
“Tetapi, Kalian yang tahu betapa besar manfaat dari sayuran itu, kenapa tidak memberitahukannya kepada Kami? Kenapa baru sekarang Kalian mengatakan ini kepada Kami? Aku rasa, jika Roy tidak menghilang seperti sekarang, Kalian tidak akan pernah memberitahu Kami mengenai hal ini bukan?” tanya Supardi dengan suara datar.
Meskipun tidak terdengar emosi kemarahan dalam nada bicara Supardi, tetapi mereka yang ada di sana tahu bahwa Jenderal yang satu ini tengah marah. Yang lain pun demikian.
Hal yang bisa meningkatkan kekuatan militer secara keseluruhan, malah tidak diberitahukan. Keempat Jenderal yang mengetahui hal itu memilih menggunakannya untuk diri mereka sendiri.
“Sebenarnya, aku sudah berencana melakukan hal itu. Tetapi Roy, Gio dan Ardi melarangku melakukannya. Alasan mereka, mereka ingin memperkuat tentara yang sedang berhadapan dengan makhluk dunia bawah terlebih dahulu.” ucap Eko yang sedari tadi diam.
“Mereka bilang jika semua tentara yang menjaga portal dunia bawah sudah kuat, barulah informasi mengenai sayuran ajaib itu akan dibagikan kepada divisi lainnya.” imbuh Eko.
Saat itu Eko percaya saja dengan apa yang diucapkan Roy. Ia pikir itu ada benarnya. Di perbatasan antar negara saat ini tidak sedang terjadi konflik berat. Yang cukup meresahkan hanyalah organisasi separatis yang sering melakukan penyerangan dan masalah dunia bawah.
Para tentara yang lain sejauh ini masih bisa mengatasi kelompok bersenjata itu. Jadi, Eko mengikuti ucapan Roy dengan tidak memberitahukan mengenai efek hebat sayuran milik Seno kepada yang lainnya.
Baru belakangan ini Eko sadar apa yang menjadi alasan Roy melakukan hal itu. Dia ingin memiliki kekuasaan yang lebih, ingin menjadi penguasa di negeri ini.
“Apa Kalian berdua tidak tahu kelompok separatis sekarang sudah semakin menjadi-jadi. Persenjataan mereka masih saja banyak. Kita belum menemukan pemasok senjata mereka.” ucap Supardi.
“Jika pasukanku menjadi lebih kuat, akan lebih mudah bagiku menghancurkan kelompok-kelompok itu. Mereka yang ada di ujung timur negeri ini berhak mendapatkan fasilitas yang sama seperti mereka yang ada di barat.”
“Adanya kelompok separatis itu sangat mengganggu pembangunan negeri ini. Memang menghancurkan dunia bawah adalah hal yang bagus, tetapi Kami juga butuh sayuran-sayuran itu. Kalian cukup egois dalam hal ini.” Jelas Supardi.
“Pardi benar. Kalian terlalu egois.” Sahut Mansyur.
__ADS_1
“Jangan kira karena perbatasan tidak terlalu banyak konflik Kami tidak butuh untuk memperkuat diri. Kami juga butuh itu. Sekarang ini beberapa negara tetangga terlihat memperkuat diri.”
“Beberapa dari mereka membeli cukup banyak senjata, beberapa ada yang merekrut cukup banyak prajurit. Meski ada kemungkinan di negara mereka juga ada portal dunia bawah seperti yang ada di kita, tapi kemungkinan lain masih ada.”
“Bagaimana jika mereka berniat mencaplok wilayah kita karena kita tidak bisa melindunginya. Ini sudah pernah terjadi, jangan sampai hal yang sama terjadi kembali.” Jelas Mansyur.
Jenderal yang lain pun tidak mau kalah. Mereka banyak yang menyuarakan pemikiran masing-masing. Pada intinya, mereka juga ingin mendapatkan bagian sayuran dari Seno untuk memperkuat pasukan masing-masing. Semuanya memiliki alasan kuat untuk melakukan hal itu.
“Cukup.” Teriak Ardi keras.
Ruang rapat itu sedikit demi sedikit kembali hening. Mereka yang ada di sana satub persatu mengarahkan pandangan mereka kepada Ardi yang kini sudah berdiri dari duduknya.
“Aku mengundang kalian kemari dengan tujuan mencari cara untuk menemukan Roy, bukannya berdebat seperti ini. Tidak bisakah kalian kembali ke pokok permasalahan kita sebelumnya.”
