
Seno tersenyum puas setelah melihat sebuah laman di ponselnya. Ia lalu menepuk pundak laki-laki ramping yang ada di sampingnya.
“Web buatanmu ini bagus Ray. Aku menyukainya. Semua yang aku butuhkan ada di sini. Terima kasih sudah membuatkanku website lelang ini.”
“Itu tidak masalah Sen. Kamu sudah banyak membantuku. Lihatlah badanku ini, dulu aku harus memakai pakaian yang tiga kali tidak lima kali lebih besar dari ukuran bajuku yang sekarang. Aku sudah bisa memiliki berat badan normal dan tidak gemuk lagi berkat dirimu.”
“Aku sekeluarga berhasil memiliki hidup normal berkat dirimu. Membuatkanmu website seperti ini bukanlah perkara besar untukku. Semua bisa aku lakukan.” Jelas Ray.
“Tetap saja aku perlu berterima kasih padamu. Lalu, bagaimana dengan permintaanku mengenai orang-orang yang akan menjadi operator website milikku ini. Tidak mungkin aku melakukannya sendirian. Aku tidak begitu memahami hal seperti ini.”
“Tenang saja. Aku sudah menyiapkan semuanya. Kamu juga bisa memakai ruko milik keluargaku selama enam bulan penuh tanpa perlu membayar sewa. Jangan menolaknya ini Ayahku yang meminjamkan ruko itu.” ucap Ray ketika melihat Seno akan menolak pemberiannya.
“Hari ini anak-anak akan mulai bekerja. Kamu bisa mulai mengoperasikan web itu untuk melakukan lelang.” Imbuh Ray.
“Baiklah. Aku berterima kasih atas semua ini. Sampaikan juga rasa terima kasihku kepada ayahmu.”
Setelah mengobrol dengan Ray, Seno kemudian kembali ke mobil miliknya. Di sana Miranda sudah menunggunya. Ada hal yang Miranda lakukan di dalam mobil yang membuatnya tidak ikut turun menemui Ray.
Di pangkuan Miranda kini sudah ada satu mangkok plastik berisikan cabe rawit. Tangan kanannya tidak henti-hentinya mengambil cabe rawit itu, sementara tangan kirinya memegang sebotol susu. Sesekali Miranda akan meminum susu tersebut melalui sedotan yang ada.
Sekarang ini Miranda sudah lebih ahli dalam mengontrol api yang timbul akibat memakan cabe. Momoy-lah yang mengajarkan mereka mengenai hal ini.
Momoy bilang mereka bisa berkonsentrasi mengumpulkan aura panas yang mereka dapatkan dengan mengkonsumsi cabe, menuju salah satu tubuh mereka. Dengan begitu, mereka bisa menimbun semua api itu dan nantinya bisa mereka keluarkan dalam jumlah besar jika dibutuhkan.
Miranda memilih menyimpan semua itu di rambut miliknya. Rambut Miranda yang sekarang ini ia kuncir kuda, telah berubah warna dari hitam menjadi putih. Itu adalah tempat di mana menyimpan energi apinya.
Sejak mengetahui trik ini, Miranda tidak henti-hentinya mengkonsumsi cabe rawit. Sekarang, setengah rambut Miranda sudah berubah menjadi warna merah.
__ADS_1
“Jadi bagaimana Ayah? Apakah semuanya beres.”
Seno mengangguk pelan. “Semua beres. Kita bisa menjual semua barang yang ada di website milik kita hari ini juga. Aku sekarang akan mengajakmu ke kantor baru tempat para operator yang akan mengoperasikan website kita. Kamu bisa berunding dengan mereka mengenai harga dan ketentuan lainnya.”
“Tentu Ayah, aku akan melakukannya dengan baik. Aku tidak mau ketinggalan. Mbak Dina sudah menemukan titik temu pada penelitiannya. Aku tidak mau ketinggalan jauh darinya. Aku akan membuat keluarga kita masuk ke jajaran sepuluh orang terkaya di negara ini.”
“Itu adalah targetku selama enam bulan ke depan. Masih ada Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia. Aku berharap nantinya aku bisa membuat keluarga kita bisa memasuki sepuluh besar keluarga kaya di dunia. Seperti keluarga Prayudi.”
“Mereka berasal dari negara ini, yang awalnya hanya negara berkembang, setelah mereka mengembangkan bisnis negara ini, negara kita telah berubah menjadi negara maju.” Jelas Miranda.
“Tidak masalah jika Kamu memiliki cita-cita sampai ke sana. Asalkan Kamu jangan memaksakan diri dan tetap jaga kandunganmu, aku tidak masalah dengan hal itu.” Jelas Seno.
“Tenang saja, aku tahu mana yang lebih penting. Tentu aku akan ingat untuk selalu memperioritaskan kandunganku.” Jelas Miranda.
