Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 214


__ADS_3

[Host : Seno Eko Mulyadi (23)]


[Kekuatan : 12 (+543) (Manusia Dewasa : 10)]


[Stamina : 10 (+526) (Manusia Dewasa : 10)]


“Kekuatanku sekarang sudah bertambah banyak rupanya.”


Semua kekuatan itu Seno miliki setelah memiliki dimensi baru. Apalagi dua misi yang berkaitan dengan Profesor Giorgio menyumbang lebih dari setengah kekuatannya yang sekarang.


“Sekarang, urusanku di sini sudah selesai. Sebaiknya aku pulang. Pasti yang lain menunggu kepulanganku sekarang,” gumam Seno.


Sebelumnya Seno hanya berpamitan akan pergi selama satu jam untuk membantu Jenderal Eko. Pada akhirnya misi dari sistem membuat Seno harus menghabiskan waktu lebih lama dari perkiraannya.


“Bos, kita apakan orang-orang ini?” tanya Thorbiorn ketika melihat Seno keluar.


“Kita bawa saja mereka semua. Masukkan mereka ke bekas laboratorium. Kita akan kembali menggunakan dimensi itu setelah ini,” jelas Seno.


Seno memandang sekilas orang-orang yang ada di sini. Mereka semua adalah anak buah Profesor Giorgio, yang merupakan seorang penjahat. Sedikit banyak mereka ini memiliki dosa yang sama dengan Profesor Giorgio.


Namun, Seno tidak berniat untuk membunuh orang lagi setelah ini. Lebih baik ia menahan mereka sekarang dan memikirkan nasib mereka nanti.


“Ah bawa juga semua barang-barang yang ada di sini. Jangan lupakan helikopter itu. Akan sangat disayangkan jika kita meninggalkannya di sini.”


Seno menganggap itu adalah rampasan perang miliknya. Akan sangat menyenangkan jika dirinya memiliki helikopter. Kedepannya, jika ia berteleportasi ke tempat lain, ia bisa menggunakan helikopter ini untuk pergi ke tempat yang menjadi tujuannya.


“Tentu, Bos. Kami akan melaksanakan tugasmu dengan baik.”



“Ayah sudah kembali?”

__ADS_1


Suara Dina terdengar setelah Seno keluar dari dimensi miliknya. Ia melihat keluarganya sekarang ini tengah duduk di gazebo yang ada di kebun miliknya. Di depan mereka sekarang sudah ada beberapa makanan. Sepertinya mereka menunggu kedatangan Seno sembari sarapan. Seno tidak menyangka ketika kembali langit yang semula gelap, kini sudah terang.


“Ya aku baru saja kembali dari sebuah misi dadakan. Maafkan aku yang terlambat pulang,” jawab Seno.


“Asalakan Ayah kembali dalam kondisi baik-baik saja, tidak terlalu masalah untukku,” jawab Dina.


Sekarang Dina sudah tidak terlalu mengkhawatirkan Seno. Ia sudah tahu bahwa Seno akan baik-baik saja. Selama ini Seno selalu menjaga diri dan selalu memprioritaskan keselamatannya.


“Duduklah Ayah. Kita sarapan dulu, aku yakin Kamu pasti lapar bukan,” ajak Miranda sembari menyiapkan sepiring nasi untuk Seno.


“Kalian tidak menungguku semalaman bukan?”


“Tenang saja, kami nggak melakukan hal itu. Kami tidur cukup nyenyak semalam,” jelas Dina.


“Baguslah jika kalian nggak begadang untuk nungguin aku,” jawab Seno.


Seno lalu menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh istrinya. Setelah ini, sepertinya ia bisa kembali fokus mengurusi pertaniannya. Liburan sudah selesai ia lakukan, membereskan masalah Profesor Giorgio juga sudah ia lakukan.


“Eh lihat berita ini. Ada yang melihat meteor besar jatuh di laut,” ucap Renata tiba-tiba.


“Metor besar? Mana?” tanya Seno penasaran.


Renata lalu memperlihatkan video dari berita yang ia lihat kepada yang lain. Dalam video tersebut, terdapat benda besar yang menyala terlihat berada di atas laut. Kila diperhatikan secara sekilas itu memang terlihat seperti metor jatuh. Namun, jika seseorang memperhatikannya lebih lanjut, itu tidak terlihat seperti meteor jatuh, melainkan sesuatu yang terbang di atas laut.


