
[Ding]
[Selamat Host telah menjalankan misi mencari benih cabe rawit super pedas]
[Selamat Host mendapatkan +1 benih misterius]
Seno tersenyum lebar setelahmendapatkan pemberitahuan tersebut. Ini berarti ketiga buruh taninya sudah berhasil menemukan tanaman cabe rawit super pedas pada dimensi EM59CS8.
Seno berharap ketiga buruh taninya baik-baik saja sekarang. Ia juga berharap makhluk penghuni dimensi EM59CS8 bukanlah makhluk yang ganas yang bisa membunuh orang. Ia juga berharaps para buruh taninya tidak mendapatkan luka dalam misi ini.
Sekarang yang perlu Seno lakukan adalah menunggu ketiga buruh taninya kembali. Tiga puluh menit kemudian, Seno melihat portal miliknya bercahaya. Itu berarti ada yang menyebrang ke dimensinya dari dunia luar.
Seno pun menunggu dengan penuh antisipasi. Ia tertegun ketiga melihat hanya Tiarsus yang muncul dari cahaya putih tersebut.
“Eh hanya Kamu saja yang kembali? Yang lain mana?” Tanya Seno heran.
Apakah musuh yang mereka hadapi cukup berbahaya sehingga Thorbiorn dan Azkareia meminta Tiarsus untuk kembali, dan memberikan cabe rawit super pedas kepadanya? Seno bisa melihat bahwa saat ini benih cabe rawit tersebut sudah ada di tangan Tiarsus.
“Ada masalah kecil Bos. Kami membutuhkan kehadiranmu di dimensi EM59CS8 untuk menyelesaikan masalah kecil ini.” jawab Tiarsus.
Yang Tiarsus maksud masalah dalam hal ini adalah Momoy yang tidak bisa keluar dari dimensi EM59CS8 sebelum inti dimensi dipindah tangankan. Jadi Seno perlu datang ke sana untuk melakukan serah terima.
Tetapi, yang ditangkap oleh Seno adalah buruh taninya mengalami masalah yang cukup serius. Hal itu membuat Thorbiorn dan Azkareia tertahan di dalam dimensi EM59CS8 dan tidak bisa kembali.
“Kamu memintaku hadir? Memangnya bisa memantu apa aku ini? Selain memberi kalian perintah, tidak ada yang bisa aku lakukan. Jika aku ikut, bukankah aku malah akan menjadi beban kalian?” Tanya Seno heran.
“Ah bukan itu maksudku Bos.”
“Lalu, apa maksudmu? Katakan dengan jelas supaya aku tidak lagi salah paham denganmu.” Pinta Seno.
“Kami sudah berhasil menaklukkan dimensi EM59CS8. Sekarang kami meminta kehadiranmu ke sana agar Bos bisa mengambil alih inti dimensi tersebut. Inti dimensi itu tidak bisa dibawa keluar sebelum Bos mengambil alihnya.” Jelas Tiarsus.
__ADS_1
“Eh.” Seno melebarkan matanya mendengar ucapan Tiarsus tersebut.
“Kalian sudah menaklukkannya? Bagaimana mungkin? Bukankah aku hanya meminta kalian untuk mengambil benih cabe rawit super pedas dan melakukan penyelidikan saja? Kenapa sekarang kalian malah menaklukkannya? Kenapa bisa seperti itu?” tanya Seno heran.
Ini memberikan kejutan untuk Seno. Ia tidak menyangka bahwa ketiga buruh taninya bergerak aktif mendahului Sistem. Sistem belum memberinya misi penaklukkan dimensi lain. Tetapi mereka sudah lebih dulu menaklukkannya.
“Awalnya kami hanya melakukan pengintaian dan menilai kekuatan musuh seperti yang Bos minta. Tetapi, kami ketahuan oleh mereka. Lalu pemimpin kawanan mereka datang dan berniat mengusir kami. Dia tahu bahwa dia tidak akan bisa mengalahkan kami jadi dia mengusir kami.”
“Tetapi Azkareia malah mengusulkan untuk dia langsung tunduk dan meneyerahkan wilayahnya padamu Bos. Itulah yang sebenarnya terjadi.” Jelas Tiarsus.
Tiarsus tidak lupa untuk memberitahu Bosnya mengenai peran Azkareia dalam penaklukkan kali ini. Tiarsus berharap dengan melakukan hal ini citra Azkareia di mata Bosnya lebih bagus lagi.
Bagaimanapun juga, mereka akan bekerja dengan Seno dalam waktu yang lama. Tiarsus tidak mau ada ketegangan di antara mereka. Tiarsus dan Thorbiorn yang tidak ikut dalam perseteruan pun secara tidak langsung mengalami dampaknya juga.
“Oh itu usulan Azkareia rupanya.” Ucap Seno sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.
