
“Siapa bilang aku membual. Apa kalian tidak pernah mendengar ada beberapa buah yang dijual dengan harga jutaan hanya untuk beberapa buah saja. Jadi, hal itu sangat mungkin terjadi.” Jawab Seno.
“Ya aku akui memang ada petani yang seperti itu. Tetapi tidak di negeri ini. Kamu hanya bermimpi jika membandingkan dirimu dengan petani hebat dari luar negeri. Sangat tidak masuk akal.” Cibir Kevin.
Di sebelah Seno, teman-temannya juga tidak terima dengan ucapan merendahkan yang dilayangkan oleh Kevin dan Raisa. Mereka pun ikut membela Seno.
Kebetulan Heru ingat sebuah berita mengenai hal cukup mengejutkan yang pernah ia baca. Laki-laki pikir apa yang pernah ia baca itu bisa ia pakai untuk membela Seno dalam keadaan ini.
“Siapa bilang itu hanya ada di luar negeri? Apa Kamu tidak tahu bahwa ada petani di negeri kita yang memiliki sayuran premium yang harganya cukup mahal. Sepuluh buah kentang saja bisa terjual dengan harga satu juta rupiah.” Ucap Heru.
“Tidak hanya itu, tiga buah wortel milik petani itu ada yang menawarnya dengan harga dua juta enam ratus. Kamus pikir dengan pendapatan sebanyak itu, petani masih Kamu anggap sebagai pekerjaan rendahan?” Tanya Heru sarkas.
Seno yang mendengar hal itu, tidak menyangka bahwa Heru mendengar kabar mengenai lelang sayuran miliknya. Sekarang, temannya itu mengatakan hal ini kepada Kevin agar laki-laki itu tidak lagi merendahkannya.
Padahal, Seno baru akan mengatakan hal yang sama. Karena sekarang Heru sudah mengatakannya, maka dirinya tidak perlu mengulang mengatakan hal itu.
“Tidak mungkin. Petani di negara kita belum mampu menghasilkan sayuran seperti itu. Kalian pasti hanya membual saja.” Bantah Kevin.
Menurut Kevin, apa yang dikatakan oleh Heru hanyalah sebuah kebohongan. Pasti laki-laki itu mengatakan hal ini agar dirinya tidak lagi merendahkan Seno. Pasti begitu.
Kevin paham betul bagaimana negaranya. Negaranya ini bukanlah negara maju yang memiliki teknologi tinggi. Tidak hanya itu, peneliti di sini belum seperti peneliti di luar yang bisa menemukan hal-hal baru. cukup sulit baginya mempercayai ucapan Heru.
“Kalau tidak percaya, buka saja The Auction. Coba cari akun dengan nama Petani Hebat. Kamu pasti akan tahu apakah aku bohong atau tidak.” Tantang Heru.
Mendengar hal itu, Kevin langsung mengambil ponselnya dan membuka aplikasi yang di maksud Heru. Di sana ia mencari nama akun yang dikatakan oleh Heru.
Setelah membaca beberapa hal di sana, Kevin tahu bahwa Heru mengatakan halyang sebenarnya. Bahwa ada petani yang menghasilkan sayuran premium dari negeri ini.
__ADS_1
Semua sayur yang dilelang di sana memiliki harga tinggi. Tidak hanya itu, sepertinya sayur-sayur di sana juga memiliki kemampuan yang hebat. Banyak dari mereka yang ingin Petani Hebat kembali membuat lelang sayuran premium.
Kevin bahkan membaca sebuah komentar yang berani membeli wortel dari Petani Hebat dengan harga satu juta perbuahnya, asalkan tidak melewati lelang dan bisa membeli dalam jumlah banyak.
Setelah cukup lama membaca komentar di sana, Kevin lalu memandang ke arah Seno dan teman-temannya. Pandangan mengejek masih tetap berada di wajah Kevin.
“Aku akui pemilik akun Petani Hebat itu memang cukup hebat sebagai seorang petani. Dia bisa memiliki penghasilan beberapa puluh juta dalam sekali lelang.” Ucap Kevin.
Lalu, Kevin menggelengkan kepalanya pelan. “Tetapi pemilik akun itu bukanlah dirimu. Jadi tetap saja Kamu itu petani rendahan Seno. Kamu tidak pantas berada di sini. Lebih baik Kamu pergi dari sini dan jangan pernah muncul lagi.” Imbuh Kevin.
