Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 224 Level 10


__ADS_3

[Level kebun : 9 (1.000.000/1.000.000)]


[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 100.000.000.000.000]


[Poin tanam : 100.154.235.453.900]


“Sistem, tolong naikkan level kebun milikku,” pinta Seno setelah melihat bahwa poin miliknya sudah cukup untuk menaikkan level kebun miliknya.


[Tentu, Host]


[Ding]


[100.000.000.000.000 poin tanam telah diambil]


[Ding]


[Selamat Host level kebunmu naik menjadi level 10]


[Selamat Host mendapatkan satu kotak petani menengah]


[Selamat Host mendapatkan tambahan kotak penyimpanan +10]


[Selamat Host mendapatkan perluasan kebun +1000m2]


[Bercocok tanamlah untuk menjadi petani terhebat]


Seno memandangi hadiah yang ia dapatkan setelah menaikkan level kebunnya. Tidak ada yang berubah. Semua hadiah yang ia dapatkan masih sama seperti sebelum-sebelumnya.


Ketika Seno sedang sibuk melihat panel Sistem miliknya, sebuah pemberitahuan kembali terdengar. Pemberitahuan ini membuat mata Seno berbinar. Ia cukup senang mendengar kemampuan baru yang diberikan oleh Sistem.


[Ding]


[Sistem mendeteksi bahwa Host saat ini sudah mencapai level sepuluh]


[Ding]


[Mendeteksi dimensi yang dimiliki oleh Host]


[Lima dimensi terdeteksi]


[Ding]


[Penyatuan dimensi milik Host dilakukan]


[0%]


[5%]



“Penyatuan dimensi?” tanya Seno ketika melihat persentase penyatuan dimensinya berjalan.


“Sistem apakah ini berati semua dimensi yang aku miliki akan menjadi satu setelah ini?”


[Ya, Host]

__ADS_1


[Semua dimensi yang Host miliki akan dijadikan satu setelah ini]


“Tapi, kenapa ini ada lima dimensi? Perasaan aku hanya memiliki empat dimensi. Jadi, dari mana datangnya dimensi kelima itu?” tanya Seno heran.


Seingat Seno, dimensi miliknya hanya berjumlah empat. Dimensi Gylinox, dimensi Molyap, dimensi Serigala, dan dimensi yang ia rebut dari Profesor Giorgio. Tetapi, dari panel miliknya, sistem menyatukan lima dimensi.


[Tentu saja kebun milikmu, Host]


[Jadi, semua dimensi yang Host miliki akan disatukan]


“Ah aku melupakan hal ini,” ucap Seno sembari menepuk dahinya.


Bagaimana bisa Seno melupakan hal itu. Ia memiliki kebun di demensi lain. Dimensi ini adalah dimensi pemeberian Sistem, bukan dimensi yang ia dapatkan sendiri. Jadi, Seno melupakan hal itu.


“Lalu, apa keuntungan yang akan aku dapatkan jika dimensi milikku menyatu?”


Menyatunya semua dimensi yang ia punya jelas memberikan keuntungan untuk Seno. Ia berharap keuntungan itu berupa berkurangnya jumlah energi yang dibutuhkan untuk menteleportasi dimensi yang ia miliki. Dengan begitu, jumlah teleportasi yang ia lakukan dalam sehari akan bertambah.


[Host bisa mengakses semua dimensi dari satu portal dimensi]


“Kalau itu aku jelas sudah mengetahuinya, Sistem. Jika semua menyatu, aku tidak perlu lagi keluar masuk portal hanya untuk masuk ke dimensi lain. Pasti ada keuntungan lain bukan?”


Menyatunya dimensi milik yang ia punya memudahkan Seno untuk mengecek semua yang ada di dimensinya. Selain itu, ia juga bisa dengan mudah menemui istrinya jikalau mereka berada di tempat yang berbeda.


[Host bisa menempatkan portal dimensi di tempat yang berbeda]


[Bukankah ini yang Host inginkan?]


[Berteleportasi sekali dan bisa langsung pulang tanpa perlu menunggu energi terkumpul?]


