Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 165 Roy dan Fantasinya


__ADS_3

Roy yang sedari tadi dibicarakan oleh para petinggi militer, kini tengah duduk bersandar di dalam sebuah gua. Ia bersama dengan lima puluhan tentara yang lainnya dikutung di dalam gua ini.


Untung saja gua ini kering dan tidak terlalu lembab. Jadi mereka tidak kedinginan ketika malam tiba. Makan pun masih mereka terima dengan baik. Meski itu hanya sepotong kentang yang membuat mereka kenyang seharian.


Hanya saja, selama dua hari tiga malam ditahan di sini, mental mereka menurun. Setiap hari mereka didatangi oleh makluk dunia bawah, yang memiliki tuhuh penuh bulu, dab juga memiliki kuku dan taring panjang.


Mereka selalu merasa was-was dan takut makluk itu memangsa mereka. Apalagi senjata yang sebelumnya mereka bawa, hilang entah ke mana. Tidak ada sesuatu yang bisa mereka pakai sebagai alat pertahanan diri.


Setiap hari, selain mengantarkan makanan, makhluk-makhluk itu akan beraktifitas di dekat mereka. Dari pengamatan yang mereka lakukan, makhluk dunia bawah itu ternyata tengah menambang berlian.


Tetap saja itu tidak menjadikan tentara yang ada di sana bahagia. Justru mereka merasa semakin sengsara. Ini berarti, kesempatan mereka untuk kabur dari gua ini tipis sekali. Penjagaan di gua ini cukup ketat.


Lalu, makhluk dunia bawah itu menjaga tempat ini tanpa pola. Jadi, para tentara tidak bisa menebak kapan mereka akan datang dan kapan saat yang tepat untuk kabur.


Terkadang hanya ada dua makhluk bawah yang lewat, terkadang lima, terkadang selama dua jam lebih tidak ada yang mengawasi mereka. Polanya benar-benar tidak bisa ditebak.


"Aku tidak menyangka bahwa petani itu adalah dalang dibalik munculnya semua portal dunia bawah. Pantas saja dia bisa meringkus kita dengan mudah. Itu karena dia yang memunculkan semua portal ini." Gumam Roy yang meskipun penampilannya cukup buruk, tetapi mentalnya tidak menurun seperti tentara yang lain.


"Pasti makhluk-makhluk dunia bawah ity yang meringkus kita dan membawa kita kemari. Sebenarnya apa tujuannya, kenapa dia membuat makhluk-makhluk ini menyerang manusia? Lalu kenapa dia menjual sayur-sayuran ajaib itu?"


Berbagai pemikiran muncul di benak Roy. Ia mencoba memikirkan alasan Seno melakukan ini semua.


"Mungkinkah dia ingin semua orang bergantung padanya melalui sayur-sayuran miliknya? Lalu, dia nantinya akan membuat semua orang tunduk padanya. Jika cara biasa tidak bisa ia lakukan, ia akan memanfaatkan makhluk dunia bawah untuk mengancam semua orang." Gumam Roy sekali lagi.


Roy yang memiliki pemikiran menjadi seorang penguasa, tidak bisa memikirkan kemungkinan lain selain ini. Dengan semua kekuatan ini, para makhluk dunia bawah yang memiliki kekuatan besar, juga sayuran yang memiliki efek ajaib, sudah pasti cukup mudah bagi Seno melakukan hal itu.

__ADS_1


"Sekarang aku perlu memikirkan cara untuk keluar dari tempat ini. Aku perlu memberitahukan temuanku kepada yang lain."


"Aku rasa dengan menghancurkan petani itu, kepemilikan portal-portal itu bisa berpindah. Ada kemungkinan pula rahasia lain mengenai sayur-sayuran ajaib itu terungkap." Gumam Roy dalam hati.


Roy langsung saja memikirkan cara untuk menyerang Seno jika sudah keluar dari dalam gua ini. Ia juga membuat rencana jika nanti nereka bisa berhasil mengalahkan Seno, maka Roy harus membunuhnya, bagaimanapun caranya.


Dengan begitu, ia akan tahu apakah hipotesis mengenai pemindahan kepemilikan itu benar atau tidak. Memikirkan dirinya menjadi penguasa negeri ini, ah tidak planet ini membuat jantung Roy berdetak kencang.


Dengan memiliki semua itu, menjadi oenguasa di planet ini bukanlah hal yang mustahil. Ia tinggal mengirim beberapa makhluk dunia bawah untuk membunuh pemimpin negara lain, merebut keuasaan mereka.


Ia akan memimpin dunia ini dengan tangan besinya. Semua yang tidak sependapat dengannya akan Roy hancurkan.