“Hah.” Seno menghembuskan nafas panjang. “Kevin ternyata Kamu memiliki pemikiran seperti itu. Aku tidak menyangka hal ini.”
Kevin seakan tidak peduli dengan apa yang Senoucapkan. Laki-laki itu masih memandang rendah kearah Seno.
“Kalau boleh tahu, apa nama akunmu pada The Auction?” Tanya Seno tiba-tiba yang membuat orang di sekitarnya heran.
“Pangeran Kevin. Kenapa memangnya?”
Setelah mendengar ucapan Kevin, Seno lalu mengeluarkan ponselnya. Tanpa mempedulikan tatapan orang di sekitarnya, Seno fokus pada ponsel miliknya.
“Aku hanya ingin memblokir akunmu. Dengan begitu, nantinya Kamu tidak akan pernah bisa mengikuti lelang yang aku ikuti. Orang sepertimu, tidak pantas membeli sayuran dariku. Aku cukup rendahan dan tidak bisa memenuhi seleramu yang tinggi itu.” Ucap Seno sarkas.
“Apa maksdumu?” Tanya Kevin yang bingung dengan pernyataan Seno barusan.
“Pemilik akun Petani Hebat adalah aku.”
Pernyataan Seno barusan berhasil membuat keempat orang di sekitarnya membelalakan mata mereka. Mereka tidak percaya dengan apa yang barusan Seno ucapkan.
__ADS_1
“Apa?” “Tidak mungkin.” “Mustahil.” Itulah respon yang mereka berikan atas pernyataan Seno.
Mendengar hal itu, Seno lalu menunjukkan kepada mereka akun miliknya yang ada di The Auction. Hal itu membuat mereka mempercayai ucapan Seno sekarang.
Itu karena akun pada The Auction tidak bisa memiliki nama yang sama. Nama akun pada ponsel milik Seno sama persis seperti nama akun milik Petani Hebat, tanpa ada penambahan angka atau huruf seperti kebanyakan peniru.
“Itu tidak mungkin. Tidak mungkin Kamu bisa menjual sayuran dengan harga sebesar itu, dan lagi Kamu sama sekali tidak tidak memiliki pengalaman bertani bukan?”
Kevin masih sulit menerima hal itu. Sesulit apa pun dia menyanggah ucapan Seno, itu tidak akan mengubah apa pun. Seno sudah menunjukkan sebuah bukti nyata di depannya.
Sekarang ini, Kevin merasa terpukul dengan semua fakta baru ini. Bagaimana bisa orang yang selama ini ia pandang rendah, tiba-tiba menjadi orang dengan prestasi hebat seperti ini.
Apalagi, bidang itu sangat jauh dari bidang yang Seno kuasai. Sebuah profesi rendah yang sangat Kevin pandang sebelah mata. Sekarang Seno memiliki penghasilan lebih besar dari apa yang ia terima dari keluarganya.
[Ding]
[Selamat Host telah menjalankan misi menampar Kevin agar tidak lagi merendahkan seorang petani]
[Selamat Host mendapatkan sebuah benih misterius]
Mendengar pemberitahuan sistem itu, Seno tersenyum puas. Ternyata cara ini bisa membuatnya menyelesaikan misi dengan baik.
Jika melihat dari ekspresi tidak percaya yang Kevin tunjukkan, Seno tahu bahwa pipi Kevin pasti terasa sangat sakit setelah mendapatkan “tamparan” darinya. Menampar seseorang dengan cara seperti ini ternyata menyenangkan juga. Hal itu membuat Seno ketagihan dan ingin melakukannya lagi di lain waktu.
Karena merasa cukup malu dengan apa yang baru saja terjadi, Kevin pun lari dari sana meninggalkan yang lain. Ia terlalu malu untuk berhadapan dengan mereka. Dirinya bahkan tidak tahu harus merespon apa lagi.
Tidak hanya itu, Kevin juga tidak mempedulikan Raisa yang datang bersamanya. Yang penting ia menyelamatkan wajahnya sekarang.
__ADS_1
“Kevin tunggu aku.” Teriak Raisa yang kini tengah berlari mengejar pacarnya itu.