“Ah Kamu benar. Kenapa aku tidak memikirkannya.”


Seno bisa menempatkan satu portal di rumahnya. Lalu, menyebar portal yang lain di tempat yang ia inginkan. Seno tidak perlu menggunakan dua dimensi untuk melakukan perjalanan pulang pergi dalam sehari. Ini karena setelah memasuki portal yang sama, ia bisa pulang ke rumah dengan melewati portal yang lain.


Dalam menjalankan misi penaklukkan ini juga memberikan keuntungan besar bagi Seno. Ia hanya tinggal menunggu di dimensi miliknya. Lalu, anak buahnya akan dibagi menjadi dua tim untuk menginvasi dimensi lain. Jika mereka selesai bertarung, Seno bisa dengan mudah berpindah tempat untuk mengambil alih dimensi yang sudah ditaklukan.


“Kemampuan baru ini sangat mengasikkan. Aku tidak menyangka akan mendapatkan kemampuan ini di level sepuluh,” gumam Seno sembari melihat persentase penyatuan dimensi miliknya.


[85%]


[90%]


[95%]


[100%]


[Ding]


[Selamat Host mendapatkan satu dimensi besar dengan lima portal yang bisa di tempatkan di mana saja]


[Karena dimensi milik Host sekarang sudah jauh lebih stabil dari sebelumnya, maka efek cahaya yang muncul bersamaan dengan munculnya portal, dihilangkan]


[Nikmati fasilitas baru milikmu Host]


“Akhirnya selesai juga. Eh … efek munculnya cahaya menyilaukan sudah dihilangkan? Aku tidak menyangka ada kejutan lain.”

__ADS_1


Dengan hilangnya efek cahaya yang muncul bersamaan dengan teleportasi portal, maka Seno bisa lebih bebas bepergian sekarang. Meski lokasi yang ia tuju adalah pusat kota dan banyak orang yang berlalu lalang, Seno tidak perlu khawatir akan ada yang melihat kemunculannya.


Seno masih ingat keributan beberapa waktu lalu akibat kejadian di jalan tol. Itu karena cahaya menyilaukan yang muncul ketika portal miliknya berteleportasi. Sekarang, kejadian semacam itu tidak akan terulang.


“Hem … aku jadi ingin mencoba kemampuan baru ini,” gumam Seno.


Ia lalu memilih koordinat untuk memindahkan salah satu portal miliknya. Tujuan Seno adalah rumah yang ditinggali kedua adiknya. Jika Seno menempatkan satu portal di sana, maka keamanan kedua adiknya akan lebih terjamin.


Meski nanti ia menarik kedua buruh tani yang saat ini menjaga Anita dan Renata, mereka masih akan tetap aman. Anita dan Renata bisa tinggal di dalam dimensi atau pulang langsung ke rumahnya tanpa ada batasan. Satu buruh tani bisa ia tinggalkan untuk menjaga adik dan istrinya.


Dengan begini, kekuatan Seno dalam menaklukkan dimensi lain akan bertambah. Saat ini, jumlah buruh tani yang Seno miliki berjumlah sembilan orang. Dua tim dengan empat orang di setiap timnya Seno rasa cukup kuat untuk menaklukkan dimensi lain.



Saat ini, Anita tengah bersantai di ruang tamu. Di sebelahnya, Laluna ikut menemaninya menonton drama korea yang sedang diputar di televisi. Sejak mengetahui bahwa Seno mengirim Laluna dan Lalana untuk menjaga mereka, baik Anita mau pun Renata sering mengajak si kembar melakukan kegiatan bersama.


Laluna yang tadinya fokus menatap layar televisi, tiba-tiba saja mengarahkan pandangannya ke arah dapur. Ia merasakan sebuah pergerakan di sana.


“Ada apa Luna?” tanya Anita yang melihat pergerakan tiba-tiba dari Laluna.


Anita lalu mengikuti arah pandangan Laluna. Tidak lama kemudian, seseorang muncul dari arah dapur. Jika saja sebelum ini Anita tidak tahu kemampuan teleportasi yang dimiliki kakaknya, maka sekarang ia akan menjerit karena kaget.


