Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 236 Ras Hujole dan Ras Mogoley


__ADS_3

Seno memandang lekat wajah kedua istrinya. Ia sudah selesai memberikan instruksi kepada keduanya mengenai apa yang harus mereka lakukan selama dirinya tertidur. Tidak hanya itu, Seno juga memperketat penjagaan untuk kedua istrinya. Apalagi mereka masih harus menjalankan lelang di Thailand dan India.


“Jaga diri kalian baik-baik. Aku tidak mau terjadi apa pun kepada kalian dan anak-anak kita selama aku tertidur.”


“Ayah, Kamu sudah mengatakan hal itu puluhan kali. Kami tahu apa yang harus kami lakukan. Jadi, Ayah nggak perlu khawatir.”


“Benar kata Mbak Dina, Ayah nggak perlu khawatir. Semua bisa kami atasi. Bukankah Ayah juga sudah mempersiapkan semuanya? Kami akan baik-baik saja.”


“Baiklah jaga diri kalian,” ucap Seno sekali lagi.


Setelah berucap demikian, Seno memejamkan matanya. Saat ini dirinya tidur di kabin miliknya yang ada dimensi. Kemarin kabin ini sudah selesai dibangun. Seno memilih tidur di sini karena ia merasa tempat ini adalah yang teraman untuknya.


Dimensi miliknya ini hanya bisa dimasuki orang-orang tertentu yang sudah ia berikan izin. Jadi, selama dia tidur dan ada yang berniat jahat kepadanya, maka dirinya akan aman.


”Sistem, aku sudah siap menerima informasi darimu,” gumam Seno dalam hati.


[Apakah Host sudah yakin akan menerima informasi sekarang?]


“Tentu saja, aku yakin.”


[Baiklah Host]


[Pengiriman informasi di mulai dalam tiga … dua … satu]


Kesadaran Seno perlahan menghilang. Ia yang awalnya masih mendengar ucapan Dina, Miranda, dan yang lainnya. Sekarang, ia sama sekali tidak mendengar suara apa pun. Tidak hanya itu, sekarang Seno tidak merasakan tubuhnya. Sekarang, jiwa Seno seolah tertarik ke suatu tempat.


Ketika Seno mulai sadar kembali, dirinya tidak lagi berada di rumahnya. Pemandangan sekitarnya sangat berubah. Sekarang ini, Seno berada di sebuah ruang pertemuan. Cukup banyak orang yang ada di sana.


Orang-orang itu sekilas mirip manusia, tetapi sangat berbeda. Warna kulit mereka cukup berbeda daripada manusia bumi. Kulit mereka berwarna biru kehijauan. Itu mirip seperti kulit milik Thorbiorn. Hanya saja, kulit mereka tidak memiliki tato.


“Hey, tempat apa ini?” tanya Seno.


Tetapi, suara Seno seolah tidak terdengar oleh mereka. Seno lalu mencoba mendekati mereka dan menyentuh salah satu dari orang itu. Namun, tangan Seno tidak bisa menyentuh satu pun orang yang ada di sana. Tangannya seolah menjadi transparan, atau mungkin tubuh orang-orang ini yang transparan.


[Host tidak akan bisa menyentuh siapa pun di sini]

__ADS_1


[Host sekarang hanya bisa melihat apa yang ada di sini tanpa bisa melakukan apa pun]


“Ah seperti itu. Jadi, aku hanya melihat semua ini layaknya melihat film?” tanya Seno.


[Ya benar, Host]


[Pahami semua apa yang Host lihat di sini dan serap informasi yang ada]


Mendengar penjelasan Sistem, Seno langsung fokus pada orang-orang di sekitarnya. Mereka kelihatannya mulai membicarakan sesuatu. Jadi, ia harus mendengar dengan seksama apa yang dibicarakan orang-orang ini.


Seno sedikit merasa aneh bisa memahami bahasa yang dibicarakan oleh orang-orang ini. Kemungkinan besar, Sistem mengatur sesuatu agar dirinya bisa mengerti pembicaraan orang-orang ini.


“Rurunio, bagaimana keadaan medan perang sekarang?” tanya salah seorang yang Seno rasa sebagai pemimpin pertemuan ini. Seno mengetahui hal ini karena letak duduk orang ini yang berada di tengah-tengah.


“Jenderal Jujuio, pasukan kita sudah memukul mundur Ras Mogoley dari Galaksi Virotel. Pasukan yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Kokolio sekarang menjaga perbatasan antara Galaksi Virotel dan Galaksi Daliester,” jawab Rurunio.


“Lalu, bagaimana dengan kerusakan yang ada di sana?” tanya Jenderal Jujuio.


“Tiga puluh persen pasukan kita gugur di medan perang. Lalu, penghuni Galaksi Virotel hanya tersisa dua puluh lima persen saja. Beberapa planet yang ada di Galaksi Virotel sudah hancur. Beberapa planet sudah tidak bisa dihuni lagi,” jelas Rurunio.


“Ras Mogoley sudah sangat keterlaluan. Mereka menjajah galaksi, mengeksploitasi sumber daya galaksi lain, hingga memperbudaknya. Sudah berapa banyak galaksi yang mereka hancurkan? Puluhan? Ratusan? Cukup banyak nyawa yang hilang karena mereka.”


“Kita tidak bisa membiarkan mereka seperti ini. Kita Ras Hunjole dari Galaksi Dooliom sudah bersumpah menjaga alam semesta ini dari kehancuran. Jika kita membiarkan mereka seperti ini, maka semakin lama akan banyak galaksi yang hancur.”