“Roy itu sangat bodoh. Aku yakin semua rencana penyerangan itu adalah ide dari Roy. Dan kalian berdua, Ardi dan Gio, lebih bodoh lagi karena kalian mau menuruti ucapannya.”
“Seseorang yang seperti petani itu, yang memiliki sayuran ajaib, yang bisa memperkuat pasukan, seharusnya tidak kalian ancam seperti itu. Roy pasti sudah mendapatkan karma atas apa yang ia lakukan sendiri.
“Apakah kalian tidak pernah berpikir bahwa di era modern seperti ini, bagaimana mungkin ada sesuatu yang ajaib seperti itu. Sangat sulit dicerna oleh nalar. Apa kalian juga tidak pernah berpikir asal usul semua keajaiban itu?”
“Apakah itu berasal dari penelitian, ataukah berasal dari entitas lain yang jauh di atas kita. Semua itu tidak terpikirkan di benak kalian bukan? Kalian hanya ingin keuntungannya saja.”
“Seharusnya orang seperti dia itu kalian rekrut menjadi anggota militer. Jika kita bisa merekrut atlet sebagai anggota militer, kenapa tidak dengan dia? Jika dia adalah anggota militer, maka mau tidak mau dia akan memberikan kita harga murah, karena dia tahu betapa pentingnya itu kepada kita.”
__ADS_1
“Bahkan ada kemungkinan dia akan memberikan sayuran miliknya secara cuma-cuma kepada kita. Karena dia sudah menjadi bagian dari keluarga besar militer. Tetapi kalian malah membuat pilihan yang buruk.” jelas Mansyur.
Johan yang sedari tadi hanya menjadi pendengar, mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia tidak menyangka Jenderal Mansyur memiliki pemikiran seperti itu. Johan sendiri tidak pernah memiliki pemikiran untuk merekrut Seno di hari pertama ia tahu manfaat sayurannya.
Johan lebih memilih menjadi pelanggan Seno daripada menjadikan Seno keluarganya di militer. Pilihan yang cukup salah memang. Tetapi dulu Johan hanya ingin memperkuat tentara yang ada, ia tidak memiliki pemikiran sejuah yang dipikirkan oleh Jenderal Mansyur.
“Aku rasa, hilangnya Roy dan Tim Garuda, serta tidak adanya jejak mereka, memang ada hubungannya dengan petani itu. Jika dia bisa memunculkan sayuran yang ajaib seperti itu, sangat mudah baginya untuk menghilangkan Roy tanpa meninggalkan jejak.” Jelas Mansyur.
“Sekarang ini yang perlu kita lakukan adalah berunding dengannya. Jangan bertindak sok berkuasa. Karena kita sendiri tidak tahu seberapa besar kekuatan yang dia miliki. Oleh karena itu, kita perlu mengirim seseorang yang cukup mengenalnya untuk berunding.”
“Mungkin saja Roy dan Tim Garuda hanya di tahan olehnya. Jika memang begitu, kita perlu merayunya agar mau membebaskan mereka.” Jelas Mansyur.
Apa yang diucapkan oleh Mansyur itu disetujui oleh banyak orang yang hadir dalam rapat tersebut.
"Memangnya adakah orang yang bisa membantu kita melakukan hal itu? Maksudku orang yang memiliki hubungan baik dengan petani itu dan berasal dari militer?" Tanya Supardi.
"Aku yakin jika kita mengirim orang yang tidak dekat dengannya, akan sulit untuk kita berdiskusi. Citra kita di mata petani itu pasti sudah buruk sekarang." Imbuh Supardi.
"Tentu saja ada. Johan yang akan melakukannya untuk kita. Benarkan Johan?" Tanya Eko.
"Siap, laksanakan Jenderal." Jawab Johan tegas.
"Memangnya apa hubungan antara Johan dengan petani itu? Ini adalah hal yang sangat penting. Aku tidak mau semuanya semakin bertambah buruk karena kita salah memilih orang untuk berunding dengan petani itu." Jelas Mansyur.
__ADS_1
"Tenang saja Mansyur, Johan adalah orang yang paling tepat di antara semua anggota militer lainnya. Keponakannya menjadi salah satu istri dari petani itu. Jadi, Johan termasuk orang yang dituakan bagi petani itu. Dia adalah orang yang tepat untuk melakukan tugas ini." Jelas Eko.