Setelah melihat video tersebut secara sekilas, Seno sudah tahu bahwa itu adalah Momoy yang terbang mengejar Profesor Giorgio dan yang lainnya. Seno tidak menyangka kejadian semalam ada yang merekamnya. Bahkan itu sampai menjadi berita.


“Sudah Kamu lanjut makan aja Rena. Nggak usah liat berita itu. Yang Kamu lihat itu bukanlah meteor, tetapi Momoy yang sedang terbang dengan wujud aslinya,” jelas Seno.


“Momoy si gadis api itu? Memangnya dia aslinya bagaimana?”


“Dia memiliki wujud seperti burung besar. Ketika ia berada dalam wujud itu, Momoy akan diselimuti api.”

__ADS_1


“Benarkah itu?” tanya Renata dengan mata berbinar.


“Ya, tentu. Kamu bisa mengeceknya langsung setelah ini, tetapi habiskan dulu makananmu,” jelas Seno.


...


"Bunda, bagaimana dengan perkembangan rencana kita untuk membuka bisnis sayuran itu? Apakah semuanya berjalan lancar?" tanya Seno setelah mereka selesai sarapan.


"Tadi waktu mengecek e-mail, aku melihat laporan dari anak buah kita. Mereka sudah berhasil membuat aplikasinya sesuai dengan keinginan kita. Sekarang, tinggal merekrut beberapa orang yang akan menjadi kurir kita," jelas Miranda.


“Lalu, bagaimana dengan pihak Wira Supermarket?”


“Mereka? Tentu saja mereka sudah menyetujui permintaan kita untuk membantu menjadi distributor. Mereka sangat antusias dalam kerja sama ini. Keuntungan yang mereka dapatkan dari kerja sama ini sangatlah besar. Siapa juga yang tidak berminat mendapatkan keuntungan dari kita.”


“Selain Wira Supermarket, Bila-Mila Supermarket yang mengajakkita bekerja sama. Itu adalah supermarket yang berbasis di Povinsi D. Jadi, target pasarnya tidak akan bertabrakan dengan Wira Supermarket.”


“Aku berencana meminjam salah satu dimensi milik Ayah untuk melakukan pengiriman barang ke Provinsi D. Tanpa bantuan dimensi, maka akan sangat sulit bagi kita untuk mengirim barang dengan kualitas terbaik ke Provinsi D.”


Permintaan Miranda untuk meminjam salah satu dimensi miliknya tidak terlalu memberatkan menurutnya. Ia sekarang memiliki empat dimensi yang bisa dipakai bergantian. Setiap dua hari sekali, Miranda bisa melakukan pengiriman ke pelanggan-pelanggan mereka yang ada di provinsi lain.


“Itu semua tidak masalah untukku. Kamu bisa meminjam salah satu dimensi milikku. Lalu, setelah ini pun aku berniat untuk menaklukkan dimensi-dimensi lain. Jumlah anak buahku sudah banyak. Jika setiap dua hingga tiga hari sekali aku bisa mendapatkan satu dimensi baru, maka jumlah dimensi yang bisa Kamu pakai akan semakin banyak,” jelas Seno.


“Tetapi, sebelum melakukan pengiriman, kita harus memiliki tempat di Provinsi D yang bisa kita pakai. Jika bisa, tempa itu cukup luas dan tertutup. Memiliki ruang bawah tanah adalah nilai plus,” imbuh Seno.


Jika mereka tidak menyiapkan tempat seperti itu, maka mereka akan terus menerus menarik perhatian publik ketika ia melakukan teleportasi. Itu akan sangat merepotkan jika ada banyak pihak yang penasaran dengan keanehan itu.


Sekarang saja Seno belum sempat melihat berita lokal mengenai kejadian semalam. Pastinya, kilatan cahaya yang dihasilkan setelah ia melakukan teleportasi membuat masyarakat sekitar penasaran. Jika Momoy yang terbang saja bisa tertangkap oleh kamera, apalagi kejadian semalam.


Kejadian di jalan kemarin tol belumlah terlalu larut. Apalagi dua kilometer dari tempat kejadian adalah perkampungan warga. Jelas banyak orang yang melihat kilatan cahaya kemarin. Mungkin beberapa juga ada yang mendengar pertarungan antara anak buah Seno dan yang lainnya.


“Tentu saja. Aku akan menyiapkan hal itu. Kebetulan keluargaku memiliki sebuah tempat yang cocok dan sesuai dengan kriteria itu. Jadi Kamu nggak perlu mengkhawatirkan hal lain Ayah,” jelas Miranda.

__ADS_1


“Baguslah jika begitu.”


__ADS_2