Semua yang ada di sana pun terdiam. Tidak hanya Jenderal Jujuio saja yang merasa marah dan geram akibat perilaku Ras Mogoley. Mereka juga sangat marah. Ras Hunjole sudah bersumpah untuk menjaga kedamaian alam semesta, jadi Ras Mogoley yang seenaknya mengeksploitasi galaksi lain tanpa ada batasan, tentu saja menjadi musuh mereka.


Tidak lama kemudian, Seno mendengar keributan lain. Salah satu pintu yang ada di ruangan itu terbuka. Beberapa orang masuk dari sana. Yang terdepan adalah seorang perempuan berpakaian serba putih. Rambutnya juga berwarna putih. Namun, kulit dari orang ini lebih mirip dengan warna kulit manusia bumi. Kulitnya berwarna kuning langsat.


Kedatangan rombongan ini membuat semua orang yang ada di sana berdiri. Mereka lalu berlutut dengan satu kaki sembari meletakkan salah satu tangan di dada kiri mereka. Serentak, mereka memberi penghormatan kepada perempuan itu.


“Kami memberi hormat kepada Yang Mulia Ratu Agung Leleisa.”


Orang yang disebut sebagai Ratu Leleisa itu, mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Lalu, ia menghentikan pandangannya cukup lama di tempat Seno berdiri. Hal itu membuat Seno terkejut. Apakah Ratu Leleisa ini mengetahui bahwa dirinya ada di sini?


“Berdirilah,” ucap Ratu Leleisa.

__ADS_1


Setelah itu, Ratu Leleisa berjalan menuju ke tempat duduk yang sebelumnya di duduki oleh Jenderal Jujuio. Sementara itu Jenderal Jujuio memilih tempat duduk di samping kanan Ratu Leleisa. Yang lainnya pun memilih tempat duduk sesuai dengan kedudukan masing-masing.


“Sekarang kalian boleh duduk.”


“Terima kasih, Yang Mulia,” ucap yang lain secara serentak.


“Sekarang, sampai di mana pembicaraan kalian?” tanya Ratu Leleisa.


Mendengar pertanyaan Ratu Leleisa, Rurunio pun mengulang kembali laporan yang sudah ia sampaikan kepada Jenderal Jujuio mengenai perang antar galaksi. Ratu Leleisa hanya mengangguk-angguk pelan mendengarkan penjelasan dari Rurunio.


“Jadi seperti itu rupanya,” ucap Ratu Leleisa setelah mendengar seluruh cerita Rurunio.


“Yang Mulia Ratu Agung, apakah Anda memiliki saran untuk mengatasi Ras Mogoley?” tanya Jenderal Jujuio.


“Tidak banyak yang bisa kita lakukan. Kekuatan kita dan Ras Mogoley setara. Meski sekarang kita bisa berhasil memukul mundur mereka dari Galaksi Virotel, tetapi pada kenyataannya Ras Mogoley hanya menyisahkan sedikit pasukan mereka di sana setelah mereka menguras sumber daya di Galaksi Virotel.”


“Ras Hunjole memang memiliki aku Ratu Leleisa sebagai pengantar pesan dari langit. Tetapi, Ras Mogoley juga memiliki Ratu Verione. Sekeras apa pun kita mencoba, kita akan tetap tidak akan mengalahkan mereka secara langsung.”


“Maafkan hamba, Yang mulia Ratu Agung. Apakah ini berarti kita akan berdiam diri saja dan membiarkan Ras Mogoley menghancurkan seluruh galaksi yang ada di alam semesta?”


“Tentu saja tidak. Kita tidak bisa mengalahkan mereka sepenuhnya. Begitu pula dengan mereka, yang tidak bisa mengalahkan kita. Namun, bukan berarti kita tidak memiliki cara untuk menghentikan rencana penghancuran galaksi lain oleh Ras Mogoley bukan?”


“Mohon pencerahannya, Yang Mulia Ratu Agung. Hambamu yang bodoh ini sama sekali tidak memahami apa yang Yang Mulia Ratu Agung maksudkan,” ucap Jenderal Jujuio.


“Itu sangat mudah. Selama ini, Ras Mogoley berhasil mengeksploitasi sumber daya yang ada di suatu galaksi karena mereka merayu penduduk galaksi yang mereka targetkan agar bekerja untuk mereka. Beberapa dari orang-orang itu sama sekali tidak memahami apa yang mereka lakukan. Asalkan mereka mendapatkan keuntungan, maka mereka akan melakukan apa pun.”


“Dari informasi yang berhasil aku kumpulkan, aku mendengar mereka mengirim sesuatu yang bernama sistem untuk membuat penduduk suatu galaksi menghancurkan galaksi mereka dari dalam. Dengan begitu, ketika Ras Mogoley datang, penduduk asli galaksi tersebut tidak bisa melakukan perlawanan.”


“Kita bisa melakukan hal yang sama. Dengan kekuatan yang aku miliki, aku bisa membantu membuat sebuah sistem yang memiliki konsep yang sama dengan milik Ras Mogoley. Sistem milik mereka akan membantu seseorang untuk menghancurkan galaksi secara perlahan. Namun, kita akan membantu memperkuat galaksi itu.”


“Dengan begitu, Ras Mogoley akan membutuhkan waktu yang lama untuk menyerang sebuah galaksi. Vitalitas dari penduduk galaksi itu akan terus bertambah dan membuat Ras Mogoley kewalahan.”


“Rencana Anda bagus sekali, Yang Mulia Ratu Agung. Terima kasih atas pencerahannya, Yang Mulia Ratu Agung,” ucap Jenderal Jujuio sembari membungkukkan badannya.


“Terima kasih atas pencerahannya, Yang Mulia Ratu Agung,” sahut yang lainnya sembari melakukan penghormatan yang sama seperti yang dilakukan oleh Jenderal Jujuio.

__ADS_1


__ADS_2