
Romi adalah seorang pelajar sekolah menengah atas. Dirinya sering mengunjungi aplikasi The Auction. Di sana ia memakai akun dengan nama Monta. Di aplikasi tersebut, Romi sering sekali mengunjungi akun lelang dengan nama Petani Hebat.
Sejak akun itu pertama kali mengunggah wortel yang membuat kehebohan, Romi sudah ada di sana. Ia terus mengikuti laman lelang tersebut. Itu karena Romi senang melihat para orang kaya yang heboh memperebutkan sayuran.
Meski ia tahu sayuran itu memiliki kasiat yang luar biasa, tetap saja Romi merasa mereka tidak perlu saling menghina hanya karena kalah dalam lelang. Meski begitu, Romi tetap menikmati perdebatan mereka.
Ternyata orang kaya masih terlihat seperti menusia. Mereka juga masih berebut layaknya ibu-ibu dari keluarga sederhana yang berebut barang diskon. Hal ini membuat Romi lebih menerima lagi keadaan keluarganya.
Sebagai anak yang terlahir dari keluarga sederhana, tentu saja Romi tidak memiliki harapan membeli produk ajaib yang dilelang oleh Petani Hebat. Oleh karena itu tadi dirinya memberi saran di laman Petani Hebat meminta dia untuk membuat give away.
Sekarang, dua puluh menit setelah komentar itu ia buat, Romi mendapatkan notifikasi bahwa Petani Hebat sudah membuat sebuah unggahan di Instagram setelah sekian lama tidak membuat unggahan sama sekali.
Hal itu membuat Romi penasaran dan membuka pemberitahuan yang muncul di ponselnya itu. Betapa kagetnya Romi ketika melihat isi dari postingan tersebut.
“Petani Hebat benar-benar membuat give away. Hanya sebuah komentar dan menandai teman? Ah aku juga bisa melakukannya.” Gumam Romi yang kemudian membuat sebuah komentar di unggahan tersebut.
Setelahnya Romi menggeser foto yang diunggah. Ponsel yang ada ditangannya hampir saja Romi jatuhkan karena kaget melihat apa yang ia lihat di sana.
“Gila! Hadiahnya banyak banget. Sepuluh buah wortel, dua puluh buah kentang, sepuluh bungkus keju, sepuluh porsi buncis, lima buah cokelat, dan satu sisir pisang. Semua itu untuk satu orang pemenang bukan di bagi untuk sepuluh orang.” Teriak Romi keras.
Hal tersebut membuat Kakak Romi yang baru saja masukke kamar mereka menanyakan apa yang terjadi pada Romi.
“Lihatlah postingan ini Kak. Give away dengan hadiah belasan juta untuk satu orang.” Jawab Romi kepada Kakaknya.
“Ah jangan ngaco Kamu mana ada give away belasan juta untuk satu orang. Itu hadiah totalnya kali. Kamu pasti salah lihat.” Jawab Januar.
__ADS_1
“Ini beneran Kak. Kakak ingat bukan akun lelang yang selalu aku bilang ke Kakak?”
“Oh yang setiap harinya dia berhasil melelang barang dengan total harga dua ratus juta lebih itu?”
“Ya yang itu.” Jawab Romi dengan penuh semangat.
“Memangnya kenapa lagi sih? Udah deh, Kamu itu harusnya belajar. Kurang-kurangin itu lihat laman lelang dia. Nggak guna juga. Kamu bakal menghayalkan sesuatu yang sangat sulit kamu capai.” Ucap Januar memperingatkan.
“Aku hanya melihat itu sebagai hiburan Kak. Tetapi beneran deh Kak, akun lelang itu sekarang sedang ngadain lelang. Hadiahnya belasan juta untuk setiap orang. Tentunya dalam bentuk sayuran dia hadiahnya.”
Romi mencoba menghitung nilai hadiah yang bisa diterima dari give away ini. Satu buah wortel sekarang ini rata-rata dilelang pada harga dua ratus lima puluh ribu, sepuluh wortel berarti dua juta lima ratus. Belum lagi buncis yang setiap tiga porsinya dijual dengan harga satu juta lima ratus.
Dua sayuran itu saja sudah bernilai tujuh juta lima ratus. Belum lagi hadiah yang lainnya. Memang sekarang itu tidak memiliki nilai di atas sepuluh juta. Tetapi jika buncis yang mereka dapatkan dari give away dijual kembali, sudah pasti mereka akan mendapatkan beberapa juta lagi.
