
Sementara itu, Alex dan timnya juga sudah sampai di rumah Seno. Alex yang dari awal meremehkan misi ini, bersikap biasa saja ketika memasuki pelataran rumah Seno. Ia berjalan dengan santai seolah-olah akan bertamu ke rumah Seno padahal tidak.
“Kalian ke pintu belakang, yang lain ikut aku membuka pintu depan,” perintah Alex kepada yang lainnya.
Mereka bergerak menuju ke rumah Seno sesuai dengan pembagian yang sudah Alex lalukan. Tetapi, ketika mereka baru beberapa langkah menuju ke rumah Seno, sebuah bola api tiba-tiba lewat di depan mereka. Kemunculan bola api itu membuat mereka menghentikan langkah.
“Apa itu tadi? Apakah kalian ada yang tahu apa itu tadi?” tanya Alex.
Kemunculan bola api yang tiba-tiba membuat Alex tidak mengetahui asal usulnya. Ia bertanya kepada yang lain berharap ada yang tahu asal bola api itu.
“Kami tidak tahu Bos. Bola api itu muncul secara tiba-tiba dari arah kanan kita,” jawab salah seorang anggota tim Alex.
Semua orang melihat ke arah kanan mereka, tetapi tidak ada siapa-siapa di sana. Meski area kanan mereka tidak terlalu terang, mereka masih bisa melihat jika ada orang atau apa pun itu yang menyebabkan munculnya bola api itu.
Di sana hanya ada beberapa kucing dan kelinci. Kedua hewan itu memandangi rombongan Alex. Alex sendiri juga baru menyadari bahwa saat ini dirinya sudah dikelilingi hewan-hewan berukuran kecil. Kelinci, kucing, dan beberapa burung.
Tiba-tiba saja salah satu anak buah Alex merasa takut dengan semua ini. Apalagi hewan-hewan itu memandang mereka dengan cukup intens. Entah ini hanya perasaannya saja atau memang itu benar-benar terjadi, tetapi ia merasa hewan-hewan ini memiliki kecerdasan seperti manusia.
“Apa mungkin bola api itu berasal dari hewan-hewan ini?”
“Janagn asal bicara. Bagaimana mungkin hewan-hewan ini bisa memunculkan bola-bola api seperti itu. Jika Kau asal berbicara, maka aku akan meminta Mr. Black untuk memotong gajimu bulan ini,” potong Alex.
Menurut Alex, sangat tidak mungkin hewan-hewan ini bisa mengeluarkan bola api seperti itu. Ini bukan negeri dongeng, hal seperti itu mustahil terjadi. Apalagi, hewan-hewan yang mengelilingi mereka adalah hewan kecil yang lemah. Sangat tidak cocok jika mereka bisa mengeluarkan bola api seperti itu.
“Tetapi, dari mana lagi bola api itu muncul? Tidak ada manusia lain di sini bukan? Lalu, hewan-hewan ini tiba-tiba saja mengelilingi kita dan memandang kita dengan tajam. Apa kalian semua tidak merasa bahwa semua ini adalah hal yang aneh?”
Ucapan tersebut membuat Alex dan anggota tim yang lain mulai berpikir bahwa itu ada benarnya. Tempat ini terasa aneh. Lalu mereka juga ingat bagaimana Roman mengingatkan mereka untuk tidak meremehkan petani ini.
__ADS_1
“Sepertinya kita tidak bisa main-main lagi. Teman-teman, kita harus meringkus orang-orang ini sesegera mungkin. Kita tidak bisa membiarkan mereka mengganggu waktu tidur Bos Seno.”
Sebuah suara mengagetkan Alex dan yang lain. Suara itu cukup asing. Tidak ada di antara mereka bersepuluh yang memiliki suara seperti itu. Apalagi suara itu mirip dengan suara anak kecil.
Beberapa orang sudah merinding mendengar suara tadi, terutama mereka yang merupakan orang lokal. Mereka menganggap bahwa suara tadi berasal dari hantu di sekitaran rumah Seno. Apalagi sekarang sudah lewat tengah malam. Sangat mungkin hal itu terjadi.
Tidak lama kemudian, bola-bola berwarna biru berterbangan, lalu mengarah ke Alex dan anggota timnya. Kejadian itu begitu cepat sehingga mereka tidak bisa menghindar. Dalam sekejab mereka sudah tersungkur di tanah.
Selain suara tubuh mereka yang terjatuh, tidak ada suara lain dari kesepuluh orang tersebut. Saat ini seluruh tubuh mereka tertutup es. Hanya lubang hidung dan mata mereka saja yang tidak tertutup. Es itu membuat mereka tidak bisa bergerak dan bersuara.
