menjawab, jasmine yang awalnya melompat-lompat, kini berhenti. Ia lalu menatap tajam ke arah Kelinci Lima.


“Namaku Jasmine sekarang. J A S M I N E. Ingat itu baik-baik, jangan memanggilku Tiga lagi.” Ucap Jasmine dengan sedikit angkuh.


“Baiklah-baiklah. Kamu memang Jasmine. Puas sekarang?” Ucap Kelinci Lima dengan kesal.


Di samping mereka, Seno tertawa pelan setelah mendengar isi dari perdebatan kelinci-kelinci miliknya itu. Ia tidak menyangka para kelincinya akan memiliki sisi yang seperti ini.


“Baguslah jika Kamu sudah tahu.” Ucap Jasmine sembari menangguk-anggukkan kepala kelincinya.


Setelah itu, Jasmine pergi dari sana. Ia perlu membagikan kabar menggembirakan ini dengan anak buahnya. Dengan begitu, mereka pasti akan merasa bangga memiliki supervisor seperti Jasmine yang sudah berhasil menjadi kelinci pertama yang memiliki tubuh manusia.


“Jadi bagaimana Bos mengenai tadi? Apakah kami boleh memiliki nama sekarang?” Tanya Kelinci Lima sekali lagi.


Seno menggelengkan kepalanya. “Kalian hanya boleh memiliki nama jika kalian bisa memiliki tubuh manusia. Jika tidak, maka kalian tidak bisa mendapatkan nama.” Jelas Seno.


Laki-laki itu sengaja mangatakan begini. Hal ini agar kelinci-kelincinya itu mau bekerja keras dan berusaha mendapatkan tubuh manusia mereka. Jika mereka mendapatkan nama itu dengan mudah tanpa perlu mencapai apa pun, maka mereka tidak akan berkembang nantinya.


“Ya sayang sekali.” Ucap keempat kelinci di depan Seno secara bersamaan.


“Jangan putus asa dulu. Bukankah kalian nantinya juga akan mendapatkan nama jika sudah memiliki tubuh manusia?”

__ADS_1


“Baiklah. Kalau begitu aku akan berjuang lebih keras lagi agar bisa mendapatkan tubuh manusiaku. Sekarang, aku akan memikirkan nama yang keren yang bisa aku pakai nantinya.” Jawab Kelinci Lima yang disetujui oleh kelinci yang lainnya.


__ADS_2