“Mas Seno? Kenapa kemari? Pake teleportasi portal lagi.”


Seno yang baru sana datang itu langsung mendekati ke arah Anita dan Laluna. Melihat hal itu, Laluna langsung berdiri dan sedikit membungkukkan badannya ke arah Seno.


“Bos.”


Seno mengangguk pelan ke arah Laluna, pertanda ia menerima sapaan Laluna.


“Aku hanya ingin mencoba kemampuan baru dimensi milikku. Sekarang, semua portal milikku bisa terhubung satu sama lain. Jadi, aku berniat meninggalkan satu portal di sini. Jika nanti ada sesuatu yang mendesak, maka Kamu dan Rena bisa masuk ke dimensi milikku untuk mencari perlindungan,” jelas Seno.


“Jadi, setelah ini aku bisa pulang ke rumah dengan cepat dong? Rumah ini dan rumah peninggalan Ayah dan Ibu sekarang sudah terhubung?” tanya Anita memastikan.


“Ya. Bisa dibilang seperti itu. Kalau Kamu penasaran, Kamu bisa melihatnya secara langsung,” tawar Seno.


“Aku mau.”


Tentu saja Anita ingin melihatnya sendiri. Jika yang Seno katakan itu benar, maka ia tidak perlu lagi menempuh satu jam lebih perjalanan untuk bisa pulang. Sekarang, kurang dari lima menit Anita bisa kembali pulang.


Setelah memakai sepatu miliknya, Anita mengikuti Seno menyebrangi portal. Seperti kata Seno, semua portal yang ada sekarang telah menyatu. Anita bisa melihat semuanya.


Ada sebuah gunung besar dengan es yang menyelimutinya, hutan tropis dengan pohonnya yang cukup lebat, stepa yang cukup luas yang dihuni oleh berbagai hewan, dan tidak ketinggalan kebun dengan sayuran berbagai jenis.


Di sudut lain, terdapat beberapa bangunan yang tertata rapi. Anita mengetahui itu sebagai sektor produksi milik Seno serta laboratorium milik Dina. Lalu, tidak jauh dari bangunan itu, terdapat bangunan lain yang Anita tidak tahu diperuntukkan untuk apa.


“Sekarang, setelah Kamu memasuki portal, Kamu bisa menjelajahi semua dimensi yangaku miliki. Setiap akhir pekan Kamu bisa berkemah di hutan tropis, mendaki gunung berapi, atau bahkan bermain ski di gunung es. Ke depannya, akan ada dimensi lain yang bergabung di sini, pasti nanti panorama dimensi ini akan lebih beragam,” jelas Seno.


“Lalu lihat ini,” ucap Seno sembari menunjuk ke arah portal miliknya yang diletakkan berdekatan di satu tempat. “Aku sudah memberi tanda portalnya. Jadi, Kamu tidak akan salah memilih portal nantinya.”


Sebelum berangkat ke rumah adiknya, Seno sudah membuat plakat yang bertuliskan angka yang berbeda. Plakat tersebut Seno letakkan di dekat setiap portal.


“Portal nomor satu akan membawa ke rumah keluarga kita. Portal nomor dua akan membawa ke rumahmu. Portal ketiga nantinya akan aku taruh di rumah baruku. Jadi, selain ketiga portal itu, jangan pakai portal yang lain tanpa bertanya terlebih dahulu kepadaku,” jelas Seno.


Anita langsung memasuki portal nomor satu. Tidak berapa lama kemudian, pemandangan di depannya berubah menjadi kebun yang berada di belakang rumah mendiang orang tuanya. Anita bisa melihat Miranda dan Dina yang sekarang bersantai di gazebo.

__ADS_1


“Wow …,” ucap Anita kagum.


“Aku tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos bensin untuk pulang sekarang. Bahkan, aku juga bisa numpang makan di sini. Akan aku manfaatkan portal ini dengan sangat baik Mas.”


__ADS_2