Orang pertama yang akan Roy hancur jika dirinya sudah memiliki semua itu adalah Eko, lalu ada Johan. Dua orang itu bertanggung jawab atas apa yang ia alami sekarang. Jika saja mereka memperingatkan dirinya lebih keras lagi, maka ia tidak akan seperti ini sekarang.


Ini adalah sebuah penghinaan besar bagi Roy yang merupakan seorang Jenderal. Seorang Jenderal tidak seharusnya diperlakukan seperti ini.


Memikirkan hal itu membuat Roy tersenyum lebar. Beberapa tentara yang melihat hal itu berubah menjadi ngeri.


Dalam pikiran tentara yang lain, saat ini mental Roy sudah jatuh sejatuh-jatuhnya. Lihat saja tiba-tiba dia berbicara dengan dirinya sendiri. Tidak hanya itu, Roy juga tiba-tiba tersenyum lebar dan tertawa seperti orang dengan ganguan kejiwaan.


"Boby, apakah Jenderal Roy baik-baik saja? Kenapa dia berubah seperti itu?" Tanya seorang tentara yang duduk cukup jauh dari Roy.


Tentara itu bertanya kepada rekannya, Boby, yang duduk tepat di sampingnya. Suaranya ia buat sekecil mungkin, supaya hanya dirinya dan Boby saja yang bisa mendengar.


"Aku tidak tahu Nando. Mungkin dia mulai tertekan dengan keadaan kita saat ini. Kamu tahu tidak semua orang memiliki mental yang kuat. Seorang Jenderal juga masih manusia. Bisa saja dia tidat kuat menahan tekanan ini.”

__ADS_1


“Bagaimanapun juga, dia adalah seorang Jenderal yang memimpin sebuah misi yang sebenarnya tidak terlalu seberapa. Tetapi, dia dikalahkan karena meremehkan musuh. Tidak, kita semua meremehkan musuh.”


“Beban Jenderal Roy sebagai pemimpin pasti lebih berat daripada kita yang hanya melaksanakan tugas.” Jelas Boby.


“Tetapi aku semakin lama pasti tidak akan kuat berada di sini. Ditahan seperti ini tanpa kejelasan apakah kita akan bebas atau tidak. Sebulan lagi aku akan menikah. Masak aku gagal menikah hanya karena tertahan di sini?”


“Bersabarlah Nando, aku yakin kita akan menemukan jalan keluar. Petinggi militer pasti akan mencari cara agar bisa membebaskan kita dari sini. Jelas mereka tidak akan tinggal diam setelah mengetahui anggota mereka menghilang tanpa jejak.” ucap Boby mencoba menguatkan rekannya.


Ketika keduanya berbisik-bisik, terdengar beberapa langkah kaki mendekat ke arah mereka. Berada di dalam gua membuat mereka bisa mendengar dengan jelas langkah kaki seseorang.


Dari kerasnya suara dan beragamnya langkah kaki yang terdengar, mereka bisa menebak bahwa ada cukup banyak makhluk yang datang mendekat ke arah mereka. Ini lebih banyak daripada sebelum-sebelumnya.


Mereka yang sebelumnya sudah merasa mental mereka jatuh, kini semakin terpuruk mendengar banyaknya suara langkah kaki yang datang. Beberapa pemikiran buruk pun muncul di benak mereka.


Pasalnya jatah makan mereka untuk hari ini sudah dibagikan. Jadi, kenapa ada banyak orang yang datang ke gua tempat mereka ditahan.


Beberapa berpikir bahwa mereka akan dihabisi setelah ini, akan dijadikan mangsa oleh makhluk dunia bawah yang cukup menyeramkan. Membayangkan tubuh mereka setelah ini dicabik-cabik dan mati dengan menggenaskan membuat mereka semakin terpuruk.


Tidak lama kemudian, banyak makhluk dunia bawah yang datang ke tempat mereka ditahan. Ini seperti dugaan mereka, jumlah makhluk itu cukup banyak.


Jika dihitung, ada sekitar dua puluh makhluk berbulu itu yang datang ke tempat mereka. Dari data yang ada selama ini, satu makhluk berbulu itu bisa mengalahkan dua orang tentara dalam waktu lima menit.


Sudah jelas dua puluh makhluk itu bisa menghabisi mereka dalam waktu sekejab. Apalagi mereka tidak memiliki senjata.


“Kita benar-benar berakhir sekarang. Aku tidak akan bisa menikahi pacarku setelah ini.” ucap lirih Nando.

__ADS_1


“Ibu maafkan aku, aku belum berbakti kepadamu.” bisik Nando.


__ADS_2