Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 180 Laman Web Yang Tidak Bisa Diakses


__ADS_3

“Apa tidak masalah jika kita mengancam mereka seperti itu?” tanya Dina setelah Eko dan Mansyur pulang.


"Tenang aja, aku yakin dua jenderal itu nggak akan macam-macam. Mereka tahu bagaimana kita menyiksa menyiksa Jenderal Roy bukan?"


"Seandainya mereka berhianat dan melakukan hal diluar batas, kita bisa mengungsikan seluruh anggota keluarga kita di dalam dimensi ini. Dengan begitu, mereka tidak akan bisa melakukan apa pun bukan?"


"Kita memiliki lahan yang sangat luas di sini. Dimensi-dimensi yang aku miliki mampu menampung ratusan bahkan ribuan keluarga. Semua makanan juga bisa kita sediakan dari pertanian kita. Semua akan baik-baik saja."


Dina mengangguk pelan. Pernyataan suaminya ada benarnya, mereka bisa mengungsikan keluarga mereka ke dimensi milik Seno jika keadaan mendesak.


"Sekarang, aku meminta ijin kepada kalian untuk melaksanakan misi. Aku ingin segera menyelesaikan sebanyak mungkin misi dan meningkatkan level kebun milikku."


"Sistem mengatakan bahwa aku bisa mengetahui mengenai alasan kemuncukan portal-portal itu di Bumi, jika aku mencapai level sepuluh. Aku penasaran dengan semua itu."


"Jika Ayah ingin pergi, bawa semua anak buahmu. Termasuk yang sekarang sedang bersama dengan Nita dan Rena. Kami tidak akan mengijinkan Ayah untuk pergi," pinta Dina.


Bukannya Dina tidak percaya dengan gabungan kekuatan antara Thorbiorn, Tiarsus dan Azkareia, namun ia ingin mereka pergi dengan kekuatan penuh. Keselamatan Seno adalah yang utama menurut Dina.


"Besok aku akan memanggil Nita dan Rena untuk pulang. Sekalian mereka berakhir pekan di sini sebelum ujian. Lalu, Ayah bisa sekalian mengajak Lalana, Laluna dan Ruisyo untuk mengerjakan misi itu," ucap Dina memberikan ide.


"Iya Ayah. Dengan Ayah mengajak mereka semua, Kami akan jauh lebih tenang," imbuh Miranda.


"Itu tidak mungkin .... Aku tidak mungkin membiarkan kalian sendirian tanpa ada penjagaan ketika aku pergi. Aku akan mengajak Ruisyo sementara Lalana dan Laluna akan tetap tinggal bersama kalian. Aku juga akan menjadi khawatir jika kalian tidak ada yang menjaga."


Ketika mereka sibuk mendiskusikan hal ini, tiba-tiba saja ponsel Miranda berdering. Hal itu membuat ketiganya menghentikan diskusi ini sejak.

__ADS_1


"Hallo."


"Hallo Bu Bos, laman web kita mengalami masalah. Banyak sekali yang mengakses laman kita secara bersamaan," lapor seseorang di ujung panggilan.


Miranda me-loudspeaker panggilan ini. Jadi, Seno dan Dina bisa mendengar kabar itu.


"Eh ... nggak bisa diakses? Memangnya berapa orang yang mencoba mengaksesnya? Bukankah kita sudah menaikkan kapasitas akses laman web kita menjadi tiga puluh ribu pengunjung, apakah jumlah itu kurang?" tanya Miranda heran.


Rata-rata dalam sehari ada lima puluh ribu pengunjung laman web Petani Hebat. Namun, mereka biasanya tidak mengaksesnya secara bersamaan. Jumlah terbanyak pengunjung yang mengakses laman web Petani Hebat secara bersamaan adalah lima belas ribu.


Jadi, kapasitas tiga puluh ribu Miranda rasa sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan mereka saat ini. Lalu sekarang, anak buahnya mengatakan laman web mereka tidak bisa diakses karena terlalu banyak pengunjung? Memangnya apa yang membuat semua ini terjadi?


"Ya Bos, ada kenaikan jumlah pengunjung laman web dalam tiga jam terakhir. Mereka kebanyakan ingin memborong kacang merah dan kacang hijau yang sedang di jual. Terakhir aku cek, ada sekitar lima puluh ribu pengguna baru yang mendaftarkan aku mereka hari ini."


"Lalu, mereka semua mencoba membeli kacang merah dan kacang hijau," lapor anak buah


Ini termasuk rekor penjualan bagi mereka. Lima puluh ribu orang sekaligus yang mengakses lama web. Setidaknya setengah dari mereka benar-benar ingin membeli. Lalu yang lain hanya ingin meramaikan.


