
Senin pagi Seno mengunggah sebuah video yang ia dapatkan dari pemenang give away. Video tersebut mengenai parkour yang dilakukan oleh para pemenang give away.
Sebelumnya, Seno sudah memberikan syarat kepada para pemenang give away bahwa mereka harus membuat sebuah video parkour setelah mereka memakan pisang yang ia berikan. Jika hasil video mereka bagus, maka Seno akan memberi bonus berupa tiga porsi buncis.
Tentu saja semuanya pemenang menyetujuinya. Harga satu paket buncis yang berisi tiga porsi buncis, bisa Seno lelang dengan harga satu juta lima ratus. Jelas banyak yang mau membuat video itu. Ada kejadian yang cukup mengeherankan ketika Seno mengirimkan hadiahnya.
Ada empat pemenang yang memiliki alamat yang sama. Hal ini membuat Seno menambahkan aturan baru untuk give away selanjutnya, bahwa pemenang pada give away sebelumnya tidak akan bisa memenangkan give away lagi.
Ini karena Seno berencana melakukan give away secara rutin selama sepuluh hari sekali. Jadi, kepopuleran akun lelang miliknya tetap akan terjaga. Seno juga berencana membuat sebuah paket hampers untuk sayurannya ini.
Ia akan menyiapkan kemasan yang lebih mewah dan berkelas untuk produknya ini. Dengan begitu, dirinya bisa memasarkan produknya lebih mahal lagi dari biasanya. Terkadang orang kaya akan menganggap produk kita sebagai produk murahan hanya karena kemasannya yang biasa saja.
Seno juga memiliki keinginan memasarkan produknya ke luar negeri. Tetapi ini hanya untuk produk-produk yang tidak memberikan dampak besar terhadap keamanan negara seperti halnya wortel miliknya.
….
Video yang Seno unggah di sosial media berhasil menarik perhatian banyak orang. Hal ini karena parkour yang ada dalam videonya tidak hanya dilakukan oleh mereka yang berusia muda. Ada dua orang lanjut usia yang melakukan parkour.
Mereka adalah pasangan suami istri dari keluarga yang memenangkan give away. Parkour yang mereka lakukan memang tidak terlalu ekstrim. Tetapi gerakan yang mereka lakukan itu sangat mustahil dilakukan oleh mereka yang seusia dengan dua orang itu.
__ADS_1
Dalam lima belas menit pertama, sudah ada seribu akun yang membagikan video tersebut dan video itu diputar sejumlah tiga ribu kali. Setengah jam kemudian, angka tersebut naik secara derastis. Ada sepuluh ribu akun yang membagikannya dan video itu diputar sejumlah seratus ribu kali.
[Waow, bagaimana mungkin seseorang seusia mereka bisa melakukan gerakan seperti itu? Aku yang masih muda saja merasa malu karena tidak bisa melakukan gerakan seperti itu.]
[Itu pasti karena latihan rutin. Jika tidak, mana mungkin mereka bisa melakukannya.]
[Eh bukankah ini Pak Alan dan istrinya, tetanggaku? Sejak kapan mereka bisa melakukan parkour seperti ini? Memanjat pohon dengan mudahnya, lompat ke sana ke sini. Sependek pengetahuanku, Pak Alan tidak bisa memanjat pohon. Waktu tujuh belasan kemarin aja dia nggak berani ketika diminta memasang umbul-umbul di pohon. Ini dia berubah menjadi lincah seperti monyet.]
[Kenapa mereka bisa melakukan hal itu?]
[Eh apa kalian tidak sadar, yang mengunggah video ini adalah pemilik akun bernama Petani Hebat. Dia selama ini berjualan sayurnya dengan cara melelangnya di The Auction. Lalu apa hubungannya ini dengan sayur yang dijualnya?]
[Aku sudah mengecek semuanya, ternyata mereka semua bisa parkour karena sudah mengkonsumsi salah satu produk dari Petani Hebat. Dia banyak menjual produk pertanian yang cukup ajaib.]
