Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 116 Sub Sistem


__ADS_3

Dina dan Miranda datang ke ruang makan secara bersamaan. Mereka sudah mandi dan sekarang tengah memakai bathrobe. Keduanya terbangun setelah mencium aroma masakan Seno. Mereka memutuskan untuk mandi bergantian dan keluar kamar secara bersaman.


“Selamat pagi.” Sapa Seno kepada keduanya. “Kalian sudah bangun rupanya. Kebetulan aku sudah selesai memasakkan makanan untuk kalian. Padahal tadinya aku berencana membawa makanan ini ke kamar.”


“Kami bangun karena mencium masakkanmu yang harum. Memangnya apa yang sedang Kamu masak?” Tanya Dina.


“Hanya sup ayam. Makanlah selagi hangat. Ah ya jangan lupa habiskan brokoli yang ada.” Ucap Seno mengingatkan.


“Apakah ini sayuran baru milikmu Mas? Apakah brokoli ini memiliki keajaiban khusus Mas?” Tanya Miranda.


Miranda berkata demikian karena Seno memberi mereka peringatan seperti itu. Jika brokoli ini tidak memberikan manfaat yang luar biasa, maka Seno tidak akan menyuruh mereka menghabiskan semua brokoli yang ada.


“Ya, brokoli itu memiliki manfaat yang bagus untuk kalian. Jika kalian mengkonsumsinya, maka kalian akan mendapatkan tubuh kebal.” Jelas Seno.


“Tubuh kebal? Ish mana mungkin.” Ucap Dina tidak percaya.


Meski Seno sering memunculkan beberapa sayuran dengan efek yang ajib dan tidaks masuk akal, tetap saja Dina merasa skeptic dengan semua itu.


Seno tidak memberikan penjelasan apa pun kepada kedua istrinya. Ia lebih memilih memberi sebuah bukti kepada keduanya. Seno lalu menuju ke dapur. Hal itu membuat Dina dan Miranda bingung.


Namun, rasa bingung mereka pada akhirnya berubah menjadi kecemasan ketika Seno tiba-tiba mengambil sebuah pisau dan mengarahkanya untuk menyabet tangannya sendiri. Hal itu membuat Dina dan Miranda langsung berteriak.


Namun darah yang mereka tunggu, tidak juga mengucur dari tangan Seno. Hal itu membuat keduanya melebarkan mata, tidak percaya dengan apa yang sudah mereka lihat. Tangan Seno baik-baik saja. Bahkan ketika Dina mengeceknya, ia tidak menemukan bekas apa pun di tangan Seno.


“I-ini….” Ucap Dina sedikit terbata-bata.


“Sudah percaya bukan?” Tanya Seno dengan sebuah senyum lebar.


Seno sengaja melakukan hal itu. Bukan hanya untuk memberikan pembuktian, tetapi Seno melakukan hal ini juga untuk mengerjai mereka.


Melihat Seno yang seperti itu, Miranda langsung memukulnya keras. “Nggak lucu tahu Mas. Jangan pernah bercanda dengan cara seperti itu. Kami nggak bisa menerimanya. Jangan membuat candaan yang membuat Kami khawatir seperti itu.” Ucap Miranda kesal.

__ADS_1


“Baiklah-baiklah aku tidak akan melakukannya lagi. Janji.” Ucap Seno. “Sekarang kita sarapan dulu. Baru setelah itu kita ke makam Ayah dan Ibuku.” Jawab Seno.


Ini sudah mereka bicarakan sebelumnya. Hari ini mereka akan mendatangi makam orang tua Seno, dan mengunjungi beberapa sanak saudara dari sisi Seno yang rumahnya tidak terlalu jauh. Lalu, esoknya mereka akan mengunjungi keluarga Dina, dan lusa giliran keluarga Miranda.



Sejam kemudian, mereka sudah ada di dalam mobil menuju ke makam orang tua Seno. Makam keduanya terletak di pemakaman umum yang ada di kampung Seno. Jadi itu tidak telalu jauh dari rumah Seno.


Ketiganya tidak banyak berbicara ketika sampai di pemakaman. Mereka kemudian bersama-sama membersihkan kedua makam tersebut. Setelah melantunkan doa untuk keduanya, Seno barulah berbicara.


“Ayah, Ibu, sekarang aku sudah menikah. Aku memiliki dua istri yang sangat cantik. Jika kalian masih ada, kalian pasti akan senang dan bangga memiliki menantu seperti mereka.” Ucap Seno.