"Tidak hanya itu Bu Bos, stok seribu kacang merah yang kamu tetapkan sekarang sudah habis, banyak yang meminta kita untuk menambah jantah penjualan. Kacang hijau pun tidak jauh berbeda dari sebelumnya," lanjut anak buah Miranda.


"Aku akan mendiskusikan hal ini terlebih dahulu. Untuk sementara, perbaiki laman web kita, naikkan kapasitasnya menjadi seratus ribu. Lalu, berikan pengumuman bahwa laman web kita baru akan beroperasi kembali besok."


"Baiklah Bu Bos."


Setelah panggilan telepon itu berakhir, Miranda memandang ke arah Seno. Tatapan Miranda seolah tengah bertanya kepada Seno mengenai langkah yang harus mereka ambil setelah ini.

__ADS_1


Meski Miranda bertanggung jawab atas pemasaran produk, penentu jumlah produk yang dijual masihlah Seno.


"Kita tidak akan memberi penambahan stok untuk kacang merah. Aku rasa, akun-akun baru itu berniat membeli kacang merah untuk dijual lagi. Sebelumnya kita membuat pembatasan pembelian bukan? Sekarang, kita perlu meningkatkan laman web milik kita."


"Mungkin lebih ketat lagi dengan menyaring alamat IP. Mereka yang berasal dari IP yang sama, tidak bisa melakukan transaksi secara bersamaan. Aku tidak mau produkku dijual ulang dengan harga mahal," jelas Seno.


"Lalu, untuk kacang hijau, aku rasa kita bisa meningkatkan jumlah porsi yang kita jual. Bagaimana pun juga, kacang hijau itu dimanfaatkan oleh mereka penderita kanker. Jadi dengan kita menambah stok, maka banyak pula yang tertolong."


"Aku akan mengikuti arahan Ayah. Aku akan menginformasikan hal itu kepada tim kita," jawab Miranda.


"Aku tidak menyangka dua kacang itu penjualannya meningkatkan derastis. Ini sangat berbeda dari produk-produk kita lainnya," sahut Dina.


"Tentu saja berbeda. Jika yang lain, itu akan memberikan mereka keuntungan jangka pendek. Memang beberapa akan memberikan keuntungan jangka panjang, tetapi tidak banyak," jawab Seno.


"Berbeda dengan kacang merah, yang dengan mengkonsumsinya kita bisa bertambah cerdas. Membeli kacang merah seperti melakukan investasi kepada diri kita sendiri."


"Jika kecerdasan kita bertambah, maka kita bisa melakukab seribu satu cara untuk mengumpulkan uang. Orang-orang itu pasti memiki pemikiran bahwa tidak masalah membeli kacang merah dengan harga mahal, toh nanti kita bisa mendapatkan uang seribu kali lebih banyak dari itu," jelas Seno.


"Para orang tua juga bisa membeli kacang merah ini untuk anak-anak mereka. Menurutku, mewariskan uang kepada anak hanya akan menjadi masalah. Tetapi, jika kita mewariskan ilmu, maka mereka bisa mencari uang mereka sendiri."


Dina dan Miranda mengangguk, menyetujui ucapan Seno. Apa yang Seno ucapkan ada benarnya. Sebanyak apa pun uang yang diberikan kepada anak, belum tentu akan membuat hidup mereka tentram.


Ada kemungkinan uang itu diambil orang lain, mereka ditipu hingga kehilangan uang, terlalu boros dan tidak bisa mengelolah uang mereka. Masih banyak alasan untuk anak kehilangan uang.


Tetapi, jika mereka memiliki otak cerdas, ilmu yang banyak, ada atau tidak ada uang tidak akan berbeda untuk mereka. Jika mereka memiliki ilmu dan uang, mereka bisa menjadi lebih kaya lagi. Lalu, jika mereka hanya memiliki ilmu, pasti mereka akan menemukan jalan mencari uang.

__ADS_1


"Setelah promo kita berakhir, aku yakin akan banyak orang yang mencari kacang merah. Harga dari produk yang satu itu pun akan meningkat secara derastis. Kita tinggal bersabar menunggu hasil saja."


Tetapi, yang tida Seno sadari, penjualan dari kacang merah ini membuat hidupnya yang tentram berubah derastis. Tetapi itu akan terjadi beberapa waktu ke depan. Seno akan dibuat pusing karena masalah ini.


__ADS_2