
“Berlian? Apa itu sungguhan berlian?” Tanya Dina memastikan.
Seno baru saja selesai menjelaskan keberadaan berlian di dimensi miliknya, kepada Dina dan Miranda. Mereka cukup kaget dan tidak percaya dengan penjelasan Seno tersebut.
Memiliki tambang berlian bukanlah perkara kecil. Sebuah tambang berlian bisa membawa keluarga kecil mereka memasuki jajaran keluarga kaya di negeri ini. Bahkan, mereka memiliki kemungkinan menjadi salah satu keluarga terkaya di dunia.
“Iya itu adalah berlian. Aku sudah mengeceknya di toko perhiasan dan itu adalah berlian asli. Sekarang aku mendiskusikan ini dengan kalian, apakah kita akan menambang berlian tersebut dan menjualnya, atau kita hanya membiarkannya saja?” Tanya Seno.
“Tentu saja kita kita harus menambangnya Mas. Itu adalah berlian. Pasti nilainya cukup besar jika kita berhasil mengambil semua isinya.” Ucap Miranda dengan penuh semangat.
“Tetapi siapa yang akan menambangnya?” Tanya Dina.
Tidak mungkin mereka memperkerjakan orang Bumi dan membawa mereka dimensi lain, maka itu sama dengan mempublikasikan bahwa mereka memiliki dimensi lain sekarang.
“Jika kita akan menambangnya, kita bisa meminta para Gylinox untuk melakukannya. Aku memberi mereka makan yang cukup banyak. Jadi, sudah sewajarnya mereka bekerja membantuku bukan?” Ucap Seno.
Jika mereka menggunakan lembah di mana berlian itu berada, maka rencana Seno untuk membangun sebuah rumah di sana gagal. Padahal pemandangan di sana cukup bagus.
Memang mungkin Seno tidak bisa membangun hunian baru di sana, tetapi ke depannya, Seno pasti menemukan tempat yang lebih bagus lagi. Bisa saja Seno mendapatkan dimensi baru yang memiliki pemandangan yang lebih indah dari sebelumnya.
Membicarakan soal dimensi lain membuat Seno ingat akan sesuatu yang perlu ia diskusikan. Kesibukannya akhir-akhir ini membuatnya lupa mendiskusikan ini dengan kedua istrinya.
“Ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian.”
“Soal apa?” Tanya Dina.
“Ini soal dimensi-dimensi lain yang mungkin saja ada di luar sana. Aku belum meceritakan ini kepada kalian. Bahwa kemungkinan ada banyak dimensi yang tersebar di planet Bumi. Selama ini gempa yang sering kita rasakan itu kemungkinan besar adalah akibat dari munculnya dimensi baru.”
__ADS_1
“Selama ini dimensi-dimensi tersebut dijaga oleh para tentara. Kamu tahu sendiri bukan bagaimana rupa dari mahkluk penghuni dimensi lain?” Tanya Seno sembari melihat Dina.
“Jadi selama ini ada para tentara yang sudah menjaga makhluk dimensi lain agar tidak menyerang penduduk ya. Aku kira Mas Seno Sistem akan mengirim Mas Seno ke suatu dimensi baru dan meminta Mas Seno menaklukkannya. Ternyata tidak rupanya.”
Mengetahui hal ini membuat Miranda khawatir akan Pamannya, Johan. Pasti Pamannya itu akan berurusan dengan mahkluk dari dimensi lain ketika bertugas.
“Lalu apa maksud Kamu mengatakan semua ini kepada Kami? Apa Kamu mau menaklukkan semua dimensi itu sekarang?” Tanya Dina.
Bukan tanpa alasan Dina berkata demikian. Ia takut hanya karena menemukan sebuah berlian di salah satu dimensi membuat Seno menjadi tamak. Ia lalu berpikir untuk menaklukkan dimensi yang lain dan mengeksploitasi sumber daya yang ada di sana.
Hal itu bukan membuat Dina senang, malah itu membuat Dina khawatir. Makhluk yang sebelumnya ia lihat saja cukup mengerikkan. Bagaimana dengan makhluk-makhluk yang lainnya? Sudah pasti mereka tidak kalah mengerikkannya bukan?
Dina takut terjadi sesuatu pada Seno. Ia tidak mau menjadi janda di usia yang cukup muda.
“Tentu saja tidak.” Jawab Seno.