“Kalian jangan mengkhawatirkan Anita dan Renata. Aku akan menjaga mereka dengan baik. Aku akan tetap merawat mereka hingga mereka sudah menemukan seseorang yang bisa menggantikan tugasku itu.” Jelas Seno.


Mereka tidak berlama-lama di pemakaman tersebut. Suasana di sana tidak telalu bagus sehingga mereka memutuskan untuk kembali setelah setengah jam di sana.


Ketiganya pun mampir ke rumah Seno. Tiba-tiba saja Miranda ingin melihat kebun milik Seno. Ia ingin memanen beberapa sayuran untuk mereka masak bersama siang ini. Tentu saja Seno menyetujuinya.


Saat ini Dina dan Miranda sama-sama terpaku melihat ke satu titik yang ada di kebunnya. Mereka beberapa kali terlihat menerjab-terjabkan mata mereka beberapa kali. Miranda bahkan sampai mengucek matanya.


“Mas Seno itu apa?” Tanya Miranda sembari menunjuk ke salah satu sudut kebun miliknya.


Seno yang awalnya berjalan di depan kedua istrinya harus berhenti dan mengikuti arah telunjuk Miranda. Ia cukup kaget melihat Miranda menujuk ke sana. Pasalnya, tempat di mana Miranda mengarahkan telunjuknya adalah portal menuju ke kebunnya yang ada di dimensi lain.


“Sebelumnya itu tidak ada bukan? Kenapa sekarang tiba-tiba ada hal yang seperti itu? Kenapa ada tembok yang seperti bercahaya seperti itu?” Tanya Miranda sekali lagi.


“Kalian bisa melihatnya?” Tanya Seno memastikan.


“Tentu saja kami bisa melihatnya. Kamu kira kami katarak gitu? Itu sangat jelas sekali bagaimana mungkin kami tidak melihatnya.” Jawab Dina.


Mendengar jawaban Dina, Seno langsung mengajukan pertanyaan kepada sistem. Ia bingung kenapa kedua istrinya sekarang bisa melihat portal kebunnya padahal ia sama sekali tidak memberikan akses untuk mereka ke kebun miliknya yang ada di dimensi lain.

__ADS_1


‘Sistem apa yang sedang terjadi? Kenapa sekarang mereka bisa melihat portal itu?’ Tanya Seno bingung.


[Itu karena Host sudah melakukan penyatuan dengan mereka]


[Sekarang bisa dibilang kedua istri Host adalah bagian dari Host]


[Jadi Host mereka sekarang bisa melihat kebun milik Host]


[Host juga bisa memberikan mereka sub Sistem untuk mendukung Host dalam perjalanan untuk menjadi seorang Petani Hebat]


‘Sub Sistem?’ Tanya Seno bingung.


Baru kali ini dirinya mendengar istilah sub sistem. Apakah itu berarti Dina dan Miranda memiliki sistem baru? Ataukah sistem mereka akan memilik keterkaitan dengan sistem miliknya?


[Sistem milik mereka masih memiliki keterkaitan Sistem milik Host]


[Seperti yang sistem katakan sebelumnya mereka akan membantu Host dalam perjalanan untuk menjadi Petani Hebat]


[Misalnya salah satu dari mereka akan memiliki sub sistem pemasaran]


[Jadi nantinya tugas mereka adalah membantu Host memasarkan semua produk milik Host dan mendapatkan keuntungan sebesar mungkin]


[Sub sistem yang mereka dapatkan bisa beragam]


[Itu semua tergantung dengan bakat dan kemampuan terpendam yang mereka miliki]


[Jadi, ada kemungkinan dua istri Host memiliki Sub Sistem yang berbeda, ada kemungkinan pula mereka memiliki Sub Sistem yang sama]


Seno cukup terkejut dengan semua itu. Ini berarti bukan hanya dirinya yang nantinya memiliki sistem. Tetapi kedua istrinya juga, dan mereka menjadi pendukung Seno. Dengan begini, Seno tidak perlu menjelaskan kembali kepada kedua istrinya mengenai asal muasal sayuran ajaib miliknya.


Seno masih ingat bahwa sebelum ini dirinya sudah menjanjikan kepada Dina bahwa dirinya akan menjelaskan semuanya setelah mereka menikah. Bukankah ini saat yang tepat untuk itu?

__ADS_1


__ADS_2