Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 41 Jendral Eko Susanto


__ADS_3

“Jadi ini wortel ajaib yang Kamu bilang itu?” Tanya Eko Susanto, seorang petinggi militer berpangkat Jendral.


Di samping Eko, Johan mengikuti arah pandang atasannya itu yang kini sedang mengamati para bawahnan mereka menurunkan satu persatu wortel dari dalam truk.


“Iya Jendral. Ini adalah wortel itu. Sebelum ini Jendral sudah mencobanya sendiri bukan? Wortel ini memberikan manfaat seluar biasa itu untuk tentara kita. Aku yakin kita bisa memperkuat tentara kita dengan wortel-wortel ini.” Jelas Johan.


Sebelum ini Johan memberikan sepuluh wortel yang ia dapakan dari Miranda kepada Eko. Atasannya itu sudah memakan beberapa wortel itu. Johan rasa sekarang Eko sudah merasakan manfaat dari wortel itu.


“Apakah kamu sudah mencoba mencari tahu sumber dari wortel-wortel ini? Dari laporan yang Kamu kumpulkan, anak muda itu hanyalah anak muda biasa yang baru saja ditinggal mati kedua orang tuanya. Tidak mungkin bagi dia memproduksi sayuran seperti ini bukan?” Tanya Eko.


“Maaf Jendral. Sampai sekarang aku belum menemukan sumbernya Jendral. Sebelumnya orang yang aku kirim mengatakan bahwa Seno mendatangi seseorang. Tetapi setelah Kami selidiki lebih lanjut, orang itu hanya membeli kentang dari Seno, dan bukan orang yang menyuplai wortel-wortel itu.” Jelas Johan.


“Kalau begitu, selidiki saja semuanya. Sementara itu, minta seseorang untuk menanam sebagian dari wortel yang baru kita dapatkan. Kita akan mencoba mencari tahu apakah wortel itu bisa ditanam kembali apa tidak.”


“Ke depannya awasi saja dia dan beli sebanyak-banyaknya wortel darinya.” Jelas Eko.


“Jadi Jendral menyetujui usulanku ini?”


“Ya. Aku menyetujuinya. Apa yang Kamu lakukan itu adalah sebuah hal yang luar biasa. Aku akan menuliskan hal ini pada daftar prestasimu. Aku yakin setelah ini Kamu bisa mengajukan kenaikan jabatan.” Jelas Eko.


Mendengar ucapan Eko, tentu saja Johan merasa senang. Dengan begini, sebentar lagi dirinya akan memiliki pangkat Jendral. Pangkat yang selama ini sudah ia harapkan.


“Terima kasih Jendral.”


Meski Johan mencoba mengucapkannya dengan nada biasa, tetapi hal itu tidak juga menutupi rasa senangnya. Semua itu bisa diketahui dari nada bicaranya.


“Lalu, Kamu juga awasi jumlah wortel yang dijual oleh anak itu kepada rakyat sipil. Jika bisa, bekerja samalah dengan pihak The Auction untuk membatasi pembelian seseorang dalam jumlah tertentu.”


“Kita tidak mau bukan adanya tim ******* yang memanfaatkan lelang itu untuk memperkuat kelompok mereka.” Ucap Eko dengan cukup serius.


“Tentu saja Jendral. Aku memahaminya. Aku akan menghubungi pihak-pihak terkait untuk melakukan hal ini.” Jelas Johan.


****


Hari ini Seno pergi ke Kota Y untuk mengunjungi peternakan sapi yang ada di sana. Ia berangkat ketika hari masih gelap sehingga ketika dirinya sampai di sana, tidak terlalu siang dan memiliki kesempatan untuk ikut memerah sapi.


Memerah sapi ternyata tidak semudah yang Seno bayangkan. Ada teknik-teknik khusus yang perlu ia lakukan. Jika ia salah dalam melakukannya, maka hal itu bisa membuat sapinya merasa stress dan produksi susunya berkurang.


Itu adalah efek terkecil yang Seno dapatkan jika salah dalam memerah. Paling parah adalah Seno mendapatkan tendangan dari sapi tersebut. Juga, sapi itu bisa-bisa sama sekali tidak memproduksi susu.


Jadi, selama seharian itu Seno belajar dengan sungguh-sungguh mengenai cara memerah susu. Setelah itu, Seno juga belajar mengenai penanganan Sapi. Mulai dari pemberian makan, cara merawatnya agar tidak stress. Seno bahkan mencoba memandikan sapi yang ada di sana.


Dengan pelatihan ini, Seno semakin yakin bisa menjinakkan sapi-sapi yang ada di rumahnya. Setelah pelatihan itu, Seno kembali ke rumahnya. Sebenarnya ia ingin mampir ke tempat adik-adiknya tetapi ia tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Ia masih perlu memberi makan sapi miliknya.


Besok paginya setelah berolahraga rutin, Seno pergi ke kebun miliknya. Seperti sebelum-sebelumnya, ia memberi makan sapi-sapi itu melalui cela pagar.


Kali ini setelah memberi makan sapinya, Seno tidak langsung beranjak dari sana. Ia menunggu di samping pagar. Hal ini Seno lakukan agar sapi-sapi itu lebih terbiasa lagi dengan keberadaan Seno.

__ADS_1


Sembari menunggui sapi-sapinya, Seno memperhatikan kelinci-kelinci miliknya yang kini membuat lima kelompok kecil sesuai tim mereka. Di depan kelinci-kelinci itu kini terdapat sebuah Ipad yang menampilkan video pembelajaran mengenai mengenal huruf, termasuk juga menulis huruf itu.