Seperti yang diharapkan Tiarsus dan yang lainnya, citra Azkareia sekarang sedikit membaik di mata Seno. Kekesalan Seno karena Azkareia menggoda istrinya sudah tidak lagi ia rasakan.
Seno pun bergerak menuju portal. Ia bersiap untuk keluar dan pergi ke dimensi EM59CS8. Namun, Tiarsus menghentikannya.
“Ada apa lagi?”
“Lebih baik Bos memakai jubah hitam sekarang.”
“Kenapa memangnya?”
“Di luar portal dimensi ini, para tentara sudah berjaga Bos. Jika Bos tidaks ingin wajah milik Bos diketahui mereka, maka Bos perlu memakai jubah hitam dan topeng seperti biasanya.”
Ucapan Tiarsus ini langsung membuat Seno berkeringats dingin. Pasalnya Seno tadi memiliki rencana untuk keluar dari portal sejenak untuk menghubungi kedua istrinya dan mengabarkan keadaannya. Seno tidak bisa menghubungi mereka jika ada di dalam dimensi.
Jika saja dirinya tadi keluar begitu saja tanpa persiapan apa pun, itu sangat membahayakan. Memang dirinya tidak akan terluka jika terkena tembakan, tetapi wajahnya akan diingat oleh para tentara. Seno masih ingin menyembunyikan identitasnya dari para tentara selama mungkin.
__ADS_1
“Baiklah aku mengerti.”
…
Seno dan Tiarsus langsung diberondong dengan tembakan ketika keluar dari portal. Seno sudah meminta Tiarsus tidak mempedulikan hal itu. Ia meminta Tiarsus bergegas menuju dimensi EM59CS8 dan menyelesaikan segala urusan di sana.
Pergerakan Tiarsus cukup cepat. Jika saja Seno tidak terbiasa dengan pergerakan secepat ini, sudah pasti Seno akan muntah.
Tidak lama kemudian, Tiarsus dan Seno sampai di perkemahan para tentara. Jika Seno membandingkan jumlah tentara yang ada di sini, dengan jumlah tentara yang ia lihat berjaga di dimensi sebelumnya, jumlahnya lebih sedikit. Seno tidak tahu apa yang membuat jumlahnya berbeda.
Kali ini para tentara tidak lagi menembaki Tiarsus dan Seno. Mereka hanya mengarahkan senjata api mereka ke arah Tiarsus dan Seno. Mungkin para tentara sudah tahu bahwa percuma bagi mereka menembaki keduanya. Itu justru akan membuang-buang amunisi.
Hal yang pertama Seno lihat setelah menyebrang adalah tanah lapang yang cukup luas. Melihat itu, sebuah pemikiran melintas di kepala Seno.
“Hem…. Dimensi ini sangat cocok untuk dijadikan peternakan. Aku bisa membiarkan hewan ternak milikku bergerak bebas di sini.” Gumam Seno.
“Mungkin aku juga bisa membeli beberapa kambing normal. Aku bisa menghadiahkan daging kambing-kambing tersebut kepada para Gylinox.” Imbuh Seno.
Seno masih ingat bahwa Gylinox adalah omnivora, mereka membutuhkan daging makanan tambahan. Jika ia beternak kambing biasa di tanah lapang yang penuh rumput ini, maka ia bisa memiliki suplai daging yang begitu banyak.
Mungkin ia juga bisa menambahkan beberapa sapi biasa. Sapi pedaging dan sapi perah. Memperjual belikan daging berkualitas bukanlah ide yang buruk menurut Seno.
Lalu, jika dirinya ingins menjadikan lahan didimensi ini sebagai lahan pertaniannya, itu akan cukup mudah. Ia hanya perlu menggemburkan lahan di sini tanpa perlu menebang banyak pohon seperti yang ia lakukan pada dimensi yang ditinggali para Gylinox.
“Sekarang bawa aku ke penguasa dimensi ini Tiar. Aku ingin segera menyelesaikan pemindahan kepemilikan dimensi ini.” Pinta Seno.
Seno masih belum turun dari gendongan Tiarsus. Ia masihingats perbedaan gravitasi antara dimensi ini dan bumi cukup besar. Daripada mempermalukandirinya yang hampir tersungkur, lebih baik Seno tetap berada di punggung Tiarsus.
Dengan cepat Tiarsus membawa Seno menuju ke gunung berapi yang ada di dimensi ini. Delapan menit kemudian, Seno sudah melihat keberadaan Thorbiorn dan Azkareia. Mereka dikelilingi oleh burung yang ukurannya cukup besar.
Seno tidak menyangka bahwa penghuni dimensi ini adalah burung yang memiliki bulu yang cukup indah. Kedua istrinya pasti lebih senang jika diajak ke sini. Tampilan mereka lebih ramah daripada tampilan dari Gylinox yang terlihat seperti monster.
__ADS_1