“Aku tidak sebodoh itu untuk menakhlukkan semua dimensi yang ada, sementara aku tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya. Menjadi pahlawan bukan hanya soal keberanian saja, tetapi kita harus memiliki kekuatan untuk mendukung hal itu terjadi.”
“Jadi bagaimana pendapat kalian dengan rencanaku ini?” Tanya Seno kepada para istrinya.
“Aku setuju sih Mas. Dengan begitu, mereka akan jauh lebih kuat lagi.”
“Tetapi, apakah Kamu sudah memikirkan konsekuensinya Sen?” Tanya Dina khawatir.
Dina juga memiliki kekhawatiran seperti yang Seno miliki sebelumnya. Bahwa dengan mengumumkan hal ini, maka keluarga mereka terancam akan bahaya.
“Tentu saja aku sudah memikirkannya. Aku memiliki brokoli sudah cukup lama. Kedua adikku juga sudah lama mengkonsumsinya. Mereka sekarang sudah mulai kebal senjata tajam. Jadi jika nanti terjadi sesuatu, mereka akan lebih aman lagi.”
__ADS_1
“Selain itu, aku hanya akan menjualnya kepada pihak militer, tidak kepada pihak lain. Dengan begitu, kecil kemungkinan kita berada dalam bahaya. Pihak militer pasti akan berpikir dua kali jika ingin melakukan sesuatu padaku.”
Seno pikir pihak militer tidak akan sebodoh itu langsung menodongnya. Sekarang Seno memiliki Johan sebagai Pamannya, meski Johan tidak memiliki pangkat yang tinggi, tetapi akan cukup mudah mendiskusikan semuanya dengan pihak militer.
Sebelumnya pihak militer juga pernah menggeledah rumah yang ia tinggali tanpa sepengetahuannya. Mungkin setelah ini mereka akan melakukan hal yang sama. Tetapi, Sneo akan lebih siap lagi menghadapi kemungkinan itu.
“Jika sekarang aku memiliki sayur yang bisa membuat seseorang memiliki tubuh kebal, mereka pasti akan berpikir aku memiliki sesuatu yang lain yang bisa menyerang mereka. Lalu, seandainya ada pihak yang menyerang keluarga kita, masih ada Thor dan Tiar yang bisa melindungi kita.”
“Tidak hanya itu, masih ada satu benih misterius yang sebentar lagi akan aku panen. Jadi aku akan memiliki cukup banyak pelindung nantinya. Jadi, semisal nanti ada yang ingin mencelakai kita, kita akan baik-baik saja.” Jelas Seno panjang.
Ketika mendapatkan brokoli untuk pertama kalinya, Seno tidak memiliki kemampuan lain untuk melindungi diri. Ia tidak memiliki buruh tani yang bisa diandalkan seperti sekarang. Dulu Sneo hanya memiliki kebunnya dan para kelinci yang tidak terlalu bisa diandalkan.
Sekarang sangat berbeda. Adanya buruh tani yang ia peroleh dari benih misterius menambah rasa percaya diri Seno. Ia yakin bisa mengatasi musuh yang mungkin saja muncul nantinya.
“Jadi, pendapat kalian bagaimana?” Tanya Seno sekali lagi.
“Mendengar semua penjelasanmu itu, aku yakin Kamu sudah mempersiapkan semuanya. Segala kemungkinan sudah kamu pikirkan baik-baik. Aku rasa tidak masalah jika kita menjualnya ke pihak militer negara kita.”
“Anggap saja kita sedang membantu mereka dalam pengamanan negeri ini.” Jawab Dina.
“Aku juga setuju Mas. Jika memang Mas sudah siap mempublikasikan brokoli itu kepada pihak militer, aku akan membantu Mas Seno untuk mendiskusikan semuanya dengan mereka.” Imbuh Miranda.
Seno pun tersenyum mendengar hal itu.
“Baguslah jika kalian sudah menyetujuinya. Sekarang kita perlu memikirkan cara untuk memberitahukan ini kepada pihak militer. Tidak mungkin kita langsung mendatangi mereka dan bilang bahwa kita memiliki sesuatu yang bisa membuat seseorang kebal akan senjata bukan?”
Ketiganya kemudian melakukan diskusi mengenai cara untuk memberitahu pihak militer mengenai keberadaan brokoli yang bisa membuat seseorang menjadi kebal senjata tajam. Setelah setengah jam berdiskusi, mereka akhirnya membuat sebuah keputusan.
__ADS_1