…
Miranda menggunakan sistem poin dalam website ini, semakin sering seseorang membeli barang dari website ini, maka semakin tinggi pula poin mereka. Poin ini nantinya akan digunakan untuk meningkatkan level member dari para pelanggan.
Semakin tinggi level mereka, semakin mudah pula mereka mendapatkan barang-barang unik yang nanti akan dijual oleh Petani Hebat. Misal saja lelang khusus yang hanya bisa diikuti oleh member dengan level tertentu.
Selain aturan itu, Miranda juga mmebuat aturan mengenai pembatasan seseorang yang hanya boleh membeli satu barang lelang dalam waktu tiga hari. Setelah mereka berhasil membeli sesuatu, mereka hanya bisa membeli lagi tiga hari kemudian.
Ini Miranda lakukan untuk menghindari orang-orang yang sengaja menunggu lelang Petani Hebat dilakukan, memenangkan barang lelang, dan menjualnya kembali dengan harga yang jauh lebih mahal. Miranda tidak mau itu terjadi.
Aturan ini juga menjadi batasan bagi seseorang yang akan menaikkan poin mereka. Jelas mereka hanya akan fokus pada satu akun saja.
“Idemu ini brilian sekali Bunda. Dengan begitu, semua orang yang selama ini membuat banyak akun untuk membeli barang kita untuk dijual kembali, tidak akan bisa lagi melakukan hal itu. Mereka yang selama ini mengeluh karena tidak bisa membeli barang lelang, sekarang bisa melakukannya.”
__ADS_1
Seno tidak pelit dengan pujiannya. Ia memberikan pujian atas rencana-rencana yang Miranda usulkan untuk memperbaiki pemasaran dari produknya.
“Terima kasih Ayah. Tetapi sebagian ide ini juga idemu. Jadi jangan memujiku terlalu berlebihan.” Jawab Miranda.
“Setelah ini, aku boleh kan menjual beberapa produk tanpa melakukan lelang? Seperti kentang misalnya, produk seperti itu kurang cocok untuk dijual secara lelang. Lebih baik kita tetapkan harganya mulai dari sekarang.”
“Kita hanya akan membatasi satu orang membeli seratus kentang dalam sebulan, tidak lebih. Untuk brokoli, kita akan menjualnya sebagai produk premium. Hanya mereka yang memiliki level member platinum ke atas yang bisa mengikuti lelangnya. Apakah itu tidak masalah buat Ayah?”
“Silahkan. Lakukan sesukamu Bund. Aku sudah menyerahkan semuanya kepadamu. Lakukan apa pun yang Kamu mau yang menurut Kamu memang yang terbaik untuk perkembangan bisnis kita.” Jawab Seno.
Sekarang ini keluarganya sudah bertambah kuat. Apalagi dengan pasukan hewan yang sedang ia bentuk. Seno yakin ia bisa melindungi keluarganya sekarang. Ia tidak perlu takut akan ancaman yang mungkin akan mengganggu keluarga besarnya.
Sekarang dirinya bisa berlagak seperti batu, yang hanya diam tidak akan melakukan apa pun, tetapi memiliki kekuatan yang begitu besar. Seno yakin musuh-musuhnya hanya akan menjadi telur yang berusaha mengalahkan batu.
“Baiklah. Kalau begitu aku akan melakukannya. Aku juga berencana menambah pasokan sayuran ke Wira Supermarket, produksi kita sudah semakin meningkat sekarang. Jadi, kita bisa menjual lebih banyak sayuran ke mereka.”
“Nggak hanya itu, aku juga berencana mendirikan perusahaan baru yang hanya akan menjual sayuran. Pelanggan hanya perlu tinggal di rumah membuka aplikasi dan membeli sayuran dari kita. Nantinya akan ada ada kurir yang akan mengantarkan pesanan tersebut.”
“Itu seperti online shop yang hanya menjual sayuran saja. Mungkin dengan beberapa buah-buahan. Ada kemungkinan kedepannya kita juga akan menjual produk daging dan susu jika produksi kita sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.” Jelas Miranda.
Miranda tahu bahwa saat ini lahan pertanian Seno sudah cukup banyak. Penyimpanan sistem milik suaminya itu terbatas jumlah slotnya. Hal ini membuat Seno tidak bisa menanam banyak sayuran ajaib karena tidak bisa menyimpannya nanti.
Jadi, kebanyakan yang ia tanam sekarang adalah sayur dan buah yang berasal dari benih biasa. Meski tidak memiliki efek ajaib, tetapi sayur dan buah biasa ini masih masuk ke dalam katagori produk premium.
Keuntungan yang mereka dapatkan dari menjual sayur dan buah ini dalam jumlah banyak, bisa menambah penghasilan mereka.
“Itu ide yang bagus Bund. Aku mendukungmu. Berapa pun biaya yang Kamu butuhkan, aku akan menyiapkannya. Idemu ini bisa membantu mengurangi jumlah stok sayur yang kita miliki.”
__ADS_1