Banyak sekali komentar yang muncul diunggahan Seno. Awalnya banyak yang tidak mempercayai postingan itu dan mengira itu adalah orang muda yang dirias menjadi tua. Tetapi, lama kelamaan mereka semakin percaya dengan apa yang mereka lihat.
Itu membuat pengunjung dilaman lelang Seno ikut bertambah banyak. Apalagi beberapa pelanggan Seno ikut mendatangi unggahan Seno itu dan memberikan komentar kapan Seno akan menaikkan jumlah buncis dan sayuran lainnya yang ia lelang.
[Bos tidak bisakah Kamu berhenti melakukan promosi besar-besaran seperti ini? Jika seperti ini maka sainganku untuk mendapatkan buncis akan menjadi lebih banyak.]
__ADS_1
[Kau benar. Meski itu seharga satu juta lima ratus, orang yang berani mengeluarkan uang sebanyak itu untuk buncis milik Petani Hebat cukup banyak. Aku dari dulu sampai sekarang tidak bisa mendapatkan satu porsi buncis sekalipun.]
[Padahal setiap harinya ada seratus lima puluh paket buncis yang dijual. Tetapi semuanya selalu ludes terjual. Bos naikkanlah jumlah buncis yang Kamu jual.]
Ada ketakutan dari pelanggan lama Seno ketika laman lelang milik Seno semakin terkenal. Dengan bertambahnya orang yang mengetahui keajaiban sayuran milik Seno, membuat mereka takut tidak bisa membeli buncis milik Seno.
Bahkan, ada orang yang sejak Seno mulai melelang buncis sampai dengan sekarang, belum berkesempatan untuk memenangkan lelang buncis sama sekali. Dia sangat was-was mengetahui bahwa laman lelang Seno semakin terkenal.
Sementara itu, orang yang sedang mereka cari-cari sekarang ini sedang berada di depan sebuah rumah mewah. Ini adalah rumah yang ia datangi hari Sabtu kemarin, rumah orang tua Dina. Seno kembali datang kemari untuk kembali meminta restu dari mereka.
Kali ini tidak seperti sebelumnya. Seno tidak mendapatkan sambutan hangat dari keluarga Dina. Satpam rumah orang tua Dina bahkan tidak mengijinkan Seno untuk masuk. Hal itu tidak membuat Seno patah semangat. Ia tetap menunggu di depan gerbang rumah keluarga Dina dengan penuh kesabaran.
Ketika ada mobil yang dinaiki oleh anggota keluarga Dina lewat, Seno mengetuk kaca mobil mereka dan mencoba mengajak mereka berbicara. Namun, hasilnya sama saja. Ia mendapatkan respon dingin. Seno baru kembali ke rumahnya ketika hari menjelang gelap. Ia tidak akan menyerah dan kembali mencoba esok hari.
Pagi-pagi sekali Seno sudah memarkirkan mobil box miliknya di depan rumah orang tua Dina. Ia berencana seharian akan menetap di sini. Seno sengaja membawa mobil box miliknya ini untuk bisa membawa pekerjaannya mengemasi pesanan sayuran dari dalam box mobilnya.
Di dalam sana sudah ada para kelincinya yang membantu Seno dalam mengerjakan hal ini. Nanti sore dia baru akan pergi menuju ke tempat kurir untuk menyerahkan seluruh sayuran pesanan pelanggannya.
Setiap setengah jam sekali atau setiap ada mobil dari anggota keluarga Dina yang datang, Seno akan turun dan mencoba peruntungannya untuk bisa berbicara dengan keluarga Dina. Tetapi hasilnya tetap sama.
__ADS_1
Ini Seno jalani selama lima hari berturut-turut. Tidak ada kata menyerah dalam kamus Seno. Ia akan terus berjuang demi mendapatkan restu dari keluarga Dina. Pada akhirnya perjuangan Seno ini terbayarkan.
Pada hari keenam, orang tua Dina mau menemui Seno. Memang ini bukan berarti mereka akan langsung memberikan Seno restu untuk menikahi putri mereka. Tetapi, kesempatan untuk berbicara dengan mereka ini akan Seno manfaatkan dengan baik. Mungkin saja sekarang mereka bisa memberikan Seno restu.