“Heh.” Seseorang terdengar mendengus.
“Kalian mau menyusup ke rumah Bos Seno yang kami jaga dengan ketat ini? Itu tidak akan bisa terlaksana. Hanya kalian bersepuluh tanpa membawa senjata lengkap, berani sekali datang kemari. Para tentara itu saja kalah, apalagi kalian.”
Hewan-hewan ini meremehkan penyusup ini. Mereka sangat meremehkan penjagaan rumah Seno. Masih lebih bagus para tentara yang datang dengan persenjataan ketat, sementara orang-orang ini hanya bersenjatakan pisau lipat dan alat pembuka kunci rumah.
Halaman rumah Seno yang semula dipenuhi oleh hewan-hewan, kini berubah dipenuhi dengan anak kecil. Mereka lalu bahu membahu membawa ke sepuluh orang itu menuju ke dimensi para Gylinox.
…
“Sudah jam berapa sekarang?” tanya Roman kepada anak buahnya yang lain.
“Ini sudah jam setengah dua pagi Mr. Black,” jawab Marc
“Apakah mereka sudah menghubungi? Hans dan Alex, apakah ada salah satu dari mereka yang sudah menghubungi kita?”
“Belum. Sampai sekarang mereka belum menghubungi. Apakah aku harus melacak mereka?”
__ADS_1
“Ya lakukan. Gagal atau berhasil, seharusnya mereka sudah menghubungi kita. Ini sudah telat cukup lama.”
Marc langsung mencari keberadaan Hans dan Alex melalui sinyal alat komunikasi mereka. Setelah lima belas menit mencari, Marc melaporkan hasil temuannya kepada Roman.
“Maaf, Mr. Black. Sinyal mereka menghilang sekarang. Aku tidak bisa menemukan keberadaan mereka. Tetapi, terakhir kali ponsel Hans mengirimkan sinyal, ia berada di dekat rumah target. Begitu pula dengan Alex.”
“Hem …, ini berarti ada dua kemungkinan. Posel mereka terjatuh atau mungkin mereka sudah ditangkap dan ponsel mereka dihancurkan oleh musuh. Tetapi, jika ponsel Hans dan Alex terjatuh, bukankah masih ada ponsel milik anggota timnya yang lain?”
“Maaf, Mr. Black. Ponsel yang lain juga sama saja. Sinyal mereka menghilang di dekat rumah target. Aku tidak bisa menemukan keberadaan yang lainnya. Sekarang, apa yang harus kami lakukan, Mr. Black?” tanya Marc.
Roman terdiam dan tidak langsung menjawab pertanyaan Marc. Ia sedang memikirkan langkah selanjutnya yang harus mereka ambil. Apa yang terjadi sekarang ini, seakan menjawab ras takut yang ia rasakan. Petani itu memang bukan orang sembarang.
“Kalau begitu, Kau dan yang lain tunggulah di sini Marc. Mungkin besok atau lusa mereka akan menghubungimu lagi. Lalu, pantau juga pergerakan petani itu. Aku perlu pergi ke New York untuk menghadiri lelang petani itu.”
“Jika dia menggunakan pesawat, kabarkan padaku penerbangan apa yang dia pakai, dan siapa saja yang dia ajak. Jika nanti dia hanya berangkat sendiri dengan kedua istrinya, aku rasa kita memiliki kesempatan untuk melakukan serangan lain.”
Roman pikir orang terkuat yang ada di sekitar Seno adalah anak perempuan berbaju merah. Kemungkinan besar anak perempuan itu bertindak meringkus anak Hans, Alex, dan yang lain. Jadi, jika Seno datang ke New York sendirian, maka ia akan berada dalam kondisi lemah.
“Aku pikir kita bisa menyerangnya ketika di New York, atau mungkin mencoba menculik kembali kedua adiknya. Segala kemungkinan masih terbuka. Jadi, selama aku pergi, Marc Kau bertanggung jawab atas semuanya,” jelas Roman.
“Tentu, Mr. Roman. Aku akan mengikuti semua instruksi yang Kau berikan,” jawab Marc.
Dalam hati Roman juga bersyukur bahwa ia memilih melaksanakan misi ini sebagai komandan yang memberi perintah di balik layar. Jika saja ia terjun langsung ke lapangan, maka semua rencana mereka akan berantakan. Tidak akan ada lagi yang memberikan perintah jika ia menghilang.
...
__ADS_1