Sesekali Seno melihat salah satu kelinci mengikuti arahan video untuk menulis huruf dengan menggunakan kaki depannya. Kelinci-kelinci ini sekarang lebih terlihat seperti anak TK yang tengah sekolah.


“Hem… hal itu membuatku penasaran mengenai bentuk manusia yang mereka ambil nantinya. Apakah mereka akan berubah seperti anak kecil atau seperti manusia bisa?” Gumam Seno sembari mengetuk ketukkan telunjuknya di dagu.


Usaha yang Seno lakukan dengan menunggui sapi-sapinya terlihat mulai menunjukkan keberhasilan. Sore harinya sebelum memanen sayurannya, Seno mendapati sapi-sapi itu mendekat ke arahnya.


Mereka sekarang sudah makan rumput di dekat Seno dengan cukup tenang tanpa memberikan tatapan memusuhi kepada Seno. Ini adalah kemajuan menurut Seno. Meski begitu, ia tidak berani masuk ke dalam kandang.


Semua butuh proses. Jika nanti sapi-sapi itu tidak keberatan ia pegang, maka Seno akan mencoba memberanikan diri masuk ke dalam kandang. Sekarang, ini saja sudah cukup menurut Seno.


Seno lalu bergerak memanen sayurnya. Ia ingin sekali mengetahui manfaat dari buncis yang kemarin ia tanam. Seno ingin tahu apakah sayur buncis ini adalah sayuran yang bisa dilelang di The Auction apa tidak.


Seno tahu bahwa brokoli yang ia miliki tidak cocok di ketahui oleh banyak orang. Jika orang memiliki kemampuan mata yang di atas rata-rata, itu tidak terlalu menghebohkan. Tetapi, jika seseorang bisa memiliki tubuh kebal, hanya dengan memakan sayuran, itu akan membuat Seno menjadi target banyak pihak.


Bahkan jika Seno hanya menjualnya ke pihak militer sekali pun. Ia masih merasa tidak aman. Ia perlu mencari cara melindungi dirinya dan keluarganya. Mungkin jika dirinya sudah memastikan dirinya dan keluarganya aman, barulah Seno akan mempublikasikan brokoli tersebut.


[Buncis penuh Vitamin E]


[Ditanam dengan penuh cinta oleh seorang petani muda]


[Katanya bagus untuk kesehatan kulit]


[EXP +16]


[Poin tanam +800]


[Host coba cari tahu sendiri manfaat buncis tersebut]


Seno tahu bahwa sistem nantinya akan memberikan jawaban seperti itu. Ia tidak cukup kaget.


Tetapi, jika memang buncis ini memiliki manfaat seperti yang ia pikirkan, itu sangat luar biasa. Ini akan menjadi tambang uang baru untuk Seno.


Pasar dari sayuran ini nantinya adalah kaum hawa. Bagi kaum hawa, kecantikan adalah segalanya. Jadi, jika ada sayuran yang bisa membuat mereka memiliki kulit mereka awet muda, pasti mereka akan berlomba untuk mendapatkannya.


Seno bisa membayangkan harga dari buncis ini akan jauh lebih tinggi daripada harga wortel. Mungkin satu porsi buncis yang berisi sepuluh buah buncis ini bisa terjual lebih dari satu juta rupiah jika Seno melelangnya.


“Memang aku menemukan tambang uang baru, sayangnya aku belum bisa menambang uang di sana.” Gumam Seno sedikit kecewa.


Laki-laki itu perlu menaikkan level kebunnya jika ingin menanam buncis itu dalam jumlah banyak. Untuk naik level lagi, Seno butuh dua puluh lima juta poin tanam. Itu cukup lama menurut Seno. Empat hingga lima kali tanam lagi baru ia bisa melakukannya.


“Aku harus bersabar untuk bisa menanam buncis itu.” Gumam Seno.


Seno lalu melanjutkan menanam sayurannya. Ketika ia memanen brokoli, Seno menerima pemberitahuan dari sistem.


[Ding]

__ADS_1


[Selamat Host telah menjalankan misi panen 500 brokoli]


[Selamat Host mendapatkan +1000 benih brokoli]


Meski mendengar pemberitahuan itu, Seno tetap melanjutkan memanen sayuran yang lainnya. Ia tahu apa isi pemeberitahuan itu jadi Seno tidak perlu berhenti hanya untuk sekedar mengeceknya.


“Panel Sistem”


[Host : Seno Eko Mulyadi (23)]


[Kekuatan : 7,1 (Manusia Dewasa : 10)]


[Stamina : 5 +4 (Manusia Dewasa : 10)]


[Luas lahan : 800 m2 (+700 m2)]


[Level kebun : 3 (5000/5000)]


[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 25.000.000]


[Poin tanam : 3.082.100]


[Penyimpanan Sistem : 15 slot (13/15)]


[Slot hewan ternak : 5]


[Pembelian slot selanjutnya : 10.000 poin ternak]


[Jumlah ternak : - 2 ekor sapi]


[Poin ternak : - 500 ]


[Misi : - Perah 10 liter susu sapi Grade C. Batas waktu 6 hari


- Jinakkan sapi yang ada di perternakan]


[Toko sistem : - Bukan Pupuk Biasa : 100 poin tanam



Wortel dengan penuh Vitamin A : 50 poin tanam


Kentang mengenyangkan : 100 poin tanam


Brokoli penuh vitamin dan mineral : 200 poin tanam


Rumput super grade D : 100 poin ternak]

__ADS_1



“Akhirnya selesai juga panennya.”


__ADS_2