Romi melihat sendiri bagaimana para orang kaya terus mengeluh tidak bisa mendapatkan buncis itu dalam lelang. Jika Romi memenangkan give away ini, maka ia akan menjual kembali beberapa sayuran. Jelas akan banyak yang berminat membelinya.
Tanpa mempedulikan protes kakaknya, Romi langsung meminjam ponsel Januar untuk membuat komentar di unggahan Petani Hebat. Tidak berhenti di situ saja, Romi bahkan membuatkan Ayah dan Ibunya sebuah akun baru di Instagram agar bisa mengikuti give away ini.
Dengan seluruh anggota keluarganya yang mengikuti give away ini, maka harapan mereka untuk menang akan bertambah. Jumlah komentar dalam unggahan Seno dengan cepat naik menjadi ratusan, bahkan ribuan.
….
Esok harinya, Romi tidak bisa tenang. Ia tengah menunggu hasil dari give away. Menunggu hingga siang hari sangatlah lama untuk Romi.
Karena fokusnya terpecah, pemuda itu tidak bisa berkonsentrasi pada pelajaran di sekolah. Akibatnya beberapa guru menegur Romi yang kedapatan tengah melamun dan tidak fokus.
__ADS_1
Siang harinya ketika jam istirahat dimulai, Romi langsung membuka Instagram milik Petani Hebat. Pemuda itu beberapa kali menyegarkan laman tersebut. Ia tengah menunggu postingan baru dari Petani Hebat.
Tepat pada pukul dua belas siang lebih dua belas menit, Romi menemukan pengumuman mengenai pemenang give away. Dengan jeli Romi melihat nama-nama pemenang yang diunggah. Pada slide ketiga, Romi menemukan nama akun ibunya beserta tanggkapan gambar komentar ibunya.
Melihat hal itu Romi langsung melompat kegirangan. Ia tidak mempedulikan pandangan aneh dari teman-teman di sekitarnya. Ini adalah hadiah beberapa juta. Jika ia hanya menjual semua buncis dan wortel saja Romi bisa mendapatkan uang yang cukup untuk membeli laptop baru.
“Kamu kenapa Rom?” Tanya teman sebangku Romi yang baru saja kembali dari kantin untuk membeli makanan.
“Aku baru menang give away lihat ini, aku memenangkan sebuah give away.” Jawab Romi yang sekarang menampilkan senyuman lebar.
“Give away apaan sih. Sini-sini coba lihat.” Pinta teman Romi.
Setelah mendapatkan ponsel Romi, ia langsung membaca isi dari pengumuman itu. Di sana ia melihat bahwa itu adalah pengumuman dari Petani Hebat.
“Eh Petani Hebat membuat give away? Kenapa Kamu tidak memberitahuku mengenai hal ini? Jika aku tahu, aku pasti akan mengikuti give away ini.” Kekesalan terdengar jelas di nada bicara teman sebangku Romi tersebut.
“Aku sudah mengirim pesan padamu.”
“Sial, kemarin paket dataku habis. Kenapa itu habis di waktu yang sangat tidak tepat. Eh Rom, tetapi yang menang ini bukan dirimu tetapi Kakakmu.”
Mendengar hal itu Romi cukup kaget. Kakaknya juga menang? Romi pun langsung mengambil kembali ponsel miliknya. Ia bisa melihat nama akun Instagram Januar di slide keempat. Melihat hal itu kebahagiaan yang semula agak mereda, kini kembali memuncak.
Menemukan nama akun Kakaknya membuat Romi berpikir untuk melihat seluruh daftar pemenang terlebih dahulu. Mungkin saja bukan akun miliknya atau akun milik Ayahnya juga memenangkan give away ini. Jika benar begitu, maka ini adalah rejeki nomplok untuk keluarganya.
Apa yang Romi harapkan benar-benar terjadi. Ia melihat komentar dari akun milik ayahnya dan komentar dari akun miliknya pada slide ke lima.
__ADS_1
“Ini namanya rejeki nomplok. Aku akan menjadi jutawan. Lihat semua akun keluargaku memenangkan give away ini. Hahaha.” Romi tertawa senang sembari menepuk pelan punggung teman sebangkunya.
“Jika aku sudah mendapatkan hadiah itu, dan aku sudah menjual beberapa sayur yang aku dapat, aku akan mentraktirmu makan.” Ucap Romi dengan senyuman lebar.